Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 32


__ADS_3

"Apa ?" Yuri terkejut dengan perkataan Bisma.


"Jangan kaget begitu , bagiku tidaklah susah untuk mencarinya" Jawab Bisma dengan dingin.


Yuri menundukkan kepalanya dan terdiam , pikirannya terasa penat sekali ketika teringat dengan Mahendra orang yang selama empat bulan ini mencampakannya entah kemana.


Namun bukannya Yuri merasa senang ketika mengetahui keberadaan Mahendra , Yuri justru berpikir apakah perlu untuk menemuinya ?.


Bisma melihat Yuri yang tertunduk diam , pikirannya menerka-nerka apa yang sedang Yuri pikirkan dan kenapa ekspresi wajahnya terlihat murung.


"Kamu kenapa ?" Bisma memberanikan diri untuk bertanya.


"Saya tidak kenapa-kenapa pak" Jawabnya singkat.


"Jika ada yang ingin kamu katakan , katakan saja padaku".


Yuri langsung memalingkan pandangannya pada Bisma"Tumben bapak bicara non formal padaku ?".


"Tidak bolehkah aku bicara seperti ini jika di luar jam kampus denganmu ?" Bisma balik bertanya dengan alis sedikit di naikan ke atas.


"Tidak pak bukan begitu , hanya saja... " Obrolan Yuri seketika terhenti.


"Hanya saja apa ?" Ucap Bisma.


"Saya cuman belum terbiasa saja pak" Jelas Yuri.


"Kalo begitu biasakan mulai sekarang !" Lanjut Bisma.


"Apakah benar-benar boleh pak ?" Sambung Yuri ragu.


"Boleh , selama itu hanya di luar kampus" Tegasnya.


Yuri menatap Bisma dengan sedikit memperhatikan raut wajahnya " Baiklah kalo begitu".


Senyum Bisma sedikit terpancar dari sudut bibirnya dengan sesekali melihat ke arah Yuri.


Perjalanan mereka terhenti sejenak saat Bisma memasuki area pom bensin untuk mengisi bensin mobilnya yang sudah hampir habis , saat Bisma hendak mengambil dompet yang d simpan di pinggir tempat duduknya , dia melihat Yuri yang sedang tertidur.


"Pantas saja sunyi , ternyata dia tidur rupanya" Bisik bisma.


Saat Bisma selesai mengisi bensin , dia kembali menyalakan mobil untuk segera mengantarkan Yuri ke rumahnya karena tidak tega melihatnya tidur terlalu lama di dalam mobil.


Bisma mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang karena takut membangunkan Yuri , hingga tak terasa tibalah mereka di depan rumah Yuri.


Bisma yang sudah memarkirkan mobilnya tidak langsung membangunkan Yuri , dia terus menatapnya dengan dalam dan sesekali mengusap ujung kepalanya dengan lembut.


Saat Bisma sedang fokus menatap Yuri tiba-tiba dia teringat perkataan Tomi padanya sesaat sebelum dia berangkat untuk pulang ke Bandung.


.


.

__ADS_1


.


Flashback


"Karena lo Suka sama Yuri !" Ucap Tomi dengan lantang.


"Lo ngomong apaan sih Tom ?" Bisma mulai bicara dengan tidak fokus.


"Lo gak usah bohong sama gw , gw udah tau kok apa yang lo rasain ke adik gw akhir-akhir ini". Ucap Tomi dengan sedikit mengintimidasi Bisma.


Bisma berbalik dan menatap Tomi " Jangan sok tau deh lo".


"Sok tau gimana maksud lo ?" Tanya Tomi.


"Gw gak punya perasaan apapun ke adik lo , keakraban gw sama dia itu cuman sebatas dosen dan siswanya aja" Jelas Bisma.


"Bibir bisa bohong Bis , tapi wajah sama hati lo ga bisa bohong" Tomi bicara dengan nada serius.


Bisma terdiam sejenak dan memikirkan perkataan yang baru saja Tomi utarakan.


"Gw tau lo udah lama Bis , gw bisa tau apa yang lo rasakan hanya dengan lihat ekspresi wajah lo , begitupun saat lo liat adik gw , wajah lo itu mengutarakan semuanya tanpa lo sendiri sadari Bisma !" Sambung Tomi panjang lebar.


"Hah...Terserah lo aja deh Tom" Bisma kembali mengalihkan pandangannya kemudian terduduk kembali.


"Gapapa kalo lo belum bisa jawab sekarang , gw gak maksa juga sih dengan apa yang lo rasain ke Yuri" Tomi kembali terduduk dan memegang ponselnya kembali.


"Yang jelas...Selama itu elo gw merasa nyaman dan lega aja" Sambung Tomi.


"Lo tau kan Yuri udah punya Pacar ? Dan Siapa Pacarnya ?" Kata Tomi.


"Iya Gw tau , terus apa hubungannya sama gw ?" Bisma terlihat bingung.


"Gw sama sekali gak menyetujui hubungan mereka , entah kenapa rasanya dia gak tulus aja sayang sama adik gw" Tomi sedikit tertunduk.


"Namun karena dia terlihat sangat bahagia , pada akhirnya dengan terpaksa gw sama bokap nyokap merestui hubungan mereka" Sambung Bisma dengan nada sedikit meninggi.


Bisma tertegun dengan penjelasan Tomi yang amat sangat menyayangi adiknya , sepintas terpikir di benak Bisma betapa beruntungnya Yuri memiliki keluarga seperti mereka , keluarga yang sangat menyayangi Yuri melebihi apapun , sebuah keluarga yang sama sekali tidak di miliki oleh Bisma.


"Terus lo mau apa dari gw ?" Bisma melanjutkan pembicaraannya.


"Gw cuman pengen lo jagain dia , lindungi dia , perhatikan dia selama gw tidak ada di sisinya" Jawab Tomi .


"Kenapa lo ngomong ini ke gw ?" Bisma kembali bertanya.


"karena gw percaya sama lo , gw percaya lo bisa lakukan yang terbaik buat adik gw" Kata Tomi dengan menghembuskan nafasnya.


.


.


Bisma terus memikirkan apa yang Tomi katakan padanya , tentang perasaannya , tentang hatinya , dan juga pikirannya.

__ADS_1


Entah kenapa Bisma selalu saja ragu dengan apa yang dia rasakan pada Yuri , sejujurnya dia sangat senang dengan kepercayaan yang telah Tomi berikan padanya untuk menjaga Yuri, hanya saja untuk saat ini Bisma seperti tidak ingin memikirkan hal lainnya karena tidak ingin merusak kedekatannya dengan Yuri.


Lama Bisma menunggu Yuri untuk bangun hingga tanpa sadar diapun tertidur di mobilnya dengan posisi kepala yang di tahan dengan tangan kanannya.


Yuri pun terbangun dan melihat Bisma yang telah tertidur lelap di hadapannya bahkan sesekali Yuri membenarkan rambut Bisma yang sedikit terurai ke depan menghalangi matanya yang indah.


Tatapan Yuri begitu dalam melihat Bisma , hingga tanpa sadar Bisma pun terbangun kemudian melihat ke arah Yuri yang juga menatapnya.


Pandangan mereka saling beradu memperhatikan diri masing-masing tanpa merubah posisi tidur mereka.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu ?" Tanya Bisma.


"Bapak juga kenapa melihatku ?" Tak kalah Yuri membalikan pertanyaan Bisma.


"Karena kamu cantik kalau sedang tertidur" Jelas Bisma.


Yuri masih melihat Bisma dan kembali mengeluarkan suaranya "Bapak juga sangat tampan ketika sedang tidur".


Pipi Bisma terasa panas dan mulai memerah , jantungnya sangat berdebar hingga dia memalingkan wajahnya ke luar jendela mobil.


" Cepat kamu turun" Ujar Bisma dengan ketus.


"Turun ? Emang ini udah sampai ya pak ?" Yuri celingak celinguk melihat sekitar.


"Dari tadi kita sudah sampai , kamu nya aja tidur pules banget kaya kebo" Celetuk Bisma.


"Apa ? Kebo ?!" Yuri menatap Bisma dengan muka sebal.


"Iya... di bangunin bukannya bangun malah makin pules" Bisma mencari alasan agar bisa sedikit lebih lama ngobrol dengan Yuri.


"Bapak pasti bohong ya ?" Ucap Yuri menyelidik.


"Untuk apa aku bohong ?" Bisma berbalik menatap Yuri.


"Aku bukan tipe orang yang susah bangun saat tidur ya pak , apalagi kalau di bangunkan" Jelas Yuri.


" Mau Pules tidur kaya gimana pun , kalau bapak bangunin aku , aku pasti akan bangun kecuali, kalau bapak emang gak niat buat bangunin aku" Sambung Yuri.


Perasaan Bisma sudah tidak karuan , Bisma yang biasanya tidak mau kalah dalam berbicara dengan Yuri saat ini hanya terdiam dengan pandangan terus di alihkan ke luar jendela.


Yuri yang memperhatikan tingkah laku Bisma yang tidak biasa hanya bisa tersenyum dan sedikit menggelengkan kepalanya.


"Aku turun sekarang ya pak ? Sebelumnya terimakasih udah traktir makan dan anterin aku pulang" Ucap Yuri sebelum turun dari mobil Bisma.


Bisma kembali menatap Yuri menerbitkan senyumnya dan menganggukkan kepalanya "Sama-sama".


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋

__ADS_1


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗


__ADS_2