
Selama di perjalanan Yuri masih terheran heran dengan arah jalan yang tidak familiar baginya, wajahnya kelihatan bingung dan semua itu terlihat oleh Helena.
Helena sesekali melihat Yuri sambil tersenyum "Hehe kamu gak usah khawatir, sebentar lagi kita sampai tujuan kok".
"Kalau boleh tau memangnya kita mau kemana Kak?" Tanya Yuri sambil melihat ke arah Helena yang sedang menyetir mobilnya.
"Kita akan ke ketempat dimana acara ku akan di laksanakan" Balas Helena dengan santai.
"Apa?! Tapi aku belum siap-siap Kak" Seru Yuri yang tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya.
"Kamu gak usah pikirkan itu, semua yang kamu perlukan sudah aku siapkan. Kamu hanya tinggal duduk manis saja" Ujar Helena masih dengan wajah santainya.
Yuri mengerutkan keningnya lalu kembali menatap Helena "Tapi aku belum menghubungi kedua Orangtuaku Kak".
Helena melihat Yuri dengan senyum khas nya "Tenang saja aku juga sudah minta izin kok ke Orangtuamu".
"Loh kapan Kakak ke rumah?" Tanya Yuri sambil membelalakkan matanya.
Helena tidak membalas perkataan Yuri dan hanya tersenyum sambil melihat wajah Yuri yang sedari tadi kebingungan.
\=\=>Flashback.
Helena tiba di depan rumah Yuri, lalu dengan segera dia memarkirkan mobilnya kemudian mencoba masuk dengan membuka pintu gerbang yang tidak terkunci dan berjalan ke arah pintu masuk rumah.
Tok tok tok
Tangannya dengan perlahan mengetuk pintu rumah Yuri beberapa kali, hingga akhirnya sosok wanita paruh baya membuka pintu dengan tersenyum ramah.
"Permisi Tante, maaf kalau saya menganggu waktunya apa Tante ini benar rumahnya Yuri?" Helena sedikit berbasa basi untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.
Mama Yuri tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Iya benar, kalau boleh tau ini sama siapa ya?".
"Ah perkenalkan Tante saya Helena temannya Yuri" Sahut Helena sambil menjulurkan tangan kanannya.
"Oh temennya Yuri toh, ayo silakan masuk Nak" Mama Yuri dengan ramah menyambut dan mempersilakan Helena masuk dalam rumah.
"Oh iya terimakasih Tante" Ucap Helena sambil mengikuti Mama Yuri masuk ke dalam rumahnya.
Sekitar setengah jam mereka ngobrol dengan santai, akhirnya Helena izin pamit untuk segera pulang dari rumah Yuri karena dirinya masih sibuk untuk mempersiapkan acara spesialnya hari ini.
__ADS_1
Namun saat Helena telah pergi dari rumahnya, Mama Yuri tampak terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan posisi tangan di memegang dagunya.
Sesaat kemudian Papa Yuri keluar dengan sedikit terburu-buru karena akan segera berangkat untuk membuka toko kelontongnya, lalu melihat istri tercintanya sedang melamun sembari melihat ke arah jalan raya.
Papa Yuri mendekat dan menepuk pelan pundak istrinya "Ma, kamu kenapa bengong disini?".
Pikiran Mama Yuri seketika memudar tak kala suaminya menepuk pundaknya "Papa bikin kaget aja, udah mau berangkat ya?".
"Iya Ma, Mama lagi ngapain disini? barusan ada yang tamu?" Tanya Papa Yuri.
Mama Yuri mengangguk pelan "Iya Pa, tadi ada temennya Yuri datang kesini".
"Ada apa datang kesini? Yuri kan lagi gak ada di rumah" Ujar Papa Yuri heran.
"Dia bukan teman kampusnya Pa, dia datang kesini buat minta izin ajak Yuri hari ini nginap di rumahnya untuk menjadi pendamping perempuan di acara pertunangannya".
"Oh gitu, tapi Yuri kok gak bilang sama kita ya Ma?" Sambung Papa Yuri.
"Kayanya dia kelupaan deh Pa karena terlalu fokus belajar buat ujian, tapi beberapa hari yang lalu Mama sempet liat kok Pa Yuri bawa kartu undangan, mungkin itu kartu undangan dari temennya yang barusan datang kesini" Ujar Mama Yuri.
"Oh...Terus kalau gitu kenapa Mama dari tadi bengong disini?" Papa Yuri kembali bertanya.
"Memangnya dia mirip siapa Ma?" Sahut Papa Yuri.
"Mama juga masih bingung Pa, pokonya wajahnya kaya gak asing aja buat Mama" Tegas Mama Yuri.
"Sudahlah mikirnya nanti saja, sekarang ayo kita berangkat keburu siang nih nanti para pelanggan kita pada kabur loh" Seru Papa Yuri sambil mengunci pintu rumahnya.
"Iya ayo Pa, Mama udah siap kok" Balas Mama Yuri singkat.
.
.
Beberapa saat kemudian Helena dan Yuri sampai di tujuan mereka, dengan hati-hati Helena memarkirkan mobilnya lalu tak lama Yuri membuka pintu mobil yang langsung di suguhi pemandangan indah dengan sebuah bangunan yang terlihat sangat megah dan berkelas.
Ya tuhan...Indah sekali pemandangannya, gedungnya juga bagus dan mewah sekali. Ini tempat apa ya? Gumam Yuri.
Helena tersenyum tak kala melihat Yuri yang terkagum-kagum melihat pemandangan sekitar, lalu dengan segera Helena menghampiri Yuri dan menarik tangannya untuk masuk ke dalam gedung.
__ADS_1
Saat Yuri masuk ke dalam gedung, matanya kembali terbelalak tak kala melihat dekorasi ruangan yang terlihat elegan dengan sentuhan warna putih dan di kombinasikan dengan warna gold yang membuatnya terlihat semakin berkelas.
Yuri kembali berjalan mengikuti Helena hingga sampailah dia depan sebuah pintu ruangan yang sudah Helena persiapkan khusus untuk Yuri.
"Wah...Indah sekali ruangan ini" Ucap Yuri.
"Kamu suka?" Sahut Helena.
Yuri berbalik menatap Helena "Aku? Kakak bertanya padaku?".
"Memangnya aku bicara sama siapa lagi di ruangan ini kalau bukan dengan kamu?" Balas Helena.
"Kakak menyiapkan ruangan ini untukku?" Yuri terlihat masih kebingungan.
Helena berjalan dan membuka jendela agar udara segar bisa masuk ke dalam ruangan "Iya aku persiapkan ruangan ini khusus untukmu".
"Apa ini tidak terlalu berlebihan untukku Kak?" Sahut Yuri dengan perasaan gundah.
Helena menggelengkan kepalanya "Tentu saja tidak, aku persiapkan ini semua karena kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri".
"Tapi...Tetap saja ini...." Ucapan Yuri terpotong oleh Helena.
"Udah jangan tapi tapian, sebentar lagi akan ada seseorang yang datang untuk mempersiapkan baju dan juga make up untukmu, sekarang kamu siap-siap mandi sana" Kata Helena sambil melangkah meninggalkan Yuri.
Yuri yang sedari tadi bingung sekaligus terkesan hanya menggelengkan kepalanya karena melihat Helena yang sudah sangat begitu baik padanya, dengan semua sifat kekanakan nya yang membuat Yuri hanya mengelus dada lalu kembali melihat ke arah luar jendela untuk menikmati pemandangan indah di hadapannya.
"Kak Helena pasti terlahir di keluarga yang sangat kaya sampai bisa mengadakan acara dengan persiapan yang semewah ini, sangat cocok dengan Pak Bisma yang juga sama-sama terlahir dari orang kaya!" Bisik Yuri dengan wajahnya yang mulai terlihat murung.
Sementara itu dari luar gedung terlihat mobil baru saja terparkir di dekat mobil Helena, kemudian tak lama keluarlah seseorang dari dalam mobil yang sudah terlihat sangat tampan dengan setelan jas resminya yang membuatnya semakin terlihat sangat sempurna.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.
__ADS_1