
Dalam perjalan pulang setelah sebelumnya berpamitan terlebih dahulu pada kedua Kakaknya, Yuri nampak terlihat sedikit keheranan karena melihat Bisma tidak memakai sendiri mobil yang biasa dia pakai selama dirinya berada di Surabaya melainkan oleh supir yang nampak asing bagi Yuri.
"Pak...Kita sekarang mau pulang kan?!" Tanya Yuri sedikit ragu.
"Iya kita akan pulang, kenapa emang?!" Balas Bisma sambil melihat ke arah Yuri.
"Tidak apa-apa, hanya saja kok arah jalannya kok berbeda dari yang kemarin saat aku pertama kali datang kesini ya?!" Yuri mulai terlihat linglung.
Bisma sedikit mengerutkan alisnya "Berbeda? Memang kau turun di bandara mana?".
"Bandara? Aku kesini tidak naik pesawat Pak, tapi naik kereta api" Jelas Yuri.
"Benarkah? Kau naik kereta api ke sini sendiri?" Bisma sedikit terkejut mendengar perkataan Yuri.
Yuri menganggukkan kepalanya sambil menatap Bisma dengan wajah bingungnya.
"Hah berani sekali kau ke sini naik kereta api sendirian lagi, padahal kalau naik kereta api kan perjalanan juga lumayan panjang kalau dari jakarta" Ujar Bisma.
"Iya gimana lagi, uang transportasi ku kan terbatas kalau naik pesawat pasti mahal!" Terang Yuri sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar perkataan Yuri barusan, Bisma menatap Yuri dengan lekat berpikir betapa beruntungnya dia mendapatkan pacar seperti Yuri. Selain dia cantik, apa adanya, dia juga tidak manja dan tidak gengsi dengan apa yang dia lakukan walaupun memang dia juga memiliki sifat arogan dan juga sedikit ceroboh namun tetap Bisma merasa sangat bangga padanya.
"Yasudah...Kalau begitu sebagai gantinya karena kemarin kamu sudah berlama-lama naik kereta api ke sini, sekarang kita pulang naik pesawat aja ya?!" Ucap Bisma sambil tersenyum dan mengusap lembut ujung kepala Yuri.
Yuri sedikit terbelalak mendengar apa yang Bisma katakan padanya "Hah serius Pak?".
"Iya serius!" Tegas Bisma.
"Kalau gitu tunggu sebentar!" Sahut Yuri panik lalu tak lama kemudian memeriksa tas nya untuk mencari dompetnya.
"Apa yang sedang kamu cari? Apa ada yang tertinggal di rumah Kakak mu?!" Tanya Bisma.
Yuri hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban dan masih fokus mencari dompetnya. Tak lama kemudian setelah dia menemukan dompet di dalam tas nya, dengan segera dia langsung melihat isi dompetnya dan saat dia melihat isi di dalam dompetnya tiba-tiba wajahnya terlihat terkejut kemudian kembali menatap Bisma yang sedari tadi tengah memperhatikan Yuri.
"Kenapa?" Tanya Bisma penasaran.
"Pak...Bisakah kalau kita pulang pakai kereta api saja? Uangku tidak cukup kalau harus pulang naik pesawat" Ucap. Yuri merasa tidak enak.
"Kamu tidak usah memikirkan kitu, untuk tiket pesawat aku sudah pesankan untuk kita berdua!" Sambung Bisma.
"Apa? Kapan?" Tanya Yuri.
"Kemarin oleh Asisten Kakak ku" Jawab Bisma.
Yuri merasa senang sekaligus tidak enak karena merasa sudah merepotkan Bisma dan juga Kakaknya "Kenapa mesti repot-repot sih? Padahal kalau kita naik kereta saja aku tidak apa-apa kok".
"Iya aku mengerti, tapi tadinya aku berpikir kalau naik kereta perjalanan pulang kita kan akan sedikit lebih lama dari pesawat. Aku hanya ingin membuatmu nyaman dan tidak ingin melihatmu kelelahan" Jelas Bisma sambil memegang tangan Yuri.
"Pak aku sangat berterima kasih sekali atas perhatian yang kau berikan untuk ku, hanya saja aku merasa tidak enak kalau terus merepotkan mu. Aku sungguh tidak apa-apa kalau pulang menggunakan kereta api walaupun memang sedikit lebih lama aku tetap bisa menikmatinya kok apalagi kali ini akan terasa ada yang berbeda" Lanjut Yuri menjelaskan panjang lebar.
Bisma mengerutkan alisnya "Apa nya yang berbeda?".
"Yang berbeda kali ini adalah...Karena ada kamu di sampingku jadi kali ini aku pulang tidak akan kesepian dan akan ada waktu lebih lama untuk menikmati kebersamaan kita berdua" Ungkap Yuri sambil tersenyum.
Mendengar apa yang baru saja Yuri katakan padanya, sontak membuat jantung Bisma berdebar sangat kencang di barengi dengan wajah yang perlahan mulai memerah sehingga dengan reflek Bisma langsung memalingkan wajahnya ke arah luar jendela karena tidak ingin Yuri sampai melihatnya.
Sesederhana inikah keinginannya? Naik kereta api agar bisa lebih lama bersama denganku katanya?! Hah benar gadis ini selalu saja membuat jantungku hampir copot dari tempatnya. Gumam Bisma dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah kalau memang itu mau mu, kita sekarang pulang naik kereta saja. Pak kita putar balik dan langsung berangkat ke stasiun kereta api!" Ucap Bisma dengan lantang.
"Baik Tuan" Jawab sang supir yang langsung tancap gas merubah arah tujuannya.
"Pak terus tiket pesawatnya gimana?" Kata Yuri.
"Sudah jangan pikirkan itu, asal kamu bisa nyaman bersamaku kalaupun harus naik kereta aku bersedia melakukannya, urusan tiket biar nanti Asisten Kak Helen yang urus" Balas Bisma sambil memegang tangan Yuri dengan erat.
Melihat Bisma begitu baik mengikuti keinginan Yuri, membuat Yuri tersenyum lebar dan membalas pegangan tangan Bisma dengan tatapan yang masih terpaku melihat ke arahnya "Terimakasih ya Pak?!".
"Iya sama-sama pacarku" Sahut Bisma sambil memperlihatkan senyuman khasnya.
Sesampainya di stasiun kereta api dengan segera Bisma memesankan tiket kereta api untuk dua orang dengan tujuan Jakarta dengan jadwal keberangkatan pukul setengah tiga sore, dengan estimasi waktu perjalanan selama kurang lebih sembilan jam yang berati akan butuh waktu cukup lama untuk bisa tiba di Jakarta dan pastinya akan sangat melelahkan bagi Bisma yang memang tidak biasa menggunakan kereta api, yang sebenarnya bisa saja di tempuh dengan lama perjalan hanya satu setengah jam jika menggunakan pesawat. Namun mengingat karena ini adalah keinginan Yuri yang menurutnya begitu sederhana, bagi Bisma tidaklah masalah kalau harus kelelahan selama dalam perjalanan asalkan bisa menyenangkan dan juga membuat nyaman perempuan yang di cintai nya.
Setelah semuanya sudah selesai Bisma langsung menghampiri Yuri yang tengah duduk di bangku stasiun kereta sambil asik memainkan HP nya.
"Gimana kita kebagian tiket kan?" Tanya Yuri.
Bisma tersenyum menganggukkan kepalanya "Iya kita kebagian kok, hanya saja...".
"Hanya saja apa?" Sahut Yuri.
"Kita kebagian tiket dengan jadwal keberangkatan pukul setengah tiga sore karena kita belinya mendadak kita jadi tidak kebagian jadwal siang karena sudah kehabisan, apa kau tidak apa-apa kalau kita harus nunggu agak lama?!" Ujar Bisma.
Memikirkan apa yang baru saja Bisma beritahukan padanya membuat Yuri melamun sejenak dan memikirkan kondisi Bisma yang pastinya akan sangat kelelahan selama dalam perjalanan.
Aku merasa sangat egois sekali kali ini karena lebih mementingkan keinginanku tanpa memikirkan Pak Bisma. Hah aku merasa bersalah padanya! Gumam Yuri dengan wajah sedikit khawatir menatap Bisma.
"Hey...Kenapa kau menatapku seperti itu?" Sambung Bisma.
"Ah maaf aku tidak kenapa-napa kok, hanya saja...Aku merasa bersalah padamu karena tidak mendengarkan mu" Tegas Yuri pada Bisma.
Setelah terdiam untuk beberapa saat akhirnya Yuri menatap ke arah Bisma dan kembali memperlihatkan senyumannya " Iya aku sama sekali tidak ada masalah!".
"Syukurlah kalau begitu, btw ini masih jam sebelas sekarang kita akan kemana dulu?" Lanjut Bisma sambil sesekali melihat ke arah sekitar stasiun.
"Eum...Bagaimana kalau kita cari cemilan saja di sekitaran sini mau engga?" Ucap Yuri.
"Boleh juga, kalau begitu ayo kita cari ke sebelah sana saja soalnya tadi sekilas aku lihat ada banyak yang jualan cemilan di sana" Sahut Bisma sambil menunjuk ke arah luar stasiun.
"Baiklah...Ayo kita ke sana sekarang!" Ajak Yuri sambil berjalan merangkul lengan Bisma.
Selama menunggu waktu perjalanan pulang, Yuri dan Bisma menghabiskan waktu untuk ngobrol-ngobrol ringan sambil memakan cemilan yang mereka beli tadi dan tak lupa jiga di selingi dengan makan siang yang sederhana namun tetap terasa nikmat karena mereka bisa menikmatinya dengan status yang sudah berbeda sehingga tak nampak terlihat kecanggungan lagi di antara mereka berdua.
Saat mereka tengah asik menikmati makan siangnya, seringkali ada wanita yang tak hentinya menatap dan juga memperhatikan ketampanan Bisma bahkan ada pula yang sempat berani menghampiri Bisma hanya untuk sekedar meminta nomor teleponnya tanpa menyadari kalau di sebelahnya ada Yuri yang saat ini sudah resmi menjadi pacarnya.
"Wah..Wah..Wah pacarku ini ternyata banyak fans nya juga ya?!" Yuri sedikit menggoda Bisma.
Bisma menyipitkan matanya ke arah Yuri "Apa kau sama sekali tidak cemburu melihat perempuan-perempuan itu mendekatiku?".
"Tidak..Kenapa aku harus cemburu?" Jawab Yuri sambil menatap Bisma.
"Kalau kau tidak merasa cemburu...Lantas apa yang kau rasakan sekarang padaku?" Tanya Bisma dengan wajah penasaran.
"Kau yakin ingin tahu?" Yuri berbalik bertanya ke arah Bisma.
"Tentu saja" Balas Bisma dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Sebelum menjawab Yuri mulai menatap Bisma lalu kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Bisma dan perlahan mengeluarkan suaranya "Aku semakin mencintaimu Pak".
Wajah Bisma seketika berubah dari yang tadinya merasa ada sedikit perasaan kecewa karena mendengar kalau perempuan yang di cintai nya ini tidak merasakan cemburu saat ada perempuan lain yang mendekatinya, menjadi rasa bahagia yang teramat sangat ketika Yuri mengatakan kalau dia semakin mencintai dirinya.
"Aku juga mencintaimu Yuri!" Seru Bisma sambil memegang kedua tangan Yuri.
Tak terasa waktu yang di lalui Bisma dan Yuri begitu cepat berlalu hingga akhirnya waktu keberangkatan mereka telah tiba bersamaan dengan datangnya kereta tujuan Surabaya-Jakarta.
Saat akan memasuki kereta Api, terlebih dahulu Bisma mempersilahkan Yuri berjalan terlebih dahulu dengan kopernya yang di bawakan oleh Bisma. Begitu mereka mendapati kursi kosong, mereka langsung duduk setelah sebelumnya membenahi kopernya agar tidak menganggu kenyamanan orang lain khusunya mereka sendiri.
Tidak lama setelah itu kereta pun bersiap untuk berangkat memulai perjalanan panjangnya mengantarkan para penumpang beserta dua insan di dalamnya yang sedang sama-sama jatuh cinta bahkan seakan menganggap dunia ini hanya milik berdua dan yang lain kasbon!.
Saat di tengah-tengah perjalanan karena merasa sedikit bosan, Yuri mengeluarkan HP nya dan juga headset untuk mendengarkan music.
"Pak...Kau suka mendengarkan music tidak?" Yuri bertanya di sela-sela Bisma tengah menikmati pemandangan sore di luar jendela.
"Lumayan, kenapa emang?" Jawab Bisma mengalihkan pandangannya ke arah Yuri.
Yuri menggelengkan kepalanya "Tidak...Aku hanya ingin tahu saja. Bapak mau mencoba mendengarkan lagu favoritku tidak?!".
"Boleh...Sini berikan sebelah headset mu padaku, biar kita dengarkan bersama-sama" Ucap Bisma sambil mengambil sebelah headset Yuri.
Yuri tersenyum kemudian memilih playlist music yang biasa di dengarnya lalu mulai menekan tanda play pada layar HP nya.
you will always gonna be my love
and i know that i can't live without you
only got you in my life
take my hand and let us go somewhere
you will always be inside my heart
hope that i have place inside
your heart too
going through the good times
going throught the bad times
no more that i'm afraid for
Ketika mereka mulai mendengar lirik dari lagunya. Bisma perlahan melihat ke arah Yuri yang tengah menikmati lagu sambil memejamkan matanya, karena merasa lagu ini sangat mewakili perasaanya pada Yuri, Bisma langsung memegang tangan Yuri dengan erat lalu menyandarkan kepala Yuri pelan-pelan pada pundak Bisma agar bisa membuatnya nyaman selama dalam perjalanan pulang.
"Tidurlah yang nyenyak sayang" Bisik Bisma pada telinga Yuri, yang kemudian di respon kembali dengan senyuman yang perlahan terlihat dari sudut bibir tipis Yuri.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Aku berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you👋