
"Sayang apa kau ada acara hari ini?" Tanya Bisma sembari mengendarai mobilnya.
Yuri melihat Bisma sambil mengingat sesuatu "Sepertinya tidak, kenapa emang?".
" Syukurlah...Kalau begitu ayo kita pergi ke mall" Ajak Bisma sembari tersenyum riang.
" Memangnya ada apa kita pergi ke mall segala?" Wajah Yuri nampak sangat penasaran.
Bisma mengusap kepala Yuri dengan lembut " Kita lihat saja nanti ya, hampir saja lupa beritahu kedua orangtuamu kalau hari ini kau pergi denganku".
"Oh oke" Jawab Yuri singkat sembari mengeluarkan ponselnya.
Setibanya di sebuah Mall yang terlihat elit dari luar Yuri tampak sedikit bingung dan tak melepaskan pandangannya dari Bisma. Bisma terus mengumbar senyum ke arah Yuri hingga mereka berdua tak menyadari kalau sedari Bisma masuk ke mall dia telah menjadi pusat perhatian para kaum Hawa di sana.
"Wah...Coba lihat cowok itu tampan sekali"
"Benar...Apa boleh ya aku minta no Hp nya?"
"Dia benar-benar tipe ku banget, apa dia sudah punya pasangan?".
" Tapi dia masuk dengan cewe itu, apakah dia pacarnya?".
Mereka semua bergumam dengan lantangnya dengan mata yang terus tertuju pada Bisma.
Melihat Bisma yang masih terus mengumbar senyum dan menjadi pusat perhatian di sana, Yuri mulai tampak kesal dan tidak nyaman di buatnya. Karena tak tahan dengan tingkah perempuan yang terus genit menatap pada Bisma, Yuri pun dengan sengaja mensejajarkan langkahnya lalu memegang tangan Bisma dengan kedua tangannya.
"Sayangku aku lapar sekali, kita makan dulu yuk?!" Ucap Yuri dengan manja sembari menatap sinis pada perempuan-perempuan yang terus menatap Bisma.
Bisma terhenyak dan menghentikan langkahnya secara mendadak "Apa? Sayang?".
" Iya sayang ayo tunggu apalagi? lebih baik kita sekarang makan apa ya?" Yuri terus bertingkah manja dan manis pada Bisma.
Ada apa dengan dia? Kenapa tiba-tiba sifatnya dari berubah seperti ini?! Pikir Bisma dalam hati.
"Yasudah kalau begitu sekarang kita pergi makan dulu saja, gimana kalau kita makan steak saja? Disini aku punya langganan restoran yang menyediakan steak enak sekali" Imbuh Bisma yang masih keheranan melihat tingkah Yuri.
__ADS_1
"Wah pilihan yang bagus sayang. Ayo kita pergi sekarang" Ajak Yuri sembari menarik tangan Bisma meninggalkan para perempuan dengan senyum jahatnya yang sudah terlihat patah hati melihat kemesraan mereka berdua saat ini.
Pada saat Bisma dan Yuri tiba di restoran yang di maksud oleh Bisma tadi, wajah Yuri mendadak terlihat sangat kesal dan tak banyak bicara. Bisma pun mengambil inisiatif untuk memegang tangan Yuri lalu bertanya dengan lembut padanya.
"Sayang....Kau kenapa dari tadi diam saja?" Tanya Bisma dengan hati-hati.
Yuri melirik Bisma dengan tatapan sinis "Tidak apa-apa".
" Kalau tidak apa-apa kenapa kau terlihat kesal begitu? Apa aku membuat kesalahan padamu?" Bisma semakin di buat heran oleh Yuri.
Mendadak Yuri menyimpan garpu dan juga pisau yang dia pegang untuk memotong steak lalu beralih kembali menatap Bisma "Jangan kau coba-coba tersenyum pada orang lain selain aku".
Bisma mengerutkan kedua alisnya " Aku? tersenyum pada orang lain? Kapan sayang aku seperti itu?".
"Itu tadi di bawah kau berani sekali mengumbar senyuman pada perempuan di sana, padahal di sampingmu ada aku" Gerutu Yuri pada Bisma.
Melihat tingkah Yuri yang menurutnya menggemaskan. Bisma langsung tersenyum lebar sembari menggelengkan kepalanya "Kau sedang cemburu ya sayangku makannya jadi kaya gini?!".
" Apa cemburu? Tidak!! Untuk apa aku cemburu?" Tegas Yuri dengan wajah yang sudah memerah.
Yuri menghela nafas panjang sembari sedikit menundukkan kepalanya "Aku...Aku tidak suka melihatnya karena dengan begitu kau menjadi pusat perhatian cewek lain".
Bisma tersenyum lebar melihat kekhawatiran Yuri " Sayang...Kamu jangan salah paham dulu, dari tadi aku tidak mengumbar senyum pada orang lain. Aku tersenyum hanya kepadamu".
"Tapi tadi kau...".
" Sudahlah sayang kau tidak usah salah paham lagi, karena seberapa keras mereka melihatku yang ada di pandanganku cuma kamu sayang, kamu wanita yang sangat aku cintai" Tegas Bisma sambil memegang erat tangan Yuri.
Yuri membalas pegangan Bisma sambil tersenyum lebar" Hehe terimakasih ya Pak Bisma atas semuanya. Aku juga mencintaimu".
"Eum tadi perasaan kau memanggilku sayang, kenapa sekarang berubah lagi jadi Pak Bisma ya?" Sahut Bisma dengan salah satu alis terangkat.
"Ih apaan sih Pak sejak kapan aku panggil kamu dengan sebutan itu? Biasanya kan aku selalu memanggilmu dengan sebutan itu" Gumam Yuri malu-malu.
"Tidak...Aku tadi dengar jelas kau panggil aku sayang loh" Sahut Bisma sewot.
__ADS_1
"Bapak salah dengar kali" Ucap Yuri ngeles.
Bisma menatap Yuri dengan senyum sinis nya "Apakah kau yakin? Perlu kah aku turun lagi ke bawah menghampiri mereka untuk menanyakan apa yang tadi mereka dengar?".
Yuri langsung memegang tangan Bisma yang hendak berdiri keluar dari meja makan " Eh jangan-jangan, iya sayang aku akan memanggilmu sayang deh mulai hari ini".
"Kok kesannya kaya gak ikhlas gitu ya?" Bisma terus menggoda Yuri.
"Ikhlas sayangku, cintaku, dan calon imam ku" Ceplos Yuri.
Mendengar perkataan Yuri barusan sungguh amat sangat membuat Bisma senang dan berdebar dibuatnya. Apalagi ketika mendengar kata Imam ku ada perasaan terharu dan juga senang yang Bisma rasakan kali ini.
Sementara itu di kediaman Ayah Bisma, sang Ayah seperti biasa di sibukan dengan pekerjaan dan juga persiapannya untuk segera pergi ke luar negeri. Namun di sela-sela kesibukannya sang Asisten tiba-tiba datang menghampiri nya dan memperlihatkan sebuah tablet padanya.
"Oh syukurlah hubungan mereka sepertinya baik-baik saja" Ujarnya.
"Iya Tuan, saya melihat mereka berdua sangat bahagia sekali" Balas sang Asisten.
Ayah Bisma menganggukkan kepalanya "Hem aku juga melihatnya begitu. Ngomong-ngomong kapan aku harus pergi ke Amerika?".
" Anda harus berangkat besok lusa Tuan" Jawab Asisten pribadinya.
Ayah Bisma menyandarkan punggungnya di kursi "Lusa ya...Baiklah kalau begitu sekarang kau tolong atur pertemuan antara aku dan juga keluarga Yuri secepat yang kau bisa".
" Maaf Tuan, kalau boleh tahu untuk apa kau menemui keluarga Nona Yuri?" Asisten pribadinya terlihat sangat penasaran.
Ayah Bisma tersenyum menatap ke arah foto dirinya bersama Bisma "Aku ingin melaksanakan pernikahan Yuri dan Bisma sebelum aku pergi ke luar negeri".
" Tuan apa anda yakin? Waktu nya sungguh akan mepet sekali kalau untuk acara pernikahan" Ungkap. sang Asisten
"Pokonya semuanya aku serahkan saja padamu, kalau perlu persiapkan saja acara pernikahan nya mulai dari hari ini" Jelas Ayah Bisma.
"Maaf Tuan tapi kenapa mendadak sekali? Bukannya rencana awal kita hanya akan mengadakan acara pertunangan terlebih dahulu?".
" Hah...Awalnya aku berfikir begitu. Namun, aku berubah pikiran dan ingin melihat mereka berdua langsung menikah saja. Karena mengingat aku akan pergi ke luar negeri cukup lama, aku tak ingin melihat Bisma kesepian lagi seperti dulu dan ingin melihatnya bahagia bersama perempuan yang benar-benar dia cintai" Ucap Ayah Bisma sambil menepuk pundak sang Asisten.
__ADS_1