Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 116


__ADS_3

Keesokan harinya setelah pulang dari kampus, Yuri menyempatkan diri untuk pergi ke rumah Bisma yang memang tak jauh dari jarak kampusnya karena merasa khawatir dengan kondisinya yang tak kunjung memberikan kabar sedari kemarin.


Dengan perasaan tak menentu Yuri memberanikan diri untuk masuk ke pekarangan rumah Bisma yang amat terlihat sepi dari kejauhan, bahkan yang membuat Yuri semakin khawatir dari garasi tak nampak mobil putih milik Bisma yang selalu terparkir rapih jika dirinya sedang berada di rumah.


Apa Pak Bisma sedang tidak ada di rumah ya?


mobilnya pun tidak ada di sini, apa aku coba hubungi dia lagi kali ya!


Gumam Yuri sambil mengambil hp dari saku celananya.


"Yuri" Terdengar suara dari kejauhan.


Yuri langsung menoleh ke arah suara yang baru saja memanggil namanya "Pak Bisma?!! Ya ampun kemana saja kau ini".


Dengan langkah cepat Yuri langsung menghampiri Bisma yang hanya terpaku menatap Yuri dari kejauhan dengan wajah sendunya.


" Hiks...Hiks....Kau kemana saja sih? Kenapa teleponku tidak di angkat dari kemarin?!!" Yuri memeluk Bisma dengan tangis tersedu-sedu.


"Maafkan aku!!" Ujar Bisma sambil membalas pelukan hangat dari Yuri.


Perlahan Yuri merenggangkan pelukan kemudian beralih menatap Bisma "Tolong jelaskan kemana saja kau dari kemarin, kenapa juga teleponku tidak di angkat?!".


" Kemarin aku butuh waktu untuk sendiri dan...." Bisma tiba-tiba menghentikan ucapannya.


"Dan apa?" Sahut Yuri.


Bisma terdiam sejenak lalu mengusap lembut kepala Yuri "Dan ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu".


" Sesuatu? Apa itu?" Balas Yuri penasaran.


Melihat Wajah Yuri yang sangat amat penasaran, Bisma langsung menarik tangan Yuri kemudian membawanya ke dalam mobil dengan sedikit tergesa-gesa.


"Kita mau kemana?" Tanya Yuri sangat penasaran.


"Ke rumah Ayahku" Tegas Bisma sambil memakaikan sabuk pengaman untuk Yuri.

__ADS_1


Yuri terperanjat dan langsung menatap Bisma "Apa?!! Kau jangan bercanda Pak!".


" Kau pikir aku sedang bercanda saat ini?" Ucap Bisma sambil menatap wajah Yuri.


"Tidak bukan begitu Pak, masalahnya Ayahmu kan sangat menentang hubungan kita, terlebih posisinya saat ini dia sedang sangat tidak menyukaiku Pak!" Jelas Yuri dengan wajah khawatir.


Melihat sang kekasih pujaannya cemas, Bisma langsung memegang erat tangan Yuri untuk sedikit menenangkan perasaannya "Kau tidak usah khawatir, mulai saat ini kita akan hadapi dia bersama-sama".


" Tapi Pak....".


"Tidak ada tapi tapi an. Aku mohon percaya padaku ya ?!" Ungkap Bisma masih meyakinkan Yuri.


Melihat kesungguhan yang terlihat dari raut wajah Bisma, tak lama akhirnya Yuri menganggukan kepalanya sambil menatap ke arah Bisma yang sedari tadi terus meyakinkan dirinya untuk pergi menemui sang Ayah demi menjalani hubungan yang aman , nyaman, dan juga tentram tanpa adanya hambatan yang berarti.


Setibanya di halaman rumah milik sang Ayah yang begitu luas luar biasa terpampang jelas di matanya, Bisma pun dengan segera membukakan pintu mobilnya untuk Yuri sambil terus menggenggam tangannya yang putih bersih, lalu tak lama berjalan sedikit pelan untuk mulai memasuki rumah milik sang Ayah.


Saat Yuri dan juga Bisma hampir sampai di dekat pintu masuk, para pelayan langsung menyambut Bisma dan Yuri dengan amat teramat sangat ramah.


"Silakan masuk Tuan! apa kabar tuan hari ini?!" Sambut salah satu pelayan di rumah sang Ayah


"Aku baik-baik saja, terimakasih juga ya sambutannya" Tegas Bisma sambil berlalu lalang melewati sang penjaga.


Saat langkah Bisma dan Yuri hendak memasuki rumah sang Ayah, sejenak terdengar suara langkah kaki dari arah dalam rumah dengan tangan yang sudah terlipat di dada mendekat ke arah Bisma dan Yuri.


"Berani sekali kau membawa perempuan itu ke rumahku!! Apa kau sudah gila Bisma?!" Ucapnya dengan penuh penekanan.


Bisma menggenggam erat tangan Yuri yang perlahan namun pasti mulai bergetar "Aku tidak gila Ayah, aku ke sini ingin membicarakan suatu hal penting padamu!".


" Benarkah? Sepenting apakah itu sampai kau berani membawanya ke sini hah?!" Ledek Ayah Bisma dengan nada bicara yang sedikit menyebalkan.


"Tak bisakah kita bicarakan ini di dalam rumah saja?" Sambung Bisma.


Ayah Bisma berjalan semakin mendekat ke arah Bisma "Tidak perlu, bicarakan saja sekarang di sini, aku tidak punya waktu untuk hal-hal sepele seperti ini".


Bisma tersenyum sinis menatap ke arah Ayahnya sendiri "Kau memang benar-benar tidak pernah berubah Ayah. Baiklah jiga itu yang kau inginkan, aku akan bicara sekarang di sini dengan disaksikan puluhan Karyawan kesayangan Ayah!!".

__ADS_1


Ayah Bisma diam terpaku kemudian mempersilahkan Bisma untuk memulai sebuah pembicaraan yang sedari tadi sangat ingin dia katakan padanya.


" Baiklah tanpa basa-basi lagi aku akan bicara langsung ke intinya saja. Aku ingin menikah dengan Yuri!" Dengan lantang Bisma bicara.


Ayah Bisma syok hingga hampir terjatuh dari posisinya tadi berdiri "Apa?!! Jangan bercanda kamu Bisma".


Yuri tak kalah terkejutnya sampai melirik ke arah Bisma " Kau sedang bicara sih? Ini sungguh tidak lucu Pak".


"Yuri dengarkan aku!! Aku serius mengatakan ini, aku ingin secepatnya menikah dengan mu Yuri" Balas Bisma dengan wajah serius nya.


"Tapi ini saat yang tidak tepat kau membicarakannya di depan Ayahmu Pak" Bisik Yuri.


"Pokoknya kau diam saja, biar aku yang bicara pada Ayahku sendiri!" Tegas Bisma tanpa menghiraukan perkataan Yuri.


Ayah Bisma kembali berdiri lalu perlahan berjalan mendekat ke arah Bisma dan Yuri "Kau serius ingin menikahi dia Bisma?".


" Iya, aku sangat serius Ayah!" Tegas Bisma dengan lantang.


Sekilas Ayah Bisma menatap wajah Yuri yang sedari tadi tegang dan hanya bisa tertunduk tanpa berani menatap ke arah Ayah Bisma "Apa kau sungguh-sungguh mencintai perempuan ini?".


Bisma menganggukan kepalanya dengan yakin " Iya, aku sangat mencintainya!".


Sesaat obrolan antara mereka bertiga menjadi sangat hening dan canggung karena tak ada satupun yang berani memulai kembali pembicaraan karena takut akan ada lagi ketibutan seperti kemarin.


"Baiklah kalau memang itu yang kau mau, mulai saat ini aku tidak akan ikut campur lagi masalah hubungan kalian. Tetapi ada satu syarat yang harus kalian penuhi agar aku bisa merestui pernikahan kalian" Ungkap Ayah Bisma masih ketus.


"Syarat? Syarat apa?!" Tanya Bisma dengan hati-hati.


"Setelah kalian menikah nanti, kalian harus cepat-cepat memberikan aku cucu!!" Ceplos Ayah Yuri dengan percaya diri.


"Apa?!!" Teriak Yuri dan Bisma secara bersamaan.


Ah benar-benar gila, apakah aku sedang bermimpi saat ini?.


Kenapa semuanya bisa jadi seperti ini sih?!

__ADS_1


Pikir Yuri dalam hati.


"Kenapa kalian kaget seperti itu? Apakah ada yang salah dengan ucapan ku barusan?!" Ledek Ayah Bisma sambil sedikit menyembunyikan senyuman yang sedari tadi dia tahan di sudut bibirnya.


__ADS_2