
Pembelajaran selesai , dengan langkah malas nya dia mengikuti bisma untuk masuk ke ruangan nya tanpa di antar oleh hani atau intan , di karenakan takut kesemprot oleh bisma.
Yuri mulai di persilahkan duduk oleh bisma , tak lama kemudian bisma mulai duduk dan menatap yuri tajam.
*A*da apa dengan dosen killer ini ? kenapa dia selalu membuat masalah sih?! Pikir yuri.
"Maaf pak , sebenarnya ada apa bapa memanggil saya kesini ?" Yuri bertanya.
"Tidakkah kamu meminta maaf atas sikap mu pagi ini ? " Bisma mulai bicara.
"Minta maaf ?? memang nya saya salah apa pak ?" Yuri terlihat heran.
"Kamu tidak merasa bersalah ?" Bisma mulai berdiri dan memunggungi yuri.
"Bapak masih mempermasalahkan kejadian tadi pagi ?" Yuri menebak.
"Iya saya masih merasa tidak senang dengan sikap mu tadi pagi" Bisma menoleh.
"Pak.. yang harus nya merasa tidak senang itu saya , karena bapa membentak saya !" Balas yuri.
"Saya punya hak loh bentak kamu , kamu itu murid saya dan saya adalah dosen kamu !" Tegas bisma.
"Bicara masalah hak , saya juga punya hak untuk membela diri saya sendiri pak !" Tak kalah yuri mulai membalas bisma.
"Mulai berani kamu bicara seperti itu sama dosen wali mu ?!" Bisma melangkah mendekati yuri.
"Saya berani karena saya merasa tidak bersalah , apa yang saya lakukan tadi pagi pun bukanlah suatu kesalahan yang besar" Yuri mulai beranjak dari duduk nya.
Bisma mulai tersenyum sinis "Ternyata kamu ini keras kepala juga ya ?!".
"Jika sudah tidak ada lagi yang mau bapa sampaikan saya mau permisi" Yuri mulai melangkah menuju pintu keluar.
"Apa pacar mu tidak pernah mengajarkan sopan santun ?" Selidik bisma yang langsung menghentikan langkah yuri.
Yuri berbalik dan kembali melangkah dengan wajah yang mulai memerah.
"Kenapa bawa bawa pacar segala ? apa hubungan nya dengan masalah ini ?".
"Apa mungkin sikap mu yang kurang ajar dan ceroboh ini adalah hasil dari didikan pacar mu ?" Ledek bisma.
"Apa pun yang terjadi hari ini , jangan pernah bawa bawa pacar saya , bapa tidak punya hak untuk tau urusan pribadi saya !" Yuri sangat marah dan mulai meninggalkan bisma yang sedikit terkejut dengan sikapnya.
*A*pa aku sudah berlebihan memarahi nya ? Pikir bisma yang kemudian menghela nafas .
Yuri pun berjalan menuju keluar dengan perasaan yang sangat membara.
__ADS_1
Ingin rasa nya aku tampar wajar dosen aneh itu , apa hubungan nya kejadian tadi pagi dengan pacarku ?! dasar dosen aneh.
Sejurus kemudian yuri pergi meninggalkan kampus dan berjalan ke arah kosan hani.
"Eh kamu udah datang ? ada masalah apa sama pak bisma ?" Tanya hani sambil duduk dan makan bakso bersama intan.
"Tau tuh dosen aneh , masa karena tadi aku gak sengaja menghalangi mobil nya masuk ke area kampus dia marah sampai bawa bawa pacar segala, kan ga etis aja gitu " Yuri menceritakan dengan emosi.
"Hanya karena itu ri lo di panggil ke ruangan nya ?" Sambung intan dan di balas anggukan oleh yuri.
"Dia cemburu kali ri sama cowok lo" Celetuk intan yang membuat yuri sedang minum langsung batuk saking terkejutnya.
"Bisa jadi tuh tan" Hani menambahkan.
"Kalian berdua ngomong apaan sih ? masa iya dia bisa suka sama gw ?" Yuri menggelengkan kepala .
"Kalo iya gimana hayo ?!" Tanya intan iseng.
"Ogah gw punya pacar kaya dia" Yuri merasa ngeri membayangkan nya.
"Kenapa ? dia ganteng banget loh" Tanya intan heran.
"Ah ga mau gw , meskipun di dunia ini cuman dia satu satu nya cowok yang tersisa gw tetap ga mau titik" Tegas yuri.
"Ih amit amit deh , aku kan udah punya mahendra ngapain juga demen sama dia" Jawab yuri santai.
"Tau tuh han.... belum ngerasain dia gimana rasanya jatuh cinta sama dosen sendiri" Balas intan sambil mencubit tangan yuri.
"Aduh sakit tan , lagian ngapain sih ngomongin dosen itu mulu ? , kaya ga ada obrolan lain aja" Yuri mulai mengganti topik pembicaraan.
Saat sedang asik ngobrol tiba tiba ada pesan yang masuk ke ponsel yuri.
Mahendra
say... kamu pulang jam berapa hari ini ?
Yuri
aku pulang jam 5 ynk , kenapa ?
Mahendra
nanti aku jemput ya... ada yang mau aku obrolin ke kamu
Yuri
__ADS_1
oke ynk
Yuri terdiam sejenak sambil masih menatap layar ponsel nya , tiba tiba perasaan nya menjadi tidak enak dan mood nya pun menjadi jelek.
*A*da apa ini ?!.
Jam 5 yuri pun keluar dari kelas bersama intan dan hani , dari kejauhan bisma pun mulai terlihat berjalan ke arah mobil nya , namun saat hendak membuka pintu mobil nya tidak sengaja mata nya bertemu dengan tatapan yuri yang tidak bersahabat , yuri segera pergi dengan mengacuhkan bisma kemudian tak jauh dari bisma berada yuri di sambut hangat oleh mahendra dan langsung membuka pintu mobil untuk yuri.
Selama dalam perjalanan pulang pembicaraan berjalan seperti biasa , canda tawa terus terlempar dari mereka berdua , hingga mahendra mulai membuka pembicaraan yang serius.
"Yang aku boleh ngomong sesuatu sama kamu ?" Tanya mahendra.
"Boleh ynk , emang kamu mau ngomong apa ?" Sambut yuri.
"Besok aku akan berangkat ke surabaya untuk mulai membuka cabang toko baru di sana" Lanjut mahendra.
"Iya bagus dong ynk , cuman jauh juga ya di surabaya" Yuri heran.
"Iya jauh dan ga hanya itu ynk" Mahendra terdiam.
"Aku akan stay dulu lumayan lama di sana , karena cabang yang aku rintis ini benar benar aku buat dari nol, jadi harus aku pantau sampai stabil" Sambung mahendra.
Yuri terlihat murung dan sedih "Memang nya berapa lama kamu akan tinggal di sana ?".
"Kurang lebih 1 tahun ynk , kamu ga apa apa kan aku tinggal ? kamu jangan khawatir kita masih tetap bisa komunikasi ko ynk" Mahendra menatap wajah sedih yuri.
"Kenapa bisa selama itu ynk ? apa dalam waktu 1 tahun itu aku ga bisa sekalipun bertemu dengan kamu ?" Yuri mulai merasakan pipi nya basah.
"Yang ini adalah tanggung jawab yang ayah berikan padaku untuk mengembangkan bisnis keluarga , aku tidak bisa menolak keinginan ayah karena hanya aku satu satu nya harapan yang bisa meneruskan usaha yang sudah di rintis nya selama bertahun tahun , aku harap kamu bisa mengerti" Ucap bisma yang mulai menatap dalam yuri.
"Aku bukan nya tidak mengerti , hanya saja... apa perlu kita berjauhan selama itu tanpa bisa menyempatkan bertemu sekali pun walau pun hanya sebentar ?" Lanjut yuri sambil sesenggukan menangis.
Mahendra menatap yuri lalu menghentikan mobil di pinggir jalan kemudian memeluknya dengan erat "Sayang aku harap kamu bersabar dan tunggu aku , aku melakukan ini semata mata untuk masa depan kita juga".
"Tapi aku tidak bisa kalo harus lama jauh dari kamu hiks..hiks.." Yuri mulai terisak.
"Liat aku sayang , satu tahun tidak lama , percaya sama aku , jika semuanya berjalan lancar aku berjanji akan langsung datang ke rumah untuk melamar kamu" Tegas mahendra.
"Benarkah ?" Tanya yuri dengan mata masih berkaca kaca
"Iya sayang... kamu tunggu aku ya ?!" Mahendra mengangkat dagu yuri agar melihat nya.
"Iya sayang aku akan tunggu kamu" Jawab yuri yang masih menangis dan langsung di balas senyum serta pelukan hangat dari mahendra.
\=\=> hai... jangan lupa untuk like , vote , dan komen ya🥰🙏
__ADS_1