
Dari hari ke hari hubungan Bisma dan Yuri berjalan dengan baik-baik saja tanpa ada hambatan apapun, walaupun pada dasarnya tetap menyembunyikan hubungan mereka berdua pada semua orang termasuk pada beberapa sahabatnya kecuali Hani.
Hubungan mereka yang semakin mendekat sontak saja membuat Ayah Bisma yang mengetahui nya sedikit merasa tidak nyaman karena menganggap Yuri bukanlah seorang wanita yang benar-benar tulus mencintai Bisma. Dalam beberapa kali Ayah Bisma selalu menyuruh asisten pribadinya untuk mengikuti setiap aktifitas Yuri dan juga Bisma karena ingin mengetahui sejauh mana kedekatan antara mereka berdua.
"Bagaimana hubungan mereka saat ini?!" Tanya Ayah Bisma pada sang asisten.
Asisten pribadinya membungkuk tanda hormat lalu mulai memberikan informasi yang ingin majikan nya ketahui "Hubungan mereka terlihat baik-baik saja Tuan, bahkan saya perhatikan akhir-akhir ini mereka berdua selalu menghabiskan waktu untuk bersama".
"Hem...Tetap perhatikan mereka berdua dan jangan sampai terlewatkan suatu apa pun!" Tegas Ayah Bisma.
"Baik Tuan" Jawab asisten pribadi nya sambil menganggukkan kepala nya.
Saat sampai di kampus seperti biasa Yuri dan Bisma berjalan dengan kesibukan nya masing-masing layaknya seorang dosen dan juga murid untuk mengelabui status hubungan mereka agar tidak di ketahui oleh orang-orang di sekitar kampus.
Terkadang Yuri merasa kasihan dan tak tega tak kala melihat Bisma yang harus bersabar menunggu dirinya jauh dari depan jalan kampus hanya untuk sebatas ingin mengantarkan nya pulang ke rumah atau jalan-jalan. Bisma pun terkadang harus bisa menahan rasa cemburu nya ketika melihat Yuri tengah berbincang atau sebatas berjalan bersama teman lelaki nya walaupun dia ketahui mereka semua hanyalah sebatas berteman tidak lebih.
Saat jam mata kuliah yang Bisma ajarkan selesai, Yuri berinisiatif untuk menemui Bisma karena ingin memberikan sesuatu padanya. Namun pada saat Yuri hendak akan pergi keluar, Intan dengan cepat mencegat Yuri agar tidak buru-buru keluar dari kelas.
"Ri...Lo mau kemana?" Tanya Intan kepo.
Yuri terperanjat dan menatap Intan "Gue mau keluar dulu ada urusan!".
"Urusan? Urusan apa?!" Lanjut nya.
Yuri melihat ke arah Hani sekilas dengan tatapan minta tolong nya yang langsung di jawab Hani dengan anggukan seolah mengerti dengan apa yang Yuri maksudkan.
"Sudah biarin aja Yuri Tan, nanti juga dia bakalan nyusul ke kosan lagian ngapain juga kamu harus ikut sih Tan? Kaya gak ada kerjaan aja!" Sela Hani sambil menggandeng tangan Intan.
"Ck...Bukan begitu Han, gue kok kaya nya aneh aja sama dia akhir-akhir ini Han, kaya dia tuh lagi menyembunyikan sesuatu dari kita Han" Jelas Intan sedikit kesal.
Mendengar apa yang Intan ucapkan sontak membuat Hani khusus nya Yuri terperanjat kaget dan langsung menyela perkataan Intan "Ih lo ngomong apa sih Tan? Gue gak menyembunyikan apapun dari lo!".
"Benarkah?" Balas Intan sedikit menyelidik.
"Udah ah...Ayo kita duluan aja ke kosan Tan sekalian kita beli makan dulu aku udah lapar banget nih!!" Ucap Hani sambil menarik tangan Intan untuk segera pergi meninggalkan Yuri.
__ADS_1
Melihat Hani dan juga Intan akhirnya pergi keluar kelas, Yuri mendadak terduduk lemas sambil sesekali mengusap dada nya karena merasa sangat gugup takut Intan akan mengetahui hubungan yang terjalin dirinya dan Bisma.
Sementara itu Bisma yang sedari tadi sudah berada di ruangan nya, tengah fokus mengerjakan sesuatu di laptop nya dengan sedikit serius hingga dia tidak menyadari ada beberapa panggilan masuk dari Yuri, hingga akhirnya tak berapa lama sebuah ketukan pun terdengar dari balik pintu ruangan nya.
"Iya silakan masuk" Teriak Bisma tanpa melihat ke arah pintu.
"Kau sedang sibuk?" Tanya Yuri dengan senyum tersimpul di wajahnya.
Mendengar suara yang sudah tidak asing lagi bagi nya, Bisma pun langsung menoleh ke arah sang pemilik suara kemudian langsung menghentikan jari jemari nya yang sudah dari tadi dia gunakan untuk mengetik pekerjaan di laptopnya.
"Sayang aku kira siapa, ada apa kau kesini?" Tanya Bisma membalas senyum Yuri.
Yuri menggelengkan kepalanya "Sepertinya kau sedang sibuk, apa aku tidak mengganggu mu?".
"Tentu saja tidak sayang, aku senang kau datang kesini menemui ku" Ujar Bisma sambil mengusap lembut kepala Yuri.
"Syukurlah kalau begitu" Jawab Yuri singkat.
Tak lama Bisma menarik tangan Yuri untuk duduk di sofa "Kau belum menjawab pertanyaan ku sayang, ada apa tumben-tumbenan kau datang kesini untuk menemui ku?!".
"Eum...Itu...Aku mau..." Mendadak Yuri gugup tak karuan.
"Aku mau...." Yuri mengepalkan salah satu tangannya.
"Mau aku c**m ya?" Celetuk Bisma yang sontak membuat kedua pipi Yuri memerah.
"Hah? Kau ini bicara apa sih?" Jawab Yuri yang seketika langsung memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
Melihat tingkah Yuri yang begitu menggemaskan karena ucapannya, Bisma langsung berniat sedikit licik untuk menjahili Yuri "Kalau bukan itu terus kamu mau apa?".
"Aku tidak mau apa-apa ya, apalagi c**m*n aku kesini karena mau memberikan sesuatu padamu Pak Bisma!!" Tegas Yuri dengan wajah malu nya.
"Memberikan sesuatu? Sesuatu apa? Apakah itu sebuah c**m*n lagi?" Tanya Bisma yang masih terus menggoda Yuri.
"Ih dasar otak mesum, bisakah kau berhenti berfikir yang lain selain c**m*n?!!" Yuri semakin tersipu malu dan bercampur kesal.
__ADS_1
Bisma tersenyum dan mendekatkan wajah nya ke arah Yuri "kalau aku bilang tidak bisa gimana?!".
Yuri melotot ketika melihat senyum jahat dan juga wajah Bisma yang semakin mendekat ke arahnya, lalu tanpa sengaja dengan cepat dia mendorong Bisma dengan cukup kuat hingga badan nya tersungkur ke ujung batas sofa yang lumayan keras.
"Aduh!!" Teriak Bisma kesakitan.
"Ah Pak maaf saya tidak sengaja!!" Dengan cepat Yuri melangkah ke arah Bisma untuk menolong nya.
Namun pada saat Yuri hendak ingin menolong Bisma yang terlihat sangat kesakitan dengan mendekat ke arah Bisma, tangan Bisma tiba-tiba terulur menarik tangan Yuri hingga akhirnya Yuri kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam pelukan Bisma.
"Kau apa-apaan sih?!" Yuri menatap Bisma sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan Bisma.
"Tidak bolehkan aku memeluk pacarku sendiri?" Tanya Bisma yang semakin mengeratkan pelukannya pada Yuri.
Yuri terus berontak ingin melepaskan diri dari Bisma "Eh apa kau lupa perjanjian kita? Ini kampus Pak, nanti kalau ada yang lihat kita seperti ini gimana?".
"Bagus dong justru itu yang aku harapkan saat ini" Sambung Bisma.
"Bagus dari hongkong!! Meraka bisa berfikir jelek kalau melihat kita seperti ini tahu!" Gerutu Yuri.
Bisma tersenyum lebar "Aku tidak peduli dengan pemikiran mereka, yang aku pedulikan hanya kamu saja dan juga hubungan kita".
"Hubungan kita? Memang kenapa dengan hubungan kita?!" Yuri melihat ke arah Bisma dengan wajah bingung nya.
Bisma menghela nafas kemudian menatap serius ke arah Yuri "Maukah kau menikah denganku?!".
"Apa?!!!" Yuri terperanjat tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini.
"Yuri aku berkata serius padamu saat ini, maukah kau menikah denganku?!" Jelas Bisma.
"Ini...Sama sekali tidak lucu Pak, kau jangan bercanda!!" Sahut Yuri dengan jantung yang semakin berdebar.
"Apa menurutmu saat ini aku sedang bercanda?!" Tegas Bisma dengan tatapan sinis nya.
Saat ini masih dengan posisi sama sekali belum berubah, wajah dan mata mereka saling bertatapan seakan memiliki makna yang sulit di jelaskan. Ya sulit di jelaskan karena awalnya Yuri datang menemui Bisma untuk memberikan sebuah coklat dan juga tiramisu sebagai tanda permintaan maaf karena telah membuatnya cemburu akhir-akhir ini.
__ADS_1
Namun bukannya Yuri yang seharusnya memberikan surprise pada Bisma saat ini, melainkan justru berbalik menjadi Yuri yang teramat terkejut dengan surprise yang terlebih dahulu di berikan oleh Bisma padanya hingga dia pun tidak bisa berkutik dan kehabisan kata-kata di buatnya dengan posisi yang masih belum berubah sedari tadi, sampai-sampai mereka berdua tidak mengetahui kalau ada seseorang yang sudah masuk ke dalam ruangan Bisma dengan wajah bengis dan penuh amarah.
"Apa-apaan ini? Apa yang sedang kalian lakukan?!!" Teriaknya dari kejauhan.