
Keesokan paginya Yuri terbangun dan melihat jam sudah menunjukan pukul setengah delapan pagi, dia segera bangun dan langsung mencuci muka. Setelah beres mencuci muka Yuri bergabung untuk sarapan.
Di tengah tengah sarapan Mamah Yuri membuka obrolan.
"Nak kamu ga ke kampus ?" Tanya Mamah Yuri.
"Engga Mah aku izin dulu ga masuk hari ini" Sambung Yuri.
"Masih ga enak badan nak ?, mau di periksa ke dokter ?!" Tambah Papah Yuri.
"Ga usah Pah, Yuri cuman kecapean aja nanti di istirahatkan juga sembuh Pah" Ucap Yuri.
"Yasudah kalo gitu kamu istirahat aja hari ini , biar Tomi yang izinin kamu ke nak Bisma" Lanjut Mamah Yuri.
"Iya nanti Tomi hubungi Bisma Mah" Tomi mulai membuka suara nya.
"Makasih ya kak" Yuri menyenggol tangan Tomi sambil tersenyum.
"Iya sama-sama dek" Jawab Tomi singkat.
Saat mereka selesai sarapan , orangtuanya Yuri langsung bersiap untuk bergegas pergi ke toko , tak lupa Yuri membereskan semua piring bekas sarapan kemudian menyalami orangtuanya dan kembali ke kamar meninggalkan Tomi yang mencoba menghubungi Bisma.
Yuri pun hanya melihat Tomi dan segera masuk ke kamar untuk merebahkan dirinya di kasur dan tak lama kembali tertidur.
Di sebrang sana tepatnya di kediaman Bisma, ketika akan berangkat ke kampus dia di kejutkan oleh bunyi panggilan masuk dari ponselnya dan tertera nama Tomi.
*A*da apa sepagi ini dia telepon ?!. Pikirnya.
Tak lama Bisma pun menjawab panggilan dari Tomi.
"Ya halo Tom ?!" Bisma mengangkat teleponnya.
"Hay..Bro gw ganggu ga ?" Ceplos Tomi dari sebrang.
"Iya lo ganggu banget gw mau berangkat ke kampus nih !!" Jawab Bisma sedikit kesal.
"*H*aha sorry bro.. Gw cuma mau bilang adik gw ga bisa hadir ke kampus hari ini !" Ucap Tomi.
"Yuri kenapa ?!" Celetuk Bisma dengan perasaan khawatir.
"Dia lagi gak enak badan" Jelas Tomi.
"Gimana sekarang keadaannya Tom ?" Tanya Bisma resah.
"*U*dah agak mendingan sih , cuman dari kemarin dia tiduran aja".
__ADS_1
"Apakah sakitnya parah ?" Suara Bisma mulai terdengar sendu.
"Engga ko Bis , santai aja adik gw orangnya kuat hehe"
"..... " Bisma terdiam tidak menjawab ucapan Tomi.
"*H*ey bro kau masih di sana ?" Tanya Tomi.
"I...Iya gw masih disini" Bisma segera tersadar dari lamunannya.
"*O*h yasudah gitu aja ya bis , gw tutup teleponnya ya btw thanks sebelumnya".
"Iya your welcome bro" Jawab Bisma singkat.
Bisma hanya terdiam tak bisa mengucapkan sepatah katapun dan langsung terduduk di kursi sambil sedikit mengacak rambut rapihnya.
*A*pa yang sudah aku lakukan ? Bodoh sekali kau ini Bisma !. Gumam Bisma.
Selesai menelpon Bisma, Tomi terdiam sejenak dan mulai berpikir apa yang sebenarnya terjadi antara Bisma dan adiknya.Tomi pun merasa aneh dengan luka yang ada di tangan Yuri.
Pukul sebelas siang Yuri baru terbangun dari tidurnya , dia tidak langsung bangkit dari kasur dan memilih untuk tetap tertidur dengan posisi masih memeluk boneka Teddy Bear kesayangannya.
Terkadang saat Yuri sedang sendiri terlintas di pikirannya tentang bagaimana kabar mahendra atau sedang apa dia sekarang , walaupun dia terluka akan ketidak pastian dari Mahendra dia pun tidak bisa membohongi dirinya sendiri tentang rasa sayang yang masih terselip relung hatinya yang paling dalam. Tanpa terasa air matanya mulai menyembul keluar dari sudut mata nya merasa dirinya terasingkan oleh orang yang sangat dicintainya.
Yuri pun segera bangkit dari tidurnya kemudian bergegas untuk pergi mencuci muka. Saat Yuri baru keluar dari kamarnya , sepintas telinganya mendengar suara yang sudah tidak asing baginya.
Yuri mulai melihat ke sana kemari namun tidak melihat sosok seorangpun berada di rumah.
Yuri kemudian tidak menghiraukannya dan segera pergi ke kamar mandi , namun belum yuri masuk ke kamar mandi dari arah ruang tamu Yuri mendengar seseorang memanggilnya.
"Dek... Kamu baru bangun ?!" Ucap Tomi dari kejauhan.
Saat Yuri mulai membalikan badannya , dia tercengang karena ternyata suara yang tak asing terdengar di telinganya selain suara Tomi ternyata adalah suara Bisma.
Mendadak tangan Yuri sedikit bergetar tak kala melihat Bisma yang sedang menatapnya , dia tak tau apa yang harus dia lakukan , apakah harus menyapanya atau bahkan menyambutnya ?, karena yang jelas untuk saat ini Yuri merasa tidak ingin bertemu dengan bisma.
Tomi melangkah kemudian menepuk pipi Yuri , Yuri tersadar dan segera ingin melangkah kembali ke kamarnya , namun saat Tomi melihat Yuri akan melangkah pergi dengan segera Tomi memegang tangan Yuri.
"Dek kamu mau kemana ?!" Tanya Tomi yang aneh melihat wajah Yuri yang mendadak pucat.
"Aku mau kembali ke kamar ka" Jawab Yuri terburu buru sambil melihat Bisma.
"Kenapa ? kamu sakit lagi ?" Ucap Tomi.
Saat terdengar percakapan "sakit lagi" Bisma langsung bangkit dari duduknya untuk menghampiri Tomi dan Yuri.
__ADS_1
Ketika Yuri melihat Bisma yang menghampirinya, keringat dingin Yuri seketika muncul dari kening dan tangannya.
Bisma yang melihat itu sudah mengerti dan menghentikan langkahnya lalu memandang Yuri dan Tomi .
"Apakah sakitnya kambuh lagi Tom ?" Tanya Bisma mengalihkan pandangannya dari Yuri.
"Gak tau nih adik ku ini tiba-tiba jadi begini , padahal kemarin ga kaya gini kok" Jelas Tomi.
"Mau di panggilkan dokter ?" Sahut Bisma menawarkan untuk memanggil dokter.
"Ti...Tidak usah , aku gapapa kok kak, cuman sedikit pusing aja" Yuri memotong obrolan Bisma.
Sejurus kemudian Bisma langsung menatap Yuri dan tatapannya terfokuskan ke tangan Yuri yang sedikit terlihat karena Yuri memakai baju lengan pendek. Bisma sangat terkejut saat melihat pergelangan tangan Yuri memar dengan warna yang sudah menghitam keunguan.
Tomi pun memperhatikan gerak gerik Bisma dan Yuri kemudian mencoba mencari cara untuk meninggalkan mereka berdua agar mereka berdua bisa ngobrol lebih dekat , bukan apa apa karena Tomi yakin ada hal yang baru saja terjadi antara mereka berdua dan harus segera mereka selesaikan.
"Dek kamu masih bisa jalan kan ?" Tanya Tomi mengalihkan pembicaraan.
"Kaki aku mendadak lemas ka...Bisa anterin aku ke kamar gak kak ?!" Jawab Yuri sambil melihat Tomi dengan wajah yang mulai pucat.
"Dek muka kamu pucat sekali , kaka beliin obat ya ?!" Ucap Tomi sambil mengusap kepala Yuri.
"Ga usah kak , Yuri tiduran aja nanti juga aku enakan kak" Cegah Turi karena tidak ingin di tinggalkan oleh Tomi.
Bisma pun mulai mengeluarkan suaranya " Tom lo disini aja temenin Yuri , biar gw yang beli obat".
"Jangan Bis , lo kan belum tau daerah sini nanti kalo lo nyasar gimana ?" Cegah Tomi.
"Gampang Tom kan ada google map lo tinggal kasih tau aja dimana apoteknya" Lanjut Bisma.
"Udah..Lo disini aja temenin adik gw berabe urusannya kalo lo nyasar , yang ada nanti Yuri malah kelamaan nungguin obat dari lo" Jelas Tomi.
Bisma pun berpikir apa yang di katakan oleh Tomi ada benarnya , sebaiknya dia disini bersama Yuri menunggu Tomi untuk membeli obat.
Namun tidak dengan Yuri , dia justru merasa akan tidak nyaman jika harus ada Bisma di sisinya , selain masih ada rasa takut yuri memang tidak ingin bertemu dengan Bisma untuk sementara waktu.
"Yasudah kalo gitu kamu disini di temani Bisma dulu ya , kaka pergi ke apotek dulu" Seru Tomi yang langsung melengos pergi tanpa mendapat persetujuan dari Yuri.
"Bis...nitip adik gw ya?!" Lanjut Tomi.
"Oke...Ga usah khawatir lo hati-hati di jalan ya" Ucap Bisma.
Bisma dan Yuri saling tatap namun tidak memulai obrolan , karena merasa tidak enak Yuri pun berinisiatif untuk pergi ke kamarnya , namun saat Yuri akan melangkahkan kaki nya yang masih lemas yuri terhuyung dan mulai kehilangan keseimbangan , dengan gerakan cepat Bisma langsung menangkap Yuri dari belakang dengan posisi Bisma sedikit menekuk kaki nya untuk menahan Yuri agar tidak terjatuh.
\=\=\=> hay teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku... jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗