Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 110


__ADS_3

Setelah Yuri hanya berdua saja di ruangan Bisma, Bisma mulai memapah Yuri untuk menyuruhnya segera duduk di sofa agar Yuri bisa lebih nyaman ketika bersamanya.


Selama di dalam ruangan Bisma, ada perasaan gugup jiga senang yang Yuri rasakan karena bisa bersamaan dengan Bisma walau tidak bisa bermesraan dengannya karena takut ketahuan oleh salah seorang murid di kampusnya.


"Hah...Kau kenapa tidak bilang mau masuk kuliah sih? Padahal tahu begitu aku kan bisa menjemputmu ke rumah!" Seru Bisma sambil mengusap kepala Yuri.


Yuri tersenyum kala mendapat perhatian dari sang kekasih "Aku tidak apa-apa kok, lagian kalau kau menjemput ku tetap saja kan kita tidak bisa bersama pergi ke kampus?!".


"Iya juga sih, hah sampai kapan ya kita akan terus menjalin hubungan seperti ini?" Bisma sedikit mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa tiba-tiba membahas soal ini Pak?!" Tanya Yuri.


Bisma menggelengkan kepalanya pelan "Tidak kenapa-napa sih, hanya saja apa kau tidak lelah terus-terusan sembunyi begini?!".


"Sabar ya Pak...Kalau waktunya sudah tepat kita pasti bisa kok menjalin hubungan yang normal kaya orang lain" Seru Yuri sambil tersenyum.


"Kapan?" Bisma sedikit manja pada Yuri saat ini.


"Kapan-kapan sayang..." Jawab Yuri sambil mengelus kepala Bisma.


Bisma langsung terperanjat tak kala Yuri baru saja memanggilnya "Sayang" barusan "Apa aku tidak salah dengar? Kau barusan me...Memanggilku sayang?".


"Iya...Kenapa emang?" Yuri mengerutkan kedua alisnya.


"Ah tidak apa-apa...Hanya saja ini pertama kalinya bagiku!" Ujar Bisma dengan wajah sedikit memerah.


"Apa? Pertama kalinya?" Ucap Yuri merasa kaget.


Bisma menganggukkan kepalanya "Iya...Ini pertama kalinya kau memanggilku sayang setelah sekian lama kita jadian!".


"Hehe...Masa sih?" Yuri menggaruk kepalanya pelan karena merasa kasihan pada Bisma.


"Iya benar, selama ini kan kau selalu memanggilku Bapak, kaya kesannya aku tua banget aja gitu!" Jelas Bisma.


Mendengar keluhan yang menurutnya kekanakan dari Bisma, jelas mengundang gelas tawa bagi Yuri karena selain di samping wajahnya yang tampan dan juga dingin itu, ternyata ada juga sifat polosnya yang baru saja di ketahui oleh Yuri kali ini.

__ADS_1


"Iya maaf say...Maaf ya kalau aku gak peka sama kemauan mu, mulai sekarang aku janji tidak akan memanggilmu Bapak lagi kalau kita sedang berdua seperti ini" Yuri berkata. sambil sedikit menahan tawanya.


"Benarkah? Kau janji?!" Bisma sangat terlihat sumringah dengan perkataan Yuri yang baru saja terucap dari bibir tipisnya.


"Tentu saja sayang...Untuk apa aku berbohong padamu?!" Yuri balik bertanya pada Bisma.


"Baiklah...Kau sudah janji ya sayangku?!" Bisma langsung menatap ke arah Yuri dengan wajah seriusnya.


"Iya aku janji!" Seru Yuri dengan senyum khas nya.


"Tapi sayang...Apa kamu punya makanan di sini? Perutku dari tadi sudah berbunyi say, kayanya magh ku kambuh lagi deh?!!" Yuri celingukan menatap ke sembarang arah barangkali saja menemukan beberapa makanan di ruangan Bisma.


Mendengar Yuri dan juga perutnya yang keroncongan, Bisma akhirnya berbalik menatap Yuri dengan wajah paniknya "Kau lapar sayang? Kenapa tidak bilang dari tadi sih?".


"Hehehe...A....Aku malu padamu say" Ucap Yuri gugup.


"Ck...Malu kenapa sih? Aku ini kan pacarmu Yuri! Jadi kalau kau sedang ingin atau membutuhkan sesuatu bisa langsung bilang saja padaku!" Tegas Bisma sambil mengingatkan Yuri.


"Iya deh iya..." Jawab Yuri singkat.


Tak lama setelah Bisma keluar dari ruangannya mendadak dari arah luar terdengar sebuah ketukan beberapa kali, yang tentu saja membuatnya penasaran kemudian dia pergi untuk membukanya.


Setelah pintu terbuka dengan lebar, Yuri mendadak membulatkan matanya dengan sempurna begitu mengetahui kalau ternyata yang sedari tadi mengetuk pintu ruangan Bisma adalah Shiren.


"Shiren?" Ucap Yuri kaget.


"Yuri" Shiren juga nampak kaget saat melihat Yuri tengah berada di ruangannya.


Setelah Yuri mempersilahkan Shiren untuk masuk dan mempersilahkannya duduk di sofa, Yuri merasa ada sesuatu yang tak enak di dalam hatinya tak kala melihat Shiren. Namun perasaan apakah ini? Yuri pun tak bisa menemukan alasan tepatnya.


"Eum...Bisma lagi kemana Yuri? Tumben dia tidak ada di sini?!" Shiren mencoba membuka obrolan agar bisa sedikit mencairkan suasana yang tegang antara dirinya dan Yuri.


"Dia sedang keluar dulu untuk membeli sesuatu, btw apa ada hal yang sangat penting sehingga akhirnya kau memutuskan untuk datang kesini?" Dengan berat hati Yuri mencoba mengatakan apa yang ada di pikirannya saat ini.


"Oh itu...Aku ada beberapa pekerjaan yang harus segera di selesaikan bersama Bisma!" Jelas Shiren singkat.

__ADS_1


"Oh...Begitu ya?!" Jawan Yuri tak kalah singkat.


Setelah percakapan yang terjadi di antara Yuri dan juga Shiren selesai, suasana di dalam ruangan Bisma mendadak menjadi hening kembali hingga tak ada suara apapun yang terdengar selain deruan nafas mereka masing-masing.


Setelah menunggu hampir setengah jam, suara pintu akhirnya terdengar terbuka dan setelahnya Bisma langsung masuk menghampiri Yuri tanpa mengetahui kalau sedari tadi Shiren tengah berada di hadapannya.


"Sayang...Ini aku bawakan ceker pedas dan juga minuman kesukaanmu" Sahut Bisma yang langsung terduduk di samping Yuri sambil memberikan beberapa kotak makanan untuk Yuri.


Melihat Bisma begitu amat memanjakannya tanpa mengetahui kalau sedari tadi Shiren tengah memperhatikan mereka berdua, seketika langsung membuat Yuri merasa tak enak kemudian dia langsung menepuk tangannya, lalu menunjuk Shiren dengan isyarat menggerakkan kepalanya agar Bisma bisa langsung melihat ke arah Shiren.


Bak mengerti dengan apa maksud Yuri, Bisma pun mengikuti apa yang Yuri instruksikan lalu mendapati Shiren yang tengah melongo menatap ke arahnya.


"Kau...Se...Sedang apa disini?" Tanya Bisma yang tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya kali ini.


"Aku ingin bertemu denganmu Bis" Jawab Shiren singkat.


"Untuk apa bertemu denganku? Bukankah semua masalah di antara kita sudah selesai kan?!" Tegas Bisma sambil menggenggam tangan Yuri.


"Hey bodoh...Aku kesini bukan untuk membahas masalah itu, tapi aku kesini karena ada sesuatu yang ingin di bicarakan terkait kerja sama Orang Tua kita selama ini!" Jelas Shiren.


"Kenapa membahas pekerjaan denganku? Kau kan tahu aku tidak tertarik dengan usaha Ayahmu!!" Jelas Bisma sedikit kesal.


Shiren menarik nafas panjang "Kalau kau tidak tertarik dengan perusahaan Ayahmu, bagaimana dengan kelanjutan perusahaan Ayahmu yang terdiri dari ratusan atau bahkan ribuan karyawan yang telah setia di balik kesuksesan perusahaan Ayahmu?? Apa kau akan tega untuk meninggalkannya?!".


Bisma terdiam sejenak kemudian menatap ke arah Shiren dengan tajam " Kau bicarakan saja sendiri dengan Kakak atau Ayahku!".


"Tapi kan....??" Shiren menggaruk-garuk kepalanya pelan.


"Sudah jangan banyak tapi-tapian. Untuk sekarang kau silakan bisa pergi saja dari sini!" Celetuk Bisma dengan polosnya.


Yuri semakin merasa tak enak mendengar ucapan barusan dari Bisma dan langsung menyenggol lengan Bisma sambil berbisik kesal "Kau tak bisakah bicara baik-baik saja padanya?".


"Kenapa? Aku kan mencoba bicara apa adanya saja!" Jawab Bisma ketus.


"Iya...Tapi kan bukan begitu caranya!!!" Yuri semakin kesal melihat wajah ketus Bisma.

__ADS_1


__ADS_2