Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 43


__ADS_3

Yuri kaget dan langsung berbalik kemudian mencubit tangan seseorang yang merangkulnya.


Saat Yuri melihat orang yang dicubitnya itu mengerang , dia baru menyadari kalau ternyata orang yang merangkulnya adalah Bisma.


Melihat Bisma yang mengerang kesakitan Yuri mencoba mendekatinya dengan wajah bersalah.


"Maaf Pak saya tidak sengaja" Ucap Yuri mendekati Bisma.


"Hah...Selain keras kepala dan ceroboh , ternyata kamu wanita yang galak juga ya?!" Balas Bisma yang kesakitan.


"Habis Bapak macem-macem aja sih , bukannya tiduran malah ngumpet di belakang pintu" Jelas Yuri kesal


"Hey kamu baru saja minta maaf ya , malah terus ngomel" Desis Bisma menatap tajam Yuri.


Yuri mengerucutkan bibirnya dan menatap Bisma "Yasudah..Saya minta maaf !".


Bisma memalingkan wajah saat Yuri menatap ke arah Bisma, setelah itu Bisma berjalan sambil membawa infusan ke arah tempat tidur.


Namun saat hendak menaiki tempat tidur Bisma kesulitan untuk duduk dan menggantungkan infusan. Tatapan Yuri yang hanya melihat Bisma tanpa berbuat apa-apa , membuat Bisma berdecak kesal.


"Apakah kamu hanya akan berdiri saja melihatku kesulitan seperti ini ?" Bisma mendelik melihat Yuri


"Eh Bapak butuh bantuan ? kenapa gak bilang dong ?!" Seru Yuri gelagapan menjawab pertanyaan Bisma.


"Apakah aku harus bicara dulu baru kamu bisa mengerti ? sementara kamu tahu kondisiku seperti apa sekarang" Jelas Bisma kesal.


"Apa susahnya coba ? padahal cuman tinggal bicara doang !" Yuri ngedumel.


"Hah...Sudahlah , kamu pergi sana !!" Usir Bisma pada Yuri.


"Yakin nih gak bakal butuh bantuan lagi ?" Ucap Yuri menggoda Bisma.


"Yakin !" Jawab Bisma penuh penekanan.


"Ga bakal menyesal kalo saya keluar ?!" Selidik Yuri.


Bisma beralih menatap Bisma dengan raut muka ragu-ragu. Yuri yang masih menatap Bisma hanya tersenyum kecil kemudian duduk di kursi sebelah tempat tidur Bisma.


"Kalo ragu-ragu , jangan sok ngusir segala nanti bakal susah sendiri loh" Yuri tertawa kecil.


"Apakah ada yang lucu ?"Tanya Bisma memicingkan matanya.


"Ah tidak kok" Yuri mengalihkan pandangannya ke infusan lalu memeriksa infusan nya yang akan segera habis.


"Infusan nya sudah mau habis , tunggu dulu disini ya saya ambilkan dulu infusan baru ?" Yuri segera beranjak dari kursi nya.


Saat Yuri berdiri untuk keluar kamar , Bisma mencegah dengan memegang tangan Yuri "Tunggu dulu !!".


"Ada apa Pak ?!" Yuri menatap ke arah Bisma.


"Bisakah...Kamu buatkan aku makanan ? aku lapar sekali !!"


Gumam Bisma dengan malu-malu.


Yuri menyunggingkan senyum di bibirnya kemudian duduk kembali dekat Bisma.

__ADS_1


"Bapak pasien ini mau apa ?" Goda Yuri.


"Pasien ?" Pipi Bisma mulai memerah.


"Iya pasien..Bapak kan sekarang pasien saya dan saya adalah perawat pribadi Bapak" Ucap Yuri dengan senyum khasnya.


Melihat Yuri yang bersikap lembut padanya membuat Bisma. salah tingkah dan merasa malu sekaligus terharu dengan ucapan Yuri , pasalnya selama ini Bisma belum pernah mendapatkan perhatian seperti ini dari orang terdekatnya.


Yuri yang melihat Bisma bengong langsung mendekati Bisma dan menatapnya dari jarak yang sangat dekat. Bisma yang melihat Yuri dari jarak yang sedekat ini membuat perasaannya semakin tidak karuan , jantungnya pun berdegup sangat kencang hingga Bisma sulit mengontrolnya.


Tak lama setelah Yuri menatapnya dari jarak yang sangat dekat , wajah Yuri perlahan makin mendekat ke arah Bisma hingga akhirnya tangan Yuri menyentuh kepala Bisma kemudian menempelkan keningnya ke kening Yuri.


"Kamu...Apa yang sedang kamu lakukan ?!!" Tegas Bisma dengan perasaan tak karuan.


"Bapak sudah tidak panas , tapi kenapa wajah bapak sangat merah ya ?!" Ujar Yuri dengan polosnya.


Bisma tidak membalas perkataan Yuri dan hanya terdiam dengan wajah sedikit tertunduk.


Yuri yang mengecek suhu tubuh Bisma langsung melepaskan keningnya dan beralih menatap Bisma.


"Apa yang Bapak rasakan sekarang ?" Tanya Yuri.


Jantungku sangat berdegup kencang saat ini. Gumam Bisma dalam hati.


"Halo...Pak kenapa melamun ?" Lanjut Yuri.


"Aku ingin segera makan, bisakah kamu buatkan saja makanan untukku sekarang ?!" Kata Bisma dengan tergesa gesa.


"Baiklah...Bapak tunggu disini dulu ya ?" Yuri kemudian beranjak dari duduknya meninggalkan Bisma.


.


.


Saat Yuri masih menyiapkan makanan untuk Bisma , tanpa dia sadari Bisma keluar dari kamar dan melihat Yuri yang masih menyiapkan makanan untuknya.


Sesekali Bisma tersenyum melihat Yuri dan melihatnya seakan Yuri adalah sosok yang tidak asing baginya. Bisma berjalan mendekat ke arah Yuri kemudian duduk di kursi meja makan.


Mendengar suara kursi di geser , Yuri membalikan badannya dan melihat Bisma yang sudah terduduk di kursi meja makan dengan infus yang masih tertempel di tangannya.


"Bapak kenapa ada di sini ?" Yuri menghampiri Bisma dengan terburu-buru.


"Aku bosan di kamar terus , tidak apa-apa kan kalau aku menunggu makananku disini ?!" Bisma membuat alasan.


"Tentu saja boleh" Jawab Yuri sambil tersenyum.


Melihat Yuri tersenyum padanya , Bisma buru-buru memalingkan wajahnya ke sembarang arah.


"Itu...Apa yang sedang kamu buat ?!" Bisma mengalihkan pandangannya ke arah dapur.


"Oh itu..Saya buat bubur ayam spesial buat Bapak" Jelas Yuri masih dengan tersenyum.


"Apa yang membuatnya spesial ?" Bisma mengalihkan pandangannya ke arah Yuri


"Karena Aku yang buat !!" Celetuk Yuri sedikit terkekeh.

__ADS_1


"Astaga" Bisma menggelengkan kepalanya.


"Kenapa ?"Yuri bingung melihat Bisma.


"Tidak kenapa napa , sekarang coba ambil bubur spesial buatan kamu itu" Sambung Bisma.


"Baiklah..Tunggu sebentar ya ?!" Yuri berlari ke arah dapur.


Tanpa menunggu lama , akhirnya bubur spesial yang Yuri buat untuk Bisma sudah jadi dan sudah tersaji di meja makan.


Melihat bubur buatan Yuri yang terlihat enak , tanpa ragu Bisma segera menyantapnya dan memakannya dengan lahap. Yuri yang melihat Bisma makan begitu lahap terlihat sangat senang karena Bisma sepertinya suka dengan bubur buatannya.


"Gimana...Enak tidak ?!" Tanya Yuri dengan antusias.


"Hem...Lumayan lah" Jawab Bisma singkat.


"Kok lumayan sih ? enak apa tidak ?!" Yuri ingin jawaban yang pasti dari Bisma.


"Iya enak kok" Gumam Bisma yang terdengar jelas oleh Yuri.


Yuri tertawa kecil "Apa ? coba katakan sekali lagi".


Bisma menatap Yuri "Sudah jangan ngajakin orang yang lagi makan ngobrol terus".


"Tapi aku sangat penasaran dengan jawabanmu"Seru Yuri.


"Apakah itu penting ?" Bisma menatap Yuri tajam.


"Dih..Tatapannya ga usah jutek gitu kali , aku kan hanya ingin tau saja" Jelas Yuri yang kemudian memainkan ponselnya.


Bisma menatap Yuri dengan tatapan bahagia , senyumnya sesekali terlihat di bibir tipisnya.


Bisma pun menghabiskan makanannya , kemudian beranjak dari kursinya lalu berjalan ke arah kamar untuk kembali beristirahat. Yuri yang masih memainkan ponselnya melihat Bisma sekilas dan langsung berdiri untuk menghampiri Bisma.


"Mau aku bantu untuk ke kamar ?!" Yuri berjalan ke arah Bisma.


"Tidak usah , kau segeralah tidur ini sudah larut malam" Ucap Bisma tanpa membalikan badannya.


Yuri hanya menghela nafas dan kembali berbalik untuk membereskan meja makan "Baiklah kalau begitu, jangan lupa untuk minum obat aku sudah sediakan airnya di kamar".


Bisma hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan semua perkataan Yuri.


" Ngomong-ngomong terimakasih , buburnya sangat enak sekali" Sambung Bisma yang langsung masuki kamar.


Yuri yang mendengarnya langsung berbalik menatap Bisma yang masuk ke kamar, kemudian dia segera beralih melihat mangkuk yang tadi di isi bubur buatannya sudah habis tidak tersisa, hingga tak terasa membuat Yuri tersenyum lepas.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote , dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.

__ADS_1


__ADS_2