Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 48


__ADS_3

"Seumur hidup aku bahkan belum pernah menyakiti anak perempuanku bahkan sampai seujung rambutnya pun aku selalu menjaganya dengan sangat baik , tapi laki-laki ini dengan sangat berani telah mencampakkan anakku sampai-sampai aku selalu mendengarnya menangis setiap malam , bahkan aku melihatnya seperti tidak semangat untuk hidup !".


Bisma terdiam dan merenungkan ucapan itu yang baru saja terlontar dari Papa Yuri , entah kenapa Bisma pun merasakan sakit seperti yang Papa Yuri rasakan.


Sesekali Bisma nampak terlihat mengepalkan tangannya karena kesal atas sikap tidak gentle yang di lakukan oleh Mahendra terhadap Yuri , namun mengingat dirinya bukanlah siapa-siapa membuat Bisma bingung bagaimana cara menyikapi masalah yang sedang Yuri hadapi.


Ketika Bisma tengah sibuk dengan pikirannya sembari duduk di dekat jendela kamar Tomi , terdengar seseorang dari belakang yang berjalan masuk mendekati Bisma. Sesaat setelah Bisma mulai menenangkan pikirannya dia menyadari ada seseorang yang berjalan masuk untuk menghampirinya lalu Bisma berbalik dan terlihatlah Yuri yang tengah membawakan beberapa pakaian bersih untuk Bisma.


"Sedang apa Pak ?" Tanya Yuri sembari melihat ke arah Bisma.


"Sedang menghirup udara segar , ada perlu apa kamu kesini ?!" Balas Bisma.


"Ini aku hanya ingin memberikan baju ganti buat Bapak , dari kemarin baju Bapak belum di ganti kan ?" Ucap Yuri sambil menunjukan baju untuk Bisma.


"Kau mendapatkan baju ini dari mana ?" Bisma mengambil baju yang di berikan oleh Yuri.


"Ini baju kak Tomi Pak , tenang saja baju nya sudah aku cuci sama setrika kok" Jelas Yuri.


Bisma hanya menganggukkan kepalanya sementara Yuri akan berjalan keluar kamar meninggalkan Bisma. Tetapi saat Yuri baru berjalan beberapa langkah Bisma memanggil Yuri dan seketika Yuri menghentikan langkahnya.


Yuri berbalik "Iya ada apa Pak ?".


"Apakah kamu masih berniat untuk mencari pacarmu itu ?" Bisma berjalan ke arah Yuri sambil melipat tangannya.


Yuri terdiam sambil terus menatap Bisma yang sedang berjalan ke arahnya.


"Kenapa tidak di jawab ?" Lanjut Bisma.


"Iya , aku masih tetap ingin menemui dia" Ucap Yuri mulai sendu.


"Apakah kamu yakin dengan keputusanmu itu ?" Bisma memastikan perkataan Yuri.


"Iya , aku yakin" Jawab Yuri singkat.


"Baiklah kalau begitu , berhubung ujian semester tinggal dua minggu lagi, kamu segeralah bersiap-siap menyiapkan semuanya terutama.... " Bisma menghentikan ucapannya.


"Terutama apa Pak kok tidak di teruskan?"Tanya Yuri bingung.


"Terutama hati dan pikiranmu , persiapkanlah jika sewaktu-waktu ada sesuatu yang tidak di inginkan" Tegas Bisma.


Yuri kembali terdiam dan menundukkan kepalanya secara perlahan.


"Baiklah , aku mengerti" Ucap Yuri dengan pelan.


Bisma berjalan mendekati Yuri dan mengusap kepalanya "Kamu jangan khawatir aku sudah berjanji kan akan membantumu untuk mencarinya, dan yang terpenting sekarang kamu harus jaga kesehatanmu dan jangan lupa belajar untuk persiapan ujian semester nanti".

__ADS_1


Yuri mengangguk dan kembali melihat ke arah Bisma "Apa tidak apa-apa Bapak membantu ku ?".


"Maksudnya ?" Sambung Bisma.


"Kenapa Bapak ingin sekali membantu ku ?" Yuri kembali bertanya.


"Aku kan sudah memberikan alasannya padamu , kenapa masih menanyakan itu ?!" Bisma mengerutkan alisnya.


"Aku hanya ingin tahu saja alasannya , kenapa Bapak ingin membantu saya ?!" Ujar Yuri.


"Hah...Sudahlah jangan pikirkan itu lagi , satu hal yang pastinya perlu kamu tahu aku benar-benar tulus membantumu" Jelas Bisma.


Yuri menatap Bisma dengan lekat "Benarkah ?".


" Tentu saja , memangnya ada alasan lain ?" Tambah Bisma.


Yuri menggelengkan kepalanya kemudian tersenyum ke arah Bisma.


"Terimakasih Pak atas bantuannya" Seru Yuri.


Bisma menatap Yuri dan menganggukkan kepalanya "Iya sama-sama".


" Kalau begitu aku keluar dulu ya Pak , jangan lupa bersihkan dirimu dan pakailah baju bersihnya"Ucap Yuri yang kemudian meninggalkan Bisma yang masih berdiri menatapnya.


Bisma tidak menjawabnya dan kembali terduduk sembari melihat ke arah jendela.


Dia bukanlah orang yang penting dalam hidupku , tetapi kenapa aku bisa seperti ini? Gumam Bisma dalam hati.


***


Beberapa saat kemudian Bisma keluar dari kamarnya dengan keadaan yang sudah lebih segar sembari membawa kunci mobil nya dan berjalan ke arah ruang tv dimana keluarga Yuri sedang berkumpul.


"Eh nak Bisma , gimana udah enakan sekarang ?" Tanya Mama Yuri sambil tersenyum.


"Iya Tante saya udah enakan" Jawab Bisma ramah.


"Syukurlah kalau begitu , tapi ngomong-ngomong nak Bisma mau kemana kok sudah bawa kunci mobil ?" Mama Yuri melihat ke arah Bisma.


"Ah ini , saya mau pamit pulang Om , Tante , maaf sebelumnya karena saya sudah merepotkan kelian selama tiga hari ini" Ujar Bisma.


Semua yang mendengar pembicaraan Bisma langsung terperanjat termasuk Yuri.


"Loh kenapa pulang nak , nak Bisma kan baru saja sembuh" Tambah Papa Yuri.


"Saya tidak enak aja Om kalau terlalu lama diam di rumah Om , saya tidak mau lebih merepotkan lagi Om"Jelas Bisma.

__ADS_1


Papa Yuri menghela nafas panjang "Apa nak Bisma lupa apa yang sudah Om katakan kemarin ?, nak Bisma itu sudah Om anggap sebagai bagian dari keluarga ini , jadi tidak perlu merasa tidak enak seperti itu lagian nak Bisma tidak merepotkan kami sama sekali !".


"Iya terimakasih Om sebelumnya sudah mau menerima saya di keluarga Om dan Tante , tetapi tetap saja Om saya harus pulang ke rumah saya untuk menghindari prasangka yang tidak-tidak dari orang sekitar apalagi selama dua hari belakangan ini saya hanya tinggal di rumah berdua sama Yuri , takutnya mereka jadi berfikir negatif tentang kami khususnya keluarga Om dan Tante !" Ucap Bisma panjang lebar.


Mendengar perkataan Bisma Yuri baru tersadar kalau apa yang di bicarakan Bisma ada benarnya dan masuk di akal apalagi dengan posisi dirinya dan Bisma yang selalu tinggal di rumah berdua saja dapat menimbulkan pemikiran negatif dari beberapa orang yang sekilas melihatnya.


"Benar kata Pak Bisma Ma , Pa kalau memang Pak Bisma sudah mulai membaik izinkan saja Pak Bisma pulang kita tidak punya hak untuk melarangnya apalagi pak Bisma kan juga punya keluarga, kalau nanti mereka mencari Pak Bisma ke rumahnya gimana ?!" Yuri membuat sedikit alasan yang bisa di terima oleh kedua orangtuanya.


Niat sekali dia mengusirku sampai bawa-bawa keluarga segala , dasar gadis ceroboh !!. Gumam Bisma sembari melihat Yuri dengan menunjukan senyum sinis nya.


Setelah mempertimbangkan perkataan dari Yuri dan Bisma , akhirnya dengan berat hati kedua Orangtuanya Yuri mengizinkan Bisma untuk pulang dan mulai berjalan mengantar Bisma sampai ke depan rumah.


"Nak Bisma yakin mau pulang aja ?" Kembali Mama Yuri bertanya.


"Iya...Padahal kalau mau nak Bisma bisa tinggal saja disini untuk sementara waktu sampai kondisi nak Bisma benar-benar pulih" Sambung Papa Yuri.


Bisma kembali tersenyum"Saya sudah tidak apa-apa kok Om , Tante , Terimakasih sebelumnya karena Om dan Tante sudah mau menjaga dan merawat saya selama saya sakit".


Yuri mendelik tajam ke arah Bisma "Halo...Yang paling banyak merawat kamu kan aku".


"Yuri jangan bicara seperti itu , gak baik !!" Mama Yuri menegur sambil menyenggol tangan Yuri.


Bisma hanya tertawa kecil melihat tingkah laku Yuri, kemudian kembali berpamitan dan mencium tangan kedua Orangtuanya Yuri secara bergantian.


"Saya pamit pulang dulu Om , Tante" Ucap Bisma.


"Iya hati-hati di jalan nak" Jawab Mama Yuri.


"Kalau ada apa-apa jangan sungkan hubungi kami" Tambah Papa Yuri


Bisma menganggukkan kepalanya "Iya Om".


Bisma mulai masuk dan menyalakan mobilnya, kemudian dengan perlahan mobilnya keluar dari garasi rumah Yuri. Akan tetapi sebelum Bisma benar-benar meninggalkan kediaman Orang Tua Yuri, dia melihat sejenak ke arah Yuri yang masih berada di luar tengah memperhatikannya.


Senyum indah nya kembali terlihat dari wajahnya dan dengan perlahan Bisma menggerakkan bibirnya , hingga akhirnya dia pergi dengan mengendarai mobilnya.


Tunggu...Sepertinya dia baru saja mengatakan sesuatu , tapi apa yang dia katakan ya ?!. Gumam Yuri dalam hati.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote , dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.

__ADS_1


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2