
Mendengar perkataan Mahendra bahwa dia tidak mengenali dirinya, Yuri hanya tertunduk lemas dengan air mata yang sudah terkumpul di pelupuk matanya. Sementara Bisma yang langsung tersenyum dengan wajah sinis nya menatap Mahendra saat mendengar ucapannya barusan langsung melihat Yuri dan mengeratkan genggaman tangannya.
"Jangan menangis, angkat kepalamu sekarang dan tersenyumlah" Bisik Bisma pada Yuri.
"Menangis hanya akan membuatmu terlihat lemah di hadapan lelaki br*ngs*k itu!" Sambung Bisma
Yuri langsung menatap ke arah Bisma dengan hidung yang sudah terlihat memerah, sesaat kemudian Yuri sedikit menyeka air matanya yang hampir saja jatuh dari pelupuk matanya, lalu kembali mengangkat kepalanya sambil tersenyum melihat ke arah Mahendra dan calon istrinya.
"Iya benar sekali apa yang di katakan tuan ini, kami sama sekali tidak saling mengenal. Tadi kami bertemu di sini hanya kebetulan saja!" Tegas Yuri dengan tangan yang terangkat merangkul lengan Bisma.
Bisma yang merasakan pegangan keputusasaan Yuri langsung merangkul Yuri dengan sangat mesra seraya ingin memanas manasi Mahendra yang dari tadi sudah terlihat sangat marah.
"Oh begitu ya, yasudah kalau begitu kami pergi dulu ya? kami masih ada urusan soalnya!" Ujar Siska yang langsung balik badan sambil masih menggandeng tangan Mahendra.
Saat akan pergi sekilas Mahendra menatap ke belakang dengan wajah yang sedikit kecewa karena ternyata pada akhirnya kisah cinta nya dengan Yuri harus berakhir secepat ini.
Sementara itu pada saat Mahendra sudah tak terlihat lagi oleh matanya, kaki Yuri mendadak lemas dan langsung terduduk di bangku dekat danau dengan perasaan tak karuan bercampur air mata yang sudah tidak bisa lagi dia tahan.
Melihat Yuri yang terduduk lemas dengan air mata yang mulai keluar deras dari matanya, Bisma langsung duduk di dekat Yuri kemudian menyandarkan kepala Yuri di dadanya yang sangat bidang sambil mengusap kepalanya seraya menenangkan Yuri.
Di rasa sudah tenang Yuri akhirnya mengangkat kepalanya dan langsung kembali ke posisi duduknya semula sambil menyeka sisa-sisa air mata di pipinya.
"Terimakasih sudah menemaniku" Ucap Yuri pelan.
Bisma menyandarkan punggungnya di senderan kursi kayu sambil menatap ke arah danau "Sama-sama, sekarang apa perasaanmu sudah tenang?!".
"Hem...Sekarang aku sudah lega Pak" Kata Yuri dengan nada suara sedikit bergetar.
"Syukurlah" Jawab Bisma singkat.
Yuri berbalik ke arah Bisma dan memegang tangannya "Pak sekali aku sangat berterimakasih padamu karena sudah menolongku hari ini dengan berpura-pura bilang kalau aku adalah calon istrimu untuk membalas perlakuan Mahendra padaku. Suatu saat nanti aku pasti akan membalas kebaikan Bapak!!".
Bisma menatap ke arah Yuri dengan sorot mata sendu lalu melihat ke arah tangan Yuri yang masih memegang erat tangannya. Menyadari kalau Bisma tengah memperhatikan dirinya sedang memegang tangannya dengan erat, Yuri terperanjat dan dengan cepat melepaskan pegangannya dari tangan Bisma.
"Ah itu...Maafkan aku Pak, aku tidak sengaja" Ujar Yuri sedikit gugup.
Bisma menghela nafas lalu berdiri dari duduknya sambil mengajak Yuri pergi dari sana "Sudahlah, ayo sekarang kita pergi dari sini nanti Kedua Kakakmu khawatir kalau tau kita pergi terlalu lama".
Yuri menganggukkan kepalanya sebagai balasan, kemudian ikut melangkahkan kakinya mengikuti Bisma dari belakang.
.
.
Sore hari nya acara setelah acara selesai, Yuri bersama Nilam bersiap mengemas semua peralatan yang di bawanya dari rumah untuk du masukan ke dalam mobil di bantu oleh Fredi dan Bisma.
Saat semua keluarga Yuri tengah sibuk dengan kegiatannya, dari kejauhan terlihat sosok Mahendra yang tengah berdiri menatap ke arah Yuri dan Bisma yang terlihat begitu kompak dengan tangan yang sedikit mengepal.
Sejak kapan mereka bisa sedekat itu? Apakah sebelumnya Yuri telah mengkhianati ku?! Gumam Mahendra.
Ketika Yuri dan Bisma tengah merapikan barang-barang di dalam mobil, Fredi dan Nilam menghampiri mereka berdua bersama Kinan yang sudah terlihat sangat lelah.
__ADS_1
"Yuri..Kaka sama Kak Nilam mau ke sana sebentar menyapa teman-teman terlebih dahulu sebelum pulang, kamu sama Bisma gapapa kan Kakak tinggal dulu sebentar?" Ujar Fredi sambil menunjuk salah satu kumpulan teman-teman kantornya.
"Iya gapapa Kak santai aja" Balas Yuri.
Setelah perbincangan singkat Fredi dan Nilam akhirnya pergi menghampiri teman sekantornya, lalu tak lama kemudian Yuri dan Bisma melanjutkan kembali membereskan barang di dalam mobil yang sebentar lagi akan selesai.
"Akhirnya selesai juga" Ungkap Yuri yang langsung terduduk. lemas di atas hamparan rumput dengan pemandangan matahari tenggelam yang begitu indah.
Bisma tersenyum kecil lalu duduk di dekat Yuri kemudian tanpa berkata apapun dia memberikan sebuah kotak makanan yang sudah di balut oleh kantong plastik putih.
Yuri melihat ke arah Bisma sekilas kemudian tangannya terangkat untuk menerima pemberian dari Bisma "Apa ini Pak?".
"Itu penghilang stres" Ucap Bisma.
"Penghilang stres?" Yuri nampak kebingungan.
Bisma mengalihkan pandangannya pada Yuri "Bukalah itu ketika sampai di rumah".
Yuri menatap dalam Bisma ketika baru saja berbicara padanya dengan nada yang cukup lembut, sehingga Yuri yang mendengarnya merasa bisa lebih tenang.
"Om tampan Kinan ngantuk nih, kita ke mobil sekarang yuk?!" Ucap Kinan sambil mengusap-usap kedua matanya dengan sesekali terlihat menguap.
Bisma menoleh ke arah Kinan lalu mengusap lembut kepalanya "Baiklah...Sini naik ke punggung Om, biar Om gendong kamu sampai mobil".
"Pak gak usah repot-repot, biar Kinan jalan aja sama aku!" Sahut Yuri sambil beranjak dari duduknya.
"Tidak apa-apa, kasian dia sudah sangat mengantuk" Balas Bisma sembari langsung menggendong Kinan di punggungnya.
***
Pada malam pukul sembilan malam Yuri beserta keluarganya dan juga Bisma akhirnya sampai di rumah dengan selamat. Tetapi ketika Bisma akan bersiap untuk pulang, Fredi dan Nilam dengan cepat langsung mencegahnya karena melihat wajah Bisma yang sudah terlihat lelah.
"Lebih baik kamu tidur saja di sini Bisma, ini juga sudah malam kamu harus langsung istirahat" Ujar Fredi.
Bisma melihat ke arah Yuri sekilas lalu kembali menatap Fredi "Gapapa Kak aku pulang saja, aku gak mau merepotkan semua yang ada di sini".
"Merepotkan apa Bis? Ya enggaklah santai aja, anggap saja tidur di rumah sendiri" Sambung Nilam.
Melihat perdebatan kecil yang terjadi antara Bisma dan kedua Kakaknya, Yuri langsung berdiri dari duduk nya kemudian berjalan ke arah Bisma.
"Sudah Pak...Hari Bapak tidur di sini saja, ini kan udah malam terus kondisi Bapak kan juga lagi kelelahan gak baik kalau nyetir mobil sendiri" Jelas Yuri.
Melihat perhatian yang Yuri berikan padanya membuat hati Bisma luluh dan langsung menyetujui apa yang Yuri katakan baru saja padanya.
"Yasudah kalau begitu Yuri kamu anterin Bisma ke kamar tamu yang ada di atas yah, biar barang-barang Bisma nanti Bi Asih yang antarkan ke kamar" Ucap Fredi yang langsung mendapat anggukan dari Yuri.
Setibanya di depan kamar, Yuri kemudian membukakan pintu dan langsung menyalakan lampu kamar di ikuti oleh Bisma yang sedari tadi berjalan de belakangnya.
"Pak ini kamarnya, tidak besar banget sih tapi ini cukup nyaman kok buat istirahat Bapak malam ini" Sahut Yuri sambil menatap ke arah Bisma.
"Iya gapapa...Ini sudah lebih dari cukup, terimakasih sebelumnya" Balas Bisma.
__ADS_1
Yuri tersenyum sambil menganggukkan kepalanya "Iya sama-sama Pak, kalau begitu aku keluar dulu ya?! Selamat malam!".
Pagi harinya Yuri terbangun dari tidurnya dengan sedikit membelalakkan matanya karena kaget melihat jam di HP nya yang sudah menunjukan pukul setengah sembilan pagi.
"Astagfirullah...Aku kesiangan" Teriak Yuri yang langsung terbangun dari tempat tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai mencuci muka tanpa basa basi Yuri langsung keluar dan berlari ke arah meja makan berharap kedua Kakaknya masih berada di sana, walaupun itu sepertinya tidak mungkin.
Dan benar saja, ternyata sesampainya di meja makan dia sama sekali tidak melihat siapa-siapa di sana. Yuri kemudian terduduk sambil melihat makanan yang sudah tersedia di meja makan dan tanpa waktu lama dia langsung menyantapnya dengan perlahan.
Saat Yuri sedang asik makan, Bi Asih tiba-tiba keluar dari arah dapur lalu menghampiri Yuri sambil memberikan susu hangat untuknya.
"Selamat pagi Non Yuri" Sambut Bi Asih.
"Iya selamat pagi Bi" Jawab Yuri sambil menganggukkan kepala.
"Bi yang lainnya udah pada berangkat kerja ya?" Sambung Yuri.
"Iya Non, Tuan dan Nyonya beserta non Kinan udah berangkat dari tadi pagi" Balas Bi Asih.
"Kalau Pak Bisma...Dia sudah bangun belum Bi?" Tanya Yuri sedikit ragu-ragu.
Bi Asih tersenyum mendengar pertanyaan Yuri "Belum Non, sepertinya dia masih tertidur".
"Oh begitu ya? Yasudah Bibi boleh kembali lagi ke dapur nanti sarapan buat Pak Bisma biar aku saja yang anterin ke kamar" Ujar Yuri pada Bi Asih yang langsung mengerti dengan ucapan Yuri kemudian dia kembali berjalan ke arah dapur.
Beberapa menit kemudian saat Yuri telah selesai menyelesaikan sarapan paginya, dengan perlahan dia berlanjut menyiapkan sarapan pagi untuk Bisma.
Setelah semuanya selesai Yuri kemudian berjalan ke atas menuju kamar tamu. Sesampainya di sana Yuri mulai mengetuk pintu kamar beberapa kali namun tak ada jawaban dari dalam.
"Apa dia masih tidur ya?! Kok ketukan pintunya gak di jawab?" Bisik Yuri yang kemudian mencoba kembali mengetuk pintu kamarnya sedikit lebih keras.
Karena Yuri merasa sedikit khawatir, perlahan Yuri membuka pintunya dan mencoba untuk masuk ke dalam kamar dengan perasaan yang sudah tidak karuan tak kala saat melihat tempat tidur yang sudah terlihat kosong dan sangat sunyi.
"Lah kok dia gak ada? Tadi kata Bi Asih dia kan belum keluar!" Pikir Yuri yang kemudian menyimpan makanan untuk Bisma di atas nakas.
Yuri kembali berjalan menyusuri area kamar namun masih tidak terlihat Bisma di manapun. Sampai akhirnya dengan perasaan ragu Yuri memberanikan diri berjalan ke arah kamar mandi yang juga terdengar sunyi dari kejauhan.
Yuri mengetuk pelan namun masih saja tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi, hingga akhirnya Yuri mencoba membuka pintu kamar mandi dengan perlahan, namun tiba-tiba saat Yuri mencoba membuka pintu kamar mandi yang sedari tadi sedikit menarik perhatiannya, mata Yuri langsung melotot tak kala melihat Bisma yang juga hendak akan membuka pintu kamar mandi dengan kondisi badan yang sudah setengah t*l*nj*ng.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Mohon maaf untuk semua teman-teman pembaca setia saat ini aku belum bisa update banyak di karenakan kondisi badan yang masih belum fit🥺🙏, minta doanya ya buat teman-teman pembaca semua agar aku selalu di berikan kesehatan sehingga bisa terus melanjutkan novelku ini dengan lebih baik☺.
Aku juga berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.