Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 107


__ADS_3

Pagi harinya Bisma terbangun dengan suara ketukan dari luar kamarnya yang terdengar beberapa kali di telinganya. Dengan wajah lesu dan malas Bisma langsung beranjak dari tempat tidurnya lalu membukakan pintu kamarnya.


"Selamat pagi Tuan, maaf kalau saya mengganggu tapi Ayah Tuan sudah menunggu di meja bersama Nona Helena" Sambut sang Asisten pribadi Ayahnya.


Bisma berdecak kesal kemudian menggesek rambutnya dengan kasar "Ck...Untuk apa mereka menungguku? Kalau mau sarapan, sarapan saja sanah jangan pedulikan aku!".


"Tapi Tuan...Acara pertunangannya akan di laksanakan siang ini, kalau Tuan tidak ikut sarapan nanti Tuan bisa gampang lelah saat menerima tamu" Sang Asisten mencoba membujuk Bisma.


Bisma menatap tajam pada Asisten pribadi Ayahnya begitu dia menyinggung kembali masalah pertunangan yang sama sekali tidak di inginkan nya "Aku bilang jangan bicarakan lagi masalah pertunangan itu!".


"Kenapa kau tidak ingin membahas pertunangan kita Bisma?!" Sahut seseorang dari kejauhan yang langsung mengalihkan perhatian Bisma dan juga Asisten Ayahnya.


"Oh Nona Shiren, selamat pagi" Ucap sang Asisten sambil menundukkan kepalanya.


Shiren menganggukkan kepalanya lalu mengisyaratkan pada sang Asisten agar meninggalkan mereka berdua. Setelah mereka saling berhadapan dan saling memandang satu sama lain, Shiren mencoba mendekat dan memegang tangan Bisma dengan perlahan.


"Bisma...Kau tahu betapa berartinya acara pertunangan ini bagiku?!" Kembali Shiren menatap Bisma dengan lekat.


"Aku tahu kau tidak mencintaiku, tapi bisakah kau memberikan kesempatan untukku agar membuatmu bisa mencintaiku?!" Sambung Shiren dengan pelan.


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa kau mendapatkan tekanan yang sama dari Ayahku?" Bisma memegang kedua pundak Shiren untuk memberikan jarak di antara berdua.


Shiren menggelengkan kepalanya pelan "Aku tidak mendapatkan tekanan dari siapa pun, aku melakukan ini semua karena sungguh-sungguh mencintaimu Bisma!".


"Tapi aku tidak mencintaimu Shiren! Kau juga tahu kan siapa wanita aku cintai?" Tegas Bisma dengan sedikit menjauh dari Shiren.


"Hah...Apa kelebihannya yang tidak aku punyai sehingga kau lebih memilih dia Bisma?" Shiren terlihat nampak kesal dengan Bisma.


"Dia bisa membuatku nyaman dan memberikan kebahagiaan yang sebelumnya belum pernah aku dapatkan" Bisma menatap ke arah Shiren sembari menjelaskan sesuatu yang ingin Shiren ketahui.


"Hanya itu? Aku juga memberikannya padamu Bisma!" Gerutu Shiren dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Melihat Shiren yang terus menggerutu dan mulai mengeluarkan air mata, membuat Bisma merasa iba padanya lalu dia berusaha untuk menenangkannya dengan menghampirinya dan menepuk-nepuk kepala serta pundaknya dengan pelan.


"Jangan menangis Shiren, aku tahu kau bukanlah wanita lemah dan aku tahu benar kalau ini bukanlah dirimu yang sebenarnya" Bisma melihat Shiren lalu mengusap air matanya.


"Apa maksud dari perkataan mu Bisma?" Shiren mengangkat kepalanya menatap Bisma dengan penuh arti.


"Aku mengenalmu sudah lama, kau bukanlah wanita egois dan juga lemah Shiren, kau juga bukanlah tipe orang yang memaksakan kehendak dan merebut sesuatu yang bukanlah milikmu" Perlahan Bisma tersenyum pada Shiren sambil sesekali membenarkan rambut Shiren yang sedikit berantakan.


"Sadarlah Shiren...Kembalilah kepada Shiren yang aku kenal ceria, baik, dan juga pengertian" Sambung Bisma.


Shiren hanya menatap ke arah Bisma tanpa membalas perkataanya lalu mulai menangis sembari menundukkan kepalanya. Melihat Shiren yang terus menangis dengan tersedu-sedu, Bisma perlahan langsung memberikan pelukan kecil untuk memberikan semangat padanya, tanpa dia ketahui kalau ternyata dirinya dengan Shiren telah di rekam serta di potret oleh seseorang dengan sebuah HP yang posisinya tidak jauh dari mereka berdua.


"Tuan...Saya sudah berhasil mendapatkan rekaman serta beberapa foto dari Tuan Bisma dan Nona Shiren" Ucap seseorang pada Ayah Bisma.


Ayah Bisma menganggukkan kepalanya sambil tersenyum licik "Bagus...Kirimkan foto dan juga video nya pada wanita itu sekarang juga!!".


"Baiklah Tuan" Jawabnya sambil berlalu pergi meninggalkan Bisma dan juga Shiren berdua.


Sementara itu di rumah sakit, Yuri berbaring sambil menatap HP nya dengan wajah gelisah berharap Bisma menghubunginya untuk memberikan kabar padanya tentang apa yang terjadi kemarin setelah Ayah Bisma memaksanya untuk pergi dari rumah sakit.


*Apakah dia baik-baik saja?


Kenapa dia tidak memberikan kabar apapun dari kemarin ya?


Apa mungkin terjadi sesuatu padanya*?! Gumam Yuri dalam hati,


Saat Yuri masih sibuk dengan pikirannya, kedua Orangtuanya Yuri datang sambil membawakan beberapa makanan untuknya.


"Nak...Kamu kenapa?" Mama Yuri nampak khawatir melihat Yuri melamun sedari kemarin.


"Aku tidak apa-apa Mah" Jawab Yuri singkat.

__ADS_1


"Kamu jangan menyembunyikan apapun dari Mamah, coba sekarang ceritakan apa yang sedang kamu pikirkan saat ini!" Mamah Yuri sedikit memaksa Yuri untuk bisa terbuka pada dirinya.


Yuri menatap ke arah Mamahnya dengan hidung yang sudah mulai memerah "Mah, aku khawatir sama Pak Bisma".


"Khawatir kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi padanya?" Tanya Mamah Yuri penasaran.


Ketika Mamah Yuri bertanya padanya, dia merasa bingung karena harus bicara dari mana mengingat kedua Orangtuanya tidak mengetahui kabar soal pertunangan Bisma dan juga Shiren yang akan di laksanakan siang ini.


"Itu...Aku khawatir karena dia tidak menjawab pesanku Mah" Yuri memberikan alasan yang sedikit masuk akal agar bisa di terima oleh Mamahnya.


"Owalah...Hanya karena itu kamu bisa sampai secemas ini dari kemarin?" Seru Mamah Yuri dengan polosnya sambil tersenyum.


"Hehe iya Mah" Jawab Yuri sambil tersenyum satir menyembunyikan kesedihannya.


"Kamu ini bucin sekali sama Nak Bisma ya?!" Sahut Papahnya tiba-tiba.


"Ih Pah apa-apaan sih" Yuri kembali membaringkan badannya di atas tempat tidur.


"Sudah Pah jangan terus menggoda anak kita, kasian tahu!" Mamah Yuri sedikit mencubit lengan suaminya.


"Aduh Mah sakit!!" Bisik Papah Yuri yang langsung mengundang tawa dari istri serta anak kesayangannya.


Di lain tempat tepatnya di sebuah gedung tempat dimana pertunangan Bisma dan Shiren akan berlangsung, sudah di penuhi oleh tamu undangan yang kebanyakan adalah rekan bisnis Ayah Bisma serta keluarga Shiren yang sangat sumringah karena sudah tak sabar untuk segera melihat mereka saling memasangkan cincin tunangan di jari manis masing-masing dengan nuansa pesta yang sangat megah dan khusus di siapkan oleh Ayah Bisma untuk sang Putra kesayangannya.


Tak lama setelah mereka menunggu Bisma dan juga Shiren akhirnya datang tanpa saling berpegangan tangan dan terlihat wajah kesedihan di antara mereka berdua.


"Hey...Ada apa dengan wajah mereka? Kenapa terlihat sedih seperti itu?!" Bisik salah satu tamu di acara pertunangan Bisma.


"Iya...Bukankah seharusnya mereka bahagia kan?".


"Entahlah...Ada apa ya sebenarnya?.

__ADS_1


Perbincangan terus terjadi sampai akhirnya Bisma dan juga Shiren berhenti di depan para tamu undangan sampai acara penyambutan selesai dan tiba saatnya dimana acara penyematan cincin di jari manis mereka masing-masing.


__ADS_2