Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 52


__ADS_3

Pagi telah tiba, suara adzan sudah terdengar berkumandang di telinga Yuri, perlahan matanya terbuka dan segera beranjak dari tempat tidurnya lalu bergegas untuk mengambil wudhu kemudian melaksanakan shalat subuh.


Setelah selesai melaksanakan shalat subuh, dengan malas Yuri kembali masuk ke kamar dan terduduk di tempat tidurnya sembari berselimut karena udara yang terasa dingin.


"Hah...Hari ini aku malas sekali ke kampus, apa aku izin gak masuk lagi aja ya ?" Ucap Yuri sembari memejamkan matanya.


Belum lama Yuri mata Yuri terpejam tiba-tiba seseorang masuk dan membangunkannya.


"Nak, ini udah siang kamu gak ke kampus?" Mama menggoyangkan tubuhnya Yuri.


Yuri menggeliat "Em...Yuri baru tidur lima menit Ma".


" Astagfirullah...Lima menit apanya? Ini sudah jam delapan loh" Ucap Mama kesal.


"Hah Jam delapan? Kenapa Mama gak bangunin Yuri dari tadi sih?!" Yuri langsung terperanjat dan berlari ke arah. kamar mandi.


Mama Yuri hanya menggelengkan kepalanya lalu keluar dari kamar dan kembali menyiapkan sarapan untuk suami dan anak gadisnya.


Beberapa menit kemudian Yuri keluar dari kamar , dan langsung berlari ke luar untuk segera ke berangkat ke kampus.


"Aduh mati aku ,hari ini fix bakalan telat masuk kelas mana jam pertama pelajaran Dosen gil* itu lagi" Gerutu Yuri sambil menunggu gojeg pesanannya.


Saat Yuri sedang gelisah menunggu tukang gojeg yang masih belum datang juga , Mama dan Papa Yuri menghampirinya sambil membawa sekotak makanan untuk di bawanya ke kampus.


"Nak, kamu kan belum sarapan nih Mama udah siapin makanan buat kamu" Terang Mama Yuri sembari memberikan kotak makanan.


"Duh aku jadi ngerepotin Mama deh , tapi makasih ya Ma udah siapin bekal buat Yuri" Ungkap Yuri terharu.


Papa Yuri terduduk di kursi sembari menggelengkan kepalanya "Makanya anak gadis lain kali kalo udah beres sholat subuh jangan di biasakan tidur lagi, ya begini kan jadinya telat".


Seketika Yuri menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Hehe... Iya maaf Pa, lain kali Yuri ga begini lagi deh".


Tak lama setelah perbincangan kecil yang terjadi antara Yuri dan kedua orangtuanya, gojeg pesanan Yuri pun tiba kemudian Yuri berpamitan dan langsung berangkat ke kampus dengan perasaan yang sedikit gelisah.


***


Akhirnya setelah sempat melewati perjalanan yang lumayan lama karena sempat terkendala macet, Yuri sampai di kampus dan langsung berlari menuju kelas setelah memberikan ongkos pada tukang gojegnya.


Dengan nafas terengah-engah dan wajah yang sedikit berkeringat, Yuri sampai di depan kelas dengan pintu yang sudah tertutup, dengan cepat Yuri mencoba menghubungi Intan dan Hani untuk melihat situasi kelas dan Bisma apakah tidak apa kalau dirinya langsung masuk ke kelas sekarang.

__ADS_1


Lama Yuri menunggu jawaban, akhirnya dengan inisiatif sendiri Yuri memberanikan diri untuk mencoba mengetuk pintu, lalu membuka pintunya dengan perasaan gugup bercampur malu karena dirinya telah menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di dalam kelas termasuk Bisma yang tengah berdiri dengan buku yang sedang di pegang di tangannya.


Bisma menatap Yuri dengan tajam tanpa sedikitpun mengeluarkan suaranya, dengan perasaan tak karuan Yuri memberanikan diri untuk berjalan ke arah Bisma yang tengah memperhatikannya.


"Maaf Pak saya datang terlambat, tadi saya bangun kesiangan dan terjebak macet saat di perjalanan mau ke kampus" Jelas Yuri dengan wajah tertunduk.


Bisma membuang nafas kesal lalu melihat ke arah jam tangannya "Kamu tahu ini jam berapa? Kamu sudah telat hampir setengah jam, sebaiknya kamu tunggu saja di luar dan tunggu instruksi lanjutan dari saya!!".


Mendengar penjelasan yang Bisma utarakan, semua orang yang ada di kelas termasuk Yuri terkejut , dia tidak menyangka jika Bisma akan sekejam itu padanya. Namun karena memang kesalahan ada pada dirinya, Yuri tak bisa berkata apapun dan hanya bisa menuruti apa yang Bisma katakan.


Yuri akhirnya keluar dari kelas dengan wajahnya di yang tekuk, dan hanya bisa menunggu di luar sampai pelajarannya selesai.


Hah...Kenapa aku sial sekali hari ini?! Tahu akan seperti ini sebaiknya aku gak ke kampus saja sekalian!. Gumamnya dalam hati.


Saat Yuri masih menunggu pelajaran selesai, untuk menghilangkan rasa bosannya dia memainkan ponselnya dan iseng membuka galeri serta media sosialnya. Ketika sedang lengah Yuri tak sengaja melihat suatu folder di galerinya lalu saat di buka ternyata di dalam galeri itu terdapat banyak sekali foto dirinya bersama Bisma.


"Hah...Foto kapan ya?, Saking sudah lama tak bertemu dengannya aki sampai tak menyadari ada folder ini di ponselku" Ucap Yuri dengan senyum satir nya.


Yuri menyandarkan dirinya di kursi kayu yang terdapat di depan kelasnya, lalu mengangkat kepalanya melihat ke arah langit yang cerah.


"Jam segini biasanya dia selalu nelpon dan mengatakan sudah sarapan atau belum, hah...Gimana kabar dia sekarang ya?!" Sambung Yuri pelan.


***


"Kamu ikut ruangan saya sekarang juga!!" Tegas Bisma yang langsung pergi meninggalkan Yuri.


Yuri yang masih sedikit kesal melihat Bisma karena kejadian kemarin hanya bisa pasrah tanpa membantahnya, lalu dengan berat hati dia pun pergi menuruti apa yang telah Bisma katakan.


Sesampainya di depan pintu ruangan Bisma, Yuri mencoba menenangkan dirinya dengan menghirup dan membuang nafas dengan pelan. Setelah di rasa sudah tenang Yuri mulai membuka pegangan pintu dan hal yang pertama di lihatnya ternyata Bisma sudah berdiri tegak tepat di hadapannya.


Melihat Bisma yang begitu mendadak sudah berada di hadapannya, Yuri sempat terperanjat kaget dan memundurkan langkahnya. Menyadari Yuri sedikit menjauh darinya, dengan cepat Bisma menarik tangan Yuri dan langsung menariknya masuk ke dalam ruangan.


Mata Yuri melotot ketika menyadari dirinya sudah berada di pangkuan Bisma, mata mereka saling menatap dengan jarak yang begitu dekat membuat jantung Yuri berdegup sangat kencang.


Kenapa jantungku selalu berdebar ketika bersamanya?! Perasaan menyebalkan apa ini?. Gumam Yuri.


Bisma masih terpaku melihat Yuri dari jarak dekat dengan posisi yang masih merangkulnya seperti tidak ingin melihat Yuri terlepas darinya.


"Maaf Pak, bisakah anda melepaskan saya?" Tutur Yuri yang masih menatap Bisma.

__ADS_1


"Kalau aku tidak ingin bagaimana?" Jawab Bisma pelan.


Yuri terdiam cukup lama, lalu dirinya berusaha melepaskan pangkuan Bisma secara perlahan dan kembali menatap Bisma dengan wajah yang mulai memerah.


"Saya mohon Bapak lepaskan saya sekarang juga!" Ucap Yuri dengan sedikit penekanan.


Bisma tersenyum sinis "Kamu mulai berani ya membentak saya?!".


"Kalau Bapak masih terus seperti ini saya tidak akan sungkan membentak Bapa, bahkan kalau perlu saya akan..." Ucapan Yuri terhenti ketika bibirnya di kec*p oleh Bisma.


"Akan apa? Coba teruskan aku ingin mendengarnya" Kata Bisma dengan wajahnya masih yang masih sangat dekat dengan wajah Yuri.


Yuri diam mematung tidak mengatakan suatu apapun , matanya yang masih menatap ke arah Bisma mendadak tergenang oleh air mata yang akan turun begitu saja ketika Yuri memejamkan matanya.


Melihat mata Yuri yang mulai berair Bisma terperanjat dan melonggarkan pangkuan tangannya dari Yuri. Tangan putih dan kekarnya memegang pipi Yuri yang sudah basah lalu Bisma mengusap air matanya dengan perasaan bersalah.


"Yuri...Maaf, maafkan aku!" Ucap Bisma dengan pelan sembari menempelkan keningnya ke kening Yuri.


"Kenapa Bapak melakukan ini padaku? Apa Bapak pikir aku ini adalah wanita murahan?!" Yuri menangis sesenggukan.


Bisma terperanjat lalu melihat wajah Yuri "Aku...Aku tidak bermaksud...".


Yuri menggelengkan kepalanya sambil perlahan melepaskan tangan Bisma dari wajahnya " Aku harap ini terakhir kalinya Bapak merendahkan saya seperti ini, kalau Bapak berpikir bisa melakukan apa saja terhadap saya karena saya adalah orang biasa sedangkan Bapak adalah orang kaya yang punya segalanya, Bapak salah besar karena saya bukan perempuan serendah itu!".


"Tunggu Yuri aku tidak pernah menganggap rendah kamu, aku melakukan ini karena...." Bisma menghentikan ucapannya.


"Karena apa ?!" Bentak Yuri.


Bisma menatap Yuri dan tidak bisa melanjutkan ucapannya, bibirnya mendadak terkunci ketika melihat Yuri menangis di hadapannya.


Melihat Bisma tidak bereaksi apapun Yuri perlahan berbalik dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan Bisma yang sedari tadi masih menatapnya. Begitupun Bisma yang melihat Yuri pergi semakin menghilang dari pandanganya hanya bisa berdecak kesal sembari mengusap kasar wajahnya hingga tak sengaja memukulkan tangannya dengan keras ke tembok sampai mengeluarkan darah.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.

__ADS_1


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2