Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 27


__ADS_3

Jantung Yuri mulai berdegup kencang melihat jarak antara dirinya dan Bisma yang semakin mendekat , tatapan Bisma yang sangat sulit untuk di artikan membuat Yuri semakin tidak karuan hingga akhirnya tibalah Bisma di hadapan Yuri.


"Cepat pulang , ini sudah mulai malam tidak baik anak gadis pulang malam-malam" Ucap bisma yang kemudian langsung meninggalkan Yuri.


Yuri jatuh terduduk lemas di kursi , matanya terus melihat Bisma yang mulai menjauhi dirinya. Tangannya memegang dada yang sedari tadi sudah berdegup kencang tak karuan seperti akan copot dari tempatnya.


Dasar bodoh , apa yang sedang aku pikirkan ?.


Kenapa jantungku selalu berdebar saat Pak Bisma dekat denganku ya ?! . Ucap Yuri dalam hati.


Tak lama Intan keluar dengan wajah sumringah karena berhasil membeli make up yang dia inginkan. Saat Intan berjalan dan melihat Yuri yang sedang melamun dia merasa aneh dengan tatapan yuri yang terus melihat ke arah depan.


Ada apa dengan anak ini ?


Apa karena nunggu gw kelamaan belanja ya ?, Pikir Intan dan segera mendatangi Yuri.


"Yuri , lo kenapa ?" Tanya Intan.


"Oh itu.. gw gapapa ko Tan , lo usah selesai belanjanya ?" Seketika Yuri tersadar dari lamunannya.


"Iya udah ko , yuk kita pulang sekarang !" Sambung Intan.


Tanpa menjawab perkataan Intan , Yuri langsung berdiri dan kemudian berjalan dengan terburu-buru.


Tiba di Tempat parkiran Yuri segera memakai helm dan mencari remote motornya. Saat Yuri mencoba mencari remote motornya mendadak wajahnya seperti kebingungan.


"Yuri ada apaan lagi sih ?" Intan bertanya seraya melihat Yuri yang terlihat kebingungan.


"Bentar Tan , remote motor gw ko ga ada ya ?" Ucap Yuri linglung.


"Hah ?!! ko bisa ga ada Yuri ?" Intan sedikit teriak karena kaget.


"Ga tau Tan , gw yakin ko tadi di masukin ke tas , tapi kok ga ada ya ?!" Sambung Yuri sembari mengeluarkan isi tas nya.


"Ah lo ada-ada aja , coba cari yang bener deh" Gerutu Intan sambil membantu mencari remote motor milik Yuri.


"Ih asli Tan gak ada , gimana dong nih ?!" Yuri mulai bingung dan memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Coba lo ingat-ingat lagi Yuri , mungkin lo lupa nyimpen kali" Tambah Intan yang mulai kebingungan.


"Gw yakin tadi pas mau berangkat udah gw simpan di tas Tan" Yuri terduduk lesu memandang motornya dengan mata sedikit berkaca-kaca.


"Eh jangan nangis dulu lo , sini gw coba periksa lagi tas lo" Intan mengambil tas yang di pegang Yuri dan kembali memeriksa seluruh isinya.


Namun ternyata nihil , remote motor nya benar-benar tidak ada di dalam tas Yuri, mereka berdua hanya terduduk karena bingung harus melakukan apa.


Dari kejauhan Bisma hanya melihat dengan menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan kelakuan mereka berdua.


Karena tak tega Bisma pun berjalan mendekati Yuri dan Intan yang sudah terduduk lemas di dekat motor dengan wajah kusut dan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kenapa kalian masih disini ?" Ucap Bisma dengan suara khas nya.


Yuri dan Intan menoleh ke atas dan seketika Yuri pun tak bisa lagi membendung lagi air matanya dan saat itu juga dia mulai menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil yang tidak di beri uang jajan.


"Pak Bisma ? ngapain bapak disini ?" Tanya Intan bingung.


"Saya cuman kebetulan lewat dan melihat kalian berdua disini seperti kebingungan" Jawab Bisma mencari alasan.


"Oh gitu ya pak" Jawab Intan singkat dan segera mengusap pundak Yuri yang sedang tertunduk menangis.


"Gini pak pak kita niatnya mau pulang pak , cuman pas mau menghidupkan motor Yuri kehilangan remote nya pak" Jelas Intan.


"Remote ?" Sambung Bisma.


"Iya remote motor maksudnya pak".


" Oh... remote ini maksudnya nya ?" Bisma bicara sambil mengeluarkan remote dari saku celananya.


Yuri langsung menoleh ke arah Bisma , dia langsung berdiri dan menatap ke arah Bisma.


"Loh kenapa remote motor saya bisa ada di bapak ?" Tanya Yuri heran.


"Hah... makanya kalo mau kemana-mana tuh kalian harus lebih hati-hati , untung yang nemu saya , kalo yang nemu orang lain gimana coba ?" Jelas Bisma dengan sedikit kesal.


"Iya pak maad" Ucap Yuri.

__ADS_1


"Kenapa minta maaf ?" Tanya bisma dengan tajam.


"Iya maaf karena keteledoran saya bapak jadi harus repot-repot nganterin kesini" Jelas Yuri yang sedikit menundukkan kepalanya karena malu.


"Iya pak saya juga mewakili Yuri mau ngucapin terimakasih sama bapak" Sambung Intan.


"Iya tidak masalah , nih ambil remote nya dan segera kalian pulang" Ungkap Bisma dengan tegas.


"Baik pak" Jawab Intan dan Yuri dengan bersamaan.


Yuri akhirnya sudah sampai di rumah , mendengar suara motor Yuri, Tomi segera keluar dan menghampiri Yuri yang terduduk lesu di teras rumah.


"Dek dari mana aja sih kamu ? bikin kami semua yang di rumah khawatir aja" Ungkap Tomi.


"Iya maaf ka , tadi Yuri ada sedikit insiden jadi pulangnya telat" Jelas Yuri.


Orang tua yuri pun mulai keluar dari rumah dengan wajah yang lega karena melihat anak perempuan satu-satunya itu pulang dengan selamat.


"Tomi adik kamu datang bukannya di suruh masuk malah langsung di tanya-tanya kaya gini" Ucap mamah Yuri.


"Iya maaf mah , tadi aku juga khawatir sama Yuri makanya pas denger suara motornya Tomi langsung keluar" Jelas Tomi.


"Iya sekali lagi Yuri minta maaf ya sama semuanya karena udah bikin khawatir" Yuri bicara sambil memeluk mamahnya.


"Yasudah sekarang kamu masuk dulu , bersih-bersih terus jangan lupa makan ya , mamah udah siapin makanan kesukaan kamu" Ucap mamah Yuri.


"Iya mah , makasih banyak ya !" Jawab Yuri.


Saat Yuri dan keluarganya masuk ke rumah , tanpa di sadari sosok Bisma ternyata memperhatikan mereka dari dalam mobil , karena tanpa sepengetahuan Yuri Bisma mengikutinya untuk memastikan Yuri pulang ke rumah dengan selamat.


Karena hari sudah malam dan Yuri sudah pulang ke rumah dengan selamat , akhirnya Bisma mulai menghidupkan mobilnya dan segera pergi untuk pulang ke rumahnya.


Di sepanjang jalan Bisma memikirkan dengan apa yang sudah di dilakukannya , kenapa dia bisa khawatir dan merasa ingin melindungi Yuri, padahal Yuri bukanlah siapa-siapa untuknya .


Entah sejak kapan perasaannya ini semakin hari semakin berkecamuk dalam hati dan pikirannya seolah bukan dirinya sendiri. Bisma terus berpikir apa yang salah dengan dirinya , kenapa pikirannya selalu saja di penuhi oleh gadis ceroboh itu.


Apakah ini yang dinamakan Cinta ??.

__ADS_1


\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku... jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗


__ADS_2