Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 129


__ADS_3

"Selamat pagi suamiku" Sapa Yuri menyapa Bisma yang baru saja membuka matanya.


Bisma tersenyum lalu memeluk Yuri "Selamat pagi istriku".


" Ayo bangun ini sudah jam 7 pagi loh, kau bukannya ada jadwal mengajar kan jam 9 ?! " Tanya Yuri sembari mengusap rambut Bisma.


"Hah... Aku malas, bisakah kita terus begini saja sampai besok? " Bisma semakin mengeratkan pelukannya pada Yuri.


Yuri tersenyum dengan berusaha melonggarkan pegangan Bisma "Hey Pak jangan seperti itu, kau harus kerja kalau tidak kerja bagaimana dengan uang bulanan ku hehe".


" Hah benar juga ya aku kan harus membahagiakan dan mencukupi semua kebutuhan istriku kenapa aku baru ingat , yasudah kalau begitu aku mandi dulu ya?! " Ungkap Bisma sembari mengecup kening Yuri.


Yuri tersenyum kemudian dengan segera dia membereskan tempat tidur dan menyiapkan baju kerja Bisma serta sarapan untuknya.


Tak berselang lama Bisma selesai bersiap dan menghampiri yang sudah menunggunya di meja makan.


Di sela-sela mereka sarapan Bisma menatap Yuri yang masih menggunakan piyama pendek. Bisma berusaha sekuat tenaga menahan h*srat nya yang kembali muncul tak kalah melihat bagian kaki Yuri yang putih dan jenjang.


"Kau kenapa belum bersiap untuk ke kampus? " Bisma mencoba mencari topik pembicaraan.


Yuri menggelengkan kepalanya "Hari ini aku tidak ada jadwal Pak karena tadi pagi sekali dosennya memberitahu lewat grup kalau hari ini dia tidak akan hadir karena ada acara kelurga".


" Oh begitu.... Kalau begitu hari ini kau di rumah saja?" Lanjut Bisma.


"Eum... Paling nanti agak siangan aku mau pergi ke supermarket belanja bulanan, kenapa emang? " Ucap Yuri sambil meminum segelas susu.


Bisma terdiam sejenak lalu kembali menatap Yuri "Mau aku temani gak? Kebetulan hari ini aku pulang gak terlalu sore".


" Emang Bapak gak bakalan kecapean pulang terus nganter aku buat belanja? " Yuri kembali bertanya.


"Tentu saja tidak , aku justru senang bisa mengantarmu" Balas Bisma sambil memegang tangannya.


Yuri tersenyum dengan manis lalu menganggukkan kepalanya "Baiklah kalau begitu aku tunggu di rumah ya".


" Iya... Kalau begitu aku berangkat sekarang ya, terimakasih sarapan paginya hari ini enak sekali. Kau baik -baik di rumah ya?! " Pamit Bisma sembari mengecup kening Yuri.


"Iya...Kau hati-hati di jalan ya" Ucap Yuri sembari mencium tangan Bisma.


Sementara itu setelah tiba di kampus Bisma langsung di sambut hangat oleh Monica karena sangat kebetulan sekali dia tiba secara bersamaan.


"Pagi...Wah kamu baru sampai juga Bis? " Sambut Monica dengan hangat.


Bisma mengangguk sembari menutup pintu mobilnya "Pagi... Iya kamu juga baru sampai? ".


" Heem... Kok kita bisa barengan gini ya? Jangan-jangan kita.... ".


Bisma menatap ke arah Monica " Udah jangan mikir jauh, kita cuman kebetulan aja sampai disini bersamaan gak ada yang aneh kan?! ".


" Duh serius amat sih Bapak Bisma ini kaya gak tahu aku aja" Jelas Monica.


Bisma hanya menggelengkan kepala lalu berjalan menuju ke ruangannya sembari mengobrol santai dengan Monica yang sudah pasti mereka saat ini menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi di sana.

__ADS_1


"Oh iya Bis kamu tahu gak kalau hari ini kita ada rapat sama ketua yayasan?! " Tanya Monica.


Bisma berhenti sejenak dari langkahnya dan mengerutkan kedua alisnya " Rapat ? Kenapa aku tidak tahu ya? ".


Monica menatap Bisma dengan tatapan heran " Ah masa sih Bis? Tadi pagi aku dapat pesan kok kalau hari ini ada rapat , kau sudah cek ponselmu belum? ".


Mendengar Monica mengatakan untuk mengecek ponselnya Bisma langsung mencari ponsel di saku celana kemudian di dalam tasnya " Hah ponselku ketinggalan di rumah, pagi ini aku juga tidak sempat cek ponselku".


"Yasudah Bis bukan masalah juga kan? Yang penting kamu sudah tahu saja kalau hari ini kita ada rapat" Jelas monica untuk menenangkan Bisma.


"Hah baiklah... Rapatnya di gedung mana? " Tanya Bisma penasaran.


"Kita rapat gak di kampus Bis tapi di restoran yang sudah di pesankan oleh ketua yayasan" Jelas Monica.


Bisma mengernyitkan keningnya " Apa restoran? Kenapa tiba-tiba begini ? Dan kalau pun rapat biasanya kan selalu disini tidak sampai keluar kampus".


" Oh kalau itu aku yang saranin Bisma biar ada suasana baru sama biar lebih santai aja biar gak tegang" Seru Monica dengan semangat.


Bisma terdiam sejenak lalu kembali berjalan dengan pikiran yang campur aduk.


Bagaimana aku memberitahu Yuri ya kalau hari ini aku ada rapat? Mana aku sudah berjanji mau mengantarnya belanja .


"Bisma... Kamu kenapa di ajak ngobrol kok diam saja? " Tanya Monica.


" Ah itu aku tidak apa-apa , aku duluan ke kelas ya" Bisma tersadar dari lamunannya lalu beranjak berjalan meninggalkan Monica


"Ada apa dengan dia? Aneh sekali" Gumam Monica kesal.


Waktu sudah menunjukan pukul 3 Sore Yuri terus menghubungi Bisma yang sedari tadi susah untuk di hubungi.


"Duh Pak Bisma kemana sih? Teleponnya gak di angkat-angkat lagi! " Gerutu Yuri kesal.


Lama Yuri menunggu akhirnya dia berinisiatif untuk pergi terlebih dahulu dan memberikan pesan untuk Bisma agar segera menunggunya. Namun sebelum berangkat Yuri bersiap dulu sejenak dan pergi terlebih dahulu ke kamar untuk mengambil tas.


Saat Yuri berada di kamar dan hendak membereskan majalah yang tadi dia baca selagi santai, dia melihat ponsel Bisma yang tertinggal dan baru menyadarinya saat dia hendak akan bersiap pergi.


"Hah pantas saja telepon dan pesanku tidak di jawab olehnya, ternyata ponselnya ketinggalan di rumah" Gumam Yuri sambil memegangi ponsel Bisma.


Setelah menyimpan ponsel Bisma Yuri akhirnya pergi sendiri ke supermarket dengan menggunakan taksi online yang sudah dia pesan terlebih dahulu karena melihat hari sudah semakin sore Yuri pun akhirnya berangkat tanpa menunggu Bisma terlebih dahulu.


Setibanya di supermarket , Yuri dengan sedikit terburu buru langsung masuk dan memilah milah apa saja yang akan dia beli terlebih dahulu.


Saat berbelanja Yuri tampak terlihat sangat bersemangat mengingat ini adalah kali pertamanya dia belanja bulanan setelah menjadi istri dari Bisma.


"Wah begini ya rasanya jadi seorang istri , belanja kebutuhan rumah sendirian ternyata tidak buruk juga hehe" Celoteh Yuri sembari melihat lihat ke arah kanan dan kiri.


Setelah semua belanjaan yang di butuhkan selesai Yuri memeriksa terlebih dulu dengan teliti karena takut ada yang belum dia beli.


"Ini sudah ada , daging ayam udah , terus apa lagi ya? Oh iya hampir saja lupa Pak Bisma kan suka kopi, aku harus ke tempat kopi terlebih dahulu" Gumam Yuri sembari bergegas berjalan untuk mencari kopi.


Setelah sampai di tempat barisan kopi dengan sigap Yuri memilihkan kopi yang sudah biasa Bisma konsumsi dengan teliti dan hati-hati. Saat Yuri sudah mendapatkan kopi yang dia akan belikan untuk Bisma tiba-tiba tangannya beradu dengan seseorang yang sangat tidak asing baginya.

__ADS_1


Aduh...


Ucap mereka dengan bersamaan.


"Ah maaf anda tidak apa-apa?! " Tanya Yuri hendak meminta maaf.


"Iya saya tidak....Loh kamu Yuri kan?" Tanya Monica kaget.


Yuri menatap Monica dengan wajah tak kalah kaget "Ibu Monica? ".


" Kebetulan sekali ya kita bertemu disini, kamu sedang belanja juga? " Sahut Monica.


Yuri mengangguk "Iya Bu , Ibu belanja juga? ".


" Di bilang sedang belanja tidak juga sih , aku hanya mau membeli kopi saja" Ujarnya.


"Oh begitu ya Bu, Ibu juga suka Kopi merek ini? " Ucap Yuri basa basi sambil mengambil beberapa kopi.


"Iya... Kopi ini menjadi kopi favoritku dan salah satu teman dekatku saat kami masih kuliah dulu" Balas Monica sambil tersenyum.


"Oh begitu ya Bu" Jawab Yuri singkat.


Seleranya kok bisa sama dengan pak Bisma ya?.


"Oh iya kamu belanja sendirian aja? " Tanya Monica yang langsung menyadarkan Yuri dari pikirannya.


"Ah iya bu" Jawab Yuri masih singkat.


"Tidak ada yang membantu? Belanjaan mu cukup banyak loh itu" Ucap Monica yang memang ada benarnya.


Namun belum sempat Yuri membalas pertanyaan Monica, dari kejauhan nampak ada seseorang yang memanggil nama Monica dengan suara yang sudah tak asing di telinganya.


"Monica apa kamu sudah selesai? Ayo kita pulang sekarang"


Itu... Suara Pak Bisma kan?!. Pikir Yuri dalam hati


Monica melihat ke arah suara itu terdengar dan menyambutnya dengan senyuman lebar "Bisma... Aku disini".


Mendengar balasan dari Monica, Bisma langsung menyusul Monica dan lebih mengejutkannya dia sudah mendapati Monica dan Yuri sedang bersama.


Seketika raut wajah Bisma dan Yuri berubah ketika mereka saling bertatapan dengan kondisi yang tidak memungkinkan, apalagi melihat Monica yang sedikit menempel pada Bisma membuat Bisma menjadi sangat tidak tenang menghadapi Yuri.


" Bisma ini aku belikan kopi kesukaanmu, sebelum pulang nanti kita ngopi dulu ya di rumahku?! " Ajak Monica sambil memegang lengan Bisma.


Yuri tak ingin merusak suasana dia berusaha untuk tenang untuk pergi meninggalkan mereka berdua agar Monica tidak curiga.


"Kau disini juga? " Tanya Bisma kaku pada Yuri.


Yuri mengangguk sebagai jawaban , tak lama kemudian Yuri berpamitan pada Monica dan juga Bisma untuk segera pergi " Maaf Bu Monica , Pak Bisma saya pergi duluan belanjaan saya sudah lengkap semua takutnya pulang kemalaman".


Monica membalas dengan wajah yang masih ceria "Oh iya Yuri , kamu hati-hati di jalan ya?! ".

__ADS_1


" Iya bu makasih... Mari Bu" Ucap Yuri yang kemudian pergi meninggalkan Monica dan Bisma yang masih terus menatap Yuri hingga tak terlihat lagi dari pandangan.


__ADS_2