
"Karena lo Suka sama Yuri !" Ucap Tomi dengan lantang.
Di perjalanan pulang Bisma hanya terdiam tanpa melihat Yuri di samping nya yang sedang memperhatikan dirinya.
Bisma masih memikirkan perkataan Tomi yang terus terngiang di kepalanya , Sesekali Bisma melihat Yuri yang tengah memandang keluar jendela.
"Apa kamu sudah lapar ?" Bisma mulai membuka obrolan.
"Lumayan" Jawab Yuri singkat dan langsung menoleh ke arah Bisma.
"Mau makan apa ?" Tanya Bisma dengan pandangan masih tetap fokus ke depan.
"Bapak pengennya apa ?" Yuri balik bertanya.
"Kebiasaan, kalo lagi di tanya pasti balik nanya" Celetuk Bisma dengan pandangan sinis.
"Bapak juga kebiasaan kalo ada orang ngomong pasti pandangannya sinis kaya gitu" Sambung Yuri langsung membuang muka ke luar jendela.
"Apa ?!" Bisma melirik Yuri.
"Hah...Sudahlah, saya pengen makan ramen !" Tegas Yuri.
"Sok banget makan ramen jam segini" Ucap Bisma dingin.
"Emang kalo makan ramen ada aturan ya harus makan jam berapa ?!" Jawab Yuri kesal dengan ucapan Bisma.
"Ini masih jam 11 gak baik kalo belum makan nasi langsung makan ramen !!" Jelas Bisma sambil melihat Yuri.
"Kalo bapak udah tau alasannya , kenapa juga harus nanya mau makan apa ?!" Ungkap Yuri.
"Saya cuman pengen tau aja jawaban kamu" Sambung Bisma singkat.
Melihat Bisma bicara seperti itu , Yuri hanya menghela nafas dan menggelengkan kepala nya.
Dasar Orang Aneh . Pikir Yuri.
***
Bisma akhirnya sampai di salah satu Mall besar yang ada di Jakarta, kemudian langsung memasukan mobil nya ke area parkiran Mall dan mulai mengajak Yuri untuk keluar dari dalam mobil.
Yuri turun dari dalam mobil dan langsung mengikuti Bisma berjalan dari belakang , Yuri melihat sekitar yang langsung di penuhi oleh tatapan kagum kepada Bisma , tatapan mereka terlihat seperti sedang melihat malaikat yang berjalan dengan elegan dan wajah tampannya.
Namun Bisma tetap cuek dan tidak memperdulikan mereka yang hanya tetap berjalan lurus ke depan , bahkan Yuri yang berjalan di belakangnya saja di abaikan oleh Bisma.
Bisma dan Yuri pun akhirnya sampai di sebuah Restoran Jepang , kemudian Bisma memilih tempat duduk sedikit di pojok agar lebih nyaman untuk menikmati hidangan dan jauh dari perhatian orang-orang sekitar yang membuat Bisma tidak nyaman.
Bisma kemudian segera melambaikan tangan agar pelayan segera datang untuk mulai mencatat pesanannya.
"Saya pesan Ramen dengan Kuah Kari dua , yang satu pedas yang satu lagi pedasnya sedang" Ucap Bisma tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Yuri.
"Kemudian minum nya , saya mau Matcha Latte dan satu lagi Coklat dingin" Lanjut Bisma.
__ADS_1
Setelah pelayan pergi , Yuri hanya terdiam melongo melihat Bisma yang entah kenapa sangat tau sekali dengan apa yang Yuri suka , mulai dari rasa kuah ramen serta minuman favoritnya.
Apakah Lelaki Tampan ini selalu membuat takjub orang lain juga selain aku ? Pikir Yuri.
Bisma melepas Sweater nya lalu melihat ke arah Yuri yang sedang melihatnya sedari tadi.
"Apakah aku terlalu tampan sampai kau bengong seperti itu melihatku ?" Tanya Bisma yang langsung melipat tangannya di dada.
"Jangan kepedean gitu deh pak , siapa juga yang liatin bapak" Jawab Yuri yang langsung membuang muka.
Melihat wajah Yuri yang memerah karena malu , Bisma hanya tersenyum dengan sedikit tertunduk.
"Kalau tidak melihatku , lalu apa yang barusan kamu lihat ?" Lanjut Bisma mulai menggoda Yuri.
"Aku... Aku hanya melihat.. " Belum selesai Yuri membereskan perkataannya , makanan pesanan mereka pun akhirnya tiba.
Syukurlah...Akhirnya aku bisa selamat juga . Pikir Yuri.
"Pak kenapa kita pesan ramen ? Tadi bapak bilang jangan makan ramen di jam segini" Yuri bertanya karena penasaran.
"Jangan banyak bicara , makan saja apa yang ada di hadapanmu !!" Jawab Bisma jutek dengan perasaan malu.
"Dih jutek amat !" Lanjut Yuri.
Yuri dan Bisma mulai menikmati makan siang mereka tanpa ada yang membuka obrolan sama sekali , namun tanpa sepengetahuan Yuri Bisma terus memperhatikannya dengan alis yang sedikit mengkerut.
Ada apa denganmu Bisma , kenapa kamu bisa tertarik dengan wanita ini sih ?!. Pikir Bisma.
"Alhamdulillah kenyang nya" Ucap Yuri senang.
Bisma pun tersenyum melihat tingkah laku Yuri "Aku pikir kau belum kenyang".
" Buset deh pak , mana mungkin saya gak kenyang sih ? Itu porsinya gede banget loh !" Jelas Yuri.
"Porsi gede tapi kamu tetap memakannya dengan habis" Ceplos Bisma.
"Hehe kalo gak habis kan sayang pak" Jawab Yuri dengan cengengesan.
"Alasan !"Sambung Bisma.
"Seriusan pak bukan alasan !" Tegas Yuri.
"Yasudah ayo kita pulang sekarang" Bisma beranjak dari duduknya dan langsung berjalan menuju kasir.
Saat Bisma akan mengeluarkan dompetnya , Yuri langsung memegang tangan dan sedikit menyeret Bisma menjauh dari tempat kasir.
"Pak tunggu dulu sebentar !!!" Yuri sedikit teriak yang membuat Bisma dan penjaga kasirnya kaget.
"Ada apa lagi sih ?!" Ucap Bisma.
"Pak makanan ini bayar nya masing-masing apa gimana ?" Tanya Yuri dengan wajah sedikit tegang.
__ADS_1
"Astaga , kamu pegang tangan dan menyeret saya cuman buat nanyain itu doang ?" Suara Bisma mulai meninggi.
Yuri langsung melepaskan tangan Bisma " Maaf pak saya gak bermaksud apa-apa kok".
"Terus ada apa sebenarnya ?" Lanjut Bisma.
"Itu... Saya lupa bawa dompet pak !" Kata Yuri dengan wajah sedikit memerah
Bisma menatap Yuri dan berniat untuk sedikit menjahilinya "Terus mau kamu apa ?" Kembali Bisma bertanya.
"Mau saya... Bapak bayarin dulu pesanan yang tadi yah , nanti uangnya aku ganti pak" Ucap Yuri dengan malu.
"Jadi ceritanya mau pinjam duit ?" Celetuk Bisma yang sudah tidak tahan untuk menahan tawa.
"Kenapa senyum ? Ada yang lucu ya ?" Tanya Yuri dengan wajah mulai kesal.
"Tidak bukan begitu , hanya saja..." Bisma masih terkekeh melihat wajah kesal Yuri.
"Hanya saja apa ?!!" Yuri mengerutkan alisnya.
"Ah Sudahlah...Saya bayar dulu ke kasir" Bisma berjalan meninggalkan Yuri.
Di perjalanan pulang Yuri terdiam seribu bahasa dengan wajah terus melihat ke luar jendela mobil. Bisma yang melihat Yuri hanya tersenyum tipis tanpa bertanya kenapa dia terus terdiam seperti itu.
"Kapan kita pergi ke Surabaya ?" Tanya Bisma untuk mencairkan suasana.
Yuri langsung mengalihkan pandangannya ke arah Bisma "Kita ?".
" Iya kita ? Bukankah kemarin kita sudah punya kesepakatan untuk mencari pacarmu ke Surabaya ?" Jelas Bisma.
Samar samar Yuri mengingat percakapan yang terjadi antara dirinya dan Bisma.
"Oh itu , rencana sih nanti pas liburan semester pak" Jawab Yuri.
"Baiklah , nanti tinggal kabari lagi saya" Jelas Bisma.
"Tapi ada satu masalah pak" Yuri menundukkan kepalanya.
"Masalah apa ?" Bisma penasaran
"Saya belum tahu lokasi dimana dia berada saat ini" Lanjut Yuri.
"Oh kalo itu kamu gak usah khawatir" Ucap Bisma dengan santai.
"Maksudnya ?!" Yuri terlihat heran
"Saya sudah tau dimana dia saat ini !!!".
\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗
__ADS_1