
Walaupun kau bukanlah yang pertama bagiku, aku berharap kau akan menjadi yang terakhir bagiku Pak Bisma
Kata-kata itu terus terngiang di telinga Bisma seakan tidak menyangka semua itu keluar dari mulut kecil Yuri yang selama terlihat enggan bahkan untuk hanya sebatas mengatakan sayang padanya.
Terkadang Bisma berfikir apakah Yuri benar-benar mencintai dirinya?
Melihat tingkah lakunya yang seakan cuek dan ingin menyembunyikan hubungan mereka dari teman-teman nya, sejujurnya membuat Bisma tak nyaman karena seakan dirinya dan Yuri seperti orang lain yang sama sekali tidak ada hubungan apa pun selain antara Dosen dan muridnya saja.
Akan tetapi perasaan nya perlahan berubah tak kala semalam dia mendengar sendiri dengan sangat jelas, sebuah perkataan yang telah merubah semua pandangan dan juga keraguan yang selama ini dia rasakan menjadi sebuah kebahagiaan karena ternyata apa yang selama ini dia pikirkan tentang Yuri salah besar.
Lama Bisma duduk termenung sembari melihat ponselnya dengan latar belakang foto Yuri, tiba-tiba dia di kejutkan dengan ponselnya yang bergetar karena ada satu pesan masuk dari sang kekasih pujaan Yuri Nadia Putri.
Sementara itu di kampus Yuri dan juga Hani tengah asik ngobrol di perpustakaan perihal ujian akhir yang akan di adakan minggu depan, yang tanpa mereka sadari, tinggal beberapa minggu lagi mereka berdua akan naik tingkat dari junior menjadi senior.
"Han...Gak terasa yah sebentar lagi kita jadi siswi tingkat dua, perasaan baru kemarin yah kita ngerasain gimana pedih nya ospek" Ucap Yuri sembari membuat coretan kecil di buku catatan nya.
Hani menganggukkan kepalanya sambil tersenyum "Iya Ri, gak nyangka banget yah kita udah sampai sejauh ini".
"Hah aku jadi gak sabar pengen cepet-cepet jadi siswa tingkat dua, apalagi sesudah lulus ini aku sudah punya planning buat masa depan aku dan juga karir ku". Balas Yuri dengan pede.
"Memang apa planning mu Ri?" Hani melirik ke arah Yuri.
Yuri membalas melihat ke arah Hani "Aku mau kerja dan membahagiakan kedua orang tua ku Han".
" Terus Pak Bisma? " Sanggah Hani penasaran.
Mendengar perkataan Hani barusan, reflek membuat tangan Yuri menutup tangan Hani dengan cepat sambil sesekali celingukan melihat ke arah sekitar dengan gugup karena takut ada seseorang yang tengah mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
"Ssstttt...Kalau ngomongin itu jangan di sini ngapa sih?!!" Yuri berbisik sambil menepuk kecil tangan Hani.
"Duh...Biarin dong Ri, lagian kenapa juga sih? Pak Bisma itu kan sudah jadi pacar kamu Ri!" Balas Hani heran.
"Iya aku tahu Han, hanya saja jangan ngobrolin hal sensitif itu di kampus Han" Tegas Yuri.
Sejenak Hani terdiam lalu menghela nafas "Memang nya kenapa sih Ri kamu gak mau mereka semua tahu tentang hubungan kalian berdua? hubungan kalian berdua kan wajar!".
" Wajar? Wajar gimana coba Han? Kamu kan tahu dia itu adalah sosok pria yang paling banyak di sukai oleh semua wanita di kampus ini Han".
__ADS_1
"Terus apa masalah nya?" Hani merasa gemas dengan alasan Yuri.
"Masalah nya aku tidak ingin membuat kegaduhan di kampus ini Han, itu akan sangat tidak nyaman untuk kami berdua. Dan satu lagi....".
"Apa?" Hani sedikit menyela.
Yuri menatap Hani dengan wajah gelisah nya "Aku belum siap kalau harus terbuka dan juga jujur pada mereka tentang hubungan ku dan Pak Bisma".
" Terus mau sampai kamu akan seperti? Apa Pak Bisma tidak keberatan dengan semua ini?!" Tanya Hani memastikan.
"Sepertinya tidak" Balas Yuri singkat.
"Apa kau yakin?!" Hani kembali bertanya.
Sejenak Yuri terdiam dan mengerutkan bibir nya merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Hani yang seakan tengah menyudutkan nya "Kenapa kau sangat ingin tahu sekali tentang semua ini sih? Aku yakin kok Pak Bisma bisa mengerti dengan apa yang selama ini aku khawatirkan. Lagian dia juga tidak mempermasalahkan nya!".
Dasar anak polos!! Pikir Hani sedikit kesal.
" Aku tidak bermaksud untuk ikut campur dengan hubungan mu dan juga Pak Bisma. Namun aku hanya khawatir saja jika kamu melukai perasaan Pak Bisma".
"Melukai perasaan apa Bisma? Apa maksud mu?!" Yuri mulai merasa kesal pada Hani.
Yuri terus terdiam seakan tertampar dengan penjelasan yang baru saja Hani katakan padanya.
"Yuri...Aku minta maaf sebelumnya, aku tidak bermaksud apa-apa hanya saja aku ingin melihat kalian berdua bahagia Ri dengan menjalani hubungan layaknya orang pada umumnya. Aku juga mengerti dengan semua kekhawatiran mu, tetapi yang aku ingin ingatkan padamu adalah menjalin hubungan itu bukan hanya saling cinta dan saling sayang saja, melainkan saling memahami dan mengerti satu sama lain bukan saling menyembunyikan seperti ini!!" Jelas Hani sambil menepuk pundak Yuri.
Yuri menatap ke arah Hani lalu memegang tangannya "Lantas apa yang harus aku lakukan Han? Aku bingung sekali".
" Coba tanyakan saja pada perasaanmu sendiri Ri, apakah yang selama ini kamu lakukan ini benar atau tidak?! Itu semua aku kembalikan padamu Ri" Jawab Hani.
Yuri menundukkan kepalanya lalu mengepalkan tangannya dengan erat sambil sedikit menahan gejolak di dada nya seakan sesak mengingat kalau ternyata dirinya selama ini sudah sangat egois pada Bisma.
"Terimakasih yah Han atas masukannya, Maaf kalau barusan ada kata-kata yang menyinggung perasaan mu" Yuri memeluk Hani dengan penuh penyesalan karena telah berfikir buruk padanya.
Hani mengangguk dengan pelan sambil membalas pelukan Yuri "Its oke Ri".
Saat perjalan pulang Yuri tak hentinya menatap wajah Bisma dengan wajah cemas nya, serta seribu pertanyaan yang sedari tadi memenuhi kepalanya perihal perasaan Bisma selama.
__ADS_1
Bisma pun yang sedari tadi merasa ada hal aneh pada Yuri langsung mengajukan pertanyaan seolah memberikan jalan untuk Yuri memberanikan diri bertanya padanya.
" Ada apa dari tadi melihat ku?" Tanya Bisma sambil tangannya memegang stir mobil.
" Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Yuri mulai menegakkan posisi duduk nya.
Dengan cepat Bisma mengangguk lalu memelankan laju mobilnya secara bertahap.
"Apakah kau benar-benar mencintaiku Pak?" Suara Yuri perlahan sedikit bergetar.
Bisma menoleh ke arah Yuri lalu menghentikan mobilnya sejenak di pinggiran jalan.
"Apa terjadi sesuatu padamu?" Bisma mastikan.
Yuri menggelengkan kepalanya "Tidak Pak, sekarang jawab saja pertanyaan ku!".
" Kalau begitu kenapa kau menanyakan hal itu padaku?" Bisma mulai penasaran dan sedikit cemas melihat perubahan raut wajah Yuri.
"Jawab saja pertanyaan ku" Balas Yuri singkat.
Bisma memegang kedua tangan Yuri dengan erat "Aku sangat mencintaimu Yuri....Sangat".
" Walaupun aku cuek dan sedikit galak padamu?" Sambung Yuri.
"Iya" Balas Bisma singkat.
"Walaupun aku selalu kekanak kanakan?".
" Iya".
"Walau aku bukan orang kaya?" Hidung Yuri perlahan memerah.
"Iya".
" Walau aku sengaja menyembunyikan hubungan kita dari semua orang?" Yuri sedikit menundukkan kepalanya.
Bisma perlahan mengangkat dagu lalu mendekatkan dirinya pada Yuri, hingga sejurus kemudian m*nc**m b*b** mungil Yuri dengan lembut dan juga perlahan seakan ingin membuat nya nyaman dan tenang untuk sesaat walaupun Bisma tidak tahu dan juga mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada wanita yang sangat di cintai nya ini.
__ADS_1
"Iya...Aku teramat sangat mencintaimu Yuri!!!" Tegas Bisma.