
Setelah melalui jalan yang panjang akhirnya Yuri dan Bisma sampai di Jakarta pada waktu tengah malam. Setelah berjalan sebentar keluar dari stasiun kereta api Bisma bergegas untuk memesan taksi online, kemudian setelahnya dia menghampiri Yuri yang terlihat masih mengantuk dan kelelahan dikarenakan faktor waktu perjalanan malam hari.
"Kau masih mengantuk ya?!" Tanya Bisma sambil mengusap pipi Yuri.
Yuri menatap ke arah Bisma dengan muka bantalnya "Iya...Apakah taksinya masih lama?".
"Tidak...Mungkin sebentar lagi juga dia sampai, tapi kalau kau masih mengantuk kau bisa tidur saja di pundak ku" Balas Bisma sambil menepuk-nepuk pundaknya.
"Tidak usah nanti pundak mu bisa pegal!" Ucap Yuri sambil menggelengkan kepalanya.
Bisma menatap ke arah Yuri sambil tersenyum, lalu mengangkat tangannya untuk menyandarkan kepala Yuri pada pundaknya "Tidak usah khawatir, aku tidak akan apa-apa kok".
"Terimakasih" Jawab Yuri tersenyum sambil menatap Bisma dari jarak yang lumayan dekat.
Setelah hampir 15 menit mereka berdua menunggu, taksi pesanan Bisma akhirnya sampai dan langsung membawa mereka berdua untuk pulang ke rumah masing-masing. Akan tetapi di sepanjang perjalanan Bisma terus menatap Yuri yang tengah tertidur lelap dengan masih menyandarkan kepalanya pada pundak Bisma karena merasa tak tega melihatnya yang sudah sangat kelelahan bahkan sulit sekali untuk di bangunkan sedangkan perjalan dari stasiun ke rumahnya lumayan cukup jauh ketimbang rumah Bisma. Dia berpikir sejenak lalu mulai bertanya pada supir taksinya untuk merubah arah tujuan pulangnya menjadi ke arah rumah Bisma.
.
.
Setelah mengalami malam yang cukup melelahkan mata Yuri akhirnya perlahan terbangun karena merasakan hangatnya sinar mentari yang masuk untuk menyinarinya dari balik sela-sela jendela. Saat di rasa tidurnya cukup Yuri mulai beranjak dari tidurnya sambil menggeliat dan menatap ke arah sekitar karena merasakan ada sesuatu yang asing di benaknya.
"Hah...Kenapa kamarku ini berbeda sekali dari yang sebelumnya saat aku akan pergi ke Surabaya ya? Apa Mama sengaja mengganti seprai nya?" Ucap Yuri sambil menggosok kedua matanya.
Namun tak lama setelah dia menggosok matanya, mendadak matanya terbelalak dan langsung menatap ke sekeliling kamar kemudian segera turun dari tempat tidur lalu berlari ke arah ruang tengah yang seketika itu juga langsung menghentikan langkahnya tak kala matanya di kejutkan saat melihat Bisma yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
Bisma yang mendengar kegaduhan karena ulah Yuri langsung berbalik melihat Yuri kemudian tersenyum menyapanya "Hai...Selamat pagi".
"Ah...Iya selamat pagi" Balas Yuri dengan wajah kikuknya sambil berjalan perlahan ke arah Bisma.
"Bagaimana tidurmu nyenyak?" Tanya Bisma yang masih fokus membuat roti panggang.
"Iya tidurku nyenyak sekali, bagaimana denganmu?!" Yuri berbalik bertanya pada Bisma.
Bisma berbalik ke arah Yuri lalu perlahan mendekat ke arah Yuri "Tidurku juga nyenyak, hanya saja...".
"Hanya saja apa?" Wajah Yuri berubah penasaran.
"Leher dan pundak ku sedikit terasa pegal" Sambung Bisma sambil memegang bagian lehernya.
"Kenapa bisa pegal? Apa karena gara-gara kemarin kita pulang menggunakan kereta?" Seketika Yuri menjadi khawatir dan merasa bersalah.
Bisma menggelengkan kepalanya lalu mencubit kedua pipi Yuri "Tidak bukan karena itu, aku justru enjoy bisa merasakan naik kereta api untuk pertama kalinya bersamamu".
"Terus karena apa dong?" Yuri masih ingin mengetahui alasan sebenarnya.
"Sudah tidak usah di pikirkan lagi, lagian pegal ku ini tidak terasa parah kok sebentar lagi pasti akan sembuh" Seru Bisma sambil mengusap ujung kepala Yuri dengan penuh kasih sayang.
Yuri menganggukkan kepalanya sambil menatap ke arah Bisma dengan wajah yang sedikit terlihat murung karena merasa tidak enak dengan Bisma.
__ADS_1
"Sudah...Jangan cemberut gitu dong, sekarang lebih baik kau duduk saja di sofa sana soalnya sebentar lagi sarapan kita akan segera siap" Lanjut Bisma sambil menunjuk sofa agar Yuri bisa segera duduk di sana.
Tak lama Yuri menunggu akhirnya sarapan pun sudah selesai di buat oleh Bisma dan merekapun akhirnya sarapan bersama dengan suasana pagi yang sangat cerah di selingi obrolan dan tawa ringan di antara mereka berdua.
Pada siang harinya Bisma mulai bersiap memanaskan mobilnya dan memasukan barang bawaan Yuri satu persatu ke dalam mobil sambil menunggu Yuri selesai mengganti pakaiannya.
Sesaat kemudian di rasa Yuri sudah selesai dengan kegiatan yang biasa perempuan lakukan, mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil untuk kembali menikmati perjalanan pulang ke rumah Orang Tua Yuri.
Dalam perjalanan pulang sesekali Yuri melihat ke arah Bisma dengan wajah kagumnya karena dari awal mereka berdua memutuskan untuk bersama menjalin sebuah hubungan, Bisma selalu saja memperlakukannya bak putri dan selalu saja memperhatikannya ketimbang dirinya sendiri.
Kenapa aku baru kenal denganmu saat ini ya? Aku menjadi sedikit bersalah karena sempat membencinya di awal kita kenal. Gumam Yuri yang tak henti menatap Bisma.
Merasa dari tadi terus saja di perhatikan, Bisma yang tengah menyetir mobilnya sesekali melihat ke arah Yuri dengan senyum yang terus terukir di bibir tipisnya "Ada apa dari tadi melihatku? Apa di wajahku ada yang aneh?".
"Iya...Sangat aneh malah" Ujar Yuri.
"Benarkah? Aneh sebelah mananya?" Bisma mencoba sesekali melihat ke arah kaca spion depan mobilnya.
Yuri tersenyum dan menepuk lengan Bisma "Haha bukan aneh itu maksudku".
"Terus apa?" Bisma mulai kebingungan.
"Aku merasa sangat aneh kenapa lelaki sesempurna dirimu bisa menyukaiku?!" Ucap Yuri kembali melihat Bisma dengan lekat.
Mendengar perkataan yang baru saja terlontar dari mulut Yuri, sontak membuat Bisma sekilas melihat Yuri kemudian memegang tangannya dengan erat "Aku bukanlah lelaki sempurna aku juga masih punya banyak sekali kekurangan dalam diriku, justru aku merasa kesempurnaan itu ada dalam diriku saat bersamamu!.
"Dih dasar tukang gombal!" Tegas Yuri.
"Ck...Jangan cemberut gitu dong, aku kan cuman bercanda" Goda Yuri pada Bisma.
"Iya..Iya" Jawab Bisma singkat.
"Oh iya, kemarin kenapa kita pulang ke rumahmu?" Tanya Yuri.
"Semalam sebenarnya aku ingin mengantarmu pulang, hanya saja karena melihat kondisimu sudah sangat kelelahan bahkan sangat susah untuk di bangunkan, aku menjadi tidak tega dan langsung merubah tujuan pulang ke rumahku karena memang posisinya lebih dekat dari stasiun" Jelas Bisma.
"Apa kedua Orangtuaku tahu kalau semalam aku tidur di rumahmu?!" Sahut Yuri
Bisma menganggukkan kepalanya "Tentu saja, semalam setelah sampai di rumah aku langsung menelepon Mama mu dan memberitahukan alasannya".
"Oh begitu ya...Hah aku jadi merepotkan mu lagi pastinya!" Keluh Yuri sambil memegang erat tangan Bisma.
"Tidak apa-apa, memperhatikanmu sudah menjadi suatu kewajiban ku sekarang" Balas Bisma.
"Kenapa?" Tanya Yuri.
Bisma melihat ke arah Yuri "Karena kau adalah perempuan yang sangat aku cintai".
Mendengar jawaban dari Bisma barusan sontak membuat jantung Yuri kembali merasakan debaran yang sangat kencang di iringi dengan senyuman yang terukir indah di bibir Yuri.
__ADS_1
Setelah hampir satu jam di perjalanan mereka berdua akhirnya sampai di depan rumah Yuri dan langsung di sambut oleh kedua Orangtuanya yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
"Ah Mama, Papa Yuri kangen!" Yuri turun dari mobil dan langsung berlari memeluk kedua Orangtuanya.
"Iya sayang Mama sama Papa juga kangen sama kamu" Ucap Mama Yuri sambil memeluk erat anak kesayangannya itu.
Papa Yuri berjalan ke arah Bisma untuk menyapanya "Nak Bisma apa kabar?!".
"Kabar saya baik Om, kabar Om dan Tante bagaimana?!" Tanya Bisma.
"Kami berdua baik-baik saja, yasudah sekarang ayo kita semua masuk ke dalam" Sambung Mama Yuri.
"Iya Tante terimakasih" Jawab Bisma sambil membawakan koper Yuri ke dalam rumah.
Di dalam rumah Yuri terasa sekali suasana hangat dan nyaman yang amat sangat di rindukan oleh Bisma ketika berada di tengah-tengah keluarga Yuri, canda dan juga tawa ringan terus terlontar di antara mereka semua hingga tak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul sembilan malam.
"Om, Tante saya pamit mau pulang dulu" Kata Bisma sambil mencium tangan kedua Orangtuanya Yuri.
"Loh nak Bisma kenapa cepat-cepat pulang?!" Tanya Mama Yuri.
"Saya harus cepat pulang Tante karena besok kebetulan saya sudah mulai kembali bekerja" Jawab Bisma.
"Oh iya ya, besok kamu juga sudah kembali masuk kuliah kan Yuri?!" Ujar Papa Yuri sambil mengusap lembut kepala anaknya.
"Iya Pa, Mah kalau begitu Yuri antar dulu Pak Bisma sampai depan ya?!" Sahut Yuri pada kedua Orangtuanya.
"Yasudah...Kalau begitu Nak Bisma hati-hati di jalan" Sambung kedua Orangtuanya Yuri.
Yuri dan Bisma meninggalkan ruang keluarga kemudian berjalan ke arah pintu keluar. Sesampainya di depan pintu mobil Bisma kembali berbalik menatap Yuri sebelum dirinya benar-benar pulang dari rumah Yuri.
"Sudah..Cukup sampai di sini saja kau mengantarkan ku, sekarang lebih baik kau masuk ke dalam ini sudah malam" Tegas Bisma.
"Aku akan masuk begitu kau pergi" Jawab Bisma.
Bisma tersenyum dan memegang tangan Yuri "Yasudah kalau begitu aku pulang sekarang ya, kamu jangan lupa langsung istirahat oke?!".
" Siap Pak laksanakan, kau juga jangan lupa setelah pulang nanti langsung istirahat ya?!" Sahut Yuri pada Bisma.
"Iya...Selamat malam, sampai ketemu besok di kampus" Ucap Bisma yang kemudian masuk ke dalam mobilnya.
"Iya selamat malam" Balas Yuri.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
__ADS_1
Aku berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you👋