Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 66


__ADS_3

Perlahan namun pasti sosok lelaki tampan itu masuk ke dalam gedung lalu melihat sekeliling sambil sesekali membetulkan kerah bajunya.


"Bisma!!" dari kejauhan terdengar teriakan Helena yang langsung menghampirinya.


Bisma menoleh sambil memasukan salah satu tangannya ke saku celana nya "Kakak...Kau terlihat cantik sekali hari ini".


"Benarkah?" Helena tersipu malu.


Bisma hanya menganggukkan kepala sambil menggandeng Helena untuk berjalan ke arah taman.


Saat Helena tengah berjalan sambil bergandengan, dari arah belakang salah satu sudut ruangan terlihat sosok Yuri yang begitu sangat manglingi tengah memperhatikan mereka berdua.


Mereka terlihat sangat serasi sekali. Pikir Yuri di dalam kepalanya.


Melihat Helena yang begitu cantik di balut gaun panjang warna gold dan rambut di bentuk kriting gantung yang di buat terurai lalu di hiasi mahkota kecil di kepalanya, membuat Helena terlihat sangat elegan dan berkelas.


Kaki Yuri mendadak terasa kaku saat akan melangkah, saat melihat para tamu yang mulai memasuki taman dengan setelan setelan sangat berkelas menandakan mereka bukanlah tamu biasa. Bahkan Yuri sempat melihat salah satu tamu membawakan sebuah bingkisan yang terlihat sangat mahal dan membuat Yuri terlihat sedikit syok karena baru pertama kali melihat pesta ulangtahun yang begitu luar biasa.


Saat Yuri perlahan melangkahkan kakinya di hadapan semua orang, tangan dan kakinya mulai bergetar karena merasa canggung saat dirinya tiba-tiba menjadi pusat perhatian orang yang seakan akan segera menerkam dirinya.


Ayo jalan terus, jangan pernah memikirkan mereka yang tengah menatap ke arah mu, Gumam Yuri dalam hati.


Tatapan takjub masih saja terjurus ke arah Yuri yang tengah berjalan menghampiri Helena dengan menggunakan gaun berwarna krem beserta riasan yang terlihat sangat natural dengan rambut lurus di biarkan terurai indah.


"Hai...Kak" Yuri menyapa dengan sopan.


Bisma yang sedari tadi telah menatap kagum kecantikan Yuri hanya bengong tanpa berkata apapun, tetapi tanpa sepengetahuannya sedari tadi Helena mengulum senyum karena ternyata dengan wajah polosnya Bisma tidak mengetahui kalau perempuan yang ada di depannya adalah Yuri.


"Hai juga...Wah kamu terlihat sangat cantik sekali hari ini Yuri" Ujar Helena sambil mengusap lembut kepalanya.


Mendengar Helena mengucapkan nama Yuri, dengan reflek wajah Bisma beralih menatap Helena "Yuri?!!".


"Terimakasih Kak...Ngomong-ngomong selamat Ulangtahun ya Kak sehat terus, panjang umur, di mudahkan juga segala urusannya termasuk pertunangan Kakak.


"Kak, tunggu dulu siapa sebenarnya perempuan ini?" Tanya Bisma masih penasaran.


Kak katanya?? Gumam Yuri sambil melihat ke arah Bisma.


Helena kembali mengulum senyum lalu menepuk-nepuk pundak Bisma dengan perlahan.


"Dia ini Yuri Bisma, masa kamu gak kenal sama dia?" Balas Helena.


"Apa?" Bisma terperanjat sambil melihat Yuri.


Melihat Bisma terkejut, Yuri mengerutkan keningnya sambil kembali melihat Bisma.

__ADS_1


Dia tidak mengenaliku? Sungguh?. Gumam Yuri dalam hati.


"Iya...Kalau begitu silakan kalian saling menyapa ya, aku mau menyambut dulu tamu yang baru saja datang kesini.


"Tapi Kak Helena?" Jawab mereka berdua dengan bersamaan.


Bisma dan Yuri saling menatap satu sama lain hingga mereka tak menyadari kalau Helena tengah pergi untuk membiarkan mereka berdua saling berbicara.


"Kau kenal Kaka Helena?" Ucap mereka berdua dengan masih bersaman.


Mereka berdua tertunduk malu, lalu dengan segera Bisma bertanya sambil melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah Yuri.


"Kau kenapa Bisa ada disini?" Tegur Bisma.


"Aku di undang oleh Kak Helena untuk hadir ke acara dia hari ini!" Tegas Yuri.


Bisma menekan keningnya untuk menghindari tatapan wajah Yuri sekaligus melihat ke arah Kakak perempuannya yang sedari tadi tengah memperhatikan mereka berdua.


"Dengan siapa kau kesini?" Ujar Bisma.


"Aku datang sendiri, kenapa emang?" Ucap Yuri ketus.


"Tidak kenapa-napa, hanya saja untuk apa kau datang ke acara ini?" Bisma menatap ke arah Yuri.


Bisma terkejut dan mengangkat satu alisnya karena heran "Acara pertunangan ku?".


"Iya...Acara pertunangan mu!" Tegas Yuri.


Bisma mundurkan langkahnya kemudian sedikit tertawa sambil memegang kepalanya.


"Apa maksudmu? Aku tunangan? Dengan siapa coba?" Kata Bisma tak habis pikir dengan ucapan Yuri.


Yuri menutupkan matanya, lalu tak lama Yuri kembali angkat bicara.


"Kamu tunangannya kak helena kan?" Sambung Yuri dengan yakin.


"Apa? Aku tunangan dengan Kak Helena?" Sahut Bisma.


"Iya kamu tunangan sama dia kan hari ini? Sambung Yuri.


"Kau ini bicara apa sih? Masa iya aku tunangan dengan Kakak ku sendiri?" Karena gemas Bisma menyentil kening Yuri.


"Aw...Sakit pak, kenapa Bapak lakukan itu terus padaku sih?" Gerutu Yuri.


"Karena kau ternyata bodoh!" Ucap Bisma pelan.

__ADS_1


"Ah omongan orang ini selalu saja membuatku kesal" Bisik Yuri agar tidak di ketahui oleh Bisma.


"Heh asal kau tau ya, Kak Helena itu adalah Kakak kandungku bukan tunangan ku"


Mata Yuri terbelalak kaget sambil menutup mulutnya "Kau jangan bohong ya?".


"Apa untungnya aku bohong padamu?" Lanjut Bisma.


"Eh tunggu, kau serius Pak?" Yuri masih penasaran.


Karena kesal Bisma mengeluarkan ponselnya, kemudian memperlihatkan sebuah foto pada Yuri.


"Gimana apa aku terlihat masih bohong dengan bukti yang sudah aku berikan itu?" Ucap Bisma.


Yuri hanya melihat perlahan ke arah Bisma sambil kembali memandangnya dengan lekat lalu sesekali mengalihkan pandangannya pada Helena yang tengah sibuk menyambut tamu sambil bergandengan mesra dengan seorang pria yang terlihat sangat dekat dengannya.


Bisma kembali mendekat ke arah Yuri sambil melihat kemana arah pandangan Yuri tertuju dengan teliti.


"Nah...Kau lihat sosok pria di sana yang tengah bersama Kakak ku? Itu dia baru tunangan Kakak ku" Jelas Bisma.


Yuri kembali menatap ke arah Bisma dengan posisi kepala Bisma yang hampir saja menempel ke pipi Yuri, hingga beberapa detik kemudian dengan cepat Yuri menjauhkan dirinya dari Bisma kemudian dia berbalik untuk segera pergi meninggalkan Bisma.


Namun sayang sekali saat Yuri akan melangkahkan kakinya, tangan Bisma dengan cepat langsung menarik tangan Yuri hingga Yuri sedikit jatuh ke pelukan Bisma.


"Kau mau kemana?" Tanya Bisma.


"Aku...Aku mau ke toilet sebentar" Ucap Yuri dengan ragu.


"Perlu aku antar?" Lanjut Bisma.


Yuri langsung menggelengkan kepalanya sambil melepaskan tangannya dari tangan Bisma.


"Tidak usah Pak, saya bisa pergi sendiri" Sahut Yuri yang langsung berjalan menjauh dari Bisma.


.


.


.


Note :


Untuk para teman-teman pembaca maaf ya aku belum sempat membuat update dengan isi cerita yang sangat panjang di karenakan aku masih sibuk dengan pekerjaanku yang lainnya, tapi teman-teman jangan khawatir di update an berikutnya aku usahakan membuat cerita sedikit lebih panjang dari biasanya agar kalian bisa tambah nyaman baca novel ini☺🙏


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.

__ADS_1


__ADS_2