Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 41


__ADS_3

Saat Orangtuanya pergi , Yuri dan Bisma langsung masuk kembali ke dalam dengan perasaan Yuri yang merasa tidak enak pada Bisma karena tingkah laku orangtuanya yang memaksa Bisma untuk tetap tinggal di rumah.


"Pak saya tinggal dulu ya mau cuci piring , kalo Bapak mau tidur atau nonton tv silakan aja jangan sungkan" Jelas Yuri.


"Oke" Jawab Bisma singkat.


Tanpa bicara panjang lebar lagi Yuri langsung pergi ke arah dapur meninggalkan Bisma yang masih menatapnya.


Hah...Untuk pertama kalinya aku merasa gak leluasa di rumah sendiri , lagian kenapa juga Mamah nyuruh Pak Bisma tetap disini sih ?. Gumam Yuri dalam hati.


Tak lama setelah Yuri membereskan semua pekerjaannya , terdengar suara langkah dari belakang yang di sadari Yuri kemudian dia membalikan badannya , dan di lihatnya Bisma tengah berdiri di hadapannya.


"Kamu kaget ?" Tanya Bisma.


"Tidak , ada perlu apa Bapak datang ke sini ?" Ucap Yuri gusar.


Bisma yang melihat muka Yuri tegang mulai berjalan mendekatinya.


"Ja... Jangan mendekat !" Teriak Yuri sambil mengangkat satu tangan kanannya.


"Hem ?" Bisma mengangkat satu alisnya dan kembali mendekat ke arah Yuri.


Melihat Bisma yang berjalan semakin mendekatinya , Yuri berjalan mundur untuk menjauhkan jarak dengan Bisma hingga akhirnya langkah mundur Yuri terhenti karena sudah mentok terhalang tembok tempat cuci piring.


"Kenapa kamu menjauhi ku ?" Bisma tersenyum melihat Yuri gelisah.


"Kenapa juga Bapak terus berjalan mendekatiku ?" Yuri balik bertanya.


"Kalau aku sedang bertanya biasakanlah langsung menjawabnya , bukan malah balik bertanya !!" Tegas Bisma.


"Itu karena Bapak... " Yuri menghentikan Ucapannya.


"Karena apa ?" Tegas Bisma sambil terus berjalan mendekati Yuri.


Dosen killer ini terus saja mengerjai aku , bikin jantung ku terus berdebar kencang saja ! Tegas Yuri dalam hati.


"Kenapa diam ?" Tanpa di sadari Yuri Bisma sudah berada di hadapannya.


Yuri masih menatap Bisma dengan perasaan tak karuan , pikiran dan hatinya selalu saja berkecamuk jika berada di dekat Bisma , begitupun dengan Bisma yang terkesan seperti ingin terus menjahili Yuri tanpa ampun.


"Halo...Sampai kapan aku harus menunggu jawaban darimu ?!" Kata Bisma sambil mengusap lembut kepala Yuri.


Yuri melotot Bisma menyentuh kepalanya "Ba... Bapak ini apa-apaan sih ?!" Yuri menghentikan tangan Bisma yang tengah mengusap kepalanya.

__ADS_1


"Hah...Sudahlah aku haus , boleh aku minta minum ?" Tanya Bisma masih menatap Yuri.


"Minum ?" Yuri sedikit melongo melihat Bisma.


"Iya minum ?!" Lanjut Bisma.


"Kenapa ga ngomong aja dari tadi sih ?, bikin orang jantungan saja !" Gerutu Yuri kesal.


"Bikin orang jantungan ? memangnya kamu pikir aku kesini mau minta apa sampai kamu jantungan segala hah ?!" Bisma sedikit terkekeh.


"Itu...Habisnya Bapak dari tadi tingkah lakunya aneh sih , bikin aku gugup" Jelas Yuri sambil langsung menutup mulutnya karena malu telah keceplosan bicara pada Bisma.


Mendengar perkataan Yuri , Bisma pun menatapnya dan tertawa pelan kemudian pergi berbalik meninggalkan Yuri yang masih menutup mulutnya dengan wajah yang memerah.


Dasar bodoh , apa yang baru saja aku bicarakan padanya ?!. Gumam Yuri kesal sambil sedikit memukul kepalanya.


Bisma berjalan dan tersenyum " Dia bilang barusan gugup ?, kenapa aku sangat senang saat mendengarnya ya ?".


***


Beberapa saat kemudian Yuri membawa segelas air putih untuk Bisma dan mengantarkannya ke halaman depan rumah Yuri dimana saat ini Bisma sedang terduduk santai di sana.


"Ini Pak minumnya" Yuri menyimpan gelas berisi air di meja dekat Bisma.


"Saya mau ke dalam Pak , kenapa memangnya ?" Tanya Yuri sembari melihat tangannya yang di pegang oleh Bisma.


Bisma yang mengerti dengan arah pandangan Yuri, langsung melepaskan pegangannya dari tangan Yuri dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bisakah kamu menemaniku disini sebentar saja ?!" Ucap Bisma tanpa melihat ke arah Yuri.


Yuri yang tak Tega melihat dan meninggalkan Bisma di luar sendirian tidak banyak bicara dan segera duduk di kursi sebelah Bisma.


"Kenapa Bapak gak di dalam aja ?" Tanya Yuri penasaran.


"Aku masih nyaman disni" Bisma berbalik menatap Yuri.


"Tapi disni mulai panas loh, soalnya udah mau siang" Jelas Yuri.


"Sebentar lagi , tolong temani saya sebentar lagi disini" Sambung Bisma yang kemudian menundukkan kepalanya.


Hampir setengah jam mereka terdiam dengan posisi Bisma yang masih menunduk , membuat Yuri sedikit khawatir dan mencoba menyapa Bisma.


"Pak...Bapak kenapa ?" Yuri sedikit membungkuk dan mulai menggoyangkan pundak Bisma.

__ADS_1


Bisma yang sedari tadi di gerakan oleh Yuri tidak merespon dan hanya terdengar seruan nafas yang terdengar berat.


Ada apa dengan orang ini ? kenapa dia diam saja ?!" Pikir Yuri dalam hati.


Melihat Bisma yang masih saja tidak merespon ketika di panggil olehnya , Yuri langsung mendekati Bisma dan memegang tangan Bisma yang terasa hangat olehnya , dengan segera Yuri pun langsung menyentuh kepala Bisma yang tertunduk.


Pada saat Yuri menyentuh kepala dan kening Bisma , betapa kagetnya Yuri saat mengetahui bahwa suhu panas Bisma ternyata tidak wajar , keringat dingin mulai muncul di kening Bisma bahkan tubuhnya mulai menggigil.


"Astagfirullah... Bapak demam , bapak masih kuat jalan ga ?" Yuri mulai khawatir.


Bisma yang sedari tadi di ajak bicara oleh Yuri tidak merespon sama sekali.


"Pak kita masuk ke dalam sekarang ya , sini tangan Bapak simpan di pundak ku saja" Dengan susah payah Yuri membantu Bisma bejalan perlahan untuk masuk ke dalam menuju kamar Tomi.


Saat sampai di kamar Tomi , Yuri kemudian menidurkan Bisma yang masih menggigil dengan wajah yang mulai pucat , dengan sigap Yuri langsung menempelkan termometer di sekitaran ketiak Bisma untuk mengetahui susu tubuhnya saat ini.


Yuri tampak tegang melihat Bisma yang sudah tak karuan seperti menahan kesakitan di tubuhnya entah mungkin itu karena efek demamnya , saat termometernya berbunyi Yuri semakin kaget karena ternyata suhu tubuh nya mencapai empat puluh derajat.


"Astaga tinggi sekali suhunya , aku harus segera mengompresnya !" Dengan segera Yuri pergi ke dapur untuk menyiapkan alat kompres untuk Bisma.


Selesai menyiapkan alat kompres tak lupa Yuri mencari obat penurun demam di kotak P3K yang ada di rumahnya , tak lama Yuri mencari akhirnya Yuri menemukannya dan segera berlari ke arah kamar Tomi.


Melihat Bisma dengan suhu yang masih tinggi , Yuri mulai mengompresnya lalu memberikan obat penurun demam untuknya.


Satu jam kemudian Yuri melihat suhu tubuh Bisma masih tinggi , Yuri semakin gugup dan tegang tak kala melihat wajah Bisma yang mulai merah dan badannya masih menggigil.


"Bagaimana ini , suhu tubuhnya masih saja tinggi , apa aku bawa Pak Bisma ke rumah sakit aja ya ?" Gumam Yuri.


"Apa aku coba telepon Mamah dulu ya , barangkali ada kenalan dokter yang bisa di panggil ke rumah ?!" lanjutnya.


Saat Yuri kembali mengompres kemudian akan meninggalkan Bisma karena ingin mengambil ponselnya yang di simpan di kamar , tanpa di sadari tangan Bisma dengan cepat segera memegang tangan Yuri untuk mencegahnya pergi keluar kamar.


"Jangan pergi !!"


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote , dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.

__ADS_1


__ADS_2