
Udara pagi terasa dingin kala Yuri terbangun dari tidurnya. Lelah masih dirasakan oleh Yuri hingga perasaan malas untuk ke kampus pun terlintas di pikirannya.
"Hah apa aku ijin gak masuk aja ya hari ini? " Gumam Yuri yang masih berbaring di atas kasur dengan selimut yang masih menutupi seluruh badannya yang mungil.
Beberapa saat kemudian setelah Yuri sempat tertidur untuk beberapa saat, dia memutuskan untuk bangun dari tidurnya menuju ke luar kamar dengan muka kusutnya tanpa mencucinya terlebih dahulu karena perasaan malas yang terus saja melanda.
Pada saat Yuri keluar kamar, Yuri terus mengamati seisi rumah yang terlihat sepi tak seramai biasanya. Tak ada kegiatan Mama dan juga Papanya, tak ada juga suara televisi yang selalu di nyalakan Papanya walaupun memang sebenarnya tidak untuk di tonton, dan tak ada pula teriakan Mamanya yang pasti akan di dengarkan oleh Yuri ketika dirinya bangun telat.
"Ma... Pa... Kalian dimana? " Teriak Yuri dengan wajah yang masih kebingungan.
"Mereka kemana ya? Ini kan masih jam delapan masa iya jam segini mereka udah ke kios?! " Gumam Yuri sembari menggaruk kepalanya.
Yuri terus berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum. Namun, baru saja Yuri berjalan beberapa langkah dari kamarnya mata Yuri mendadak membulat karena betapa terkejutnya dia ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
" Bapak sejak kapan kau disini?!! " Teriak Yuri dengan spontan.
" Sejak satu jam yang lalu " Balas Bisma singkat sembari menoleh ke arah Yuri.
Dengan terburu buru Yuri langsung membalikan badannya untuk segera berlari kembali ke kamarnya karena merasa malu dengan penampilannya yang masih acak acakan.
"Mau kemana kau?" Tanya Bisma setengah berteriak.
Langkah Yuri terhenti sejenak " Aku... Aku mau ke kamar".
" Untuk apa? Kau mau tidur lagi? " Ucap Bisma yang kemudian berjalan mendekat ke arah Yuri.
Mendengar langkah Bisma yang semakin mendekat arah Yuri berdiri, dengan cepat Yuri berbalik sambil sedikit merapihkan rambutnya " Tidak Pak, aku hanya ingin ke kamar mandi".
"Kamar mandi kan ada di sana di dekat dapur, kenapa kau berlari ke arah kamarmu? " Ucap Bisma sambil menunjuk ke arah pintu kamar mandi.
Yuri mendadak tegang dan kikuk " Oh iya aku lupa ".
" Hah... Sudahlah sekarang mending kau sarapan dulu aku sudah siapkan sarapan untukmu" Bisma menarik tangan Yuri untuk segera duduk di kursi meja makan.
" Pak kenapa kau siapkan semua ini ? Mama sama Papa kemana? " Tanya Yuri penasaran.
Bisma duduk di samping Yuri kemudian mengambilkan nasi goreng untuk Yuri " Mereka pergi ".
__ADS_1
" Pergi kemana? " Ucap Yuri dengan mengernyitkan kedua alisnya.
" Mereka pergi ke rumah Kakakmu " Jawab Bisma singkat.
Yuri terhenyak kaget "Hah ke rumah Kakak? Sepagi ini? Ngapain?! ".
Bisma menghentikan suapan kedua nasi gorengnya " Hah... Dasar anak ini, ya untuk apalagi kalau bukan untuk memberitahukan tentang pernikahan kita".
Mendengar kata pernikahan yang masih sedikit asing di telinganya Yuri langsung terbatuk batuk karena kaget bukan main "Uhuk uhuk.... ".
" Kau tak apa-apa? Ini minum dulu" Dengan pelan Bisma menepuk pundak Yuri.
"Iya aku tidak apa-apa , terimakasih Pak" Jawab Yuri sambil terus meminum air.
Bisma kembali duduk lalu menatap ke arah Yuri " Kenapa? Kau kaget ya? ".
" Eum sedikit Pak, aku hampir lupa kalau kita akan segera menikah" Jawab Yuri polos.
" Yasudah sekarang kau lanjutkan lagi sarapannya , sesudah ini kita siap-siap pergi ke kampus" Lanjut Bisma.
Yuri memegang tangan Bisma lalu menyenderkan kepalanya dengan manja " Pak boleh tidak kalau hari ini aku izin tidak ke kampus, aku malas berangkat ke kampus hari ini".
"Tidak apa-apa kan Pak? Hari ini saja kok" Sahut Yuri.
Bisma menghela nafas "Yasudah gapapa, kalau begitu hari ini mau aku temani tidak?".
Yuri berfikir sejenak " Bapak kan sekarang ada jadwal mengajar, sayang kalau tidak ke kampus nanti siswa bapak bisa gelisah loh hehe".
" Benar juga... Kasian sekali siswa ku kalau sampai aku tidak hadir, apalagi siswi perempuan di kelasku semuanya cantik sayang kalau aku aku lewatkan " Ucap Bisma menggoda Yuri
Mendengar celotehan Bisma sontak membuat Yuri kesal tak karuan hingga reflek membuat tangannya mencubit pinggang Bisma sampai kesakitan.
"Aduh" Teriak Bisma kesakitan.
"Awas saja ya kalau kau sampai berani macam-macam sama cewe lain di belakangku, tak akan aku kasih jatah nanti" Tegas Yuri dengan wajah cemberutnya.
Bisma terkekeh melihat raut wajah kesal Yuri "Hayo loh kita belum nikah udah ngomongin masalah jatah segala, kau sudah tidak kuat ya? ".
__ADS_1
" Ih apaan coba , bukannya Bapak ya yang ngebet pengen cepat nikah? " Yuri membela diri.
"Iya aku akui aku yang ingin cepat menikahimu , kau tahu kan alasannya apa?" Jawab Bisma sedikit menantang.
Yuri yang kesal mendadak terdiam dan memandang wajah Bisma " Apa alasannya ? ".
Bisma mendekatkan wajahnya ke wajah Yuri yang perlahan mulai memerah " Karena aku sangat mencintaimu".
"Aku juga mencintaimu Pak Bisma" Balas Yuri dengan suara lirih
Bisma tersenyum lebar " Benarkah? ".
" Ya iyalah , kalau aku tidak mencintaimu bagaimana bisa menerima lamaran mu" Ujar Yuri yang langsung memalingkan wajahnya ke arah lain karena malu.
" Iya iya aku percaya padamu" Sambung Bisma.
" Oh iya Pak kalau aku boleh tau kenapa pagi-pagi begini bapak sudah ada disini? " Tanya Yuri penasaran.
"Oh itu.... Tadi pagi sebelum kedua Orangtuamu berangkat mereka menghubungiku terlebih dahulu untuk menitipkan mu padaku soalnya pada saat mereka mau berangkat kau masih tertidur dan mereka tak tega untuk membangunkan mu karena katanya kau terlihat sangat kelelahan setelah fitting baju kemarin" Jelas Bisma.
Yuri menganggukkan kepalanya tanda mengerti "Oh begitu, terus yang bikin sarapan ini juga bapak? ".
" Iya... Karena katanya Mamah mu tidak sempat untuk menyiapkan sarapan pagi, jadi aku siapkan semua ini untukmu" Ucap Bisma.
" Wih hebat memang gak salah aku memilih calon suami, selain tampan rupawan ternyata Bapak ini jago masak juga ya?! " Puji Yuri pada Bisma.
Bisma tersenyum lembut "Biasa saja , ini hal yang sudah biasa aku lakukan di rumah tidak ada yang spesial".
" Hehe tapi tetap saja Bapak ini hebat loh"
" Sudah jangan terus memujiku, sana kau cepat mandi badanmu bau asem tuh" Ledek Bisma.
" Hehe aku males mandi Pak , hari ini aku mau full bermalas malasan saja di rumah" Ceplos Yuri dengan polosnya.
Bisma menggelengkan kepalanya "Hah calon istriku ini memang keras kepala, yasudah terserah kau saja kalau begitu aku berangkat ke kampus dulu ya?! ".
" Iya Pak, hati-hati di jalan ya?! "
__ADS_1
"Iya kau juga hati-hati di rumah ya, kalau ada apa-apa hubungi aku" Lanjut Bisma.
Yuri memberikan hormat kemudian melambaikan tangannya pada Bisma "Siap Pak Bisma".