Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 45


__ADS_3

"Terimakasih" Kata Bisma singkat.


Yuri melihat Bisma dan menatap wajahnya dengan lekat , entah apa yang ada di pikirannya namun seketika rasa marah yang tadi memuncak seakan hilang dengan sekejap di gantikan dengan rasa bersalah karena sudah membiarkannya dalam kondisi yang belum sepenuhnya membaik.


"Iya sama-sama" Balas Yuri singkat.


Bisma tersenyum singkat kemudian melepaskan pegangan tangannya dari Yuri dan mengusap ujung kepalanya dengan lembut.


"Kamu istirahat saja , aku akan kembali ke kamar" Sambung Bisma sambil berjalan menuju kamar.


Yuri hanya terdiam tidak bergeming sedikitpun dari posisinya , pandangannya terus fokus menatap punggung Bisma yang semakin menjauh hingga tidak terlihat lagi. Tangan kanan Yuri perlahan menyentuh bagian kepala yang di baru saja di sentuh oleh Bisma hingga tak terasa senyumnya muncul dari bibir indahnya.


Dengan segera Yuri berbalik dan berlari menuju kamarnya , setelah sampai kamar Yuri terduduk di atas meja riasnya dan menatap dirinya dari pantulan cermin lalu memegang dadanya yang tiba-tiba berdegup sangat kencang.


Dan tanpa di sadari Bisma pun merasakan hal yang sama dengan Yuri , setelah sampai di kamar Bisma langsung terduduk lemas di atas tempat tidur , jantungnya sangat berdebar hingga Bisma terasa sulit untuk mengendalikannya , tangannya mulai mengipas wajahnya agar bisa sedikit lebih tenang.


Tak lama Bisma mengeluarkan ponselnya lalu membuka galeri dan terlihatlah foto Yuri sedang tersenyum yang dia ambil beberapa waktu lalu tanpa sepengetahuan siapapun termasuk dari orang yang secara diam-diam menjadi objek dari fotonya.


"Dasar gadis ceroboh" Ucap Bisma dengan senyum yang terus mengembang dari wajahnya.


.


.


.


Waktu cepat berlalu tak terasa hari sudah malam , namun saat Yuri dan Mama sedang menyiapkan makan malam belum terlihat tanda-tanda Bisma akan keluar dari kamar.


"Nak , coba lihat nak Bisma di kamar kok dari tadi tidak terlihat batang hidungnya ?!" Mama Yuri menyuruhnya untuk memastikan keadaan Bisma.


"Iya Ma" Jawab Yuri singkat dan langsung berjalan ke arah kamar Tomi.


Saat Yuri sampai di depan pintu kamar Tomi ada perasaan malu dan juga takut kalau mengganggu waktu istirahat Bisma. Namun saat Yuri memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya secara bersamaan pintu kamar terbuka dan terlihat Bisma sudah jauh lebih segar dari tadi siang.

__ADS_1


"Eh...Kamu ?? ada apa ?" Tanya Bisma yang juga terkejut dengan keberadaan Yuri yang sudah ada di balik pintu.


"Itu...Maaf Pak saya mengganggu ya ?!" Yuri memegang tangannya karena grogi melihat Bisma.


"Tidak...Kamu tidak mengganggu kok , aku memang mau keluar" Balas Bisma.


"Oh iya kalau begitu aku duluan ya Pak , Bapak bisa berjalan sendiri ke meja kan ?!" Yuri memastikan.


Bisma tidak langsung menjawab , lalu ada sedikit pikiran jail Bisma untuk sedikit menjahili Yuri agar suasana kaku di antara mereka bisa sedikit mencair.


"Sepertinya aku harus di bantu untuk berjalan , kaki ku terasa lemas sekarang" Ujar Bisma sambil mengulum senyum


Yuri terhenyak kaget dan mendekati Bisma "Bagian mana yang masih sakit Pak ? haruskah aku panggilkan dokter lagi ?!".


Bisma tak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya, lalu tak lama kepalanya sedikit tertunduk dan berbisik ke arah telinga Yuri.


" Aku tidak perlu dokter, karena sudah ada seseorang yang bersedia untuk merawat ku" Bisma tersenyum licik seraya menggoda Yuri.


Mendengar perkataan yang baru saja terucap dari bibir Bisma membuat Yuri terkejut dan langsung memalingkan wajahnya ke arah Bisma yang belum merubah posisinya hingga tanpa sengaja bibirnya menyentuh pipi Bisma.


Setelah sampai di dapur Yuri melihat semua masakan sudah hampir matang , dengan perasan yang masih dag dig dug dengan cepat Yuri menyiapkan piring , sendok , dan garpu untuk di simpan di meja makan. Namun saat Yuri tengah menyiapkan alat makan, tak sengaja Mama Yuri yang sedang menyimpan nasi hangat di meja makan melihat anak gadisnya itu tengah bengong bahkan salah menyimpan garpu dan sendok.


"Nak , kamu ngapain bengong begitu ? kesambet ya ?!" Ceplos Mama Yuri heran.


Yuri langsung tersadar dan menjawab dengan linglung "Ah itu...Yuri gapapa kok mah".


"Lah kalo gapapa kenapa kamu malah menyimpan pisau saja di sebelah piring ?! kamu pikir kita mau perang ?!" Tanya Mama penasaran.


Yuri melihat ke meja makan dan baru menyadari kalau apa yang Mama nya katakan itu benar , semua piring hanya di sandingkan dengan pisau tidak ada garpu ataupun sendok.


"Astaga...Maaf Ma aku lupa" Yuri menggaruk kepalanya karena malu.


"Ya alloh...Itu kan udah hal biasa yang sering kamu lakukan , masa bisa lupa ?" Tegur Mama pada Yuri.

__ADS_1


Yuri tidak menjawab dan hanya tersenyum cengengesan karena malu. Mama Yuri yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya dan kembali ke dapur dengan sedikit ngedumel.


"Makannya jangan mikirin nak Bisma terus , jadi lupa kan nyimpan sendok sama garpu di meja makan".


Yuri langsung berbalik ke arah dapur " Ih Mama jangan mengada-ngada deh !".


Saat Yuri sedang sibuk saling mengoceh dengan Mama nya datanglah Papa Yuri dari arah kamarnya dan melerai keributan kecil yang terjadi di antara perempuan-perempuan tersayangnya.


"Ada apa ini ribut-ribut ?!".


"Itu anak Papa dari tadi ngelamun terus , mikirin nak Bisma kayanya" Mama Yuri tertawa sambil menggoda Yuri.


"Ih dasar Mama ini , engga kok Pa aku cuman gabut aja tadi" Jawab Yuri malu.


"Dih gabut kenapa coba ?!" Mama Yuri tak ingin kalah.


"Itu karena... Karena..." Yuri mendadak bingung untuk menjawab perkataan Mama nya.


"Nah tuh kan bengong lagi dia Pa" Mama Yuri tertawa puas melihat tingkah laku anak gadisnya.


"Sudah sudah...Cepat beresin meja makannya nanti nak Bisma keburu kesini loh" Sambung Papa Yuri untuk menengahi mereka berdua.


Pada saat mereka bertiga tengah ribut-ribut sambil menyiapkan makanan di meja makan sambil sesekali bercanda dan menyebut nyebut nama Bisma , tanpa di sadari ternyata Bisma sudah ada di sana sedari tadi memperhatikan mereka bertiga dengan senyum yang terus merekah di bibirnya karena melihat kekompakan keluarga yang ada di depannya ini.


Melihat betapa kompak dan cerianya mereka membuat Bisma sedikit iri karena dirinya tidak bisa mempunyai keluarga yang utuh seperti ini , namun saat melihat dan bisa berada di tengah keluarga Yuri membuat sedikit perasaan Bisma yang hampa terobati dan perlahan hatinya bisa mendapatkan kehangatan yang selama ini selalu di inginkan olehnya.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote , dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.

__ADS_1


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2