
"Apa ?? Benarkah ini harganya ?!!" Teriak Yuri yang membuat seisi toko terkejut dan beralih menatap Yuri.
"Bisakah kamu pelankan sedikit suaramu ?!" Helena terkejut dan melihat keadaan sekitar yang sedikit sunyi karena teriakan Yuri.
Yuri langsung menutup mulutnya dan segera pergi keluar toko karena malu menjadi pusat perhatian orang lain.
Helena yang melihat tingkah lucu Yuri tersenyum dan menggelengkan kepalanya kemudian kembali ke tempat kasir.
Selesai menyelesaikan pembayarannya Helena langsung keluar dan melihat Yuri tengah terduduk di kursi dekat Toko perhiasan yang baru saja di masuki oleh mereka berdua.
"Kamu tidak apa-apa kan ?" Tanya Helena sambil menatap wajah Yuri.
"Saya tidak apa-apa kak" Jawab Yuri.
"Masih kuat buat jalan kan ?" Sambung Helena.
Yuri menatap wajah Helena dan menghembuskan nafasnya "Memang sekarang kita mau kemana lagi kak ?".
" Gimana kalo kita makan aja , kamu udah lapar kan ?" Kembali Helena menatap Yuri.
"Boleh kak" Jawab Yuri singkat.
Tak lama kemudian mereka pun tiba di sebuah restoran mewah dengan konsep restoran bergaya eropa , saat tiba di meja dengan posisi dekat jendela datanglah seorang pelayan dengan ramah mengantarkan menu.
Saat Yuri melihat menu makanan yang akan dia pesan , Yuri melotot karena terkejut melihat harga yang begitu fantastis hanya untuk sebuah makanan.
Gila... Apa-apaan harga di menu ini ? Apakah ini yang di namakan makanan Sultan ?!. Gumam Yuri dalam hati.
"Kamu mau pesan apa ?" Tanya Helena yang sudah memesan makanan.
"Saya...Cuman mau pesan minum aja kak" Jawab Yuri gugup.
"Kenapa cuman minuman aja ? Kamu gak suka sama menu makanan yang ada disini ?" Ucap Helena.
"Tidak kak bukan begitu , perut saya masih kenyang" Jelas Yuri Singkat.
"Yakin nih ?" Helena mengerutkan alisnya.
"Iya kak" Jawab Yuri singkat.
"Yasudah kamu mau pesan minum apa ?"
Yuri kembali melihat-lihat menu minuman yang masih membuat Yuri menggelengkan kepalanya.
Astaga minuman macan apa ini ? Harga minumannya pun sama dengan uang jajan aku selama tiga hari . Pikir Yuri.
"Yuri ?!!" Teriak Helena yang melihat Yuri bingung.
__ADS_1
"Iya kak" Jawab Yuri.
"Kenapa melamun terus ?" Helena di buat bingung oleh Yuri.
"Itu... Saya.... " Yuri kikuk menjawab pertanyaan Helena.
"Hah...Sudahlah aku pesankan minuman yang sama kaya pesanan aku aja ya ?" Lanjut Helena.
Yuri hanya menjawab dengan anggukan singkat kemudian tertunduk dan tak banyak bicara. Dia masih merasa aneh dan heran dengan wanita yang ada di hadapannya ini, wanita yang dia tau adalah pacar Bisma.
Helena kembali menatap Yuri yang hanya diam tertunduk bak itik yang kehilangan induknya.
"Apakah kamu masih merasa risih dengan kebersamaan kita ?" Helena menghembuskan nafasnya sambil menatap Yuri.
"Lebih tepatnya bukan risih , cuman merasa belum terbiasa aja karena mungkin kita baru saling kenal kak" Jelas Yuri.
"Kata siapa kita baru saling kenal ? Aku udah tau kamu lumayan kama loh" Sambung Helena.
"Sudah lama kenal ? Emang kaka kenal aku dimana ?" Yuri mengerutkan alisnya karena heran.
"Di kampus lah , kita kan udah beberapa kali ketemu" Sambung Helena.
Yuri menatap wajah Helena karena merasa tidak asing dengan tatapannya yang tajam itu .
Tatapannya seperti tidak asing bagiku , tapi tatapan siapa ya ?! . Yuri berfikir keras dan kemudian mencoba mengalihkan pandangannya ke sembarang tempat.
"Yuri jangan gugup gitu dong , anggap aja kita udah lama kenal" Helena mencoba menenangkan Yuri.
"Iya kak" Jawab Yuri singkat.
"Besok saya kuliah kak , kenapa emang kak ?" Kata Yuri penasaran.
"Ck..Apakah kuliahmu setiap hari ? Besok kan hari sabtu" Jelas Helena.
"Iya kak kuliahku jadwalnya memang setiap hari" Sambung Yuri.
"Bisakah kalau besok kamu bolos lagi ?!" Goda Helena dengan sedikit senyuman.
"Maaf kak , sepertinya besok saya tidak bisa soalnya akhir-akhir ini lagi ada pemadatan materi kak buat ujian" Yuri menjawab tegas.
"Oh gitu ya , yasudah deh tapi besok pulang aku jemput ya boleh kan ?" Tanya Helena.
Yuri mulai kesal dengan Helena yang sedikit terlalu memaksanya dan membuatnya selalu tidak nyaman.
"Gimana besok aja ya kak" Lanjut Yuri
.
__ADS_1
.
.
Sementara itu di kampus , Bisma terlihat gelisah karena merasakan sesuatu yang tidak enak tentang Yuri.
Bisma mulai bertanya kepada Hani dan Intan perihal keberadaan Yuri , karena tidak biasanya dia membolos kuliah kalau bukan karena keadaan yang benar-benar emergency.
"Hani..Kalau boleh tau apa kalian tau Yuri kemana hari ini ?" Tanya Bisma.
"Maaf pak , saya juga tidak tahu soalnya Yuri gak menghubungi saya juga pak" Jawab Hani.
"Iya pak kami sama sekali gak tau Yuri kemana , karena chat kita aja belum ada yang di baca sama dia" Lanjut Intan
Anak ini pergi kemana ya ? Kok tumben gak ngasih kabar. Pikir Bisma.
"Yasudah kalau memang kalian gak tau , saya pergi duluan ya !" Ucap Bisma sambil melangkah pergi meninggalkan Hani dan Intan
***
Hari pun sudah beranjak petang , Helena mengantarkan Yuri pulang ke rumahnya dengan mengendarai mobil berkecepatan sedang.
Di dalam mobil suasana sedikit mencair , karena kecanggungan antara mereka sudah sedikit terkikis sehingga auranya pun berubah lebih nyaman dan sesekali senyuman muncul di antara mereka berdua.
Yuri akhirnya sampai di depan rumahnya dan mulai turun dari mobil Helena.
"Kak terimakasih udah nganterin saya pulang ya" Ucap Yuri.
"Iya sama-sama , lain kali kita main lagi ya ?!" Sambung Helena.
"Insyaallah kak" Jawab Yuri ramah.
"Yasudah kalau gitu aku pulang dulu ya ?! Permisi" Helena. langsung tancap gas meninggalkan Yuri yang masih dengan. banyak tanda tanya.
"Iya kak hati-hati di jalan" Balas Yuri ramah sambil melambaikan tangannya.
Dasar wanita aneh !. Pikir Yuri aneh.
Sesampainya di rumah, seperti biasa dia pergi ke kamar untuk istirahat dan membasuh mukanya dengan air dingin.
Saat Yuri hendak berjalan ke luar kamar karena ingin menonton TV , mendadak ponselnya berbunyi dengan nama yang tertera di panggilan masuk dari Bisma.
Yuri merasa ragu untuk menjawab panggilan masuk tersebut , bukan karena takut melainkan karena perasaannya yang selalu tak karuan dan membuat jantungnya selalu berdegup kencang.
Melihat beberapa panggilan yang terus saja masuk dari Bisma , Yuri mulai menenangkan dirinya dan mencoba untuk menjawab panggilan masuk dari Bisma.
\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote ,
__ADS_1
komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.