
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu yang membuat Bisma membalikan badannya seraya berkata " Masuk !"
" Ada Bapak memanggilku kesini? " Tanya Yuri sedikit kesal.
" Duduklah terlebih dahulu , akan aku buatkan kopi" Sahut Bisma sembari berdiri dari kursi.
" Tidak usah!! Langsung saja ada apa kau memanggilku kesini?" Tanya Yuri ketus.
Bisma menghela nafas kemudian berjalan mendekat ke arah Yuri " Kau masih marah padaku? ".
" Pake nanya lagi..." Yuri melirik ke arah Bisma sejenak.
"Maafkan aku karena memarahi mu tadi, aku hanya mencoba untuk profesional dengan pekerjaanku kau juga tahu sendiri kan aku paling tidak suka dengan siswa yang datang terlambat ke kelasku? " Jelas Bisma dengan hati-hati.
"Iya aku tahu tapi kan tidak usah kasar begitu juga kali... Aku kan telat cuma beberapa menit saja! " Bela Yuri merasa paling benar.
Bisma kembali menghela nafas panjang " Apa kau yakin hanya telat beberapa menit saja? Tadi aku lihat di jam kau telat hampir setengah jam loh".
Yuri terdiam sejenak lalu menundukkan kepalanya karena merasa malu dan tak enak pada Bisma yang sudah menjadi sasaran kemarahannya padahal semua kesalahan ada pada dirinya sendiri yang terlambat bangun pagi "Eum maafkan aku Pak , iya aku salah Pak karena tadi terlambat bangun jadinya aku telat masuk ke kelas".
" Iya tidak apa-apa, aku juga minta maaf karena tadi sudah memarahi mu di depan kelas" Sambung Bisma sembari memegang tangan Yuri.
"Iya tidak apa-apa Pak. Ngomong-ngomong Bapak memanggilku kesini hanya untuk bicara itu saja?" Kembali Yuri bertanya.
Bisma menggelengkan kepalanya sembari tersenyum " Tentu tidak , aku juga mau bilang nanti pulang kuliah kita harus pergi ke suatu tempat".
"Suatu tempat? Kemana? " Yuri penasaran.
Bisma tersenyum lepas " Nanti sore kita akan fitting baju pengantin".
"Apa? " Yuri kaget.
"Kenapa? Ada yang salah?! " Bisma terheran heran.
Yuri menggelengkan kepalanya " Tidak bukan begitu Pak, Keluarga kita kan belum ketemu secara resmi masa iya langsung fitting baju?".
Bisma tersenyum " Jangan khawatir, Malam ini Ayahku akan datang ke rumahmu untuk menentukan tanggal pernikahan kita secepatnya".
"Hah Bapak serius?!" Ucap Yuri sambil menggoyangkan tangan Bisma.
"Kapan aku bohong padamu?! " Balas Bisma dengan entengnya.
Tak lama setelah terjadi sedikit adu argumen antara dirinya dan juga Bisma, Yuri berjalan dengan wajah bingung, bingung antara senang dan juga tak menyangka ternyata perjalanan hubungannya dengan Bisma sebentar lagi akan benar-benar berakhir di pelaminan. Dalam pikiran yang masih sedikit semrawut Yuri dengan tergesa-gesa langsung mengeluarkan Hp nya dan menghubungi Hani sembari setengah berlari ke arah gerbang kampus.
"Halo... Han kamu dimana?" Tanya Yuri.
"Iya halo Ri... Aku ada di kosan kenapa emang?".
" Oh baguslah... Aku akan ke sana sekarang".
" Ok " .
Setibanya di kosan dengan cepat Yuri masuk kemudian merebahkan dirinya di atas kasur tanpa berkata satu patah katapun hingga membuat Hani dan juga Intan kebingungan di buatnya.
"Ri lo kenapa datang-datang langsung rebahan begitu?" Tanya Intan heran.
"Iya kamu kenapa Yuri? " Sambung Hani.
Yuri menghela nafas panjang sembari bangkit " Han aku mau di lamar".
"Hah di lamar sama siapa lo? " Tanya Intan kaget.
Hani tersenyum senang begitu mendengar Yuri akan di lamar " Wah.... Selamat ya Ri ".
" Eh lo maen bilang selamat-selamat aja, emang lo tau siapa yang ngelamar si Yuri? " Sambung Intan sewot.
__ADS_1
"Ya tahu lah , orang dia wali dosen kita" Jawab Hani dengan polosnya.
"Oh dosen toh.... Eh tunggu dulu wali dosen kita? Wali dosen kita kan..... " Intan nampak bingung.
Hani menganggukan kepalanya " Pak Bisma Tan".
"Hah what the f*ck sejak kapan lo jadian sama Pak Bisma?! " Intan semakin sewot karena merasa ketinggalan info.
Yuri menggaruk kepalanya karena malu untuk membalas pertanyaan dari Intan.
" 5 bulan yang lalu " Sambung Hani
"Lah kok gue baru tahu sih? " .
"Lo kan comel makannya gue gak kasih tahu " lanjut Yuri.
"Ih bener-bener lo tega banget sama gue, tahu-tahu udah mau married aja" celoteh Intan sambil mukul lengan Yuri.
Hani sedikit menyela lalu beralih duduk di antara Intan dan Yuri yang masih ribut kecil tentang hubungannya dengan Bisma "Duh udah deh jangan ribut kaya anak kecil gini, justru saat ini kita harusnya bersyukur dan ikut senang dengan rencana pernikahan Yuri dan juga Pak Bisma dengan begitu bisa di buktikan Pak Bisma berarti serius kan sama kamu Ri".
" Iya sih Han... Hanya saja apa ini tidak terlalu cepat? Aku pun belum begitu kenal dekat dengan Ayahnya Pak Bisma " Sahut Yuri merasa cemas.
"Hah yasudah lah Ri nanti seiring berjalannya waktu kan lo pasti bakalan deket sama Ayahnya kan lo nanti jadi bini nya Pak Bisma" Ucap Intan dengan santainya.
"Justru yang jadi pikiran gue saat ini, gimana responnya nanti teman-teman kita di kampus kalau tau Pak Bisma nikah terus lo itu bini nya" Lanjut Intan sejenak berpikir.
" Itu....Gue juga bingung Tan " Balas Yuri.
Hani menepuk pundak Yuri seraya menenangkan Yuri yang sedari tadi gelisah "Sudah lah Ri ini kan harusnya menjadi kabar yang sangat membahagiakan, harusnya kamu senang loh Ri karena sebentar lagi kamu akan resmi menjadi istri Pak Bisma orang yang saat ini sangat kamu sayangi".
" Iya gue juga setuju Ri, lebih baik saat ini lo fokus saja dulu dengan acara pernikahan lo soal teman-teman kita yang lain biar kita pikirin aja nanti " Intan pun mendekat dan merangkul Yuri.
Yuri melihat sekilas ke arah Hani dan juga Intan berfikir betapa baiknya teman-teman nya ini karena sudah memberikan support dan juga perhatian pada dirinya agar bisa menghadapi dengan tenang pernikahannya kelak sampai tak terasa air mata keluar dengan sendirinya dari kedua matanya.
"Dih kenapa lo nangis? " Tanya Intan heran.
"Iya Ri kenapa? Kita buat salah ya sama kamu? " Tambah Hani khawatir.
Hani dan Intan saling melihat di susul dengan senyuman yang keluar dari bibir mereka berdua sembari saling berpelukan satu sama lain " Iyah sama-sama Yuri ".
" Ah hampir saja lupa aku ada jadwal pelajaran Pak Bisma di kelas lain, kalau gitu gue cabut dulu ya takutnya telat lagi" Dengan terburu-buru Yuri memakai sepatunya kembali.
Intan mengangguk dan mengantar Yuri sampai depan pintu kamar kosan Hani " Yasudah lo mendingan cepat berangkat kalau telat bisa-bisa marah calon laki lo".
"Hehe iya gue berangkat dulu ya.. Han aku berangkat lagi ke kampus ya".
" Iya hati-hati di jalan Ri" Ucap Hani sambil melambaikan tangan.
Iya apapun yang terjadi aku tidak perlu khawatir. Untuk saat ini lebih baik aku fokus dengan persiapan pernikahanku, aku tidak mau mengecewakan orang-orang yang sayang padaku
Pikir Yuri sembari terus berlari menuju kelas.
...****************...
Saat perkuliahan selesai Yuri tak lama Yuri pun dengan cepat pergi ke tempat fitting baju pengantin bersama Bisma. Dalam perjalanan Bisma dan Yuri tampak terlihat bahagia dengan sesekali senyum yang lepas menghiasi kedua wajah mereka yang tentunya sudah merasa tak sabar menanti hari bahagia yang sudah ada di depan mata.
Waktu berjalan begitu cepat hingga tak terasa Bisma dan juga Yuri akhirnya sampai di tempat fitting baju pengantin yang dari luar saja tampak sangat mewah dan juga megah. Yuri tertegun diam seribu bahasa karena berfikir pasti gaun yang akan dia kenakan di saat hari pernikahannya nanti akan sangat mengeluarkan bujet yang lumayan besar melihat dari pakaiannya saja sudah di pastikan bukan kalangan orang biasa yang datang kesini.
"Pak tunggu dulu" Yuri menarik tangan Bisma.
Bisma menoleh ke arah Yuri " Ada apa? ".
" Kita yakin datang kesini? Ini tempat fitting baju orang-orang kaya loh" Sahut Yuri.
Bisma tersenyum kecil "Sudah jangan pikirkan itu... Ayo sekarang kita masuk ada Ayah dan Juga kak Helen yang sudah menunggu kita di dalam".
" Hah Ayahmu sama kak Helen ada juga disini? " Perasaan Yuri semakin tak karuan.
__ADS_1
"Ya iyalah... Mereka kan juga ikut fitting baju di sini" Tambah Bisma.
"Kalau Ayahmu dan juga kak Helen disini, berarti kedua orang tuaku juga akan.... " Belum selesai bicara ucapan Yuri dipotong oleh Bisma.
"Tentu saja mereka akan fitting disini juga, supir Ayah sedang otw menjemput mereka kau tenang saja sebentar lagi mereka pasti akan segera datang" Balas Bisma yang langsung menarik tangan Yuri untuk segera masuk ke dalam tempat fitting.
Tak bisakah aku menikah dengan biasa-biasa saja?!
Kenapa di saat-saat seperti ini Ayah Pak Bisma juga ada ya... Jujur aku sedikit takut padanya
Pikir Yuri dalam hati.
Saat Bisma dan Yuri memasuki Salon dari kejauhan tampak terlihat Helena datang mendekati dirinya dengan setengah berlari untuk menyambut kedua pasangan yang akan segera menikah ini "Hai calon adik ipar ku aku kangen sekali padamu".
" Duh Kak jangan kaya anak kecil gitu dong, nanti Yuri tidak nyaman" Ujar Bisma.
"Dih kata biarin emang kata siapa Yuri gak nyaman? Benar gak Yuri?! " Tanya Helena pada Yuri sambil terus memeluknya dengan erat.
"Iya Kak aku gapapa kok" Balas Yuri singkat dengan senyum canggungnya.
"Tuh kan apa aku bilang" Sambungnya.
Bisma berdecak kesal kemudian dengan cepat mengalihkan topik pembicaraan "Kak.. Ayah dimana? "
"Ada di dalam dia sedang ngobrol sama Tante yang punya salon untuk menentukan tempat dan juga tanggal pernikahan kalian" Jelas Helena.
"Oh begitu... Yasudah kalau begitu ayo kita ke dalam sekarang" Ajak Bisma pada Yuri dan juga Helena.
Tak lama setelah mereka semua berkumpul, kedua orangtuanya Yuri pun tiba dengan wajah yang juga lumayan kaget karena begitu tiba-tiba nya acara pernikahan antara anaknya dan juga Bisma. Selama fitting baju berjalan kedua keluarga belah pihak tampak terlihat hangat apalagi begitu melihat keakraban yang terlihat antara Ayah Bisma dan juga Papa Yuri membuat Yuri sangat terlihat lega dan bahagia, Bisma pun tak kalah bahagianya dengan Yuri karena berkat hubungannya saat ini tanpa sengaja hubungan dirinya dan juga Ayah kandungnya yang selama ini memburuk dengan perlahan bisa terjalin kembali menuju ke arah yang lebih baik lagi.
Waktu pun sudah menunjukan pukul sebelas malam, waktu yang cukup singkat untuk membicarakan sebuah pernikahan bahkan sampai persiapan yang tentunya begitu amat singkat dan memakan waktu hanya beberapa jam saja. Setelah persiapan gedung dan juga tanggal pernikahan serta tamu undangan yang tentunya sesuai keinginan calon pengantin hanya akan di hadiri oleh keluarga terdekat saja juga sudah di sepakati bersama, mereka pun akhirnya bersiap untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing dengan wajah yang sudah tampak lumayan lelah.
Setibanya di rumah Yuri langsung pergi ke kamarnya dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur sambil sesekali menggesek kedua matanya karena merasa serangan kantuk amat sangat dirasakannya. Namun, sesaat sebelum Yuri akan memejamkan matanya Hp nya berbunyi dan terlihat ternyata Bisma meneleponnya.
"Halo.. " Jawab Yuri.
" Kau belum tidur? " Tanya Bisma dari sebrang telepon.
" Baru mau... Bapak belum tidur? ".
" Aku tidak bisa tidur" Lanjut Bisma.
Yuri mengernyitkan keningnya "Kenapa? Ada masalah? ".
" Tidak... Aku hanya... " Bisma mendadak terdiam.
" Hanya apa? " Yuri penasaran.
" Hanya tidak menyangka kalau 3 hari lagi kita akan menjadi pasangan suami istri" Jawab Bisma dengan santai.
Pipi Yuri mendadak memerah sembari tersenyum tipis "Aku juga tidak menyangka ternyata kita akan segera menikah".
" Apa kau bahagia? " Bisma kembali bertanya.
"Menurutmu ?".
" Kenapa balik bertanya? " Sahut Bisma sedikit kecewa.
Senyum tipis kembali terlihat di bibir Yuri " Jangan marah dong calon suamiku tanpa di tanya pun sudah pasti aku bahagia... Sangat bahagia malah".
"Benarkah itu? ".
Yuri menganggukkan kepalanya " Tentu saja Pak !! ".
" Hah syukurlah aku sangat senang mendengarnya" Tambah Bisma.
" Yasudah kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ya aku sudah mengantuk nih" Ujar Yuri.
__ADS_1
"Baiklah... Maaf kalau aku mengganggu waktu istirahat calon istriku, selamat malam mimpi indah" Balas Bisma dengan lembut.
" Tidak apa-apa... Selamat malam juga calon suamiku " Ucap Yuri sembari tersenyum kemudian menutup teleponnya.