Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 8


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa yuri bersiap siap untuk pergi ke kampus , dia tampak terlihat sangat segar dengan rambut panjang nya yang terikat dan setelan serba putih nya yang menambah kesan cantik dan mempesona.


Seperti biasa yuri duduk untuk mulai sarapan nasi goreng buatan mama nya , ketika yuri hendak memasukan suapan ke tiga bunyi ketukan pintu terdengar.


TOK TOK TOK


"Siapa pagi pagi gini sudah bertamu ?" Ucap mama bingung.


"Udah mama duduk aja lanjutin sarapan nya , biar yuri aja yang buka pintu" Yuri langsung bangkit dari duduk nya dan mulai berjalan ke arah pintu.


Saat yuri membuka pintu , dia terkejut karena ternyata yang mengetuk pintu adalah mahendra.


"Pagi sayang" Ucap mahendra sambil tersenyum dan mengusap kepala yuri.


"Pagi juga ynk" Yuri tersipu malu merasa di manja oleh mahendra.


"Kamu mau ngapain pagi pagi gini ke rumah ?" Tambah yuri.


"Aku mau anterin kamu ke kampus" Seru bisma.


"Kenapa ga chat dulu ynk ?" Tanya yuri.


"Kejutan dong ynk" Mahendra tersenyum.


"Nak siapa yang datang ?" Teriak papa yuri.


Yuri mulai menyuruh mahendra masuk dan mengajak nya untuk menyapa orang tua nya lalu mengajak nya sarapan bersama.


"Mahendra pa , dia mau anterin yuri ke kampus kata nya" Yuri berjalan ke arah meja makan.


"Pagi tante... om" Dengan ramah mahendra menyapa dan mencium tangan orang tua yuri.


"Oh nak hendra , ayo sini nak sarapan dulu" Sambut mama yuri ramah.


"Iya tante , terima kasih" Mahendra duduk .Yuri menyiapkan piring lalu menyajikan nasi goreng dan mengambil minuman hangat untuk mahendra.


"Terimakasih sayangku" Bisik mahendra dan di balas senyum oleh yuri.


"Sering sering aja nak hendra antar jemput yuri biar bisa ngirit dana buat bensin hahaha" Ledek papa yuri .


"Ih papa jangan bikin malu deh" Bibir yuri sedikit mengerucut karena malu.

__ADS_1


"Insya alloh om tante , kalo hendra senggang hendra pasti bakalan nyempetin buat antar jemput yuri" Jawab mahendra santai.


Suasana pagi ini terasa sangat menyenangkan dan menambah mood booster yuri untuk menjalani kegiatan perkuliahan karena pada akhirnya kedua orang tua nya mulai menerima mahendra begitupun mahendra yang sudah merasa tidak canggung lagi berada di tengah tengah keluarga yuri yang humoris.


Semoga pemandangan pagi ini tidak akan berakhir.


Mahendra mengantarkan yuri sampai gerbang kampus , yuri keluar dari mobil mahendra dan langsung berpamitan untuk segera masuk kampus , tak lupa mahendra selalu mengelus ujung kepala yuri sebagai tanda sayang nya yang biasa di lakukan setiap yuri akan berpisah dengan mahendra yang selalu di balas senyuman hangat oleh yuri.


Yuri mulai berjalan masuk ke kampus sambil menggunakan headset , yuri dengan asik nya berjalan dengan santai hingga tidak mengetahui di belakang nya ada mobil masuk dan terus membunyikan klakson karena yuri menghalangi jalan.


Tiiitt....tiiittt


Kesal karena yuri tak kunjung menoleh , sang pengguna mobil pun keluar dan langsung menghampiri yuri kemudian melepaskan headset yang terpasang di telinga nya.


"Pantesan dari tadi saya bunyikan klakson tidak menoleh , ternyata kamu menggunakan ini ?" Bisma langsung mengangkat headset yuri.


"Eh maaf pak , memang nya kenapa bapa bunyikan klakson ?" Yuri heran.


"Kamu bilang kenapa ? apa kamu tidak sadar kalo sedari tadi kamu itu menghalangi jalan masuk mobil saya !" Bisma emosi dengan menyimpan tangannya di pinggang.


"Kenapa bapak marah sih ? jalan masih besar pak cukup untuk mobil bapak lewat" Tak kalah yuri emosi.


"Salah sendiri kenapa bapak beli mobil yang besar , udah tau jalan masuk mobil disini itu kecil" Tegas yuri.


"Kamu ini kalo di kasih tau suka ngeyel ya , bukan nya sadar dengan kesalahan malah balik menyalahkan orang lain , dasar keras kepala" Bisma mulai mengerutkan alis nya.


"Apa ?" Yuri mulai melotot.


"Kenapa ? tidak suka dosen mu bicara seperti ini ?" Tanya bisma tegas.


"..... " Yuri diam dan baru ingat bahwa pria di depan nya ini adalah dosen nya , yuri heran kenapa setiap kali bertemu dengan dosen satu ini bawaan nya selalu saja kesal dan ingin menampar wajah tampan nya .


Mereka berdua tidak menyadari telah menjadi perhatian dari para mahasiswa yang berlalu lalang masuk ke parkiran kampus. Setelah sadar yuri pun langsung mengambil headset nya dan meminta maaf kepada bisma.


"Yasudah saya minta maaf pak , kalo saya salah" Jawab yuri terpaksa.


"Kalo saya salah ? sudah tau kamu itu salah !" Bisma mulai menyentak yuri.


Yuri kaget dan tidak bisa berkata apa apa , dia hanya bengong sambil memperhatikan bisma yang mulai meninggalkan nya dan masuk kembali ke mobil lalu menghilang dari pandangan nya , untuk sesaat yuri masih syok dengan sentakan bisma , pasalnya selama 2 minggu ini dia mengajar di kelas , bisma belum pernah berbicara seperti itu kepada muri murid nya walaupun sebenar nya dia adalah orang yang dingin dan tegas.


Setelah kejadian yang baru saja terjadi , yuri kembali berjalan menuju kelas dengan sedikit gontai dan tidak bersemangat. Di kelas dia tak kalah terkejut ketika melihat Intan yang tiba tiba sudah berada di kelas nya dengan hani.

__ADS_1


"Loh tan , kenapa lo ada di kelas kita ?" Tanya yuri


"ehehehe gw pengen liat dosen ganteng itu ri , hari ini dan seterusnya gw mau terus ada di kelas ini ah" jawab intan sambil cengengesan.


".... " Hani hanya melihat yuri sambil mengangkat pundak.


"Maksud lo dosen ganteng itu pak bisma ?" Yuri kembali bertanya , dan saat yuri mengatakan pak bisma ternyata orang nya sudah nyelonong masuk ke kelas dengan tatapan membunuh.


"Selamat pagi anak anak" Sapa bisma.


"Selamat pagi pak" Jawab semua yang ada di dalam kelas.


Bisma menyadari kalo ada orang asing yang masuk ke kelas nya , dia pun menyapa dengan ramah namun tidak tersenyum.


"Apa kamu murid baru ?".


"Bukan pak , saya masih kuliah di fakultas ini namun di kelas yang berbeda" Jawab intan masih cengengesan.


"Terus kenapa ada di kelas ini ?" Bisma masih ingin tahu.


"Karena...pengen ketemu bapak" celetuk intan dengan pede nya dan langsung di sambut sorakan oleh anak anak sekelas.


"Buset dah niat banget sih lo tan ?!" Ledek yuri.


Bisma mendengar apa yang di katakan oleh yuri dan langsung menegur nya "apa yang barusan kamu bicarakan yuri ?".


duh dosen killer ini punya telinga tajam juga ya..padahal barusan aku ngomong pelan banget, pikir yuri dalam hati.


"Saya tidak bicara apa apa pak" Jawab yuri tanpa menatap Bisma.


"Kalo saya sedang bicara , tatap wajah saya !" Tegas bisma.


"Iya pak maaf" Yuri menghela nafas panjang.


"Yuri setelah pelajaran ini selesai kamu datang ke ruangan saya" Suruh bisma dengan sedikit menyunggingkan senyum jahat nya.


APA ... LAGI ??


ADA APA DENGAN DOSEN KILLER INI ??


\=\=>hai... jangan lupa untuk like , vote , dan komen ya agar novel ini bisa menjadi no 1 πŸ₯°πŸ₯°πŸ‘‹

__ADS_1


__ADS_2