Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 74


__ADS_3

Keesokan paginya Yuri terbangun sedikit lebih pagi, karena setelah selesai melaksanakan sholat subuh dia tidak kembali tertidur melainkan langsung pergi ke dapur untuk membantu Kakak Ipar nya.


"Pagi Kak Nilam" Ucap Yuri dengan mata yang terlihat sedikit membengkak.


Nilam melihat ke arah Yuri dan langsung mengerutkan alisnya "Yuri...Kamu abis nangis?".


"Tidak Kak, kenapa emang?" Jawab Yuri yang langsung memalingkan pandangannya ke sembarang tempat.


"Terus itu kenapa matamu terlihat bengkak?!" Tanya Nilam penasaran.


"Oh ini...Yuri kayanya kurang tidur Kak semalam main HP sampai agak larut" Jawab Yuri.


"Masa sih bisa sampai bengkak kaya gitu?" Tambah Nilam.


"Ya bisa kali Kak, mungkin karena efek terlalu lama lihat layar HP jadinya ya kaya gini" Yuri mencari alasan yang sedikit logis agar bisa di terima oleh Nilam.


"Hah kamu ini ada-ada saja, makanya lain kali kalau mainin HP tuh harus tahu aturan biar gak kejadian kaya gini lagi mengerti?!" Tegas Nilam.


Yuri hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan langsung mengambil alih tugas Nilam untuk memanggang roti sementara Nilam menyiapkan bahan lainnya.


Hah...Untunglah Kak Nilam bisa menerima alasanku, jadi aku tidak harus terus membohonginya. Gumam Yuri.


Setelah sarapan sudah siap semua, Fredi dan Kinan mulai turun dari kamarnya kemudian bergabung bersama Yuri dan Nilam yang sudah sedari tadi menunggu mereka.


"Pagi semuanya" Ucap Fredi dan Kinan bersamaan.


"Pagi Kak" Jawab Yuri.


"Ri tumben kamu sudah bangun jam segini?!" Tanya Fredi sambil tersenyum.


"Hehe...Tadi sudah sholat subuh aku gak tidur lagi Kak tanggung" Balasnya.


"Oh...Gimana tidurmu semalam nyenyak?" Tambahnya Fredi.


"Engga Kak, aku justru kurang tidur" Sahut Yuri.


"Loh kenapa?" Fredi kembali bertanya pada Yuri.


Karena hatiku sedang sakit. Gumam Yuri dalam Hati.


"Yuri?!" Fredi kembali memanggil Yuri.


"Eh iya kenapa Kak?" Yuri gelagapan menjawab pertanyaan Fredi.


"Kamu ini lagi ngelamunin apa? Masih pagi udah bengong begitu!" Ujar Bisma sambil memasukan makanan ke mulutnya.


"Ih aku gak ngelamun Kak" Tegas Yuri.

__ADS_1


Tak lama setelah sarapan pagi selesai Fredi beserta istri dan anaknya mulai bersiap-siap untuk berangkat memulai aktifitasnya masing- masing, sementara Yuri membantu keponakannya Kinan untuk menata peralatan sekolah yang akan di bawanya agar tidak ada yang tertinggal di rumah.


"Yuri kami berangkat dulu ya, kalau butuh apa-apa kamu bisa minta tolong sama Bi Asih oke?!" Jelas Ferdi sambil mengusap lembut kepala adiknya.


"Siap Kak, kalian semua hati-hati di jalan ya?!" Sambung Yuri sambil mengantarkan mereka sampai ke halaman depan rumah.


Saat melihat mereka sudah berangkat, Yuri langsung masuk ke dalam lalau berjalan ke arah kamarnya berniat ingin melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda. Namun begitu sampai kamar dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur, mata Yuri mendadak terbuka saat mendengar suara getaran di HP miliknya.


"Duh ganggu saja, pagi-pagi gini siapa yang nelepon sih?" Gerutu Yuri sedikit kesal sambil mengambil ponselnya dan langsung mengangkat teleponnya tanpa melihat terlebih dahulu nama pemanggilnya.


"Halo..." Ucap Yuri.


"Jam segini kau baru bangun tidur?" Sahut seseorang dari sebrang telepon.


"Hah...Siapa ini? Apa urusannya denganmu kalau aku baru bangun?" Jawab Yuri sedikit sewot.


"Ck ck ck...Dasar gadis ceroboh!!" Tegas seseorang dengan suara khasnya.


Mendengar kata "Gadis Ceroboh" seketika mata Yuri terbelalak dan langsung menutup mulutnya dengan satu tangannya sambil perlahan melihat nama penelepon di layar Ponselnya.


Aduh...Dasar bodoh, harusnya aku langsung sadar begitu dia memanggilku dengan sebutan "Gadis Ceroboh", karena orang yang berani memanggilku dengan sebutan itu hanya dia saja!!. Gumam Yuri kesal campur malu.


"Duh maaf Pak, aku kira ini bukan Bapak" Sambung Yuri.


"Memangnya kau pikir aku siapa?".


"Aku pikir Bapak temanku yang lagi iseng Pak, makannya tadi aku sempat bentak Bapak. Sekali lagi maaf ya Pak?!" Sahut Yuri.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Bisma perlahan.


"Aku baik-baik saja Pak, kenapa emang Pak?" Jawab Yuri sedikit heran dengan pertanyaan Bisma.


"Tidak...Aku hanya ingin tahu saja. Apa perasaanmu sekarang sudah mulai membaik?!".


Dalam beberapa saat Yuri terdiam sambil menundukkan kepalanya.


"Bohong kalau aku ucapkan sekarang sudah baik-baik saja, karena pada dasarnya hatiku masih terasa sakit Pak" Tegas Yuri.


"Aku mengerti...maka dari itu aku sengaja menelepon mu!".


Yuri mengerutkan alisnya.


"Maksud Bapak?".


"Hari ini kamu free?" Tanya Bisma pada Yuri.


"Sepertinya iya, ada apa Pak?".

__ADS_1


"Mau jalan-jalan bersamaku?".


"Apa?" Yuri langsung berdiri dari tidurnya.


"Aku tidak akan bertanya dua kali, kau bersiaplah sekarang jam sebelas siang ini aku akan menjemputmu ke rumah" Jelas Bisma yang langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Yuri.


Yuri berdecak kesal sambil mengacak rambutnya karena kesal melihat tingkah laku Bisma yang sedikit seenaknya pada dirinya. Kemudian tanpa berpikir panjang Yuri langsung berjalan ke arah lemari pakaian untuk memilih baju yang pas di acara jalan-jalan bersama Bisma.


***


Tak terasa tibalah pukul sebelas siang. dengan sedikit terburu-buru Yuri berlari menuruni tangga ke arah pintu keluar untuk segera menghampiri Bisma yang sudah tiba sekitar beberapa menit yang lalu.


Sebelum berangkat tak lupa Yuri berpamitan pada Bi Asih yang sedari tadi tengah berada di dapur setelah sebelumnya menghubungi Nilam untuk meminta izin pergi keluar bersama temannya, meskipun awalnya ada sedikit keraguan pada Nilam untuk mengizinkan Adik Iparnya pergi mengingat Yuri masih baru berada di Surabaya.


Saat tiba di halaman depan rumah, Yuri sudah melihat Bisma yang sudah standby dengan setelah santainya yang membuat Yuri sedikit terkesima tak kala melihatnya.


"Maaf Pak sudah menunggu lama" Ucap Yuri sedikit tidak enak.


"Tidak apa, kamu sudah siap sekarang?" Tanya Bisma pada Yuri.


"Iya...Ayo kita berangkat sekarang aja Pak" Tegas Yuri yang kemudian masuk ke dalam mobil setelah Bisma dengan gaya cool nya membukakan pintu untuk dirinya.


Selama dalam mobil Yuri dan Bisma seperti terlihat canggung, mereka tal berani menatap dan hanya fokus dengan kecanggungan nya masing-masing.


Tetapi saat hampir setengah jam perjalanan Bisma yang masih fokus menyetir mobilnya memberanikan diri untuk mulai membuka obrolan ringan agar bisa sedikit mencairkan kecanggungan di antara mereka.


"Kau sudah makan sesuatu?" Tanya Bisma singkat.


"Iya sudah Pak, kalau Bapak?" Balas Yuri.


Bisma menggelengkan kepalanya "Aku belum makan apa-apa pagi ini, kalau kita pergi makan dulu apa kamu keberatan?".


"Tentu tidak Pak" Sahut Yuri masih sedikit canggung.


"Baiklah kalau begitu kita cari cafe atau restoran dulu yang dekat-dekat sini saja ya?!" Sambung Bisma.


Yuri hanya mengangguk dan tersenyum kecil pada Bisma sambil sesekali melihat pemandangan di luar jendela mobil. Beberapa menit kemudian Bisma akhirnya sampai di salah satu cafe yang terlihat cukup klasik namun tetap kekinian dengan sebuah nuansa tempat yang terasa tidak asing baginya.


Setelah selesai memarkirkan mobilnya, Bisma dan Yuri akhirnya berjalan memasuki area dalam cafe dan memilih tempat duduk dekat dengan jendela agar merasa nyaman.


Tanpa menunggu lama salah satu pelayan datang menghampiri mereka berdua sambil memberikan sebuah buku menu pada Yuri dan Bisma, setelah selesai memesan dan mencatat menu pesanannya pelayan kemudian pergi untuk segera menyiapkan makanannya. Namun tak beberapa lama setelah selesai memesan, tanpa sengaja mata Yuri melihat sebuah pemandangan yang tak jauh dari meja duduknya saat ini dan pastinya sedikit mengguncang kembali hati dan pikiran Yuri hingga membuat matanya bergetar dengan buliran air mata di sudut-sudut mata indahnya.


.


.


.

__ADS_1


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2