
Aku mohon tetap seperti itu, jangan mencoba untuk menghindari ku lagi!! Gumam Bisma sembari terus menatap dan berjalan mendekati Yuri.
Melihat Bisma yang semakin mendekat ke arahnya, membuat perasaan Yuri yang tadinya sedikit lebih tenang berubah seketika menjadi buruk kembali. Di saat Bisma hanya beberapa langkah saja dari dirinya dengan segera Yuri kembali menghidupkan motornya kemudian memutar balikan motornya meninggalkan Bisma dengan raut wajah keputus asaan nya.
Tak hilang akal, Bisma pun bergegas mengejar Yuri dengan masuk kembali ke dalam mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan cukup cepat hingga jaraknya tidak terlalu jauh dari Yuri.
Menyadari dari belakang kalau Bisma mengikutinya, dengan segera Yuri menambah kecepatan motornya begitupun dengan Bisma yang tak pantang menyerah mengikuti Yuri hingga sepintas terlihat seperti adu balap kendaraan antara mereka berdua. Ketika melihat jarak yang semakin menipis di antara mereka, Bisma langsung membanting kan setir mobilnya ke arah kanan untuk menyalib Yuri agar dia bisa menghentikan laju kendaraannya.
"Yuri...Berhentilah sebentar ada yang ingin aku bicarakan padamu!" Teriak Bisma sambil terus fokus mengemudikan mobilnya.
Yuri hanya melihat sekilas lalu mengabaikan perkataan Bisma tanpa menghentikan motornya dan malah menambahkan kecepatan motornya tanpa memikirkan kondisi jalanan yang tengah di lalui nya.
Merasa khawatir dengan kecepatan yang Yuri pakai untuk menggunakan motornya, Bisma langsung mengingatkannya kemudian memelankan mobilnya agar Yuri bisa melaju duluan tanpa harus balapan dengan Bisma.
Brrukkk....Brrukkk....!!
Tak lama setelahnya apa yang di pikirkan oleh Bisma pun terjadi, selang beberapa detik saat Yuri menjalankan motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi tiba-tiba ketika akan melewati tikungan Yuri tidak dapat mengendalikan motornya sehingga dia terjatuh dan terpental lumayan jauh dari motornya.
Melihat Yuri terpental dan tidak bergerak, dengan cepat Bisma turun dari mobilnya kemudian berlari menghampiri Yuri yang sudah tidak sadarkan diri.
"Yuri...Hey bangun...Yuri!!!" Teriak Bisma sambil terus menepuk-nepuk pipi Yuri berharap dia bisa segera sadar dengan raut wajah yang sudah sangat terlihat syok.
.
.
Keesokan harinya kabar perihal kecelakaan Yuri sudah tersebar di kelasnya dan langsung menjadi pembicaraan di antara teman-temannya termasuk Intan dan juga Hani.
__ADS_1
"Hah...Nomor HP nya gak bisa di hubungi lagi, apa kita langsung pergi ke rumah sakit saja?!" Usul Intan dengan wajah cemas nya pada Hani.
"Tunggu dulu Tan, kita kan gak tahu dia sekarang di rawat di rumah sakit mana. Coba kita hubungi nomor Mama atau Papa nya Yuri dulu, kamu tahu nomornya kan?!" Sahut Hani.
Intan menganggukkan kepalanya sambil kembali menatap layar HP nya "Iya aku akan coba menghubungi mereka!".
Sementara itu di rumah sakit Bisma dan juga kedua Orangtuanya Yuri masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari dokter karena dari kemarin sore Yuri masih tidak sadarkan diri. Bisma masih terlihat amat terguncang ketika melihat Yuri yang masih tergulai lemas di atas meja pasien dengan luka di beberapa bagian tubuhnya yang menambah parah kondisi saatnya saat ini.
Aku mohon sadarlah...Maafkan aku karena belum bisa membahagiakan mu Yuri! Gumam Bisma sambil menatap Yuri dari luar ruangan.
Saat Bisma masih terpaku menatap Yuri dari balik jendela, Papa Yuri berjalan menghampiri Bisma karena merasa khawatir melihat kondisi Bisma yang belum mengistirahatkan matanya dari semalam "Nak Bisma...Lebih baik kamu sekarang istirahat saja dulu biar Yuri Om sama Tante saja yang jaga".
"Tidak Om, saya masih ingin berada di sini!" Tegas Bisma sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi kamu sama sekali belum istirahat loh Nak, nanti kalau kamu ikutan sakit gimana?" Ucap Papa Yuri khawatir.
"Tidak apa-apa Om, saya masih kuat nunggu Yuri di sini Om jangan khawatir" Sambung Bisma kembali berbalik menatap Yuri.
"Dok, bagaimana kondisi anak saya saat ini?" Tanya Papa Yuri dengan segera menghampiri sang Dokter.
"Allhamdulilah...Pak, Bu Yuri sekarang sudah bisa di pindahkan ke ruangan perawatan karena kondisinya sudah berangsur membaik" Terang sang Dokter.
"Allhamdulilah..." Ucap ketiganya dengan kompak.
"Baiklah kalau begitu saya pergi permisi dulu" Ucap sang Dokter sambil berjalan di ikuti oleh suster yang tak lama membawa Yuri yang masih belum sadarkan diri menggunakan belangkar.
Siang menjelang sore seseorang memberikan informasi pada Shiren yang tengah melakukan pertemuan keluarga bersama Ayah Bisma terkait perencanaan pertunangan mereka berdua yang hanya tinggal dua hari lagi dari yang sudah di jadwalkan. Segala persiapan untuk proses untuk acara pertunangan sudah hampir di rampungkan hanya tinggal tersisa fitting baju untuk kelangsungan acaranya.
__ADS_1
Wajah Shiren tak bisa menutupi pancaran kebahagiaan yang dia rasakan saat ini, karena sebentar lagi bisa memiliki Bisma seumur hidupnya. Tetapi dia tak munafik karena dirinya masih memiliki ke khawatiran perihal hubungan Bisma dengan Yuri yang masih terjalin hingga saat ini, apalagi saat mengetahui kondisi Yuri yang saat ini sedang terbaring lemah selepas mengalami kecelakaan kemarin sore dan tentunya di temani oleh Bisma.
Setelah acara pertemuan selesai, Shiren berinisiatif meminta izin pergi terlebih dahulu dan akan menuju ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Yuri hari ini tanpa di temani Asisten pribadinya.
***
Di rumah sakit Bisma tak melepaskan perhatiannya dari Yuri, dia masih saja terpaku menatap Yuri sambil menggenggam tangannya dengan erat seolah tak ingin sedikitpun kehilangan momen-momen kebersamaannya dengan Yuri.
Beberapa saat kemudian perlahan Yuri mulai tersadar dan membuka matanya dengan sedikit meringis merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya, kemudian menatap seluruh ruangan dan juga tangannya yang sudah tertancap selang infusan dengan Bisma yang tengah tertidur di sampingnya sambil memegang tangannya dengan erat.
"Pak Bisma?!!" Bisik Yuri mengerutkan dahinya.
Merasakan ada suatu gerakan di sisinya, Bisma langsung tersadar dari tidurnya dan menatap ke arah Yuri dengan mata yang perlahan mulai berair.
"Yuri...Kau sudah sadar?!" Ucap Bisma sambil mengusap lembut pipi Yuri.
"Kenapa aku bisa berada di sini?!" Tanya Yuri penasaran.
"Kemarin Sore kau mengalami kecelakaan, apa kau tidak mengingatnya sama sekali?!" Ungkap Bisma heran.
Yuri terdiam sejenak sambil mengingat-ngingat kembali apa yang sudah terjadi padanya hingga akhirnya berakhir di rumah sakit.
Menyadari dari belakang kalau Bisma mengikutinya, dengan segera Yuri menambah kecepatan motornya begitupun dengan Bisma yang tak pantang menyerah mengikuti Yuri hingga sepintas terlihat seperti adu balap kendaraan antara mereka berdua. Ketika melihat jarak yang semakin menipis di antara mereka, Bisma langsung membanting kan setir mobilnya ke arah kanan untuk menyalib Yuri agar dia bisa menghentikan laju kendaraannya.
"Yuri...Berhentilah sebentar ada yang ingin aku bicarakan padamu!" Teriak Bisma sambil terus fokus mengemudikan mobilnya.
Yuri hanya melihat sekilas lalu mengabaikan perkataan Bisma tanpa menghentikan motornya dan malah menambahkan kecepatan motornya tanpa memikirkan kondisi jalanan yang tengah di lalui nya.
__ADS_1
"Sudahlah...Jangan di pikirkan lagi, aku sudah sangat bersyukur karena bisa melihatmu siuman" Sahut Bisma sambil mencium tangan Yuri dengan penuh kasih sayang.
Saat Bisma dan Yuri sedang berbincang ringan sambil saling bertatapan, tanpa mereka sadari dari luar jendela Shiren sudah sedari tadi memperhatikan mereka berdua sambil mengepalkan tangannya kemudian pergi begitu tanpa menyapa mereka terlebih dahulu, lalu membuang begitu saja bingkisan buah yang sudah Shiren persiapkan sebelumnya untuk Yuri ke dalam tong sampah.