
Setibanya di rumah Bisma langsung bergegas menghampiri Yuri yang tengah sibuk membereskan makanan ke dalam kulkas. Dengan perasaan tak enak Bisma menghampiri Yuri untuk menjelaskan semua yang telah terjadi hari ini termasuk kebersamaannya dengan dengan Monica.
"Yuri... Bisakah kita bicara sebentar" Ucap Bisma dengan hati-hati.
Yuri melihat ke arah Bisma sekilas " Kita bicara besok saja Pak, aku masih sibuk".
"Tapi... Aku ingin menjelaskan... ".
" Menjelaskan apa? " Yuri balik bertanya pada Bisma dengan wajah sinis.
Bisma terdiam sejenak lalu mendekat ke arah Yuri "Yuri... Kau marah padaku? ".
" Hah....ini sudah malam aku pergi tidur duluan selamat malam" Sahut Yuri meninggalkan Bisma yang terdiam tanpa kata.
Keesokan paginya Bisma terbangun dengan keadaan Yuri yang sudah tidak ada di sebelahnya. Merasa ada yang tidak biasa Bisma langsung bergegas bangun dan pergi menuju dapur.
Namun pada saat Bisma sampai di dapur pun Bisma tak juga melihat Yuri, yang dia lihat hanyalah sarapan yang sudah tertata rapi dengan note yang sudah tertempel di secangkir kopi panas.
Pak maaf saya ada jadwal pagi hari ini, jadi saya berangkat duluan. Jangan lupa sarapan dulu sebelum berangkat.
Yuri.
Melihat catatan itu ada perasaan tak enak mendera pikirannya. Melihat betapa baiknya Yuri menyiapkan sarapan untuk dirinya padahal dia tahu Yuri dalam kondisi hati yang tidak baik, tetapi dia masih saja sempat membuatkan sarapan sebagai bentuk perhatiannya pada Bisma yang tentu saja semakin membuat Bisma semakin merasa bersalah.
Setibanya di kampus Yuri langsung pergi ke perpustakaan untuk mencari-cari buku bacaan sekalian sedikit menenangkan hati dan pikirannya yang sedang kacau akibat melihat kebersamaan Bisma dengan Monica.
Di sela-sela dirinya tengah memilih-milih buku, tanpa di sadari nya dari kejauhan terlihat seseorang yang hendak mendekat ke arah Yuri.
"Wah masih pagi udah mau baca buku aja , rajin sekali ya kamu" Seru Monica sembari menyapa Yuri.
Yuri tampak terkejut dan membalas sapaan Monica "Oh Ibu Monica saya kira siapa , selamat pagi Bu".
" Iya selamat pagi juga, kamu sendirian di sini? " Tanya Monica sembari melihat-lihat buku.
"Iya bu, Ibu juga sendirian di sini? " Yuri balik bertanya.
"Heem sekalian saya lagi menunggu seseorang yang belum juga datang , saya jadi mampir dulu kesini" Jawab Monica.
Yuri menganggukkan kepalanya lalu kembali fokus melihat-lihat buku "Oh begitu ya bu".
Saat keduanya tengah fokus melihat-lihat buku, mata Monica tiba-tiba tertuju pada jari manis Yuri yang sudah terlingkar oleh sebuah cincin berlian putih yang sangat cantik.
" Yuri... Kau sudah menikah? " Ceplos Monica tanpa basa basi.
Mendengar pertanyaan Monica Yuri langsung terdiam dan sekilas menatap ke arah jari manisnya "Ah itu.... Saya.... ".
Belum sempat Yuri membereskan perkataannya, tiba - tiba ponsel Monica berbunyi dan dengan reflek dia langsung mengangkatnya.
__ADS_1
" Ya halo... Oh kau sudah sampai? Oke kalau begitu aku ke ruangan mu sekarang ya?! " Ucap Monica yang kemudian menutup teleponnya.
"Duh Yuri maaf Saya pergi dulu ya, lain kali kita ngobrol-ngobrol lagi ya!! " Ujar Monica sembari berpamitan dengan Yuri.
Yuri mengangguk dan terdiam sejenak lalu kembali menatap cincin pernikahannya "Hah... Untung saja dia keburu pergi, kalau tidak entah apa yang harus aku katakan padanya".
Setelah cukup lama Yuri berada di perpustakaan, Yuri akhirnya memutuskan untuk pergi keluar menyusul Hani dan juga Intan yang sedang berada di kantin.
Setibanya di kantin Yuri langsung di sambut hangat oleh kedua temannya sekaligus di suguhi pemandangan suaminya yang tengah memesan kopi bersama beberapa dosen lainnya.
Bisma dan juga Yuri saling berpandangan tepat saat Bisma hendak akan keluar dari kantin, tatapan mereka terlihat sangat dalam dan membuat keduanya menjadi kikuk apalagi Bisma yang masih merasa sangat bersalah pada Yuri dan belum mendapatkan momen yang pas untuk meminta bicara dengan istri nya itu.
Yuri yang sedikit menghalangi jalan keluar langsung menghindar agar Bisma dan teman-teman nya bisa keluar dari kantin.
Setelah Bisma pergi Yuri langsung menghampiri Hani dan juga Intan yang sudah sedari tadi menunggunya.
"Wah so sweet banget sih bisa ketemu laki setampan itu, apalagi ini di kantin terus saling pandang-pandang gitu bikin gue jadi gemes lihatnya" Seru Intan menggoda Yuri.
Yuri hanya tersenyum masam tanpa menjawab perkataan Intan dan langsung memesan makanan untuk mengisi perutnya yang sudah kelaparan dari tadi.
Melihat respon Yuri yang tidak biasa Hani hanya terdiam dan menatap Yuri tanpa berani mengeluarkan satu katapun seolah dia mengerti kalau sedang ada sesuatu yang terjadi antara Yuri dan juga Bisma. Tak ingin melihat Yuri gelisah Hani berinisiatif untuk mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak terlalu kaku dan dingin.
"Eh Tan tugas dari Bu Monica udah di kerjain belum? " Tanya Hani sembari memakan makanan yang baru saja di sajikan.
Intan terdiam sejenak dan menatap Hani dengan bingung "Hah tugas? Tugas apaan? ".
Yuri tersenyum lalu menatap Intan "Nah auto - auto di keluarin Bu Monica nih kayanya".
" Lah asli gue gak ingat , emangnya bener ada tugas? " Tanya Intan dengan nada serius.
Yuri dan Hani saling bertatapan dan langsung ketawa melihat wajah bingung Intan.
"Ya elah lo pada malah ngetawain gue , gue serius ini" Tegas Intan dengan wajah yang mulai panik.
"Kita juga serius Tan , emang bener kata Hani kemarin Bu Monica kan ngasih tugas ke kita dan hari ini tugasnya di harus di kumpulkan. Nih tugasnya ada di buku pelajarannya kok" Terang Yuri dengan sangat detail.
Intan menepuk keningnya dan langsur bersandar di kursi duduknya "Ah buset gue belum ngerjain sama sekali , gimana nih?! ".
Hani menggelengkan kepalanya " Ah udah kebiasaan kamu Tan akibat mementingkan kencan jadi lupa sama tugas kuliah padahal baru kemarin loh itu".
Yuri tertawa kecil lalu merangkul Intan "Asik udah kencan aja nih , siapa nih cowoknya kasih tahu kita dong? ".
" Ahaha... Nanti juga kalian tahu , kalau udah waktunya tepat gue janji bakal kasih tahu kalian" Ucap Intan dengan tersipu malu.
"Wih gila main rahasia-rahasiaan segala , kasih tau sekarang napa sih?! " Goda Yuri.
Hani menepuk pundak Intan untuk mengingatkan kembali tugasnya "Udah jangan mikirin itu dulu, tugas gimana tugas noh".
__ADS_1
" Eh buset dah si Hani ini gak bisa lihat temennya seneng dikit napa , baru aja gue seneng langsung gelisah lagi kan gue ah" Ujar Intan yang kembali ke mode panik.
Hani dan Yuri kembali tertawa bersamaan ketika melihat tingkah lucu Intan yang sudah tak karuan mengingat tugas yang belum selesai di kerjakan sehingga membuat Yuri sedikit terhibur dan suasana yang tadinya terasa kaku pun perlahan mencair dan menghangat seperti biasanya, dan satu lagi pastinya membuat Hani menjadi lega tak kala melihat Yuri kembali bisa tertawa lepas walaupun harus mengusili Intan terlebih dahulu.
Tak terasa perkuliahan pun selesai dengan tepat waktu. Sebelum Yuri dan kedua sahabatnya pulang Bisma yang kebetulan mengejar di kelas Yuri pada jam terakhir memberikan tugas pada Yuri untuk mengumpulkan kuis yang tadi dia berikan.
"Yuri..kalau kamu sudah selesai mengumpulkan semua kuisnya, tolong nanti simpan di ruangan saya" Ucap Bisma yang kemudian pergi meninggalkan kelas tanpa menunggu jawaban Yuri terlebih dahulu.
Apa apaan itu? Dia meninggalkanku begitu saja tanpa menunggu jawabku terlebih dahulu... Untung dia suamiku aku jadi bisa sedikit memaklumi sikap dinginnya itu.
"Eh laki lo kenapa asem kaya gitu? Lo lagi ada masalah sama dia? " Bisik Intan sambil membantu Yuri membereskan kertas berisikan kuis dari Bisma.
Yuri menggelengkan kepalanya " Tidak ada... Dia sifatnya kan emang begitu kaya lo gak tau aja".
"Ih tapi ini kaya engga biasa aja gitu...Padahal lo kan istrinya sekarang masa sifatnya gak berubah" Intan nampak sangat penasaran.
"Gue kan istrinya kalau di rumah aja , kalau di kampus ya tetap aja gue adalah muridnya. Jadi wajar saja kalau dia tidak membeda-bedakan gue sama yang lainnya kan biar adil" Ucap Yuri dengan raut wajah yang terlihat sedikit kesal.
Hani mengerutkan kedua alisnya kemudian menyenggol Intan agar berhenti untuk bicara ke arah yang lebih dalam perihal hubungan Yuri dan Bisma "Udah Tan lebih baik kita cepat cepat bantu Yuri ini kan udah sore juga nanti bisa bisa kita semua telat sampai rumah loh".
" Iya gue hampir lupa , yasudah ayo cepetan kita anterin tugasnya ke ruangan lakinya si Yuri.... Eh sorry maksud gue ke ruangan Pak Bisma" Ceplos Intan secara spontan.
Sementara itu di dalam ruangan Bisma langsung terduduk di kursinya sembari membuka jas lalu membuka satu kancing kemejanya karena merasa hari ini adalah hari yang paling melelahkan untuknya. kemudian setelah itu dia mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan mengetik sebuah pesan yang di tunjukan untuk Yuri.
Namun belum sampai beres dia mengetik sebuah pesan, tiba-tiba Monica datang dengan berlari menghampiri Bisma yang masih terduduk hingga akhirnya tanpa sengaja dia terpeleset dan terjatuh ke pelukan Bisma yang pada saat itu memang hendak akan berdiri untuk menghampiri Monica.
Dan tak lama Setelah semuanya beres Yuri dengan segera mengantarkan lembaran kuis ke ruangan Bisma di antar oleh Hani dan juga Intan. Namun pada saat Yuri sampai di ruangan Bisma, tatapan Yuri mendadak berubah menjadi sedikit berkaca kaca dan terdiam terpaku di depan pintu ruangan Bisma yang terbuka lebar.
"Yuri... Kenapa lo diam saj.... " Intan pun mendadak terdiam tak kala melihat apa yang juga Yuri lihat.
Bisma dan Monica yang menyadari akan kedatangan Yuri dan kedua sahabatnya langsung membenarkan posisinya menjadi berdiri sedikit berjauhan agar tidak ada yang berpikiran buruk dengan apa yang baru saja terjadi tadi.
Dengan sabar dan sigap Yuri bergegas masuk ke ruangan Bisma untuk menyimpan tugas yang dia minta kumpulkan tadi "Maaf Pak , Bu saya menganggu ini lembaran tugas yang Bapak minta kumpulkan tadi".
Bisma kembali ke posisi duduknya lalu menatap Yuri sekilas " Iya terimakasih Yuri".
Yuri tersenyum ketir lalu berpamitan untuk segera pergi dari sana " Iya sama-sama Pak, kalau begitu saya permisi Pak".
Yuri langsung pergi di ikuti oleh Intan dan juga Hani yang masih sama-sama syok dengan apa yang mereka lihat barusan. Intan dan Hani hanya terus terdiam tak berani mengatakan suatu apapun mengingat Yuri yang sudah pasti amat terpukul dengan kejadian tadi.
Saat tiba di depan gerbang kampus Yuri menghentikan langkahnya tak kala melihat taksi online yang dia pesan ternyata sudah sampai untuk menjemputnya.
"Hani... Intan gue pulang duluan ya, kalian berdua pulangnya hati-hati ya sampai ketemu besok" Ucap Yuri sambil melambaikan tangannya.
Hani dan Intan hanya menganggukkan kepala dan membalas dengan lambaian tangan juga.
"Kamu juga hati-hati di jalan ya?! Kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi aku " Susul Hani memastikan Yuri baik-baik saja.
__ADS_1
Yuri tersenyum lemas "Iya... Makasih ya Han".