
Bisma keluar dari kamar yuri dengan wajah bersalah , dia tak menyangka dengan apa yang sudah dia lakukan pada yuri.
Ada apa denganku , kenapa aku selalu melakukan hal yang bodoh pada anak itu ? Ucap bisma dalam hati.
Bisma pun hanya terduduk di kursi ruang tamu rumah yuri sambil menunggu tomi pulang dari apotek untuk membeli obat.
Tak lama kemudian tomi datang dengan membawa sekantong obat dan juga cemilan untuk menemani malam mereka.
"Eh kenapa lo disini sendirian ? yuri mana ?!" Tomi bertanya dan mulai duduk di dekat bisma.
"Jangan ganggu , dia kayanya sudah tidur" Jawab bisma singkat.
Tomi menatap wajah murung bisma , dan memikirkan apa yang sudah terjadi antara mereka berdua.
Di kamar setelah yuri mendengar bisma keluar dari kamarnya , dia akhirnya membuka selimut yang menutupi kepalanya.
Keringat mulai memenuhi wajahnya , jantungnya tak berhenti berdebar memikirkan apa yang sudah terjadi antara dirinya dan bisma.
Apa yang baru saja terjadi ? kenapa aku tidak menolaknya ?. Yuri menggerutu dalam hatinya.
Yuri merasa aneh dengan dirinya sendiri , sesaat hati dan pikiranya yang di penuhi oleh mahendra mendadak hilang , sakit di hatinya pun perlahan terobati dan menumbuhkan rasa yang dia sendiri tak bisa di artikan.
Keesokan paginya yuri bersiap untuk pergi ke kampus , sebelum ke kampus yuri sarapan dan memulai obrolan kecil bersama keluarganya.
"Pagi mah... pagi pah" Sapa yuri sambil duduk dan mengoleskan selai ke roti yang sudah di panggang.
"Pagi anak mamah , gimana udah mendingan sekarang nak ?" Mamah yuri tersenyum dan melirik wajah yuri.
"Allhmdulillah mah badan yuri udah enakan" Jawab yuri dengan senyum indahnya.
"Syukurlah nak , udah kuat ke kampus ?" Tanya papah yuri sambil mengusap lembut kepala yuri.
Yuri menjawab dengan anggukan dan segera mempercepat sarapannya karena takut telat untuk pergi ke kampus yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya.
Yuri segera menghidupkan motornya dan bergegas untuk berangkat ke kampus , sebelum berangkat ke kampus tak lupa yuri pamitan kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
Setibanya di kampus entah kenapa yuri merasa resah dan mendadak tak ingin masuk ke kelas , pikirannya terus di bayangi oleh kejadian kemarin bersama bisma.
Bagaimana aku menghadapi pak bisma ya ?.
Apa sebaiknya aku bolos saja hari ini ?.
Ah apa yang sedang aku pikirkan ?!.
Pikiran yuri terus di penuhi dengan bagaimana cara menghadapi bisma dan membolos kuliah , hal yang belum pernah yuri lakukan.
Yuri mendadak menghentikan langkahnya dan sedikit demi sedikit melangkah mundur untuk kembali berjalan ke arah parkiran motor.
Saat yuri di sibukan dengan pikirannya , langkahnya seketika terhenti ketika merasa ada seseorang yang menghalangi langkanya dari belakang.
Yuri kaget dan reflek membalikan badannya ke arah seseorang yang menghalangi langkahnya yang tak lain adalah bisma.
"Sedang apa kamu disini ?" Tanya bisma yang menundukan kepalanya melihat yuri.
Wajah yuri mendadak berubah menjadi pucat saat melihat bisma , pikirannya mendadak blank hanya melongo tak menjawab pertanyaan bisma.
"Kenapa diam ?" Bisma kembali bertanya dengan wajah penasaran dan masih menunggu jawaban dari yuri.
" Kalau mau ke kelas jalan ke depan , bukan jalan mundur" ungkap bisma .
"Oh... Itu saya mau beli minum dulu pak" Jawab Yuri ngasal mencari alasan agar tidak malu di hadapan bisma.
"Kamu tidak usah beli , kebetulan saya bawa air mineral kamu ambil saja kalo mau" Lanjut bisma sambil memberikan sebotol air mineral ke arah yuri.
"Tidak usah repot-repot pak , lebih baik saya beli sendiri saja itu kan punya bapak" Yuri mulai gugup dan tak sanggup melihat ke arah bisma.
"Tidak apa-apa ambil saja saya bisa beli lagi nanti , kalaupun kamu ingin membelinya kantin cukup jauh nanti kamu telat masuk kelas , kamu tau kan saya paling tidak suka jika ada siswa atau siswi yang telat masuk saat pelajaran saya berlangsung ?!" Tegas bisma yang mulai memojokan yuri.
"Baiklah... Terimakasih pak sebelumnya , kalo begitu saya duluan ya pak" Yuri menerima air mineral pemberian bisma dan langsung berlari ke arah kelas.
Bisma hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya seraya melihat kelakuan yuri yang terkadang terlihat lucu oleh bisma.
__ADS_1
Pembelajaran pun berjalan seperti biasanya sampai akhirnya bel waktunya pergantian mata kuliah berbunyi. Setelah memberikan materi perkuliahan dan tugas , bisma langsung keluar dari kelas .
Yuri yang melihatnya merasa lega dan serasa terbebas dari tekanan yang membuatnya tidak nyaman selama mengikuti pembelajaran dari bisma.
"Yuri lo udah sehat ?" Tanya intan yang mulai mendekat duduk di dekat yuri.
"Iya gw udah mendingan kok tan" Jawab Yuri sambil menatap intan.
"Emang lo sakit apaan sih ri ?" Kembali intan bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Biasa gak enak badan aja tan , mungkin karena gw kecapean aja" Jwab yuri mencari alsan yang masuk akal.
"Syukurlah kalo kamu sekarang udah baikan ri , nih materi kemarin selama kamu ga masuk , aku sama intan udah siapin kamu tinggal salin aja " Balas hani kemudian memberikan buku untuk yuri
"Iya...Terimaksih ya kalian berdua perhatian banget deh" Ungkap yuri sambil memeluk hani dan intan.
"Iya ... Sama-sama yuri bebepkuh , mungpung lagi istirahat kita keluar dulu yuk sambil ngadem cari yang seger-seger" Ajak intan.
"Siap... Ayo ri " Hani menggandeng tangan yuri dan intan untuk bergegas keluar kelas.
Saat yuru , hani , dan intan berjalan sambil asik ngobrol , yuri melihat bisma yang duduk di halaman kampus sambil ngobrol melalui ponsel nya.
Yuri terpaku dan mendadak diam memperhatikan bisma yang tak hentinya tersenyum seperti menerima panggilan dari orang yang sangat dekat dengannya.
Intan dan hani aneh melihat yuri yang mendadak mematung seperti sedang memperhatikan sesuatu , ketika intan memperhatikan kemana tatapannya itu tertuju , dia mulai mengerti dan mengedipkan matanya ke arah hani pertanda mereka harus menepuk pundak yuri.
"Woy.. ngelamun aja bocah satu ini !" Intan mengagetakan yuri dengan tepukan di pundak yuri yang lumayan keras hingga tak sengaja yuri teriak.
"Aw...Ih kalian berdua itu apa-apaan sih bikin kaget orang aja" Ungkap yuri kaget dan langsung melotot ke arah intan dan hani.
"Ya lagian ngelamun aja sih lo , ngelamunin apaan ?" Selidik intan dengan sedikit mengerutkan alisnya.
"Heem ngelamun apaan sih ?, aku sama intan dari tadi liatin kamu kaya orang kesambet" Celetuk hani khawatir.
Saat intan dan hani heboh mengintrogasi yuri , tak sengaja bisma mendengar erangan yuri kemudian melihat ke arah mereka bertiga yang sedang ngobrol , dan bisma pun menutup teleponnya kemudian berjalan ke arah mereka bertiga berada.
__ADS_1
\=\=\=> hay teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku... jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗