Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 20


__ADS_3

Namun seketika pikirannya mendadak buyar ketika ponselnya kembali berbunyi dan terlihat panggilan masuk dari sang Ayah.


Bisma sedikit termenung seakan enggan untuk mengangkat telepon dari ayah nya , lama Bisma berpikir hingga akhirnya bisma mengangkat telpon dari sang Ayah.


"..... " Bisma hanya terdiam


"*H*alo nak ?!" Mulai terdengar suara dari sebrang.


"Ada apa kau menelepon ku ?" Tanya Bisma ketus.


"*A*pakah seorang ayah tidak boleh menelepon anaknya hanya untuk menanyakan kabar ?" Suara Ayah Bisma terdengar lirih.


"Untuk menanyakan kabar ? apa aku tidak salah dengar ?" Bisma sedikit tersenyum.


"*A*pakah ada yang lucu ?!".


"Ya...Bahkan terdengar sangat lucu sekali seorang sepertimu bisa menanyakan kabar pada anak yang telah kau telantarkan demi wanita lain !!" Tegas Bisma.


"*B*isma...Ayah tidak pernah menelantarkan mu !!".


"Oh ya ?! , terus kemana saja kau selama ini ?" Bentak Bisma.


"*B*isma Ayah....." Belum sempat Ayah Bisma meneruskan pembicaraannya Bisma langsung memotong nya.


"Jangan pernah hubungi aku lagi , aku tidak ingin bertemu dengan mu bahkan tak ingin mendengar suaramu !!" Tegas Bisma kemudian langsung menutup teleponnya.


Bisma terlihat sangat marah bahkan membanting ponsel nya ke lantai hingga layarnya pecah.


Saat di kelas Yuri , Hani dan Intan sedang asik ngobrol karena Bisma belum juga masuk ke kelas untuk memberikan pembelajaran , Yuri merasa aneh karena tidak seperti biasanya Bisma telat masuk ke kelas.


"Yuri kenapa Pak Bisma belum masuk juga ya ? tumben banget biasanya juga on time" Tanya Intan.


"Iya nih Yuri...Pak Bisma kenapa ?" Sambung Hani.


"Lah kenapa kalian berdua nanya ke aku ?" Jawab Yuri heran


"Kan lo orang satu-satunya yang deket sama dia oon" Ucap Intan sedikit nyeleneh.


"Enak aja...Gw gak oon kali" Balas Yuri.


"Ck berisik melulu , udah sanah cari Pak Bisma ke ruangan nya Yuri" Bujuk Hani.


"Suh..Kenapa harus aku sih ?!, kan ada ketua kelas Han" Jawab Yuri dengan malas.


"Udah lo cari Pak Bisma aja sekarang ke ruangannya Yuri" ceplos ke tua kelas dari tempat duduk nya.


"Tuh kan gw bilang juga apa , semua yang ada di kelas ini pasti bakalan nyuruh lo buat nyari Pak Bisma" Intan mencubit Yuri.

__ADS_1


Dengan berat hati Yuri pun bergegas untuk mencari Pak Bisma ke ruangan nya , Yuri berjalan dengan langkah berat karena tidak ingin bertatap muka dengan Bisma.


Namun ketika Yuri hampir sampai di ruangan Bisma , Yuri melihat Bisma keluar dengan wajah penuh amarah dan membuang ponselnya ke tempat sampah , seketika Yuri merasa enggan untuk menyapa Bisma yang terlihat sedang bad mood itu. Yuri pun berencana untuk segera pergi dari sana dengan berjalan perlahan.


Naas saat Yuri akan segera pergi dan mulai membalikan badan , suara Bisma mulai terdengar memanggilnya.


"Hey gadis ceroboh !!" Suara Bisma terdengar sedikit berteriak.


Yuri langsung membalikan kembali badannya " I...Iya Pak ?"


"Ada apa kesini ?!" Bisma berjalan mendekati Yuri.


"Itu...Saya mau memanggil Bapak untuk segera ke kelas Pak , semua siswa sudah ada di kelas" Yuri bicara sedikit terbata dengan langkah mundur.


"Apa hak mu menyuruhku segera kelas ?!" Bisma terus berjalan mendekati Yuri yang sudah terpojok ke tembok.


"Hak saya menerima pembelajaran dan ilmu dari Bapak" Yuri mulai khawatir dan tidak bisa menghindar karena langkahnya sudah terkunci oleh Bisma.


"Mau menghindar lagi ?" Tanya Bisma dengan raut wajah sedikit menakutkan.


"Maaf Pak saya mau kembali ke kelas sekarang" Yuri takut dan tidak bisa menatap Bisma.


"Aku belum menyuruhmu untuk pergi !!" Bisma menumpu tangan nya di tembok agar Yuri tidak bisa lari.


"Ada apa sebenarnya dengan Bapak ?!" Yuri mulai menatap wajah Bisma dengan waspada.


"Untuk apa menebaknya ? tidak penting untukku , sekarang biarkan aku pergi !!" Yuri mulai meninggikan suaranya.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi sebelum bisa menebaknya" Seringai Bisma membuat Yuri merinding.


Ada apa sebenarnya dengan pak bisma , dan kenapa sikap nya jadi berubah seperti ini ??.Ucap yuri dalam hati.


Yuri mulai ketakutan ketika Bisma mulai memegang rambutnya dan menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Pak...Apa yang Bapak lakukan ?!!" Yuri mendorong tubuh Bisma dan segera berlari untuk menghindar dari Bisma .


Tetapi tak sempat Yuri berlari Bisma langsung menarik tangan Yuri dengan sangat kasar.


"Mau kemana kamu ?" Tanya Bisma dengan wajah bringas.


"Pak saya minta bapak lepaskan saya , atau saya akan teriak !!" Sentak Yuri yang mulai ketakutan.


"Silakan teriak...Yang malu bukan hanya aku tapi kamu juga akan terkena imbasnya" Bisma tersenyum sinis dan semakin menekan tangan Yuri.


"Pak lepaskan tangan saya sakit !" Yuri meringis merasakan tangan nya seperti mau patah.


Yuri terus berontak mencoba melepaskan pegangan Bisma dari tangannya , Yuri mulai ketakutan melihat Bisma yang dia tahu adalah orang yang cool , kalem , dingin , menjadi orang yang beringas seperti. Mata Bisma terlihat merah seperti sedang memendam amarah yang sangat besar.

__ADS_1


Yuri mulai meneteskan air matanya karena merasakan sakit di tangannya yang sangat luar biasa , tenaga Yuri habis karena berontak dari tadi , keringat dingin mulai keluar dari keningnya dan tatapannya mulai sedikit memudar namun masih menahan dirinya agar tetap sadar.


Saat Yuri sudah terlihat lemah dengan gerakan cepat Bisma langsung menarik Yuri ke pelukannya dan memeluknya dengan sangat erat.


"Lepas...Lepaskan saya Pak , saya tidak bisa bernafas" Yuri sedikit memberontak namun dengan tenaga yang sudah mulai melemah.


"Kenapa kalian meninggalkan ku ? apa salah ku ?! " Nada bicara Bisma sedikit melemah.


"Apa yang Bapak maksud ? " Yuri bingung dengan apa yang Bisma katakan.


"Kau...Kau... Juga akan meninggalkanku kan ?!"Bentak bisma sambil menatap Yuri.


"..... " Yuri tak berkata satu patah kata pun , dia hanya menatap Bisma sambil terus menangis.


Bisma yang melihat tatapan sendu Yuri sedikit melunak dan perlahan mulai melonggarkan cengkeramannya dari tangan Yuri.


Yuri yang barus saja melihat Bisma berangsur kembali menjadi dirinya sendiri mulai sedikit menjauh dari Bisma yang sedang lengah , dengan gerakan cepat Yuri langsung berlari meninggalkan Bisma yang berdiri terdiam.


Yuri berlari dengan cepat ke arah parkiran motor , dia segera memakai helm dan langsung menghidupkan motornya untuk segera pergi dari kampus.


***


Sepanjang jalan Yuri merasa ketakutan dan syok dengan apa yang sudah Bisma lakukan padanya , Yuri menepikan motor nya di pinggir jalan karena ingin menenangkan pikirannya , saat Yuri sedang duduk dan bersandar di kursi pinggir jalan ponselnya tiba tiba berbunyi.


"Halo...Yuri lo dimana sih ?" Tanya intan dari sebrang.


"Ada apa Tan ?" Jawab Yuri lemas.


'*P*ak Bisma udah masuk kelas , tadi dia absen semua siswa loh , cuman lo aja yang ga ada".


"Gw...Gw mendadak ga enak badan Tan, jadi gw pulang duluan" Yuri membuat alasan.


"Oh... Lo ga bilang sama Pak Bisma emang ? ko dia absen lo barusan ?!".


"Gw tadi ga sempet bilang Tan , soalnya gw ga kuat pusing" Jawab Yuri.


"*Y*asudah deh kalo gitu , nanti gw bilangin ke Pak Bisma sama Hani juga, lo semoga cepat sembuh ya "


"Iya...Makasih ya Tan" Yuri menutup telponnya.


Akhirnya yuri sampai di rumah , kebetulan saat jam segini di rumah yuri pasti sepi karena orang tua Yuri sedang ada di toko.


Yuri langsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka agar kembali lebih segar dan sejenak ingin melupakan kejadian yang tak mengenakan di kampus karena bisma , setelah beres mencuci muka yuri melanjutkan untuk mencuci tangannya , namun saat ingin membilas sabun ke tangan nya yuri sedikit teriak dan meringis kesakitan di area pergelangan tangannya .


Ah sakit !!


Saat Yuri hendak memeriksa tangannya , Yuri baru sadar tangannya terluka dan memar yang mulai terlihat membiru dengan membentuk bekas tangan Bisma.

__ADS_1


\=\=\=> hay teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋


__ADS_2