Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 72


__ADS_3

Yuri berjalan menuju ke luar kosan dengan Bisma yang masih mengikutinya dari arah belakang. Tatapan Yuri terlihat syok ketika dirinya melihat dan mengetahui kalau ternyata sosok Mahendra yang dimaksudkan oleh si penjaga itu adalah benar-benar Mahendra kekasihnya.


Dari kejauhan penjaga itu melihat Yuri yang berjalan dengan gontai di ikuti oleh sosok Bisma dari belakangnya seakan sedang melindunginya karena takut terjadi apa-apa dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"Nona saya baru saja melihat Mahendra keluar bersama seorang wanita barusan, apa benar Mahendra itu yang anda maksud?" Tanya penjaga sedikit penasaran.


Yuri yang baru saja menghentikan langkahnya tak kala mendengar penjaga menanyakan Mahendra hanya menatap penjaga itu dengan tatapan kosong sambil tersenyum satir.


"Bukan Pak, dia bukanlah orang yang saya cari" Balas Yuri sambil berjalan kembali meninggalkan penjaga yang sedari tadi hanya melihatnya dengan wajah bingung.


Bisma tak menghiraukan penjaga itu dan kembali berjalan mengikuti Yuri sampai depan pintu gerbang tanpa berbicara sedikitpun.


Langkah Yuri yang sedari tadi terlihat gontai mendadak berhenti tak kala dirinya hanya tertunduk seraya menenangkan dirinya agar tangisannya bisa berhenti sejenak saat pulang kembali menuju rumah Kakaknya.


Bisma mulai mendekati Yuri lalu menepuk pelan punggung Yuri seraya menenangkannya "Kalau menangis bisa membuatmu lebih tenang, maka menangislah aku akan tetap berada di sini untuk menemanimu".


Mendengar Bisma mengucapkan hal itu Yuri sedikit mengangkat kepalanya lalau beralih melihat ke arah Bisma dengan mata yang sedikit sembab.


"Pak bolehkah aku meminta bantuan mu sekali ini saja?" Ujar Yuri pada Bisma.


Bisma menatap Yuri dengan dalam kemudian tak lama menganggukkan kepalanya "Apa yang bisa aku bantu?".


"Bisakah bapak membawaku ke sebuah restoran atau cafe yang mempunyai menu ceker pedas?" Sambung Yuri.


"Apa? Ceker?!" Bisma sedikit terperanjat dengan ucapan gadis di hadapannya.


Yuri mengangguk dengan wajah yang penuh harap "Iya apa Bapak tahu? Kalau Bapak tidak tahu biar aku saja yang mencarinya sendiri".


"Tu...Tu...Tunggu, aku punya langganan cafe di sekitaran sini , namun aku belum tahu apakah ada menu ceker yang kamu maksud di sana, hanya saja kalau kau tidak keberatan kita bisa pergi ke sana terlebih dahulu" Ujar Bisma sedikit ragu.


"Baiklah ayo kita pergi ke sana sekarang, Bapak ke sini bawa mobil tidak?" Ucap Yuri dengan polos.


Bisma hanya menganggukkan kepalanya dan menunjuk ke sebuah mobil mewah yang sudah terparkir tak jauh dari lokasi kosan dengan wajah sedikit keheranan melihat Yuri.


Tanpa basa basi Yuri segera melangkahkan kakinya sembari menarik tangan Bisma yang sudah membelalakkan matanya karena terkejut.


Saat dalam perjalanan Yuri tak bicara sedikit pun dan hanya menatap ke arah luar jendela, tanpa dia sadari sedari tadi Bisma terus melihat wajah Yuri karena khawatir dengannya. Namun saat melihat Yuri sudah tidak mengeluarkan air matanya Bisma mulai merasa lega dengan senyum sedikit terukir di bibirnya.


Tak terasa Bisma akhirnya di tempat tujuan, perlahan Bisma memarkirkan mobilnya kemudian perlahan keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk Yuri.

__ADS_1


Setibanya di dalam cafe Bisma dan Yuri langsung melihat lihat menu yang di berikan oleh pelayan cafe, dan saat melihat halaman perhalaman, Bisma akhirnya menemukan satu menu ceker yang sedari tadi Yuri inginkan.


"Hey apa ini yang kau mau?" Ujar Bisma sambil memperlihatkan sebuah menu berbahan dasar ceker ayam pada Yuri.


Melihat nama "Ceker Mercon" di dalam menu cafe tersebut Yuri langsung memesannya sebanyak dua porsi beserta satu minuman dingin, setelah selesai memesan makanan wajah Yuri terus terlihat sangat senang seperti tidak terjadi sesuatu sebelumnya yang membuat Bisma sedikit menggelengkan kepalanya.


Melihat senyuman kembali terukir dari bibir Yuri membuat Bisma sedikit lebih lega karena merasa Yuri sudah mulai terlihat bisa menerima keadaan yang baru saja terjadi padanya walaupun belum sepenuhnya, karena Bisma sendiri tahu dan bisa merasakan betapa sulitnya menerima kekecewaan yang sudah di torehkan oleh seseorang yang sangat kita sayangi hingga kita sendiri merasa tidak menyangka dengan apa yang sudah mereka perbuat yang sudah pasti akan berimbas pada kelanjutan hubungan mereka kedepannya.


Setelah hampir lima belas menit Bisma bergelut dengan pikirannya, makanan yang mereka pesan akhirnya datang dan tak lama kemudian Yuri langsung melahap menu ceker yang tadi dia pesan tanpa ragu-ragu walaupun masih dalam keadaan sedikit panas.


"Hey...Pelan-pelan saja, itu masih panas loh" Bisma langsung memegang tangan Yuri akan melahap ceker pedasnya.


"Kalau makan ceker sudah dingin gak akan enak, sudah jangan banyak bicara lagian aku sudah biasa kok makan ceker pedas kaya gini kalau lagi stres" Ungkap Yuri yang kemudian memasukan ceker ke mulutnya.


"Ya tetap saja kan walaupun begitu jangan yang masih panas banget nanti lidahmu bisa melepuh" Bisma mengerutkan alisnya sambil memegang secangkir kopi di tangannya.


"Iya iya aku mengerti, sudah jangan ganggu aku sedang makan" Lanjut Yuri tanpa melihat ke arah Bisma.


Mendengar Yuri mengatakan itu Bisma hanya menghela nafas panjang lalu menyandarkan tubuhnya di kursi sambil mulai meminum kopi yang sedari tadi dia pegang dengan masih melihat ke arah Yuri.


Para pengunjung cafe mulai ramai berdatangan di karenakan sudah masuk jam makan siang, para pengunjung yang kebanyakan adalah wanita mulai memenuhi cafe hingga tanpa Bisma sadari mereka semua dari tadi terus menatap ke arahnya, bahkan ada yang sampai berusaha mencuri perhatian Bisma dengan pura-pura tersandung di dekat meja tempat duduk Bisma.


" Iya, dia sangat masuk dengan pria tipeku".


"Ah apakah dia model, tapi dia datang dengan wanita itu, apakah dia pacarnya?".


"Ah tidak mungkin mereka pacaran, lihat deh wanitanya gak cocok sama pria tampan itu".


" Iya benar sekali, cantikan aku dari pada wanita itu".


Melihat mereka tengah memperhatikan dan membicarakan dirinya secara terang-terangan, Bisma hanya menutup matanya sambil memalingkan pandangannya ke arah luar jendela karena merasa tidak nyaman dengan apa yang sudah mereka lakukan untuk mencari perhatiannya bahkan walaupun Bisma sudah mengabaikannya.


"Cepatlah selesaikan makananmu itu, aku ingin cepat pergi dari sini!!" Tegas Bisma.


"Jangan ganggu kenikmatan makan ku, nanti aku bisa tidak berselera tau" Jawab Yuri dengan ketus.


Melihat Yuri dengan antengnya memakan ceker, senyum Bisma sesekali terlihat karena melihat tingkah Yuri yang begitu lucu dan imut hingga Bisma tidak bisa memalingkan pandangannya dari Yuri. Namun tak lama kemudian mata Bisma kembali terfokuskan pada Yuri yang terlihat kembali mengeluarkan air matanya dengan mulut yang sesekali masih mengunyah ceker.


"Ah kenapa ceker ini terasa sangat pedas sekali ya? Sampai tak terasa air mataku terus saja keluar hehe" Sanggah Yuri yang kemudian kembali sesenggukan karena tak bisa menahan lagi air matanya.

__ADS_1


Bisma mulai khawatir melihat Yuri yang seperti itu, hingga akhirnya dia beranjak dari duduknya lalu mendekat ke arah Yuri sambil membantu mengusap air matanya dan memegang tangannya untuk bisa membantu menguatkan Yuri.


"Sudah...Ayo kita pulang sekarang ya?!" Bujuk Bisma pada Yuri.


Yuri yang masih menangis dengan mata yang kembali terlihat sembab hanya mengangguk dan pasrah mengikuti perkataan Bisma yang langsung membantunya berdiri untuk segera pergi dari cafe itu setelah dirinya selesai membayar semua pesanannya ke kasir.


.


.


Setelah perjalanan yang lumayan panjang serta di bumbui oleh tangisan Yuri di sepanjang jalan, akhirnya mereka sampai di gerbang rumah Kakak Yuri dengan Bi Asih yang sudah standby menunggu kedatanganya dari tadi.


"Makasih ya sudah mau menemaniku hari ini, aku juga minta maaf kalau hari ini sudah banyak menyusahkan mu!" Ucap Yuri dengan tulus.


Bisma menganggukkan kepalanya "Iya sama-sama".


Mendengar balasan singkat dari Bisma Yuri hanya mengerucutkan bibirnya lalu mulai membuka pintu mobil dan beranjak keluar dari duduknya. Tetapi saat Yuri hendak memasuki pintu gerbang, Bisma tiba-tiba keluar dari mobilnya lalu menghentikan langkah Yuri sambil berjalan ke arah Yuri dengan tangan kanan yang tengah membawakan sesuatu untuk Yuri.


"Yuri...Tunggu!!!" Teriak Bisma yang sedikit mengagetkan Yuri.


Yuri menoleh ke arah Bisma yang tengah berjalan ke arahnya "Ada apa Pak?".


"Ini Ceker Mercon pedas, aku membungkusnya tadi untuk mu agar bisa di bawa pulang dan kamu bisa menikmatinya dengan leluasa di rumah" Jelas Bisma sambil memberikan sebuah kantong kresek dengan isi seporsi Ceker Mercon serta minuman coklat dingin.


Yuri yang melihat Bisma begitu baik padanya hari ini, memberikan senyum indahnya pada Bisma karena dirinya begitu beruntung bisa bertemu dengannya di waktu yang benar-benar sangat tepat.


"Terimakasih Pak" Ucap Yuri pada Bisma sambil tersenyum.


Bisma balik membalas senyuman dari Yuri, dan tak lama setelah mereka saling memandang dengan senyuman yang saling terlihat dari keduanya, Bisma kemudian segera berjalan dan masuk ke mobilnya lalu pergi setelah melihat Yuri melambaikan tangannya.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.

__ADS_1


__ADS_2