Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 131


__ADS_3

Setibanya Bisma di rumah tak ada satupun sambutan atau kegiatan yang dia lihat dari Yuri, dengan terburu-buru dia langsung melemparkan tas bawaannya dan bergegas untuk pergi ke kamar.


Saat tiba di kamar dia tampak melihat Yuri tengah tertidur dengan posisi membelakangi pintu masuk. Bisma datang perlahan menghampiri Yuri lalu mengusap lembut kepalanya dengan penuh kasih sayang.


"Maaf kalau aku menyakiti perasaanmu, ku harap kau tidak berpikir buruk dengan kejadian tadi. Dan ketahuilah hanya kau yang aku cintai di dunia ini tidak ada yang lain" Bisik Bisma sembari menatap dengan lekat wajah Yuri yang nampak sedang tertidur lelap.


Sesaat sebelum Bisma akan keluar dari kamar, terlebih dahulu Bisma menyelimuti Yuri dan memberinya kecupan hangat di kening sebagai tanda sayangnya pada Yuri.


Merasa Bisma sudah pergi dari kamar , Yuri membuka matanya lalu terdiam menatap foto pernikahannya dengan Bisma yang ada di samping meja tempat tidurnya hingga dalam beberapa saat tanpa terasa air mata keluar membasahi pipinya.


Pagi harinya Yuri terbangun terlebih dahulu dan melihat Bisma yang masih tertidur lelap di sampingnya, tatapannya nampak nanar melihat Bisma dengan pikiran macam-macam yang tampak merusak sedikit moodnya. Untuk menghindari mood yang semakin buruk Yuri bergegas untuk cuci muka dan menyiapkan sarapan untuk Bisma.


Selang waktu setengah jam Bisma terbangun dan menghampiri Yuri yang tengah sibuk membuatkan kopi untuknya "Selamat pagi sayang".


Yuri terperanjat dan terdiam sejenak saat Bisma mendekat lalu memeluknya dari belakang " Iya... Se... Selamat pagi".


"Kau sedang apa? " Tanya Bisma basa basi.


Yuri berbalik dengan perlahan kemudian memberikan kopinya kepada Bisma "Ini aku membuatkan kopi untukmu, duduk dan minumlah kopinya".


Bisma tersenyum lalu menuruti apa yang Yuri katakan padanya barusan.


Di sela-sela sarapan suasana di meja makan tampak sedikit sepi tanpa adanya sebuah pembicaraan dari Yuri ataupun Bisma. Keduanya fokus pada sarapan masing-masing dengan sesekali tatapan Bisma yang tertuju pada Yuri.


" Yuri... Aku ingin membicarakan sesuatu padamu" Seru Bisma yang langsung menghentikan aktifitas sarapannya.


Yuri menoleh ke arah Bisma "Mau bicara apa? ".


" Ini... Soal tempo hari saat kau melihat aku dan Monica di mall dan juga di ruangan ku. Aku bisa jelaskan semuanya padamu" Ujar Bisma sembari memegang tangan Yuri.


Yuri masih menatap Bisma lalu sesaat kemudian menundukkan kepalanya "Apa yang mau kau jelaskan padaku? ".


" Saat kau melihatku di supermarket aku hanya mengantarnya saja karena kebetulan ketua yayasan mengadakan rapat di cafe tak jauh dari sana, dan asal kau tahu aku tak pergi ke rumah Monica malam itu, aku hanya mengantarnya saja sampai depan gerbang rumahnya saja. Kemudian... Yang kemarin kami tidak melakukan hal yang aneh, aku hanya menolong Monica saja yang pada saat itu dia terjatuh karena berlari untuk masuk ke ruangan ku" Jelas Bisma dengan panjang lebar.


Yuri hanya terdiam tidak merespon apapun setelah Bisma menjelaskan semua yang terjadi antara dirinya dan Monica.

__ADS_1


"Yuri tolong percayalah padaku, aku bicara jujur tak ada satu pun yang aku tutupi darimu dan satu hal lagi aku berharap kau bisa memaafkan aku kalau memang aku membuat hatimu terluka " Tambah Bisma.


Yuri menghela nafas lalu menatap ke arah Bisma dan membalas genggaman Bisma " Iya... Aku sudah memaafkan mu Pak ".


" Benarkah ? Kau sungguh-sungguh sudah memaafkan ku ?! " Raut wajah Bisma tampak sangat gembira saat mendengar Yuri memaafkannya.


Yuri mengangguk dan menatap Bisma "Iya Pak , aku juga minta maaf karena sikapku kemarin yang seperti anak kecil tanpa aku mendengarkan terlebih dahulu penjelasan darimu aku malah langsung bersikap cuek padamu".


Bisma langsung menggelengkan kepalanya dan mengusap kedua pipi Yuri dengan lembut " Tidak apa aku bisa mengerti kok, yang penting untukku sekarang kita bisa kembali seperti biasa lagi saja itu sudah cukup buatku. Aku tidak tahan kalau harus berjauhan denganmu".


"Iya aku juga tidak ingin seperti itu Pak" Sahut Yuri tersenyum dengan senyuman khasnya.


"Yasudah kalau begitu karena kebetulan hari ini adalah hari minggu , kau mau jalan gak hari ini? " Seru Bisma bersemangat.


Yuri berfikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya " Boleh Pak , gimana kalau kita ke bioskop ? Kebetulan dari kemarin aku lagi pengen nonton Pak".


"Oke siap... Kalau begitu setelah kita selesai sarapan, kau siap-siap terlebih dahulu ya?" Ujar Bisma.


"Sip pak Bos" Balas Yuri dengan senyuman yang kembali terukir di wajahnya.


...****************...


Saat Bisma sudah selesai membeli tiket dengan sigap dia langsung menghampiri Yuri yang tengah sibuk membeli cemilan untuk di bawa ke dalam bioskop.


"Gimana Pak sudah cukup belum cemilannya? " Tanya Yuri sembari memperlihatkan makanan yang tadi dia beli.


Bisma melihat sejenak lalu mengacungkan jempol pada Yuri "Sip ini sudah pas bu Bos".


Yuri tertawa kecil lalu merangkul tangan Bisma dengan erat sembari mengajaknya ke tempat duduk yang tak jauh dari studio tempat film akan di putar sembari menunggu petugas yang akan mempersilahkan penonton untuk masuk.


Tak butuh waktu lama mereka berdua menunggu, akhirnya tiba saatnya pemutaran film selanjutnya. Dengan telaten petugas memeriksa semua tiket hingga tepat saat petugas memeriksa tiket Bisma dan Yuri, tiba-tiba dari arah belakang terdengar seseorang yang memanggil nama mereka berdua dengan suara lantang dan reflek membuat mereka berdua menoleh dengan bersamaan.


"Monica?!!! "


"Bu Monica?!! "

__ADS_1


Monica terperanjat kaget melihat Yuri dan juga Bisma "Kalian?! Sedang apa di sini? ".


Setelah kejadian mengejutkannya tadi Bisma dan juga Yuri mulai menjelaskan perihal hubungannya dengan Yuri dari awal sampai akhirnya mereka berdua menikah dengan sangat detail.


Monica masih tampak sangat terkejut mendengar semua penjelasan yang Bisma katakan padanya. Tentunya mungkin tampak tidak mudah di terima olehnya mengingat Bisma saat ini yang masih berstatus menjadi dosen dari Yuri tentunya akan ada banyak kontroversi jika semua orang di kampus mengetahui hubungan Yuri dan Bisma sebenarnya.


"Aku harap kau bisa mengerti dan tidak mengatakan tentang pernikahan kami pada siapapun untuk saat ini sampai nanti Yuri bisa benar-benar siap" Jelas Bisma dengan sesekali menatap Yuri.


Yuri hanya tertunduk diam merasa tidak enak pada Monica dan juga Bisma .


"Hah... Baiklah walaupun aku tidak mengerti apapun , aku janji tidak akan memberitahukannya pada siapapun. Tapi satu pesanku sebaik baiknya kalian menutupi bangkai pasti akhirnya akan tercium juga. Jadi aku harap kalian akan jujur secepatnya pada semua orang sebelum mereka berfikir yang tidak-tidak pada kalian berdua" Terang Monica memberikan masukan.


Bisma menghela nafas panjang dan menganggukkan kepalanya "Kalau saatnya sudah tepat kita berdua pasti akan jujur tentang semuanya, dengan catatan itupun kalau Yuri sudah siap".


Monica menatap Yuri sejenak lalu memegang tangannya " Sebenarnya apa sih yang membuatmu tidak siap untuk mempublikasikan pernikahanmu dengan Bisma? Padahal dia sosok yang sangat sempurna loh dan patut juga untuk kamu banggakan ".


Yuri menatap Monica sejenak "Itulah yang justru membuatku berfikir untuk tidak mengumumkan hubungan kami pada orang-orang di kampus, aku hanya tidak ingin orang lain berfikir yang aneh-aneh tentangku mengingat Pak Bisma banyak di sukai dan di kagumi oleh para mahasiswi di kampus".


" Hanya karena itu saja? Terus kamu pikirin gak gimana perasaan Bisma selama ini?!" Ucap Monica sedikit ketus.


Bisma mencoba menengahi pembicaraan Yuri fan Monica "Sudah Monica jangan menyudutkan Yuri, bagiku untuk saat ini sudah menjadi suami dari Yuri itu sudah cukup. Masalah publikasi hubungan kami biar aku saja dan Yuri yang menyelesaikannya".


" Yasudah terserah kalian saja, yang jelas kalian berdua harus jujur itu saja pesan dariku! " Tegas Monica yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan Bisma dan Yuri yang masih terduduk diam di kursi cafetaria.


Setelah rencana untuk Quality Time gagal total karena sebuah perdebatan kecil yang terjadi antara mereka berdua dan Monica, akhirnya Yuri dan Bisma kembali pulang ke rumah dengan perasaan Yuri yang semrawut memikirkan perkataan Monica.


"Sudahlah jangan pikirkan apa yang tadi Monica katakan. Lebih baik sekarang kau istirahat besok kau kuliah pagi kan?! " Kata Bisma mencoba menenangkan Yuri.


Yuri melihat ke arah Bisma lalu sesaat kemudian dia memeluknya dengan erat " Pak maafkan aku kalau selama ini tindakanku menyembunyikan hubungan kita telah banyak menyakiti perasaanmu".


"Tidak usah minta maaf sayang, aku bisa mengerti kok. Lagian semua itu tidak mempengaruhi hubungan kita kan?" Ucap Bisma sembari menepuk lembut punggung Yuri.


"Iya tapi.... ".


" Sudah jangan pikirkan itu lagi , aku sudah bilang padamu kan kalau aku tidak akan memaksakan hal apapun padamu. Aku akan tunggu kapanpun sampai kau benar-benar siap untuk mempublikasikan hubungan kita pada semua orang" Ujar Bisma mengusap lembut kepala Yuri.

__ADS_1


Yuri tersenyum lega lalu kembali memeluk Bisma dengan erat "Terimakasih ya Pak atas semua pengertiannya. I love you Pak".


" Love you to sayang".


__ADS_2