
Setelah Yuri dan Bisma menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi di antara mereka berdua, Bisma akhirnya mengantarkan Yuri pulang ke rumah ke rumah Kakaknya dengan perasaan dan juga pemikiran yang masih tidak percaya bahwa ternyata hari dimana dia dan Yuri bisa bersama kini telah menjadi sebuah kenyataan.
Yuri yang masih terlihat malu-malu hanya diam tak bergeming dan hanya menatap ke luar jendela tanpa berani melihat ke arah Bisma.
"Hey...Kita sekarang sudah bukan orang lain lagi kan? Apakah kau terus akan seperti itu padaku?!" Tegur Bisma sambil terus fokus menatap ke depan dan mengemudikan mobilnya.
Mendengar Bisma baru saja mengeluarkan suaranya, mendadak Yuri langsung memalingkan pandangannya pada Bisma lalu menatapnya dengan lekat.
Aku masih tidak percaya kalau sekarang sosok laki-laki tampan yang ada di hadapanku ini adalah pacarku, bagiku ini masih terasa mimpi. Gumam Yuri dalam hatinya.
Bisma kembali menoleh ke arah Yuri lalu memegang tangannya "Kau tidak apa-apa? Kenapa menatapku seperti itu?!".
"Aku...Tidak apa-apa, hanya saja..." Yuri terdiam sejenak dan melihat tangan Bisma yang tengah memegang tangannya.
"Hanya saja apa?" Lanjut Bisma.
"Hanya saja...Aku masih tidak menyangka kalau kita berdua hari ini sudah jadi sepasang kekasih!" Tegas Yuri.
Bisma tersenyum tak kala mendengar perkataan Yuri barusan "Iya aku juga tidak menyangka kalau ternyata hari ini kita bisa jadian".
"Apa kau tidak akan menyesal menjadikanku sebagai pacarmu?" Tanya Yuri merasa khawatir.
"Tentu saja tidak, kenapa juga aku harus menyesal?" Jawab Bisma yang kemudian menghentikan mobilnya di pinggiran jalan.
"Dengarkan aku, tak ada dan tak akan pernah ada kata penyesalan dalam hidupku telah menjadikanmu pacarku, karena perasaanku padamu ini tulus" Sambung Bisma.
Yuri menatap sejenak ke arah Bisma "Tapi di luar sana banyak sekali perempuan yang menyukaimu bahkan lebih segalanya dariku, bagaimana nanti dengan pandangan orang-orang apa kau tidak malu pacaran dengan aku yang hanya seorang Mahasiswi dari keluarga yang biasa-biasa saja?!".
"Kenapa aku harus malu? Aku justru bangga padamu dan juga keluargamu. Aku juga tidak peduli dengan pandangan orang lain, yang aku pedulikan sekarang hanya kamu pacarku satu-satunya tidak ada yang lain..Mengerti?!" Jelas Bisma sambil mengelus kepala Yuri.
Yuri menatap Bisma dengan dalam sambil mengusap air matanya yang hampir saja jatuh dari sudut matanya karena merasa sangat terharu dengan perkataan Bisma.
"Iya aku mengerti, terimakasih karena sudah menerimaku apa adanya" Seru Yuri.
Bisma menganggukkan kepalanya "Iya sama-sama, yasudah sekarang kita lanjutkan perjalanan pulang ya!!".
"Iya Pak!" Balas Yuri sambil tersenyum.
.
.
Sesampainya di halaman depan rumah Fredi, Bisma dan Yuri Turun dari mobil lalu berjalan masuk saling bergandengan tangan hingga ke depan pintu rumah.
"Kau tidak masuk dulu ke dalam?" Tanya Yuri sambil melihat ke arah Bisma.
__ADS_1
"kayanya kali ini aku tidak bisa mampir dulu ke rumah Kakak mu karena aku masih ada urusan dan masih harus mengepak pakaian ku untuk pergi besok" Jelas Bisma.
Yuri sedikit terhenyak sambil terus menatap Bisma "Kau masih tetap akan pergi?".
"Iya...Tapi sepertinya bukan hanya aku, Kau besok juga harus bersiap-siap?!" Sahut Bisma.
"Bersiap-siap untuk apa?" Wajah Yuri terlihat bingung.
Bisma tersenyum sambil menggelengkan kepalanya "Apa kamu lupa? Lusa nanti kan perkuliahan sudah akan kembali di mulai".
"Astaga...Benarkah? Kenapa kau tidak memberitahuku?!" Ujar Yuri sambil sedikit memukul lengan Bisma.
"Bagaimana aku bisa memberitahumu sementara kau saja tidak bertanya terlebih dahulu padaku?!" Balas Bisma sambil mengelus ujung kepala Yuri.
"Hah...Gak terasa ternyata liburan kali ini cepat sekali berlalu, padahal aku masih ingin bermalas-malasan" Keluh Yuri.
Bisma kembali tersenyum dan menatap Yuri "Dasar gadis malas, yasudah sekarang kamu masuk ke dalam jangan lupa berkemas dari sekarang besok pagi-pagi sekali aku akan menjemputmu..oke?!".
"Menjemput ku? Apa besok kita akan pulang bersama?!" Seru Yuri.
Bisma menganggukkan kepalanya pelan "Tentu saja, kau kan sekarang adalah pacarku".
Mendengar Bisma mengatakan kalimat " Pacarku" seketika membuat Yuri tersenyum dan tersipu malu karena dia hampir saja lupa akan statusnya saat ini dengan Bisma yang bukan hanya sebatas Siswi dan Dosen saja melainkan sudah menjadi sepasang kekasih.
"Hati-hati di jalan ya?!" Ucap Yuri sedikit teriak dan membalas lambaian tangan Bisma.
Pada malam harinya Yuri dengan hati-hati mengepak pakaiannya satu persatu dengan rapih dan juga teliti karena takut ada barangnya yang tertinggal. Namun pada saat Yuri tengah fokus membereskan pakaiannya mendadak HP nya berbunyi dan ternyata saat di lihat panggilan masuknya adalah dari Dosen Killer.
Pak Bisma? Kenapa namanya di HP ku masih Dosen Killer ya?!" Gumam Yuri yang kemudian segera mengangkat teleponnya.
Hampir setengah jam mereka ngobrol di telepon dengan sesekali di selingi senyuman dari bibir Yuri, entah apa yang tengah mereka bicarakan hingga tak terasa waktu pun sudah menunjukan hampir pukul jam dua belas malam.
"Pak ini sudah malam kita sudahi dulu ya telepon nya?!" Ucap Yuri sambil membaringkan badannya di atas tempat tidur.
"Iya...Kalau begitu sampai ketemu besok pagi ya?! Selamat malam semoga tidurmu nyenyak" Jawab Bisma dari sebrang telepon.
"Iya selamat malam" Sambung Yuri yang kemudian menutup teleponnya.
Sesaat setelah Yuri selesai dengan obrolannya bersama Bisma melalui telepon, dia kembali membuka ponselnya kemudian mencari salah satu kontak bernama Dosen Killer lalu menatapnya sejenak dengan senyuman yang kemudian tak lama terlihat dari sudut bibirnya sambil mengetik sesuatu di ponselnya.
"Nah nama ini sekarang baru cocok untuknya!" Ungkap Yuri sambil tersenyum kemudian menyimpan HP nya di atas nakas lalu pergi tidur karena besok dia harus bersiap untuk kembali pulang ke rumah kedua orang tua nya.
Sinar mentari pagi pun perlahan mulai menjelang menyinari sela-sela kamar Yuri yang sudah sangat terlihat rapih. Yuri yang sedari pagi sudah bersiap untuk pulang ke Jakarta bersama Bisma mulai keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah meja makan sambil membawa koper.
"Pagi Kakak...Pagi Kinan" Sambut Yuri dengan wajah yang sudah berseri-seri.
__ADS_1
"Pagi..." Sapa semua orang yang sudah sedari tadi menunggu Yuri di meja makan.
"Yuri sebelum kamu pulang jangan lupa untuk sarapan dulu, karena perjalanan Surabaya - Jakarta lumayan jauh loh" Ujar Fredi pada Yuri.
"Iya Kak tenang saja, aku akan sarapan sekarang kok" Tegas Yuri.
"Kamu jadi pulang sama Bisma?!" Tanya Nilam memastikan.
"Iya jadi Kak" Balas Yuri.
Fredi menatap ke arah istri dan juga adiknya "Jadi yang aku dengar benar sekarang kalian berdua sudah meresmikan hubungan kalian?!".
"Hehe iya Kak" Jawab Yuri dengan wajah mulai memerah.
"Sejak kapan?!" Tanya Fredi penasaran.
"Sejak kemarin Kak" Balas Yuri.
Fredi kembali menatap Yuri sambil tersenyum "Hah kayanya adik bontotku ini tidak lama lagi bakalan melepaskan masa lajang nya nih?!".
"Siapa? Aku?!" Sahut Yuri sambil membelalakkan matanya.
"Sepertinya iya Mas" Sambung Nilam sambil sedikit menggoda Yuri.
"Ih kalian berdua ngomong apa sih? Kami ini baru aja pacaran masa udah langsung mau nikah aja?!" Tegas Yuri dengan wajah gugupnya.
"Loh kenapa tidak? Kan pasangan sekarang kebanyakan begitu langsung nikah tanpa pacaran lama-lama" Terang Fredi pada Yuri.
Yuri melihat ke arah Fredi dan Nilam "Aku belum sampai memikirkan hubungan kami sampai ke sana Kak, yang jelas untuk saat ini kami ingin menjalani hubungan kami dengan santai-santai dulu Kak, lagian aku kam masih kuliah Kak!".
"Yasudah lah Mas masalah itu biar mereka berdua saja yang memutuskan, untuk sekarang kita doakan saja yang terbaik untuk hubungan mereka berdua" Ucap Nilam sambil mengusap pundak Yuri.
Yuri merespon dengan anggukan dan tak lama setelah itu mereka bertiga melanjutkan kembali sarapannya dengan sesekali candaan terlontar dari Fredi untuk adik kesayangannya itu, hingga tanpa di sadari mereka semua Bisma pun akhirnya datang untuk menjemput Yuri pulang kembali ke Jakarta bersamanya.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Aku berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you👋
__ADS_1