Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 61


__ADS_3

Keesokan paginya Yuri tiba lebih awal di kampus karena akan terlebih dahulu pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang sudah jatuh tempo pengembalian.


Seperti biasa Yuri berjalan dengan santai sambil mendengarkan musik di headset nya, sesekali Yuri bernyanyi pelan mengikuti irama musik yang di dengarnya sampai dia tidak menyadari kalau ada seseorang yang tengah mengikutinya dari belakang.


Saat Yuri Hendak menaiki anak tangga menuju arah perpustakaan, sosok di belakangnya tiba menepuk pundak Yuri sampai dirinya reflek berbalik dan tak sengaja kakinya tersandung sampai hampir terjatuh.


"Kau tidak apa-apa?" Suara khas laki-laki itu menggema di telinga Yuri.


"Ah iya aku tidak apa-apa, terimakasih Pak" Ungkap Yuri sambil mencabut headset di telinganya.


"Kalau lagi jalan hati-hati jangan kebiasaan pakai ginian, nanti kalau ada yang macam-macam di belakangmu gimana?".


"Iya maaf Pak" Ucap Yuri yang sedari tadi tidak memandang sosok di hadapannya.


"Ada apa? Kenapa dari tadi kau bicara tidak melihatku?!".


Yuri terus tertunduk dan hendak pergi meninggalkan orang di hadapannya dengan tergesa gesa " Maaf Pak aku duluan ya mau ke perpustakaan dulu".


Baru saja Yuri melangkahkan kakinya, tangannya langsung di tarik "Tunggu dulu!!".


Yuri langsung berhenti dan beralih menatap orang yang sudah sedari tadi berada di hadapannya yang tak lain adalah Bisma.


"Jawab dulu pertanyaan ku" Tegas Bisma.


Yuri melihat ke arah Bisma lalu melepaskan tangannya dari pegangannya Bisma "Maaf Pak aku sedang buru-buru, permisi Pak".


Bisma hanya menatap Yuri dengan Heran lalu mengerutkan kepalanya dengan pelan "Kenapa hari ini dia terlihat aneh?".


Yuri dengan segera masuk ke dalam perpustakaan, lalu terduduk di kursi dan menyandarkan punggungnya sembari menutup matanya karena merasa ada hal aneh yang di rasakan olehnya.


"Sudah mau bertunangan, tetapi kenapa masih seperti ini padaku?!" Gumam Yuri.


Beberapa saat kemudian waktu di jam tangan Yuri sudah menunjukan pukul setengah sembilan, Yuri segera beranjak dari duduknya kemudian berjalan ke luar untuk segera masuk ke kelas.


Setibanya di kelas Yuri langsung menghampiri Intan sembari berbincang pembahasan ringan.


"Tan, masih ingat kak Helena gak?" Tanya Yuri sedikit lesu.


Intan mengangguk dan berbalik bertanya pada Yuri "Iya masih, kenapa emang?.


"Lusa dia ngadain perayaan ulang tahun, kita semua di undang sama dia ke acaranya" Ucap Yuri.


"Wah serius? Tapi gimana nih Ri lusa gw juga ada acara, gimana kalau lo ajak Hani sama yang lainnya?" Balas Intan.


"Oh gitu...Yasudah nanti gw coba ajak yang lainnya" Ujar Yuri.

__ADS_1


Tak lama kemudian Dosen pengawas masuk, lalu semua siswa dan siswi bersiap untuk duduk di tempat duduknya masing-masing.


Saat Yuri hendak berjalan untuk menyimpan tas di depan kelas, secara mengejutkan Bisma terlihat masuk ke kelasnya dan duduk di meja pengawas sembari mulai membuka soal ujian.


Melihat Bisma yang sedari tadi masuk sudah melihat dirinya, Yuri hanya memalingkan pandangannya ke sembarang tempat sambil sesekali bergumam kesal.


Kenapa pengawasnya harus dia sih? Gumam Yuri.


Selama ujian Yuri terus fokus untuk mengisi soal-soal ujian tanpa memandang ke arah mana pun termasuk ke arah Bisma.


Suasana di dalam kelas selama pengerjaan soal ujian pun tampak terasa berbeda dan sangat sunyi, hingga tak terasa jam ujian telah selesai.


Yuri yang nampak sudah selesai dengan soal ujiannya langsung mengumpulkan soal dan kunci jawaban ke depan dengan sesekali menatap ke arah Bisma lalu tak lama kemudian dia dia langsung pergi meninggalkan kelas.


Yuri pergi dengan terburu-buru tanpa berpamitan kepada semua sahabatnya, namun saat Yuri hendak keluar dari gerbang kampus tiba-tiba dari arah belakang seseorang menarik tangannya.


"Kak Helena?" Ucap Yuri dengan terkejut.


"Kamu mau kemana? Kok buru-buru gitu?" Tanya Helena.


"Oh itu, aku pulang kak...Kak Helena sedang apa disini?" Balas Yuri penasaran.


Helena tersenyum sambil membuka kaca mata hitamnya "Aku kesini karena ada urusan, kamu pulang sendiri?".


"Yasudah kalau gitu, hati-hati di jalan ya?!" Kata Helena dengan ramah sambil melambaikan tangannya.


Yuri pun membalas lambaian tangan Helena dan langsung berlari meninggalkan Helena yang masih memandangnya dari kejauhan.


Ada apa dengan anak itu? Kenapa dia terlihat banyak pikiran begitu ya?" Gumam Helena.


"Kak Helen?"


Sahut seseorang yang langsung membuyarkan pikirannya tentang Yuri.


"Ck...Berisik tahu?!" Tegas Helena.


Bisma berjalan mendekati Helena "Sedang apa Kakak disini?".


"Oh ini, aku mau menjemputmu untuk fitting baju buat acara ulang tahun sekaligus acara pertunangan ku nanti" Jelas Helena.


"Gak usah...Aku bisa pilih bajuku sendiri" Ujar Bisma dengan wajah dinginnya.


"Ah...Kamu adik yang ga asik" Helena ngedumel sambil mencubit pelan Bisma.


Bisma hanya menggelengkan kepala lalu berjalan meninggalkan Helena.

__ADS_1


"Hey tunggu kakak mu ini bocah" Sahut Helena sambil mengikuti Bisma.


***


Sementara itu di dalam angkutan umum Yuri masih saja terdiam di sudut tempat duduk sambil melihat pemandangan di luar jendela dengan tatapan kosong.


Pikirannya selalu saja di penuhi dengan acara pertunangan Bisma dan Helena, entah kenapa walaupun itu bukan urusannya tetapi tetap saja hal itu tidak bisa hilang dari benaknya.


Harusnya aku merasa senang saat mendengar kak Helena akan bertunangan dengan Pak Bisma, toh mereka memang terlihat cocok. Tapi kenapa hatiku merasa sedikit sakit ya?! Gumam Yuri dalam hatinya.


Ketika Yuri tengah sibuk dengan pikirannya, mendadak angkutan umum yang di gunakan Yuri bergetar dan berhenti tepat di bahu jalan.


Yuri yang merasa aneh langsung melihat ke arah supir "Bang angkotnya kenapa kok mendadak berhenti?".


"Maaf neng kayanya angkotnya mogok, tunggu sebentar ya neng saya periksa dulu" Ujar supir angkot.


Dua puluh menit berlalu, Yuri dan beberapa penumpang akhirnya memutuskan untuk keluar sambil menghirup udara segar dan menenangkan pikirannya yang semakin semrawut karena hari sudah mau menjelang sore.


Yuri berdecak kesal lalu mencoba bertanya ke supir angkot yang sedari tadi masih membenarkan mesin mobil.


"Bang ini masih lama gak? Saya udah kesorean ini mau pulang" Tegas Yuri.


"Duh maaf banget neng, kayanya ini bakal lama neng mending cari angkot lain aja, gapapa deh neng gak usah bayar saya" Sahut supir angkot.


"Yasudah deh bang, tapi ini terima aja ongkosnya bang" Karena merasa gak enak Yuri tetap memberikan ongkos angkot pada supir angkot.


"Gak usah neng, saya gak enak menerimanya" Balas supir angkot sambil mengangkat kedua tangannya.


"Gapapa bang, saya ikhlas kok" Jelas Yuri.


Akhirnya dengan berat hati supir angkot itu menerima ongkos pemberian dari Yuri, kemudian Yuri pun berjalan sebentar sambil menunggu angkutan umum lain yang lewat.


Lama Yuri menunggu hingga akhirnya dia merasa bosan, Yuri pun berinisiatif menunggu angkutan umum sambil mendengarkan musik dari headset nya, Yuri menikmatinya sambil sesekali bergumam menyanyikan lagu yang tengah di dengar dari ponsel miliknya, hingga dia tak menyadari ada sepasang tangan yang hendak mendekat ke arahnya untuk melepaskan headset yang terpasang di kedua telinganya.


Saat headset nya terlepas Yuri memandang ke arah sepasang tangan yang ada di hadapannya, lalu melihat ke arah pemiliknya yang ternyata adalah......


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.

__ADS_1


__ADS_2