
Keesokan paginya seperti biasa Yuri berangkat ke kampus , sebelum ke kampus tak seperti biasanya hal yang pertama dilakukannya adalah memanaskan motor dengan sedikit perasaan tak enak, namun entah hanya feeling yang kuat atau suatu kebetulan ternyata motor Yuri mogok.
"Sayang kenapa mukamu masam pagi-pagi begini ?" Tanya Mamah Yuri sambil memberikan susu hangat pada Yuri yang baru saja datang ke meja makan.
"Yuri bete mah" Sahut Yuri sambil mengerucutkan bibirnya.
"Bete kenapa nak ?" Sambung Papah Yuri.
"Itu Pah motor Yuri mogok , mana hari ini Yuri bakal pulang kuliah sore" Lanjut Yuri sambil memasukan roti isi selai coklat ke mulutnya.
"Ko bisa mogok sih nak ? Kemarin kan gapapa !" Sambung Mamah Yuri.
"Iya Yuri juga ga tau Mah , pantesan aja dari bangun tidur perasaan aku gak enak Mah , Pah !" Jelas Yuri.
"Yasudah kamu sekarang berangkat pake gojek aja dulu , nanti biar Papah yang benerin motornya" Ucap Papah Yuri mencoba menghibur.
Senyum Yuri seketika muncul dari bibir tipisnya " Beneran nih Pah ?".
"Iya nak , kamu fokus aja belajar di kampus jangan mikirin motor kamu , kalo sempat pulang dari bengkel papah sekalian jemput kamu" Balas Papah Yuri sambil mengelus ujung kepala Yuri dengan penuh kasih sayang.
"Makasih banget ya Pah , Papaku adalah Papah yang terbaik di dunia" Yuri memeluk tangan Papahnya dengan manja.
Mamah Yuri tersenyum bahagia melihat kedekatan mereka berdua , melihat pemandangan langka ini membuat hatinya menjadi terasa hangat ,apalagi melihat Yuri yang sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan manis membuatnya seakan tak percaya begitu cepatnya dia tumbuh dewasa seperti saat ini.
Setelah Yuri selesai sarapan , Yuri bergegas untuk segera berangkat ke kampus. Sebelum ke kampus tak lupa dia memesan gojek terlebih dahulu.
Tak lama setelah Yuri memesan gojek , gojek pesanannya pun datang.
"Nak gojeknya udah datang tuh" Teriak Papah Yuri dari luar.
"Iya pah tunggu sebentar" Jawab Yuri dari kejauhan.
"Mah Yuri berangkat ke kampus dulu ya ?!" Yuri menghampiri Mamahnya untuk pamit dan mencium tangannya.
"Iya sayang , hati-hati di jalan ya !" Ucap Mamah Yuri.
"Siap Mah , Assalamualaikum.." Yuri langsung berlari ke arah pintu luar.
"Waalaikumsalam.." Balas Mamah Yuri.
Saat di luar pun tak lupa Yuri berpamitan juga dan mencium tangan Papahnya terlebih dahulu sebelum berangkat , kemudian menghampiri supir gojeknya dan tak lupa untuk memakai helm terlebih dahulu.
.
.
.
Yuri akhirnya sampai di kampus dengan selamat , dan langkahnya tertuju langsung untuk segera berjalan ke arah kelasnya.
Saat Yuri hendak berjalan melewati arah ruangannya Bisma , seorang wanita tiba-tiba datang kemudian menepuk pelan pundak Yuri.
Yuri yang merasakan tepukan di pundaknya langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah belakang.
"Hai.. Kamu Yuri ya ?".
__ADS_1
" Kamu ?!".
Yuri kaget dengan seorang wanita yang telah menepuk pundaknya , bagaimana tidak kaget ternyata sosok wanita itu adalah sosok yang Yuri kenal sebagai Pacar Bisma.
"Halo.. Kenapa kamu diam ?" Lanjut wanita itu.
"Eh maaf , itu... Saya..." Yuri mendadak kikuk dan susah bicara.
"hahaha santai aja kali , gak usah gugup begitu" Jelas wanita yang ada di hadapan Yuri.
"Maaf kak...??" Yuri menghentikan ucapannya karena tidak mengetahui namanya.
"Oh iya aku belum memperkenalkan diri , perkenalkan namaku Helena" Ucap wanita asing itu sambil mengulurkan tangannya.
Yuri melihatnya sejenak kemudian menyambut uluran tangan Helena " Saya Yuri".
Helena tersenyum ketika mendengar namanya dan langsung merangkul tangan Yuri tanpa basa basi sambil membawanya berjalan ke arah luar kampus. Yuri sendiri merasa kaget sekaligus heran dengan tingkah laku wanita di hadapannya itu lalu seketika Yuri menghentikan langkahnya.
"Maaf kak Helena kita mau kemana ?" Tanya Yuri sambil menatap wajah Helena.
"Ayo kita jalan-jalan" Jawab Helena cuek seakan sudah lama kenal dengan Yuri.
"Jalan-jalan ?" Yuri mengerutkan alisnya.
"Iya Jalan-jalan" Jawab Helena.
"Maaf kak tapi saya harus kuliah" Sambung Yuri.
"Oh itu...Aku udah ijin kok sama Bisma" Ucap Helena dengan senyum yang merekah di bibirnya.
"Hah Ijin ?" Yuri menjawab sedikit berteriak.
"Tapi..." Belum sempat Yuri menyelesaikan perkataannya , Yuri langsung di masukan ke mobil Helena.
***
Di perjalanan Yuri masih terheran-heran dengan wanita di yang ada di hadapannya ini , kepalanya gak henti-hentinya berpikir kenapa dia bisa tau namanya dan untuk apa dia mengajaknya jalan.
Helena hanya tersenyum melihat wajah Yuri yang kebingungan dan bertanya-tanya dengan situasi saat ini , dan tak terasa sampailah dia ke tujuan perjalanannya.
Yuri hanya melongo melihat sekitar dengan mata yang sedikit melotot . Helena masih melihat Yuri dengan senyuman yang masih tersimpul di bibirnya.
"Ayo kita masuk sekarang" Ajak Helena memegang tangan Yuri.
"Tu...Tunggu dulu kak , mau apa kita kesini ?!" Yuri mencoba menghentikan ajakan Helena.
"Kalo udah kesini ya berarti mau belanja dong , masa iya kita kesini buat sekolah ?!" Celetuk Helena yang membuat Yuri tambah bingung.
"Saya tau kak , tapi tempat ini tidak cocok buat saya" Jelas Yuri .
"Kenapa tidak cocok ? Kita sama-sama manusia kan ?" Sambung Helena.
"Bukan gitu , maksud saya.. " Yuri berhenti bicara ketika Helena langsung memegang tangannya dan menyeretnya untuk segera masuk ke dalam mall.
Ketika Yuri masuk secara terpaksa ke dalam mall , dia langsung takjub ketika melihat di dalam mall itu dari jarak dekat yang ternyata mall ini adalah sebuah mall yang terkenal sangat mewah dan di penuhi toko dengan barang-barang branded yang hanya bisa di beli oleh orang-orang kalangan atas.
__ADS_1
Astaga mall apa ini ? Yuri masih sibuk dengan pikirannya
Helena langsung mengajak Yuri ke salah satu toko perhiasan dengan Brand yang sudah Yuri kenal dengan kemewahannya dan kemahalannya.
Saat Helena asik melihat-lihat kalung berlian yang di inginkannya , dia melihat sosok Yuri yang terlihat sedang menatap salah satu kalung dengan sorot mata yang seperti terlihat akan loncat keluar dari kelopak matanya , melihat tingkah laku Yuri yang begitu polos sontak membuat Helena tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
Gadis yang sangat polos , pantas saja Bisma tertarik padanya. Gumam Helena.
Setelah Helena selesai membeli barang yang diinginkannya , dia beranjak dari duduknya dam segera mendatangi Yuri yang masih menatap sebuah kalung di salah satu etalase yang di kunci rapat.
"Kamu sedang melihat apa ?" Tanya Helena penasaran.
"Oh kak Helena , sudah selesai belanjanya ?" Jawab Yuri yang memalingkan pandanganya ke arah Helena.
"Kamu suka kalung ini ?" Helena melihat Yuri dan menatap etalase yang tadi di lihatnya.
"Iya , kalungnya sangat indah" Ucap Yuri singkat.
"Selera kamu bagus juga ternyata " Jelas Helena.
"Ah biasa aja kak" Yuri tersenyum tipis.
"Kalau kamu mau , kamu boleh ambil kok" Lanjut Helena.
"Boleh ambil ? Maksudnya ?" Yuri mengerutkan alisnya.
"Iya kamu boleh ambil , biar nanti aku yang bayarin" Ucap Helena dengan wajah sama polosnya dengan Yuri.
Yuri bengong dan seketika mengangkat kedua tangannya "Tidak boleh kak , biar saya saja yang nayar sendiri".
" Maaf sebelumnya kamu ada uangnya ?" Ceplos Helena.
"Emang kalo boleh tau harganya berapa ya kak ? Soalnya bandrol harganya ga kelihatan" Yuri penasaran
"Bentar aku panggil dulu pelayan ya !" Helena melihat salah satu pelayan dan mengangkat satu tangannya pertanda pelayan harus menghampirinya.
Lumayan lama Helena dan pelayan itu ngobrol hingga akhirnya Helena tersenyum dan kembali menghampiri Yuri yang masih melihat kalung yang diinginkannya.
"Berapa Harganya kak ?" Tanya Yuri penasaran.
Helena merasa canggung untuk memberi tahukannya , namun dia merasa tak tega melihat wajah penasaran Yuri. Pada akhirnya Helena pun berjalan mendekati Yuri dan memperlihatkan secarik kertas yang menyerupai bandrol harga.
Ketika Yuri melihat bandrol kalung yang diinginkannya , tangannya mendadak bergetar , matanya melotot tak kala melihat angka nol yang terasa berputar di kepalanya dan membuat dirinya syok.
"Apa ?? Benarkah ini harganya ?!!" Teriak Yuri yang membuat seisi toko terkejut dan beralih menatap Yuri.
.
.
.
Ada tambahan nih , aku kasih sedikit Visual Helena ya untuk gambaran aja , biar kalian tambah anteng pantengin novel aku😁🙏
__ADS_1
\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.