
Perkuliahan pun selesai , Yuri pamit duluan ke Intan dan Hani untuk segera pulang karena sudah mulai sore di tambah Yuri tidak membawa kendaraannya.
Yuri cepat cepat berjalan karena takut kemalaman di jalan , Yuri pun kesal dan mulai bergumam sepanjang jalan.
"Dasar kakak bodoh...Untuk apa coba dia menyuruhku untuk berangkat dengan dosen itu ?! mana cari angkutan susah , mau pesan ojeg online hp nya pakai mati segala lagi" Gumam Yuri kesal.
Tak berselang lama , terdengar suara klakson mobil dari belakang yang membuat Yuri kaget kemudian menoleh ke belakang.
PAK BISMA !!
"Naiklah , akan ku antar kamu sampai rumah" Ucap Bisma sambil menurunkan kaca mobil nya dan melihat Yuri.
"Tidak usah repot repot Pak , saya bisa pulang sendiri" Jawab Yuri malu.
"Kamu yakin ? nyari kendaraan umum di sekitar sini susah loh apalagi kalau sudah sore begini" Tambah Bisma.
"Gapapa Pak saya udah hubungi ka Tomi buat jemput , mungkin sebentar lagi dia datang" Yuri mulai berbohong kepada Bisma.
"Kakak kamu barusan nelpon saya , dia bilang tidak bisa jemput kamu lagi ada urusan katanya" Sambung Bisma.
Dasar kak Tomi ini selalu bikin aku malu saja !. Gumam Yuri dalam hati.
"Kenapa melamun ? mau atau tidak ?!" Bisma mulai kesal.
"I...I...Iya saya mau Pak" Dengan cepat Yuri masuk ke mobil Bisma.
Dalam perjalanan kembali mereka saling terdiam , Yuri dan Bisma tidak berbicara satu patah katapun, yang terdengar di mobil Bisma hanya suara musik dari music player mobil Bisma.
Yuri sedikit tidak nyaman , dalam pikirannya ingin cepat sampai rumah dan segera memarahi kaka nya , namun ketika Yuri sedang sibuk melihat pemandangan di luar jendela Bisma mulai mengeluarkan suaranya.
"Apa kamu lapar ?" Tanya Bisma tanpa melihat Yuri.
Reflek Yuri melihat ke arah Bisma. Dari mana dia tau aku sedang lapar ?!.
"Tidak Pak , Bapak lapar ?" Yuri balik bertanya.
Kriuk... Kriuk...
Saat yuri berkata tidak lapar , tiba tiba perut yuri mendadak berbunyi yang membuat Bisma langsung melihat perut Yuri kemudian menatap wajah Yuri dengan sedikit tersenyum. Yuri langsung menutup perutnya dan memalingkan wajahnya keluar jendela.
"I...Itu suara petir ya ?? kaya nya hujan akan segera turun , bisakah Bapak mengendarai mobil dengan agak cepat ?!" celetuk Yuri.
Dasar perut ku ini tidak bisa di ajak kompromi , kenapa harus berbunyi di depan pak bisma sih ?! bikin malu saja
Gumam Yuri dengan wajah yang sudah memerah.
__ADS_1
Bisma mulai tersenyum dan mengendarai mobil dengan arah yang berbeda dari jalur rumah Yuri.
"Loh Pak kita mau kemana ?" Yuri tampak bingung.
"Kita makan dulu , setelah itu baru aku antar ke rumahmu" Ucap Bisma.
"Tapi Pak...Saya beneran tidak lapar" Sanggah Yuri yang ingin segera pulang.
"Mulut bisa bohong , tapi perutmu tidak" Jawab Bisma sedikit meledek.
Yuri langsung tertunduk dan tidak bisa berkata apapun dengan wajah memerah karena memang yang di katakan Bisma benar .
"Aku tidak akan menculik mu , kamu tenang saja" Celetuk Bisma.
"Bu...Bukan begitu Pak , hanya saja saya tidak mau merepotkan Bapak" Gumam Yuri yang masih terdengar oleh Bisma.
"Kalo kamu tidak ingin merepotkan saya , cukup turuti saja apa yang saya katakan mengerti ?!" Tegas Bisma.
Yuri memandang Bisma dengan perasaan sedikit ngeri Menuruti apa yang dia katakan ?? yang benar saja , memangnya dia itu siapa ?!.
"Kamu mau makan apa ?" Bisma kembali bertanya pada Yuri.
"Apa saja pak...Terserah" Jawab Yuri singkat.
"Kamu bisa makan seafood ?!" Ucap Bisma
Bisma pun sedikit heran dengan ekspresi Yuri yang 180° berbeda dari tadi , Bisma tersenyum melihat tingkah laku yuri yang spontan itu.
"Baiklah...Apa ada restoran atau tempat makan seafood yang bisa kamu rekomendasikan ?" Kembali Bisma bertanya.
"Ada dong Pak , Bapa mau coba makan di tempat langganan ku ?!" Jawab Yuri excited.
"Boleh...Kamu kasih tau aja dimana tempat nya" Bisma mulai sedikit mencairkan suasana tegang antara dirinya dan Yuri.
"Tapi apa Bapak bisa makan di tempat langganan ku ?"Yuri sedikit khawatir.
" Memangnya kenapa ?" Bisma penasaran.
"Tempat nya bukan restoran Pak" Tambah Yuri
"Tidak apa apa , sesekali makan seperti orang susah tidak menjadi masalah buatku" Ceplos Bisma dengan bangga.
Apa yang dosen ini bicarakan ?!! orang susah katanya ?!. Yuri mulai terlihat kesal.
"Jalannya ke arah mana ?" Tanya Bisma sambil sesekali melihat Yuri.
__ADS_1
"Terus aja Pak , kebetulan jalannya searah cuman tinggal sepuluh menitan lagi Pak" Jawab Yuri.
Dan tibalah mereka di tempat makan seafood kaki lima langganan Yuri , ketika turun Bisma sedikit terkejut dan sedikit merasa tidak yakin dengan makanan kaki lima di hadapannya ini . Semua orang yang ada di sekitar sana melihat kedatangan Bisma dan Yuri , mereka langsung terpesona ketika melihat Bisma yang begitu mencolok dan tampan sudah bukan hal aneh buat Yuri , bahkan abang yang jualan seafood nya pun ikut melongo dengan kedatangan Bisma.
"Neng...Pacar nya cakep amat" Celetuk abang seafood yang sudah sangat akrab dengan yuri.
Yuri dan bisma terlihat saling memandang dan salah tingkah dengan perkataan abang seafood nya , dengan buru buru yuri langsung membantah perkataan abang seafood nya sambil melambaikan tangan nya karena malu.
"Ka...Kami...Tidak pacaran Pak" Bantah Yuri
Yuri dan Bisma mulai memesan kemudian mereka duduk disalah satu kursi yang ada di tempat makan kaki lima itu , mereka kembali terdiam dan bisma mulai memainkan ponsel seperti akan menghubungi seseorang.
Hari pun sudah mulai masuk malam, tak lama setelah mereka menunggu pesanan pun akhirnya datang.
"Wah...Terlihat enak sekali, sudah lama aku tak makan seafood" Yuri sangat gembira. Namun tidak dengan Bisma yang terlihat tidak yakin dengan makanan yang ada di depannya.
"Kamu yakin bisa makan semua ini ?" Tanya Bisma.
"Tentu saja Pak...Bapak tidak mau memakannya ya?" Tebak Yuri.
'...... " Bisma terlihat bingung namun perutnya sudah tidak bisa di ajak kompromi.
"Bapak takut ya ?, tenang aja Pak makanan disini aman ko" Celetuk Yuri sambil mulai memakan nasi dan juga kepiting saos padang favoritnya. Bisma yang menatapnya terlihat senang dan semakin lapar ketika melihat yuri makan dengan sangat lahap.
"Kamu sangat sering kesini ya ?" Tanya Bisma.
"Di bilang sering tidak juga Pak , dulu aku sering kesini sama keluarga" Jawab singkat Yuri.
"Oh..." Ucap Bisma singkat.
"Pak kenapa cuman di liat terus bukannya dimakan ?!" Tanya Yuri bingung.
"Disini tidak menyediakan sendok ?, masa makan pakai tangan ?" Ungkap Bisma.
"Duh Pak... Makan disini tuh gak usah manja pakai sendok segala , udah pakai tangan aja pak lebih nikmat" Sambung Yuri.
"Jorok dong...Masa pakai tangan ? nanti cuci tangan nya dimana coba ?!" Bisma bingung.
"Pak tempat cuci tangan ada di luar ga usah khawatir" Yuri terus melanjutkan makannya.
Dengan terpaksa Bisma pun mulai makan dan terlihat mulai menikmati makanannya. Saat Bisma sedang menikmati makanannya , tanpa sengaja Yuri melihat ada beberapa bulir nasi yang menempel di sudut bibir Bisma , Yuri ingin memberi tahu nya namun dia takut akan membuat Bisma marah dan tersinggung, akan tetapi karena Yuri sudah gemas dengan buliran nasi yang menempel pada sudut bibir Bisma akhirnya tangan Yuri langsung mengambil buliran nasi itu tanpa memberi tahu Bisma terlebih dahulu. Bisma kaget dan reflex tangannya menyentuh tangan Yuri.
'
\=\=\=> hay teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋
__ADS_1
Mohon maaf jika ada keterlambatan dalam mengupdate episode baru , di karenakan saya sedang kurang sehat , tetapi saya akan usahakan untuk tetap update setiap hari nya😇
Mohon doa dari semuanya ya🙏