Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 95


__ADS_3

Tatapan Bisma seketika beradu dengan Yuri yang kala itu seketika langsung menghentikan obrolan dan tawa nya bersama teman laki-laki nya.


"Pak Bisma?!" Ucap Yuri dengan wajah sedikit menegang.


Bisma hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan begitu saja melewati Yuri dan teman lelakinya.


Ah gawat...Kayanya dia marah padaku! Gumam Yuri sambil memukul pelan kepalanya.


Sesaat setelah Bisma keluar dari kantin sambil membawa dua kaleng minuman soda, dia kemudian kembali ke ruangannya sambil sesekali melihat HP nya dan mencoba menghubungi Yuri kembali walaupun pada akhirnya tetap saja tidak mendapatkan jawaban darinya.


Melihat raut wajahnya Bisma saat keluar dari kantin begitu kusut, Yuri berinisiatif untuk mendatangi Bisma di ruangannya setelah jadwal perkuliahan selesai untuk menjelaskan apa yang dia lihat barusan di depan kantin. Namun pada saat Yuri hendak melihat HP nya yang sedari tadi dia simpan di dalam tas nya, mata Yuri seketika langsung melotot tak kala dia melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Bisma.


Astaga...Kenapa aku bisa tidak mendengar sama sekali kalau ada telepon masuk ke HP ku?! Pak Bisma pasti akan marah padaku!" Gumam Yuri dengan wajah mulai gelisah.


"Ri kita masuk ke kelas sekarang Yuk?! Mapel berikutnya akan segera di mulai" Ajak Intan pada Yuri.


"Ah iya...Ayok" Jawab Yuri singkat.


Selama pembelajaran berlangsung Yuri sama sekali tidak bisa konsentrasi karena terus memikirkan Bisma, dalam benaknya dia berpikir Bisma pasti akan sangat marah sekali padanya atau bahkan tidak akan mendengarkan semua penjelasan darinya mengingat tadi saja dia seperti mengabaikan keberadaan dirinya pada saat bertemu di depan kantin.


Karena merasa kegelisahannya berkelanjutan, Yuri pun memberanikan diri untuk mencoba mengirimkan pesan padanya agar Bisma tidak salah paham dan bisa membacanya di saat dia membuka HP nya nanti, akan tetapi setelah hampir setengah jam berlalu Bisma tak kunjung juga membalas pesan yang Yuri kirimkan padanya hingga membuat Yuri semakin merasa bertambah bersalah pada Bisma.


.


.


Setelah perkuliahan selesai Yuri langsung keluar kelas dengan sangat terburu-buru bahkan sampai lupa mengucapkan selamat tinggal pada kedua sahabatnya yang sedari tadi terus terpaku menatap pada Yuri dengan wajah yang kebingungan.


"Ah elah...Ada apa dengan anak itu ya Han?!" Tanya Intan heran.


"Gak tau...Tapi kayanya dia buru-buru banget Tan, mungkin dia lagi ada urusan mendesak kali!" Jawab Hani sambil beranjak dari duduknya.


Tak lama setelah dia berlari dan sudah sampai di depan pintu ruangan Bisma, dia mencoba untuk mengistirahatkan dulu sejenak dirinya supaya lebih tenang ketika bertemu dengan Bisma nanti. Wajahnya yang masih setengah berkeringat langsung mengetuk pintu ruangan Bisma dengan cukup lama, hingga akhirnya Bisma membukakan pintu lalu mempersilahkan Yuri untuk memasuki ruangannya.


"Ada apa kau ke sini?!" Tanya Bisma ketus sambil duduk di kursi kerjanya bersebrangan dengan Yuri.

__ADS_1


Yuri merasa gugup lalu sedikit memajukan tempat duduknya agar mendekat ke arah Bisma "Pak maaf sebelumnya kalau aku mengganggu waktu kerja mu, aku datang ke sini karena ingin menjelaskan sesuatu padamu!".


" Menjelaskan apa?" Balas Bisma yang masih terus fokus mengerjakan sesuatu di laptopnya.


"Itu...Masalah telepon dan seseorang yang bersamaku di depan kantin tadi siang!" Jelas Yuri yang terus fokus menatap wajah dingin Bisma.


"Oh...Memang apa yang sebenarnya ingin kau jelaskan?!" Bisma balik bertanya pada Yuri dengan ketus.


Yuri menarik nafasnya dalam-dalam lalu kembali menatap Bisma sedikit lebih lama "Pertama untuk masalah telepon aku minta maaf padamu karena sungguh aku tidak mendengarnya sama sekali dan....".


"Dan apa?" Bisma mulai mengalihkan pandangannya pada Yuri.


"Dan lelaki yang sedang bersamaku tadi, dia adalah teman mainku dari sejak aku SD yang kebetulan dia juga berkuliah di sini" Jelas Yuri pada Bisma.


Mendengar penjelasan yang Yuri katakan barusan langsung membuat Bisma mengehentikan kegiatannya lalu tak lama kemudian dia beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah Yuri.


"Kau sungguh-sungguh tidak mendengar telepon dariku?!" Sahut Bisma dengan raut wajah yang penuh kekesalan.


"Iya aku bersungguh-sungguh Pak, aku sama sekali tidak berbohong padamu!" Tegas Yuri


"Benarkah?!" Kata Yuri dengan wajah yang mulai terasa lega.


"Iya.." Balas Bisma singkat.


"Hanya saja untuk lain kali jangan pernah lakukan itu lagi, dan kalau aku menelepon mu tolong jawab dan jangan pernah mengabaikannya!" Sambung Bisma sambil mengusap lembut kepala Yuri.


"Iya...Terimakasih sebelumnya" Seru Yuri sambil memegang tangan Bisma.


"Iya sama-sama" Sahut Bisma.


Setelah semua permasalahan di antara mereka selesai, dengan perlahan namun pasti perbincangan di antara mereka berubah kembali menjadi seperti biasanya dengan sesekali senyuman yang terus terlihat dari keduanya seakan tak ada masalah apapun yang terjadi pada mereka berdua.


"Pak kau mau pulang sekarang?" tanya Yuri penasaran.


Bisma melihat ke arah Yuri "Iya mungkin sebentar lagi, kenapa emang? Kau mau pulang bersama denganku?!".

__ADS_1


"Bukan begitu...Aku hanya ingin tahu saja, kalau begitu aku pulang duluan ya takutnya ke sorean" Sahut Yuri sambil berdiri dari duduknya.


"Yakin kau tidak mau pulang bersama denganku?" Ucap Bisma sambil memegang tangan Yuri.


"Maaf Pak, bukannya aku tidak mau hanya saja saat ini waktunya tidak tepat untuk kita" Jelas Yuri yang membalas pegangan tangan Bisma.


"Hah...Yasudah kalau begitu, sebelum kau pergi jangan lupa ambil kunci motormu ini!" Sambung Bisma sambil memberikan kunci motor pada Yuri.


Yuri sedikit terperanjat saat melihat Bisma memberikan kunci motor miliknya "Loh kapan kau membawa motorku ke kampus? Kita kan tadi berangkat pakai mobil!".


"Aku tadi menyuruh asisten Kakak ku untuk membawanya ke sini tadi, makanya aku terus menelepon mu karena ingin memberitahumu sekaligus memberikan kunci motor milikmu" Tegas Bisma sambil sedikit mengacak rambut Yuri.


"Ih jangan begitu dong, rambutku bisa kusut nih!" Yuri merapihkan rambutnya sembari menatap Bisma.


"Iya maaf yah sayangku" Sahut Bisma sambil tersenyum.


Yuri hanya menjawabnya dengan anggukan dan langsung membalas perbuatan Bisma dengan mengacak rambutnya sambil mengangkat kakinya karena Bisma lebih tinggi dari Yuri. Namun naas pada saat Yuri hendak mengangkat kakinya untuk menyentuh rambut yang ada di bagian belakang kepala Bisma, tiba-tiba Yuri terpeleset kemudian terjatuh tepat di atas tubuh Bisma sehingga tanpa sengaja bibir mereka berdua saling bersentuhan karena jarak wajah antara mereka berdua yang terlalu dekat yang sontak membuat keduanya terperanjat dan membelalakkan matanya.


"Ah ma...Maaf aku benar-benar tidak sengaja" Yuri langsung terbangun dan membenarkan posisinya.


Bisma yang sedari tadi terkejut nampak diam sejenak lalu perlahan bangun dari posisi tidurannya "Iya tidak apa-apa!".


Dalam waktu beberapa saat mereka berdua saling diam sejenak sambil menyembunyikan wajahnya masing-masing karena sudah mulai memerah.


"Yasudah kau cepat pulang sana, ini sudah sore" Ucap Bisma tanpa memandang ke arah Yuri.


"Iya...Aku pamit pulang sekarang, kau juga cepat pulang ya jangan kerja sampai larut di kampus!" Balas Yuri sambil setengah berlari meninggalkan Bisma yang memunggunginya.


Saat mendengar Yuri pergi dari ruangannya, Bisma perlahan membalikan badannya kemudian dia duduk di atas sofa sambil menepuk-nepuk dadanya karena merasakan jantungnya yang berdebar begitu kencang.


Tahan Bisma...Jangan sampai kau lepas kendali. Gumam Bisma dalam hati.


Begitu juga dengan Yuri yang terdiam sejenak di depan pintu ruangan Bisma dengan wajah yang terlihat sudah sangat memerah sambil memegang bibirnya dan ngedumel kesal karena tindakan bodohnya barusan.


Aduh apa-apaan aku ini? Bikin malu saja, bagaimana saat besok aku bertemu dengannya?! Yuri juga bergumam dalam hati sambil berlari menuju ke arah parkiran motor.

__ADS_1


__ADS_2