
Keesokan paginya tibalah saat dimana ujian semester di mulai. Yuri bersiap dengan setelan putih hitamnya disertai almamater kampus yang selalu di wajibkan untuk di gunakan setiap kali menghadapi ujian.
Di meja makan sudah tersedia sarapan nasi goreng buatan Mama Yuri yang khusus di buatkan untuk menyemangati anak gadisnya.
"Pagi Ma" Sambut Yuri kepada kedua Orangtuanya yang sudah berada di meja makan.
"Pagi sayang" Jawab Mama dan Papa Yuri bersamaan.
Yuri yang mendengarnya tersenyum manis sambil sesekali menggoda kedua Orangtuanya "Ciye...Udah kompakan aja nih pagi-pagi begini!!".
Mama dan Papa Yuri hanya tersenyum malu dan mulai mengalihkan pembicaraannya.
"Nak, hari ini kamu masuk ujian jam berapa?" Tanya Papa Yuri sambil menyeruput kopi.
"Hari ini Yuri masuk jam sembilan pagi Pa, kenapa emang Pa?" Tanya Yuri sembari memasukan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Gapapa Papa cuman pengen tahu saja" Balas Papa Yuri.
Yuri hanya menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan sarapannya lalu bergegas untuk segera berangkat ke kampus.
.
.
Sementara itu di kampus Bisma sudah sampai dan baru saja memasuki ruangannya, di ruangannya Bisma mulai menyalakan laptopnya untuk mempersiapkan sesuatu yang dibutuhkan terkait penilaian murid-muridnya.
Bisma dengan teliti mulai melihat absensi dan nilai-nilai keseharian semua muridnya khususnya di Pelajaran yang Bisma ajarkan.
Namun saat Bisma tengah serius mengerjakan penilaian siswa, mendadak pikirannya seperti membuyar tak kala melihat nama Yuri Nadia Putri yang terpampang di dalam absensi siswanya.
Bisma membuka kacamatanya dan beranjak dari duduknya, lalu melangkahkan kaki melihat ke arah pemandangan di luar jendela untuk sedikit menenangkan pikirannya.
Ada apa denganku? masih pagi begini sudah memikirkan gadis ceroboh itu. Gumam Bisma dalam hati.
Saat Bisma tengah menutup matanya, tiba-tiba senyum kecil tersungging di bibirnya tak kala mengingat kejadian kemarin saat melihat Yuri setengah sadar berbicara padanya.
"Kenapa Pak Bisma selalu ada di dalam mimpiku?".
"Kenapa mimpi ini terasa nyata ya? Aku bahkan bisa mencubit wajah Pak Bisma yang mulus ini dari jarak yang sangat dekat sekali".
"Sejak kapan kamu bicara di dalam mimpiku? biasanya walaupun dalam mimpi kau masih selalu saja acuh padaku".
__ADS_1
Bisma masih tersenyum saat pikirannya masih di penuhi oleh perkataan Yuri padanya, lalu sesaat kemudian Bisma mengambil ponsel yang berada di saku celananya dan kembali memandangi layar ponsel dengan tatapan mendalam yang sulit di artikan.
.
.
Di lain tempat Yuri baru sampai di gerbang kampus dan mulai berjalan masuk ke dalam kampus sambil sesekali merapikan rambut panjangnya yang terurai agar terlihat lebih rapih.
Sejurus kemudian saat Bisma keluar dari ruangannya dan mulai berjalan ke area ruangan prodi, secara tak sengaja dia berpapasan dengan Yuri yang juga akan berjalan menuju ke arah kelas dimana Yuri akan memulai ujiannya.
Mata mereka saling bertatapan dan mulai lah terlihat wajah Yuri yang sedikit memerah karena malu dan tak nyaman karena kejadian kemarin. Yuri perlahan berjalan ke arah Bisma dan mulai menyapanya dengan sopan.
"Se...Selamat pagi Pak" Ucap Yuri sambil sedikit menganggukkan kepalanya.
Bisma menghela nafas dan membalas ucapan Yuri dengan singkat "Selamat pagi".
Karena bingung harus bicara apa lagi, Yuri langsung berinisiatif pergi dan meminta izin pada Bisma untuk berjalan terlebih dahulu ke arah kelas.
"Em..Kalau begitu saya duluan ya Pak?!" Ujar Yuri sambil membalikan badannya untuk berjalan meninggalkan Bisma.
Namun apa yang terjadi?.
"Tunggu!!" Ucap Bisma dengan tegas.
Bisma berjalan mendekat ke arah Yuri sambil memperlihatkan senyumnya dengan wajah dingin yang selalu mendominasi, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa tidak nyaman termasuk oleh Yuri yang saat ini tengah melihat Bisma berdiri di hadapannya.
"Iya...Kenapa Pak?" Jawab Yuri gugup.
Bisma semakin mendekat ke arah Yuri lalu menurunkan kepalanya dan bicara berbisik ke telinga Yuri "Apakah semalam kau memimpikan ku?".
Mendengar ucapan Bisma Yuri langsung terperanjat dan melihat Bisma dengan perasaan malu yang luar biasa sampai-sampai dengan reflek Yuri menutup matanya lalu berlari menjauhi Bisma tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan Bisma.
Sementara Bisma yang melihat Yuri begitu saja hanya berdiri sambil melipat tangan dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Yuri yang selalu di luar pemikirannya.
Dasar gadis ceroboh ini, berani-beraninya dia meninggalkanku begitu saja!!. Gumam Bisma sambil tersenyum.
Akhirnya sampailah Yuri di kelas dimana dia akan mengikuti ujian hari ini dengan nafas yang terdengar seperti sudah berlari maraton.
"Eh kenapa lo ri?" Tanya Intan yang langsung menyapanya dari arah belakang tempat duduknya.
Yuri sedikit terperanjat dan berbalik ke arah Intan "Ah lo, gw kira siapa".
__ADS_1
"Emang lo kira gw siapa?" Ucap Intan sambil mengangkat satu alisnya.
Yuri mulai menenangkan dirinya sambil berusaha bernafas dengan benar.
"Engga, maksudnya gw kira lo sama gw gak seruangan Tan, makanya tadi gw kaget pas denger suara lo" Yuri membuat alasan agar Intan tidak banyak bertanya padanya.
"Oh gitu...Eh btw lo ngapalin gak? Gw butek nih ngapalin dari kemarin gak bisa masuk di otak gw" Keluh Intan sambil menepuk pelan kepalanya.
"Ah kebiasaan sih lo, makanya gw kan udah bilang kalo belajar itu jangan dadakan pas mau ujian jadinya kan gitu mana bisa masuk coba?" Jelas Yuri.
"Hah...Gimana dong nih? Gw takut gak bisa jawab soal ujian kali ini" Sambung Intan sambil merebahkan dirinya di kursi.
Yuri hanya menggelengkan kepalanya sambil menepuk pundak Intan seraya menyemangatinya.
Beberapa menit kemudian, semua siswa dan siswi masuk ke kelas masing-masing di ikuti oleh beberapa Dosen yang bertugas untuk menjadi pengawas hari ini.
Please jangan Pak Bisma.... Jangan Pak Bisma!!. Gumam Yuri cemas.
Tak berselang lama akhirnya datanglah Dosen yang membuat pikiran Yuri menjadi lebih segar, karena ternyata dia bukanlah Bisma seperti yang ditakutkannya.
Wajah Yuri perlahan berubah menjadi ceria dan kembali bersemangat untuk memulai ujian kali ini.
Dosen pengawas dengan segera mulai membagikan soal ujian dan kertas jawaban kepada masing-masing siswa dan siswi, lalu sebelum ujian di mulai Dosen pengawas memberitahu tata cara pengisian soal ujian beserta waktu pelaksanaanya, kemudian memberikan arahan agar segala sesuatu baik itu tas dan buku agar di simpan di depan kelas dan mematikan ponselnya selama ujian sedang berlangsung.
Setelah semua arahan selesai di sampaikan, Dosen pengawas mempersilahkan para siswa dan siswi untuk mengisi soal ujian tanpa adanya keributan.
Saat semua mahasiswa tengah fokus pada kertas ujian masing-masing, suasana tampak terasa sunyi dan tegang. Namun walaupun situasi terlihat mencekam Yuri sangat menyukai situasi seperti ini, karena dirinya bisa menjadi lebih fokus untuk mengisi soal ujian dan lebih bisa memaksimalkan ingatannya untuk berusaha mengisi semua soal ujian tanpa ada yang terlewatkan.
Akan tetapi hal nyaman itu tidak terjadi begitu lama tak kala Yuri mendengar suara langkah kaki yang berjalan semakin mendekat menuju ke arah kelas dimana dirinya berada.
Yuri mendadak menghentikan kegiatan menulisnya, dan matanya langsung terfokus pada pintu kelas yang perlahan terbuka.
Kenapa mendadak perasaanku tidak enak ya?. Gumam Yuri gelisah.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.