
Mata Yuri terus menatap meja yang tak jauh dari penglihatannya dengan bibir yang mulai bergetar. Bisma yang sedari tadi fokus melihat buku menu mulai mengangkat kepalanya dan melihat ke arah yang sedang Yuri lihat dengan tangan yang mulai mengepal.
Bisma kembali melihat ke arah Yuri yang sudah menundukkan kepalanya dengan tubuh yang terlihat bergetar. Perlahan Bisma mendekati Yuri lalu menepuk punggungnya dengan perlahan.
"Kau ingin pergi dari sini?" Tanya Bisma dengan hati-hati.
Yuri tidak membalas pertanyaan Bisma dan lebih memilih menggelengkan kepalanya sebagai jawaban singkat.
Bisma kembali melihat ke arah meja sebrang dengan wajah dinginnya, kemudian dengan perlahan dia berdiri dari duduknya "Kau tunggu disini sebentar".
Perlahan Bisma berjalan ke arah meja tersebut dengan segelas air putih yang sudah ada di tangannya, lalu dengan sengaja menumpahkan airnya kepada wanita yang sedang duduk dengan seorang pria yang sedari tadi Yuri lihat dengan tatapan sendunya.
Splash....
Air mulai membasahi pakaian wanita itu.
"Ah s*al...Apa yang kau lakukan?!" Teriak wanita itu kesal.
"Maafkan saya mbak, saya tidak sengaja" Ucap Bisma sambil mengeluarkan sapu tangan untuk membantu wanita itu membersihkan pakaian nya.
Karena sangat kesal sang wanita mendorong tangan Bisma yang akan memberikan sapu tangan padanya.
"Sayang kau tidak apa-apa?" Ucap pria yang berdiri tak jauh dari sang wanita.
"Tidak apa-apa gimana sih, kamu lihat gak bajuku basah semua!!" Tegas wanita itu dengan wajah yang masih kesal.
Bisma melirik pria itu dengan sinis, lalu kembali menyodorkan sapu tangannya pada sang wanita yang sedari tadi sudah marah-marah karena kesal.
Karena merasa sudah sangat kesal saat Bisma terus menyodorkan sapu tangan padanya, sang wanita langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Bisma dengan raut wajah yang langsung berubah.
Astaga...Tampan sekali lelaki di hadapanku ini!! Gumamnya.
"Mbak...Halo...Kamu tidak apa-apa?!" Ujar Bisma sambil melambaikan tangannya pada wanita itu.
Sang wanita langsung tersadar dari lamunan nya dan langsung menatap kembali Bisma dari ujung kaki sampai ujung kepala "I...Iya aku tidak apa-apa kok".
Bisma mengeluarkan senyum khasnya sambil memberikan kembali sapu tangannya " Syukurlah kalau begitu, ini sapu tangan untuk membantu mengeringkan baju anda".
"Ah iya terimakasih mas" Balas wanita itu dengan senyum yang sedikit tersimpul dari bibir merahnya.
Melihat mereka berdua saling bertatapan dengan senyum yang terus terbit dari bibir masing-masing, sang pria yang sedari tadi ada di dekat wanita itu langsung menyela pembicaraan ringan mereka dan langsung merangkul sang wanita dengan sangat mesra.
__ADS_1
"Ya sudah sayang kamu duduk lagi aja ya, nanti sepulang dari sini kita beli baju ganti buat kamu oke?!".
Sang wanita hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang masih standby menatap wajah Bisma dengan kagum.
"Sayang kamu dengar aku tidak?!!" Suara yang pria terdengar penuh penekanan dan langsung menyadarkan sang wanita yang ada di hadapannya.
"Ah iya...Maaf sayang aku dengerin kamu kok" Wanita itu langsung tersadar lalu menundukkan kepalanya sambil mengusapkan sapu tangan pemberian Bisma pada bagian tangannya yang terkena air.
"Sekali lagi saya minta maaf ya mbak, saya benar-benar tidak sengaja" Sambung Bisma memasang wajah bersalahnya.
"Iya mas tidak apa-apa kok, lain kali harus lebih berhati-hati ya mas" Tambah wanita itu.
"Iya terimakasih sudah mengingatkan saya, akan saya ingat semua kata-kata mbak. kalau begitu saya permisi dulu permisi mbak , mas!!" Ucap Bisma sambil kembali berjalan ke arah mejanya semula dengan senyum sinis dan tatapan dinginnya.
Sementara itu saat Bisma mendatangi Yuri, posisi kepala Yuri masih saja tertunduk ke bawah seakan masih tidak sanggup melihat sosok pria yang masih berstatus pacarnya itu sedang bersama wanita lain.
Karena merasa kasihan melihat Yuri yang terus seperti itu, Bisma langsung memegang tangan Yuri, kemudian beranjak dari duduknya dan langsung meninggalkan tempat itu dengan cepat.
Melihat Bisma yang berjalan keluar sambil menggandeng seorang wanita berambut panjang, wajah wanita yang baru saja kena tumpahan air dan masih saja memperhatikannya sedari tadi mendadak berubah dengan raut wajah kecewa dan langsung memalingkan wajahnya kembali pada makanan yang tadi hendak akan di makannya.
Ternyata...dia sudah punya pasangan ya?! Sayang sekali!!. Gumamnya kesal.
Wanita yang bersamanya itu...Aku seperti tidak asing melihatnya. Gumam si pria.
Saat di perjalanan Yuri terus terdiam dan hanya melihat ke arah luar jendela dengan mengepalkan tangannya. Sedangkan Bisma yang sesekali menatapnya langsung memegang tangan Yuri agar bisa menenangkannya.
Yuri yang melihat dan merasakan tangan hangat Bisma tengah memegang tangannya, perlahan sedikit tenang dan bisa melupakan rasa sakitnya untuk sesaat.
Bisma menatap ke arah Yuri lalu mempererat pegangannya "Hari ini mau di teruskan jalan-jalannya atau mau kembali pulang ke rumah?".
"Bolehkah kalau aku minta di teruskan?" Ujar Yuri sambil masih menatap ke arah Bisma.
"Tentu saja!!" Balas Bisma sambil tersenyum.
Setelah hampir satu jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Yuri yang langsung turun dari mobil begitu mereka sampai langsung terperanjat tak kala dirinya melihat tempat dengan berbagai macam wahana yang luas beserta pemandangannya yang indah dengan pengunjung yang di dominasi para anak muda bersama pasangannya, serta keluarga dengan anak-anak mereka yang terlihat sangat riang.
"Gimana kau suka tempat ini?" Tanya Bisma penasaran.
Yuri perlahan melihat wajah Bisma dengan senyumnya yang mulai terlihat dari bibir tipisnya "Tentu saja Pak, aku sangat suka sekali tempat ini".
"Syukurlah, kalau begitu ayo kita masuk sekarang" Ajak Bisma dengan senyum yang terus berkembang dari bibirnya.
__ADS_1
Selama berada di dalam tempat wisata tersebut senyum Yuri terus terlihat seperti tidak sedang mempunyai beban saat mencoba beberapa wahana permainan di dalamnya, begitupun juga Bisma yang tampak sangat senang melihat Yuri terus tersenyum saat sedang bersamanya membuat dirinya seakan lupa dengan kemarahannya yang tadi sempat dia rasakan pada sosok pria di restoran yang sangat dicintai oleh Yuri.
Setelah di rasa lelah, Yuri dan Bisma akhirnya memutuskan untuk beristirahat di sebuah kedai ice cream yang berada tak jauh dari tempat duduk mereka saat ini.
"Ah segarnya, setelah seharian ini kita hampir menaiki semua wahana yang ada di sini, makan ice cream memanglah sebuah pilihan yang tepat" Seru Yuri sambil memakan ice cream dengan lahapnya.
"Kalau mau ngomong telan dulu makananmu!!" Balas Bisma dengan ketus.
"Hehe...Ini karena aku sangat bersemangat Pak" Ujar Yuri sedikit cengengesan.
"Kau masih saja bersemangat setelah tadi hampir menaiki semua wahana yang ada disini?" Bisma sedikit membelalakkan matanya.
"Tentu saja Pak, dari aku kecil aku sangat suka sekali tempat seperti ini. Kalau saja tempat seperti ini ada di daerah tempat aku tinggal,aku pasti akan sering-sering mendatanginya" Sahut Yuri dengan riang.
Bisma kembali tersenyum "Aku tak menyangka, di balik sifat ceroboh mu ini ternyata ada juga ya sisi anak bocah nya".
"Hey Pak, aku ini belum tua-tua amat ya, wajar saja kalau aku masih menyukainya lagian tempat seperti ini kan tidak hanya untuk anak kecil, lihatlah seumuran kita saja bahkan banyak juga kok yang datang kesini" Tegas Yuri sambil mengerucutkan bibirnya.
Saat Bisma masih saja tersenyum mendengat penjelasan daru Yuri, mata Bisma mendadak terkunci melihat ke arah wajah cemberut Yuri yang masih memakan ice cream, dan tanpa sengaja tangannya terangkat untuk membersihkan sisa-sisa ice cream yang tertinggal di sudut bibir Yuri "Hah dasar bocah kalau makan itu pelan-pelan, lihatlah sampai belepotan kaya gini!"
Mata Yuri langsung melotot tak kala tangan Bisma menyentuh bagian bibirnya yang ternyata memang benar ada bekas ice cream dengan wajah Bisma yang sedikit mendekat ke arah Yuri.
Bisma yang langsung menyadari bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh Yuri mulai merasakan kembali debaran kencang di jantungnya hingga akhirnya langsung menjauhkan dirinya dari Yuri lalu memalingkan pandangannya ke sembarang tempat karena tidak ingin memperlihatkan wajah gugupnya pada Yuri.
"Ah maaf aku tidak bermaksud..." Bisma mulai gelagapan tak kala bicara pada Yuri.
Yuri pun kembali memfokuskan pandangan pada ice cream yang berada di hadapannya sambil menjawab pembicaraan Bisma "Iya gapapa, aku mengerti kok".
"Ka...Kalau begitu ayo kita pulang sekarang saja" Ajak Bisma yang kemudian beranjak dari duduknya.
"Iya Pak" Jawab Yuri sangat singkat.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.
__ADS_1