Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 50


__ADS_3

Mendadak seseorang dari arah belakang menarik tangan Yuri dan langsung membekap mulutnya hingga Yuri kesulitan untuk berteriak dan meminta Tolong.


Yuri terus berontak karena panik, lalu saat Yuri melihat siapa yang telah membekapnya alangkah terkejutnya dia ketika melihat sosok yang ada di depannya adalah Bisma.


"Pak Bisma ?" Bisik Yuri kaget.


Bisma menumpukan sebelah tangannya di lemari buku kemudian menatap Yuri dengan lekat dan menyunggingkan senyum dengan wajah dinginnya yang khas.


"Kaget ?" Bisma mengerutkan alisnya sambil menatap Yuri.


"Apa yang kamu lakukan sih ?"Ucap Yuri kesal.


" Hey...Lihatlah ada yang sudah berani tidak sopan padaku" Sindir Bisma.


"Bukannya Bapak yang bilang agar aku berhenti berkata formal padamu ?" Sanggah Yuri.


"Apa kamu lupa aturannya ?" Bisma tersenyum sinis.


"Aturan ?" Sambung Yuri.


Bisma semakin mendekat "Iya aturan yang seharusnya kau patuhi".


" Memang apa aturan yang Bapak Maksud ?" Selidik Yuri.


" Dasar gadis ceroboh...Kau hanya boleh bicara formal padaku saat di luar jam kampus , mengerti ?!" Jelas Bisma.


Dasar dosen aneh , aku kira aturan apa sampai harus membekap ku segala. Gumam Yuri dalam hati.


Yuri berdecak kesal dan sedikit mendorong tubuh Bisma agar menjauh dari hadapannya , kemudian menatap Bisma lalu bergegas untuk meninggalkannya. Namun masih kalah cepat dengan Bisma yang kembali meraih tangannya.


"Mau kemana kamu aku belum selesai bicara ?!" Ujar Bisma.


Yuri melihat ke arah Bisma "Kalau hanya itu yang akan Bapak katakan aku juga sudah mengerti , tidak perlu sampai Bapak membekap ku segala" Tegas Yuri dengan nada meninggi.


"Hanya itu kamu bilang ? memang kamu pikir aku akan mengatakan apa hah ?!" Bisma menggoda Yuri.


"Itu... Maksudku... " Yuri mendadak bingung saat mendengar perkataan Bisma.


"Apa ? coba lanjutkan" Kata Bisma dengan masih memegang tangan Yuri.


Yuri diam tak bisa menjawab perkataan Bisma , mendadak otaknya berpikir sangat keras untuk mencari jawaban yang benar dan bisa di mengerti oleh Bisma , hingga dari kejauhan terdengar suara Intan dan Hani yang tengah memanggil namanya.


Yuri terhenyak lalu berusaha melepaskan pegangan Bisma dari tangannya "Pak maaf lepaskan tangan saya".


"Kalau saya tidak mau gimana ?" Jawab Bisma dengan senyum yang masih terlihat dari bibir tipisnya.


"Pak please lepasin tangan saya , gak enak kalau teman saya lihat" Yuri mulai gugup.


Bisma berpikir sejenak lalu melihat ke arah Yuri "Baiklah...Aku akan melepaskan kamu , tapi sebelum itu aku akan memberikan hukuman untukmu".

__ADS_1


"Hukuman apa ? aku tidak berbuat salah sama Bapak loh" Tegas Yuri.


Bisma tersenyum melihat wajah penasaran serta kegugupan Yuri karena takut temannya mengetahui keberadaanya bersama Bisma.


Yuri semakin terdesak dan berontak karena mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arahnya , menyadari hal itu dengan cepat Bisma menarik tangan Yuri lalu merangkul lehernya dengan satu tangan kemudian mendaratkan c**m*n di bibir tipis Yuri.


Mendapatkan serangan mendadak seperti itu membuat tangan Yuri lemas sampai tak menyadari kalau dia telah menjatuhkan ponselnya.


Tak lama setelah kejadian itu berlangsung, kedua teman dekat Yuri mendapatkan sebuah suprise yang membuat mereka sangat terkejut , karena pada saat Intan dan Hani mencari Yuri , mereka tengah mendapati Yuri tengah berduaan bersama Bisma.


"Pak Bisma ?" Ucap Intan dengan mata melotot.


Hani pun tak kalah kaget "Maaf Pak , kami tidak tau Bapa sedang berada disini".


"Tidak apa-apa , tadi saya hanya kebetulan sedang mencari buku lalu tidak sengaja berpapasan dengan Yuri disini" Sahut Bisma.


"Oh begitu ya Pak" Intan dan Hani langsung mendekat ke arah Yuri yang sedari melongo tidak mengatakan sesuatu apa pun.


Bisma menganggukkan kepala lalu memberikan sebuah buku serta ponsel milik Yuri yang tadi terjatuh.


"Ini buku yang cocok untuk menambah referensi tugas yang saya berikan , bacalah terlebih dahulu lalu pahami setiap isi di dalam buku ini" Ucap Bisma pada Yuri.


"Dan ini ponselmu" Sambung Bisma.


Yuri yang masih bengong masih menatap Bisma dan hanya mengambil apa yang Bisma berikan tanpa mengucapkan apa pun sampai akhirnya dia pergi melangkahkan kakinya meninggalkan Yuri beserta kedua temannya.


"Woy...Ngelamun aja lo" Intan mencoba menyadarkan Yuri.


Hani dan Intan saling menatap kemudian kembali mengarahkan pandangan pada Yuri.


"Ini anak kenapa jadi kaya gini ?" Ucap Intan heran.


"Tau nih , apa ada sesuatu yang terjadi ya ? Jawab Hani.


Intan berpikir " Sesuatu ?".


Hani mengangguk dan melihat ke arah Yuri yang masih tetap tegak pada posisinya.


"Apa jangan-jangan dia... " Intan mulai menerka-nerka.


Hani menatap Intan "Di marahi Pak Bisma ?".


" Iya...Bisa jadi itu Han, mungkin saking kagetnya dia karena tadi di marahi sama pak Bisma jadi kaya orang oon gini deh"Celetuk Intan.


"Aduh kasian banget sih kamu Ri" Sambung Hani khawatir.


"Yasudah kita bawa Yuri ke kantin aja deh , kita kasih minuman dingin aja biar dia fresh" Ujar Intan.


"Iya ide bagus itu" Balas Hani.

__ADS_1


***


Sampai di kampus akhirnya kesadaran Yuri perlahan mulai terkumpul kembali , pikirannya mendadak linglung dan tidak bisa langsung mencerna hal apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya hari ini.


"Ri...Lo udah baikan sekarang" Tanya Intan.


Yuri menatap ke arah Hani dan Intan "Iya gw udah gapapa kok Tan".


" Ri... Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu sih ?" Sambung Hani penasaran.


Pikirannya yang mendadak linglung mulai mencerna pertanyaan Hani , Yuri mengingat-ingat apa yang sudah terjadi padanya hingga membuatnya jadi seperti ini.


Lama Yuri berpikir dan akhirnya , dengan perlahan Yuri mulai bisa mengingat apa yang baru saja terjadi padanya.


Flashback


Yuri semakin terdesak dan berontak karena mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arahnya , menyadari hal itu dengan cepat Bisma menarik tangan Yuri lalu merangkul lehernya dengan satu tangan kemudian mendaratkan c**m*n di bibir tipis Yuri.


Mendapatkan serangan mendadak seperti itu membuat tangan Yuri lemas sampai tak menyadari kalau dia telah menjatuhkan ponselnya.


Bisma sedikit memainkan L*d** nya dengan lembut kemudian melepaskannya perlahan tak kala mendengar suara langkah kaki semakin mendekat ke arahnya.


"Anggaplah ini adalah hukuman dariku karena kau sudah melanggar aturan yang sudah kita sepakati" Bisik Bisma pelan ke telinga Yuri.


***


Setelah mengingat semuanya Yuri melotot dan sudah mengepalkan tangannya lalu sedikit menggebrak meja hingga membuat Hani dan Intan bahkan orang-orang di sekitar mereka yang sedari tadi memperhatikannya kaget setengah mati.


"Buset dah...Kenapa lo Ri ?" Kata Intan kaget.


"Kamu gapapa kan ri ?" Hani mengusap tangan Yuri sambil melihat ke sekitar meja lain yang sedari tadi melihat ke arah Yuri


Yuri tersadar dan terkejut melihat dirinya sudah menjadi perhatian orang sekitar , menyadari hal itu dia kembali membenarkan posisi duduknya dengan wajah mulai memerah lalu perlahan kepalanya di tekuk ke bawah karena rasa malu yang luar biasa.


"Ah benar-benar nih anak kesambet kayanya" Celetuk Intan sambil menggelengkan kepalanya.


"Hus...Ngomong yang bener aja deh Tan jangan ngaco" Tegur Hani.


Yuri menepuk pundak Hani dam Intan lalu bicara pelan dengan posisi masih menundukkan kepelanya "Udah jangan bikin perhatian lagi orang sekitar , gw gapapa kok".


Hah...Apa apaan ini ?! dasar Dosen g*la lihat saja nanti aku akan bikin perhitungan dengannya. Gumam Yuri kesal.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.

__ADS_1


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2