
Saat bisma mengetahui jika remote motor itu punya Yuri , dengan segera Bisma menelponnya untuk memberi tahu agar kembali untuk mengambil remote motornya.
Lama Bisma menelepon namun masih belum ada jawaban dari Yuri , Bisma mulai mengerutkan keningnya dan mencoba untuk menelepon Tomi untuk memastikan apakah dia sudah sampai rumah atau belum.
"Halo, Tomi lo lagi di rumah gak ?" tanya Bisma.
"Iya gw di rumah , kenapa emang ?" Tomi terlihat aneh tidak biasanya Bisma meneleponnya sore hari.
"Gak kenapa-kenapa cuman nanya aja , btw adik lo udah pulang ke rumah ?" Bisma kembali bertanya dengan tergesa-gesa.
"Dia belum pulang , katanya bakal pulang telat soalnya mau mampir ke mall dulu" Tomi sedikit heran dengan Bisma yang menanyakan adiknya.
"Kalau boleh tau dia pergi ke mall mana Tom ?" Sambung Bisma.
"Gw kurang tau Bis , kenapa ga lo tanyain langsung aja ke orang nya ?" Celetuk Tomi.
"Udah gw coba telepon , tapi gak di angkat" Jelas Bisma.
"Tunggu dulu kalo boleh tau ada apa sama adik gw Bis ?" Tomi mencoba mencari tau penjelasan dari Bisma.
"Hah...remote motor punya adik lo terjatuh di deket mobil gw , gw coba menghubungi dia buat cari tau posisinya dimana Tom , takutnya motornya mati di tengah jalan" Sambung Bisma dengan menghela nafas panjang.
"Ya elah...itu bocah bikin repot melulu dah" Sambung Tomi di sebrang telepon.
"Yasudah lo coba hubungi aja dia , kali aja kali ini dia jawab telepon lo gw otw sekarang sambil nyari dia" Lanjut Bisma.
"Oh oke kalau gitu , gw hubungi adik gw dulu kalo gitu" Tomi langsung mematikan ponselnya dan langsung mencari kontak Yuri untuk segera menanyakan keberadaannya.
Sementara itu Yuri dan Intan yang tengah asik ngobrol sambil memakai motor masih tidak menyadari dengan jatuhnya remote motor Yuri sampai suara telepon yang berkali kali berbunyi pun di abaikannya.
"Yuri hp lo di tas bunyi terus , gak mau di jawab dulu ?" Ucap Intan pada Yuri.
"Ah tanggung Tan , bentar lagi kita nyampe mall" Jelas Yuri.
"Eh kali aja ada hal penting ri" Sambung Intan.
"Iya nanti di mall gw jawab" Yuri kembali fokus dengan kendaraannya yang sudah masuk ke area parkir motor di suatu mall.
Sesampainya Yuri di mall dia langsung mengambil ponselnya dan melihat ada banyak panggilan dari kakaknya dan Bisma.
Yuri mengerutkan alisnya ketika begitu banyak panggilan dari Bisma , dia tampak aneh kenapa Bisma meneleponnya terus menerus sampai 11 panggilan ?.
Namun Yuri tak berniat untuk menghubungi kembali bisma dan mengabaikan panggilannya , kemudian segera bergegas untuk masuk ke dalam mall.
Di tempat lainnya Bisma menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang lambat untuk sekedar melihat pengendara motor yang ada di jalan siapa tahu Yuri ada disana.
__ADS_1
Pikirannya campur aduk dan tak karuan apalagi ketika teleponnya tidak di angkat oleh Yuri.
"Sial... ada apa dengan dia ? kenapa dia tidak mengangkat teleponnya ?!" Bisma menggerutu karena kesal.
Bisma memarkirkan mobilnya ke bahu jalan dan kembali menelepon Yuri untuk yang kesekian kalinya , hingga akhirnya Yuri mengangkat telepon darinya.
"Halo ?" Ucap Yuri dari sebrang telepon.
"Eh gadis ceroboh , kenapa telepon saya baru di jawab ?! " Bisma meluapkan semua kekesalannya.
"Maaf pak , tadi hp saya di silent jadi gak tau kalau ada telepon masuk" Jelas Yuri sedikit kaget dengan suara Bisma yang penuh dengan emosi.
"Hah.. sudahlah , kirim lokasi kamu sekarang juga !" Tegas Bisma.
"Lokasi ? bapak emang ada perlu apa ?" Yuri memberanikan diri untuk bertanya pada Bisma.
"Jangan banyak tanya , cepat kirimkan lokasi kamu sekarang jangan sampai saya menunggu lama" Ucap Bisma yang kemudian mematikan teleponnya secara sepihak.
Ada apa dengan dosen aneh ini ? tiba-tiba marah ga jelas , bikin orang pusing saja. Pikir Yuri dalam hati.
Tak lama setelah itu Yuri langsung mengirimkan lokasi dimana dia berada dan langsung mengirimkannya ke Bisma.
Di dalam mall Yuri dan Intan sangat bersenang-senang sampai lupa waktu yang sudah menunjukan pukul 7 malam , Yuri terlihat kaget karena merasa baru saja masuk mall tapi ternyata melihat keluar jendela hari sudah mulai gelap.
"Ini kan emang masih sore Yuri !" Jelas intan tanpa menatap ke arah Yuri.
"Sore gimana maksud lo ? ini udah malem kali Tan" Sambung Yuri kesal.
"Astaga ri , iya ternyata udah malem nih , gimana dong ?" Intan terkejut ketika melihat ke luar jendela yang sudah gelap.
"Masih nanya giman lagi , ya kita pulang lah" Yuri mulai berjalan keluar toko kosmetik.
"Yuri gw kan belum beres belanjanya" Intan mengikuti Yuri yang terlihat kesal dengan kelakuannya.
"Kaya ga ada besok lagi aja deh Tan , besok kan ini mall pasti bakalan buka" Jelas Yuri dengan masih berjalan di depan Intan.
"Tapi diskonnya cuman sampai hari ini aja ri , kalo beli besok harganya normal lagi" Intan sedikit merengek sambil memegang tas Yuri.
"Hah yasudah gw tunggu disini aja ya , lo balik aja lagi ke toko itu" Ujar Yuri yang merasa tak tega melihat Intan.
"Beneran nih ? ko gapapa kan nunggu disini ?" Tanya Intan yang kembali terlihat bahagia.
"Iya beneran lah , udah sana cepetan" Sambung Yuri yang langsung di balas anggukan oleh Intan.
Yuri menunggu sambil duduk dan memainkan ponselnya , ketika Yuri sedang asik dengan ponselnya tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya dan berdiri di depannya.
__ADS_1
Yuri terkejut dan mulai mengangkat kepalanya untuk melihat sosok yang berhenti di depannya ternyata adalah Bisma. Yuri langsung berdiri dari duduknya dan langsung menyapanya.
"Selamat malam pak" Ucap Yuri sedikit kaku.
"Masih disini rupanya , mana teman kamu ?" Tanya Bisma ketus.
"Dia masih di toko kecantikan pak" Jawab Yuri singkat dan memalingkan pandangannya dari Bisma.
"Apa kamu tidak merasa kehilangan sesuatu ?" Bisma melirik Yuri sambil melipatkan tangannya.
"Kehilangan ? Kehilangan apa pak ?" Yuri merasa aneh dengan perkataan Bisma.
"Kenapa malah balik bertanya ?" Sambung Bisma.
"Tapi saya tidak merasa kehilangan sesuatu pak" Jelas Yuri.
"Yakin ?" Bisma mulai menekankan nada bicaranya.
"Itu.. gimana ya ?!" Yuri mulai bingung dan tidak yakin untuk menjawab pertanyaan Bisma.
Dasar anak ceroboh , sampai saat ini pun dia masih saja tidak menyadari kalau remote motornya terjatuh.
Apa aku kerjain saja sedikit ya ?! . Pikir Bisma sedikit licik.
"Yasudah kalau kamu tidak merasa kehilangan sesuatu saya akan pergi saja" Bisma mulai berbalik dan senyuman jahat sedikit tersungging dari bibirnya.
"Pak tunggu !" Yuri kembali memanggil Bisma dan sedikit mengejar Bisma.
"Apa lagi ?" Bisma kembali berbalik ke arah Yuri.
"Sebenarnya ada apa dari tadi bapak menelpon saya ?" Yuri bertanya karena penasaran.
Bisma tidak menjawab dan hanya menatap Yuri dari jarak yang tidak terlalu jauh. Bisma menghela nafas kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah Yuri.
Yuri yang seketika itu melihat Bisma berjalan mendekatinya hanya bisa mematung dan entah kenapa tidak bisa menggerakkan kakinya.
Jantung Yuri mulai berdegup kencang melihat jarak antara dirinya dan Bisma yang semakin mendekat , tatapan Bisma yang sangat sulit untuk di artikan membuat Yuri semakin tidak karuan hingga akhirnya tibalah Bisma di hadapan Yuri.
\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋
Sebelumnya aku minta maaf dua hari kemarin tidak update episode baru di karenakan kondisi kesehatan yang agak menurun dan ada pekerjaan juga yang harus aku selesaikan karena di kejar deadline🙏🙏
Untuk mengobati rasa rindu dan penasaran kalian dengan kelanjutan kisah Yuri , aku usahakan mulai hari ini dan selanjutnya untuk setiap hari update episode baru.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku... jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗
__ADS_1