Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 128


__ADS_3

Hari ini Yuri kembali masuk kuliah setelah tiga hari absen dengan alasan ada acara keluarga di luar kota. Statusnya sebagai istri Bisma kali ini tidak terlalu mempengaruhi kehidupan perkuliahannya mengingat status pernikahan yang masih di sembunyikan oleh mereka berdua.


Seperti biasa Yuri dan Bisma berangkat dari rumah bersama. Namun di pertigaan jalan sebelum memasuki gerbang kampus Yuri turun terlebih dahulu untuk menghindari perhatian dari orang sekitaran kampus.


"Yakin kau mau turun disini? " Tanya Bisma saat Yuri hendak turun dari mobilnya.


Yuri tersenyum dan memegang tangan Bisma "Iya Pak kau tenang saja aku nanti bisa jalan sendiri kok".


" Yasudah kalau begitu aku duluan ya, kalau nanti sudah pulang kasih kabar padaku" Lanjut Bisma sembari mengusap kepala Yuri.


"Iya...Aku turun sekarang ya? " Ucap yang Yuri yang kemudian di balas anggukan oleh Bisma.


Menghela nafas sejenak Yuri sempat melihat kanan dan kiri meyakinkan kalau tidak ada seorang pun yang melihatnya turun dari mobil Bisma. Setelah di lihat aman Yuri kembali melanjutkan perjalanannya ke kampus yang hampir setengah jalan dengan berjalan kaki sendirian sambil sesekali bersenandung agar tidak terlalu kesepian.


Baru saja Yuri sampai di halaman kampus, Yuri langsung di sambut oleh Intan dan juga Hani yang sudah sedari tadi menunggu dirinya dengan sangat bersemangat.


"Wah... Selamat pagi manten baru" Sambut Intan sembari merangkul Yuri.


"Dih so sweet banget lo sampe nyambut gue segala" Ujar Hani dengan senyum lebarnya.


Tak lama Hani ikut merangkul Yuri "Kita kangen sama kamu Ri, jadi kita sengaja nunggu kamu disini".


" Ih niat banget kalian aku jadi terharu deh" Balas Yuri yang langsung membalas rangkulan mereka.


"Nah ngomong-ngomong gimana nih malam pertama lo sama Pak Bisma" Bisik Intan penasaran.


Yuri terhenyak sambil sesekali menyeka rambut panjangnya " Ah itu... Ngapain juga lo nanya itu kan privasi gue sama laki gue Tan".


"Iya Tan ngapain juga pake pengen tau segala?! " Ucap Hani .


"Ih gue kan penasaran Ri, secara kalau di lihat di kampus Pak Bisma kan bengis jutek lagi jadi gue pengen tau aja kalau di rumah dia kaya gitu juga gak ke elo" Jelas Intan.


Yuri tersenyum mendengar penjelasan yang di utarakan oleh Intan " Hehe udah lo gak usah khawatir Tan, kalau di rumah dia baik-baik saja kok baik banget malah sampe gue juga gak nyangka dia bisa seperti itu ke gue".


"Syukurlah Ri kalau begitu , aku sama Intan jadi lega mendengarnya" Sambung Hani.


"Yasudah deh kalau gitu sekarang kita masuk ke kelas aja Yuk?! Sebentar lagi perkuliahan akan di di mulai" Ajak Yuri pada kedua sahabatnya dan di balas anggukan oleh Hani dan Intan.


Setibanya di kelas mereka bertiga langsung di sambut oleh teman-teman mereka yang lainnya tanpa ada rasa curiga apapun dengan ketidak hadiran Yuri selama tiga hari kemarin. Canda dan tawa kembali terjadi di seisi kelas Yuri tanpa ada bahasan yang mendalam lagi terkait pernikahannya dengan Bisma.


Hampir lima belas menit setelah mereka masuk kelas, dari kejauhan Bisma datang dengan seorang wanita cantik mengikutinya dari arah belakang. Mereka terlihat dekat hingga tanpa mereka sadari mereka sudah menjadi pusat perhatian siswa dan siswi di sekitarnya.


"Wah... Lihat itu Pak Bisma sama siapa ya? Cantik banget cewe nya".


Dengan cepat Yuri menatap ke arah Bisma yang masih berjalan menuju ke dalam kelas


Wanita itu... Siapa dia?


" Wanita itu siapa ya? Mereka juga kelihatan seumuran apa mereka sepasang kekasih?


Hey dia itu suamiku tau!! Pikir Yuri


"Bisa jadi... Ah sumpah gue patah hati nih ".


Begitu pembicaraan yang amat sangat panas terdengar di telinga Yuri dan membuatnya merasa risih. Namun setelah Yuri perhatikan lagi sosok wanita itu, dia merasa tidak asing dan pernah bertemu dengannya namun entah dimana, kapan, dan bagaimana Yuri pun tak dapat mengingatnya dengan jelas.


" Ri lo gapapa kan? " Bisik Intan meyakinkan.

__ADS_1


Yuri menatap ke arah Hani dan juga Intan "Iya gue gapapa" Jawab Yuri singkat.


Bisma akhirnya masuk ke kelas Yuri dan langsung mendapatkan respon yang heboh dari para murid-muridnya kecuali Yuri dan kedua sahabatnya.


"Halo selamat pagi semuanya.. " Sapa Bisma.


"Baik Pak..." Jawab mereka semua dengan kompak.


"Pak kemana aja tiga hari kemarin gak masuk kelas? " Tanya salah satu siswa.


"Iya pak tidak biasanya bapak absen dalam mengajar".


" Kita semua kangen sama bapak"


"Iya pak , Bapak kemarin dari mana saja? "


Seisi kelas nampak kembali ricuh dengan pertanyaan yang di tunjukan pada Bisma.


Bisma menjawab dengan santai "Apakah harus saya jawab pertanyaan kalian? ".


" Iya dong Pak harus" Kompak mereka menjawab.


Bisma terdiam sejenak lalu sekilas melihat ke arah Yuri yang sedari tadi memperhatikan dirinya dengan raut wajah yang tidak biasa.


"Kemarin... Ada acara pernikahan yang di adakan oleh keluarga besar saya, dan saya adalah... " Bisma menghentikan sejenak ucapannya.


"Adalah apa Pak ? Kok gak di lanjutin? ".


" Saya adalah salah satu anggota yang di wajibkan hadir di acara pernikahan itu" Lanjut Bisma yang kemudian kembali ke posisi tempat duduknya.


"Lalu ibu ini siapa pak? " Tanya ketua kelas mewakili semua teman-temannya.


Bisma melihat ke arah sang Dosen wanita kemudian menganggukkan kepalanya sebagai tanda untuk mempersilahkan memperkenalkan diri.


" Halo selamat pagi semuanya... Nama saya adalah Monica saya adalah Dosen baru yang akan mengajar kalian di pelajaran Bahasa Indonesia, untuk hari ini dan seterusnya saya harap kita dapat bekerja sama".


Semua siswa memberikan tepuk tangan yang meriah karena terkesima dengan sosok Ibu Monica yang anggun , cantik, dan jiga kharismatik persis seperti Bisma.


Perkenalan dan tanya jawab seputar Dosen baru selesai dengan tak terasa, lalu pembelajaran pun berlanjut ke pelajaran yang akan di ajarkan oleh Bisma.


...****************...


Pada Malam hari Yuri pergi ke taman belakang rumah untuk mengerjakan sebuah tugas kuliah. Di sela-sela kesibukannya mengerjakan tugas Bisma datang menghampiri Yuri sambil membawakan segelas susu hangat dan beberapa cemilan untuknya.


"Kau sedang apa? " Tanya Bisma basa basi.


Yuri melihat ke arah Bisma dengan wajah sedikit jutek "Ngerjain tugas!".


" Oh... Boleh aku duduk disini untuk menemanimu? " Bisma kembali bertanya.


"Silahkan... Gak ada yang karang kok" Jawab Yuri ketus.


Merasa ada yang sesuatu yang berbeda pada istrinya , Bisma terus berusaha untuk mendekatinya " Kau kenapa dari tadi aku perhatikan kok tidak banyak bicara? ".


" Aku tidak apa-apa! " Tegas Yuri.


"Yakin tidak ada apa-apa? " Bisma terus meyakinkan.

__ADS_1


"Iya" Jawab Yuri lebih singkat.


Bisma kembali mendekati Yuri lalu memegang tangannya " Kau sebenarnya kenapa? Coba jelaskan padaku agar aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan untukmu".


"Kau yakin ingin tau apa yang sebenarnya ada di pikiranku saat ini? " Ucap Yuri.


Bisma menganggukkan kepalanya "Iya..Coba sekarang katakan ada apa sebenarnya".


" Siapa sebenarnya Wanita tadi?! " Tegas Yuri dengan perasaan kesal.


"Wanita tadi? Wanita yang mana? " Tanya Bisma.


Yuri melepaskan pegangan Bisma lalu memalingkan wajahnya ke sembarang tempat "Pake pura-pura segala lagi, kau ini sengaja ya mau mempermainkan aku hah?! ".


" Tunggu siapa mau mempermainkan mu? Aku bertanya serius yang kau maksud wanita tadi itu wanita yang mana? " Sahut Bisma bingung.


"Mo ni ca !!! " Balas Yuri singkat.


Mendengar nama itu Bisma langsung mengerutkan dahinya "Sebentar...Monica? Jadi yang kau maksud wanita itu Monica Dosen baru yang tadi aku bawa ke kelas? ".


" Iya yang mana lagi kalau bukan dia? Apa mungkin ada Monica Monica lainnya lagi di sisimu selain dia?!! " Ujar Yuri semakin kesal.


"Yuri...Tolong dengarkan aku terlebih dahulu, Monica itu adalah teman lama ku sewaktu aku kuliah dulu. Aku juga sebenarnya tidak tahu kalau dia akan menjadi Dosen di kampus dan yang harus kau ketahui aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa selain teman dan rekan kerja saja! " Jelas Bisma dengan sangat hati-hati.


Yuri menatap ke arah Bisma sekilas "Apa dia tahu kalau kau sudah menikah? ".


" Apa perlu aku memberitahukannya sekarang? " Balas Bisma.


Mendengar perkataan Bisma barusan, Yuri terdiam seribu bahasa dan hanya duduk terpaku menatap Bisma dengan pikiran apa yang sebenarnya terjadi dengannya sampai memperlakukan Bisma seperti ini.


"Tidak perlu Pak... Aku minta maaf karena sempat meragukan mu" Yuri menatap Bisma dengan perasaan yang masih gelisah.


Dengan sigap Bisma kembali mendekati Yuri kemudian memeluknya dengan erat "Iya tidak apa-apa sayang aku bisa mengerti".


"Ah aku jadi malu padamu" Gumam Yuri.


Bisma tersenyum dan kembali menatap Yuri "Kenapa mesti malu? Aku justru senang melihatmu seperti ini".


" Kenapa bisa senang? " Yuri berbalik menatap Bisma.


"Karena dengan begini aku jadi tau kalau ternyata kau sangat cinta padaku kan?! " Ucap Bisma sembari menggoda Yuri untuk mencairkan suasana.


Wajah Yuri mendadak memerah karena malu kemudian memalingkan wajahnya dan tak berani menatap Bisma.


"Suamimu ada disini jadi fokuslah hanya menatap ke arahku saja mengerti ?! " Jelas Bisma yang langsung memegangi wajah Yuri.


Yuri sedikit memberontak karena tak ingin Bisma melihat wajah memalukannya saat ini "Ih Pak lepaskan... Aku malu kalau terus seperti ini".


" Aku malah senang terus menatapmu seperti ini gimana dong? " Ucap Bisma sembari terus tersenyum.


"Ih Pak kau ada ada saj.... "


Perkataan Yuri mendadak terhenti tak kala Bisma dengan cepat mendaratkan b*birnya pada b*bir mungil Yuri.


"Kenapa diam? " Tanya Bisma dengan wajah nanar nya seolah menginginkan sesuatu yang lebih.


Wajah Yuri mulai memerah "Kenapa kau selalu membuatku kaget seperti ini? ".

__ADS_1


" Karena aku sangat suka melakukannya jika melihat wajahmu seperti ini" Balas Bisma yang langsung menggendong Yuri dengan perlahan lalu tak lama kemudian Bisma membawanya pergi ke dalam kamar pribadi mereka.


__ADS_2