
H-1 sebelum hari pernikahan Yuri membereskan terlebih dahulu semua tugas kuliahnya agar tidak ada nilai yang terlewatkan olehnya di temani oleh kedua sahabat kesayangannya.
Tak lupa di tengah-tengah kesibukannya Yuri memberikan sebuah gaun untuk kedua sahabatnya agar bisa di pakai di acara pernikahannya besok sebagai pendamping pengantin wanita. Selain Intan dan Hani tak ada seorangpun yang tahu akan pernikahannya dengan Bisma begitupun staf kampus terkecuali ketua yayasan yang memang kenal dekat dengan keluarga Bisma.
Perasaan resah dan gembira terus di rasakan olehnya setiap waktu mengingat statusnya dalam beberapa hitungan jam lagi akan berubah menjadi Nyonya Santoso.
"Ri semua persiapan buat acara lo besok udah selesai semua? " Tanya Intan sembari membantu Yuri membereskan buku tugasnya.
Yuri mengangguk " Iya udah kok, cuman tinggal prepare buat kemas kemas barang ke hotel aja ".
" Bagus deh kalau gitu " Balas Intan singkat.
"Eh iya Tan lo jadi kan sekarang nginap di rumah gue sama Hani ?!" Tanya Yuri.
Hani dan Intan saling menatap " Ri maaf kalau misalkan kita besok aja pagi-pagi nyusul ke hotel boleh ga? Kita ngerasa gak enak aja sama keluarga kamu takutnya ngerepotin".
"Iya Ri gue sama Hani besok aja berangkatnya biar lo gak keganggu dan bisa istirahat juga biat besok lo bisa fit " Tambah Hani.
Yuri menggelengkan kepalanya "Ih apaan sih kalian berdua gak bakalan ganggu gue kok, lagian gue juga udah bilang sama Orangtua gue kalau kalian mau nginep di rumah".
" Tapi apa kita gak bakalan mengganggu ? Takutnya keluargamu sedang sibuk hari ini buat persiapan besok" Balas Hani.
"Ck cuman beresin baju aja ini gak bakalan ganggu kok beneran deh" Ucap Yuri.
"Kamu yakin Ri?! " Lanjut Hani.
Yuri menganggukkan kepalanya "Yakin lah".
" Yasudah... Kalau gitu aku sama Intan mau pulang dulu ke tempat masing-masing ya buat nyiapin baju. Kamu mau tunggu di sini aja atau mau ikut ke kosan ku? " Seru Hani bersiap akan pergi terlebih dahulu dengan Intan.
"Eum aku tunggu di kantin kampus aja deh, kalian berdua jangan lama ya? " Lanjut Yuri.
Intan sama Hani mengangguk tanda mengerti lalu mereka berdua pergi meninggalkan Yuri yang masih sedikit membereskan barang bawaannya ke dalam tas.
Keluar dari kelas Yuri berjalan sendiri ke arah kantin, tak lupa sembari berjalan Yuri menggunakan headset di telinganya agar tidak merasa kesepian selagi dia berjalan ke arah kantin kampus.
Ketika Yuri tengah asik berjalan sambil bersenandung kecil mengikuti irama musik yang tengah di dengarnya, dari lorong menuju ke arah perpustakaan dia tampak melihat Bisma tengah berbincang dengan seorang wanita yang tidak terlalu jelas karena jaraknya yang sedikit jauh.
Yuri terdiam sejenak dan terlihat sangat penasaran dengan wanita yang sedang berbicara dengan Bisma. Apalagi Bisma seperti sedang berbicara santai dengan sedikit senyuman yang kadang terlihat dari sudut bibirnya dan jarang sekali Bisma bisa sesantai itu bicara dengan seseorang mengingat Bisma yang terkenal amat begitu dingin bahkan jarang bisa tersenyum pada orang lain yang cukup asing sehingga cukup membuat Yuri penasaran. Namun, beberapa saat kemudian saat Yuri hendak membalikan badannya untuk memutar arah, tiba-tiba dari arah belakang terdengar seseorang memanggil namanya dengan suara yang pastinya sudah tidak asing lagi di telinganya.
"Yuri... Kau mau kemana?" Tanya Bisma yang berjalan mendekat ke arahnya.
Yuri sedikit kikuk tak kala melihat Bisma berjarak beberapa meter saja dari posisinya berdiri saat ini "Ah itu.... Aku mau ke kantin Pak".
" Kantin kan jalannya ke sana, kenapa kamu putar balik kesini?" Ucap Bisma sambil menunjuk arah lorong yang baru saja di lewatinya.
Yuri berfikir keras agar bisa mencari alasan yang sedikit masuk akal "Oh itu... Aku baru ingat ada barang ku yang ketinggalan di kelas jadi aku memutuskan untuk kembali ".
" Eum begitu ya , mau aku antar? " Bisma menawarkan diri untuk menemani Yuri.
"Oh tidak usah Pak aku bisa pergi sendiri kok" Yuri langsung membalas dengan menggelengkan kepalanya.
Bisma mengangguk tanpa memaksa Yuri "Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ke gedung yayasan ya ! Kau mau menungguku atau... ".
__ADS_1
" Bapak tidak usah khawatir aku pulang bareng Intan dan Hani " Yuri langsung memotong ucapan Bisma.
" Oh mereka jadi menginap di rumahmu? " Tanya Bisma.
"Iya Pak , biar besok aku berangkat ke hotel ada temen " Balas Yuri.
" Baguslah kalau begitu , nanti pulangnya hati-hati di jalan ya dan sampai ketemu besok ca -lon is-tri-ku" Bisik Bisma sambil tersenyum lalu meninggalakan Yuri dengan wajah yang mulai memerah.
"Hah... Orang ini selalu saja membuatku berdebar" Gumam Yuri sembari mengusap dadanya.
...****************...
Pada malam harinya Yuri di bantu oleh Intan dan juga Hani menyiapkan barang-barang yang akan di bawa besok ke hotel tempat pernikahan Yuri dan Bisma akan di gelar.
Di sela-sela kegiatan mereka sesekali di barengi oleh canda juga tawa sehingga membuat suasana di dalam kamar Yuti menjadi hangat dan juga ramai. Lalu tanpa terasa semua persiapan pun sudah hampir mencapai 95% dan karena merasa sedikit lelah mereka bertiga beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga dengan minum minuman bersoda dan cemilan-cemilan kecil sebagai pelengkapnya.
" Akhirnya sedikit lagi kelar " Ucap Yuri sembari merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
"Iya gak kerasa udah mau beres aja " Tambah Hani.
Intan pun ikut merebahkan dirinya di atas tempat tidur " Wah tinggal menghitung beberapa jam lagi lo udah mau jadi bini nya dosen tertampan di kampus kita. Hah beruntungnya elo Ri , kapan ya giliran gue".
"Menghayal aja dulu Tan , nanti juga kalau udah waktunya kamu pasti bakalan nikah" Sambung Hani .
"Hah tapi gue juga mau punya suami tampan kaya pak Bisma Han , yang tampan, baik, kaya" Ujar Intan.
"Menghayal nya jangan kejauhan Tan nanti jatuh" Ceplos Hani dengan polosnya.
" Dih harga diri dong , masa gue yang cari-cari cowok sih" Gerutu Intan kesal.
"Ck kan katanya lo mau dapetin yang kaya Pak Bisma Tan" Balas Yuri.
"Iya kali gak gue juga yang nyari-nyari keles" Sahut Intan dengan lucu nya yang sontak membuat Yuri dan Hani tertawa riang.
Pada saat mereka berbincang kecil masalah perjodohan, mendadak Yuri teringat akan sosok perempuan yang tadi dia lihat di kampus. Yuri tampak masih sangat penasaran dengan perempuan itu.
Melihat Yuri yang mendadak diam karena sedang berkutat dengan pikirannya, Hani dan juga Intan saling melihat seolah mengerti dengan maksud dan tujuan masing-masing untuk bertanya dengan apa yang sedang dipikirkannya.
"Heh Ri lo kenapa ngelamun kaya gitu? " Tanya Intan sambil menyenggol tangan Yuri.
Seketika Yuri tersadar dari lamunannya "Eh gue gapapa kok".
" Ck ck jangan bohong, coba ceritain ada apa? " Lanjut Intan ingin tahu.
Hani menganggukkan kepalanya "Iya Ri kalau ada apa-apa jangan sungkan cerita aja sama kita, kita pasti bantu kok".
Sejenak Yuri terdiam lalu memandang kedua sahabatnya " Sebenarnya tadi...di kampus aku lihat Pak Bisma lagi ngobrol sama seorang perempuan, aku juga tidak tahu dia siapa hanya saja... ".
" Hanya saja apa? " Sambut Hani.
"Aku merasa perempuan ini berbeda, dari kejauhan aku bisa melihat dengan jelas Pak Bisma tersenyum dan terlihat sangat akrab dengannya. Jujur aku merasa baru kali ini melihat Pak Bisma bisa sehangat dan se akrab itu dengan lawan bicaranya apalagi perempuan" Jelas Yuri dengan raut wajah gelisah.
Intan kembali mengeluarkan suaranya "Terus udah coba lo tanyain ke Pak Bisma belum dia siapa? ".
__ADS_1
Yuri menggelengkan kepalanya " Gue gak berani bertanya sama dia Tan, gue takut kalau dia jadi berfikiran buruk ke gue karena hal ini".
"Tapi kan gak ada salahnya kamu tanyain siapa dia Ri , mungkin saja kan setelah kamu tanyain ke Pak Bisma bisa menjawab rasa penasaran kamu" Tambah Hani.
"Betul juga kata si Hani Ri , dari pada lo terus penasaran dan gelisah kaya gini mending tanyain langsung saja sama orangnya" Lanjut Intan menambahkan.
Setelah mendengar usul dari kedua sahabatnya itu sejenak Yuri terdiam dan membenarkan apa yang telah mereka bicarakan. Tidak ada salahnya dia bertanya pada Bisma toh pada akhirnya dia akan menjadi suaminya jadi dua berhak tahu siapa sebenarnya perempuan yang tadi di temui nya di kampus.
"Iya nanti akan aku coba tanyakan pada Bisma " Balas Yuri singkat.
"Yasudah sekarang kan udah malam juga nih, lebih baik saat ini kamu tidur cepat Ri biar besok pas bangun pagi-pagi wajahmu segar" Seru Hani penuh perhatian.
Intan mengiyakan perkataan Hani "Iya bener lo tidur saja sono, biar sisanya kita berdua yang beresin".
" Ih jangan gitu dong gak enak gue, masa gue tidur kalian berdua masih beres-beres sih?" Ucap Yuri merasa tidak enak.
"Udah ih lo tidur aja Ri , lagian cuman tinggal sedikit lagi kok kemas-kemas nya sebentar lagi juga beres " Ungkap Intan yang kembali bergegas memasukan sisa pakaian Yuri ke dalam koper.
Yuri merasa terharu lalu memeluk Hani dan juga Intan "Ih kalian berdua baik banget deh... Gak salah gue pilih kalian buat jadi sahabat gue".
" Dih kemane aje lo baru tahu? " Ucap Intan usil
" Hehe iya iya... Kalian emang sahabat gue paling the best deh pokoknya"
Begitulah malam ini semua berakhir masih dengan canda tawa dan sedikit keusilan dari Intan yang tak ada habisnya walaupun sempat ada perasaan galau yang hinggap di hati Yuri, pada akhirnya mereka bertiga tertidur dengan pulas tanpa ada halangan apapun sampai tidak terasa waktu pagi pun hanya tersisa tinggal beberapa jam lagi.
...****************...
Sinar mentari muncul di ufuk timur dengan begitu indahnya. Suasana di tempat Bisma dan Yuri akan mengikat janji suci mereka dalam sebuah mahligai pernikahan tampak sangat sejuk , indah , dan kental dengan nuansa adat sunda semi modern.
Aksen dekorasi yang di dominasi oleh warna putih dan juga gold nampak sangat cantik dan mewah apalagi dengan begitu banyaknya bunga hidup yang melengkapi dekorasi permainannya semakin membuatnya terlihat begitu megah namun tidak berlebihan.
Saat yang lainnya tengah sibuk membereskan ini itu, tampak sosok Yuri yang selesai berdandan terlebih dahulu tengah terduduk anggun di ruang make up dengan mahkota sunda atau biasa kita sebut siger membuat Yuri terlihat amat cantik dan juga anggun sehingga siapa pun yang melihatnya pasti akan sangat pangling.
Tepat pukul delapan pagi acara pun di mulai, tahapan demi tahapan acara dari mulai prosesi pembukaan , penyambutan hingga serah terima bingkisan pun selesai tibalah saatnya Bisma datang dan bersiap untuk mengucapkan ijab kobul terlebih dahulu sebelum bisa di pertemukan dengan Yuri.
Perasaan tegang sudah pasti di rasakan oleh Bisma terutama Yuri yang sedang berdebar menunggu ijab kobul selesai.
"Saya terima nikah dan kawinnya Yuri Nadia Putri binti Dodi Wibisono dengan mas kawin yang tersebut di bayar tunai" Samar-samar terdengar suara Bisma yang dengan lantang menyerukan ikrar suci pernikahan hingga membuat semua orang di sana yang menyaksikannya bertepuk tangan dengan riuh.
"Bagiamana saksi sah? " Ujar penghulu.
"SAH !! "
" Alhamdulillah.... " Ucap semuanya merasa lega.
Setelah ijab kobul selesai tibalah saatnya Bisma di pertemukan dengan Yuri. Yuri di temani oleh kedua sahabat baiknya itu mulai berjalan ke arah Bisma di pelaminan dengan pelan namun pasti.
Senyuman terus terurai indah di perlihatkan oleh Yuri yang nampak sangat bahagia. Dari kejauhan terlihat Bisma sangat terkesima melihat Yuri hari ini yang sangat amat teramat cantik dari biasanya. Wajahnya dengan riasan make up bold namun tidak berlebihan serta badannya yang mungil di hiasi gaun putih berbalut payet mewah semakin menambah kecantikan Yuri yang tiada duanya.
Setelah sang mempelai wanita hampir tiba di area pelaminan, dengan gagahnya mempelai pria langsung menyambutnya dengan uluran tangan serta senyuman yang khas membuat siapa saja akan iri melihatnya.
Dua pasangan sejoli yaitu Bisma dan juga Yuri saling menyematkan cincin di jari manis tangan kanan masing-masing, lalu memamerkan jari manis mereka berdua bersamaan dengan akta menikah ke depan kamera untuk menunjukan ke kepada semua orang yang ada di acara pernikahan itu bahwa saat ini, hari ini, dan untuk seterusnya mereka berdua kini telah sah menjadi sepasang suami istri.
__ADS_1