
Beberapa hari kemudian di rasa kondisinya sudah mulai membaik, Yuri kembali memulai aktifitasnya dengan kuliah karena merasa dirinya sudah lama absen dan takut ketinggalan pelajaran.
Dengan langkah kaki sedikit terbata-bata di karenakan masih adanya bekas jahitan di kaki yang masih belum pulih sempurna, akhirnya Yuri memutuskan untuk di antar Papahnya berangkat ke kampus.
"Nak...Apa kamu akan baik-baik saja kalau ke kampus sekarang? Jahitan di Kaki kamu kan belum sembuh sempurna!" Papah Yuri sangat khawatir.
Yuri menganggukkan kepalanya pelan "Iya Pah, Yuri pasti akan baik-baik saja. Papah tenang saja ya?!".
"Hah...Yasudah kalau begitu ayok kita berangkat sekarang saja biar bisa nyantai di jalannya" Sahut Papah Yuri sambil memakaikan helm ke kepala sang anak kesayangan.
"Hehe..Makasih ya Pah!" Ucap Yuri dengan tersenyum riang.
Setibanya di kampus Yuri langsung berjalan dengan sangat hati-hati sambil sedikit meringis mengingat ada beberapa luka di tubuhnya yang belum sepenuhnya sembuh. Melihat Yuri yang baru masuk lagi ke kampus dengan kondisi yang masih sedikit ada luka yang di baluti oleh perban sontak membuat beberapa orang yang melihatnya sangat iba kepadanya, namun karena Yuri tak ingin menyusahkan orang lain apalagi membuat orang mengasihani dirinya, dia lebih memilih untuk diam dan tersenyum saja seperti tidak terjadi apa-apa padanya.
Tetapi ketika Yuri hampir saja sampai di kelasnya, dari arah belakang sosok ketua yang ada kelasnya tiba-tiba memapahnya untuk membantu Yuri masuk ke kelas dengan di bantu beberapa teman lainnya yang membuat Yuri sangat kaget ketika melihatnya.
"Eh kalian?!" Yuri melihat ke arah teman sekelasnya.
"Hai Yuri..Apa kabar?" Sapa sang ketua kelas sambil membantu memapah Yuri masuk ke dalam kelas.
"Allhamdulillah kabarku baik-baik saja, kalian tidak perlu memapahku, aku tidak apa-apa kok!" Tegas Yuri karema merasa tidak enak.
"Sudahlah...Anggap saja ini adalah permintaan maaf dari kami karena selama kamu terbaring sakit, kami belum sempat untuk menjenguk mu" Ucap salah satu teman Yuri lainnya.
Yuri tersenyum sambil menatap beberapa teman sekelasnya "Iya tidak apa-apa, aku bisa mengerti kok".
Semua teman Yuri yang tadinya merasa bersalah langsung memperlihatkan senyum leganya dan kembali melanjutkan pembicaraan nya dengan Yuri di dalam kelas.
Setelah berada di dalam kelas Yuri cukup mengundang banyak perhatian dari teman-teman sekelasnya khususnya dari Intan dan juga Hani, karena mengingat Yuri lama tidak masuk kuliah akibat dia mengalami kecelakaan yang cukup parah hingga butuh pemulihan yang lumayan lama.
Selama Yuri tidak masuk kuliah, keempat sahabatnya itu selalu rajin menjenguknya di rumah sambil membawa beberapa makanan kesukaan Yuri dan juga buku catatan untuk Yuri agar dia bisa terus mempelajari materi yang tengah berlangsung walau Yuri tidak masuk kuliah. Begitupun juga dengan Bisma dan juga Helena yang selalu setia menemani Yuri di rumah sampai Yuri pulih hingga sudah di anggap anak sendiri oleh kedua Orangtuanya Yuri mengingat betapa seringnya mereka datang ke rumahnya.
__ADS_1
Tak lama pada saat semua teman-teman Yuri heboh dengan pembicaraan soal peristiwa kecelakaan yang Yuri alami hampir seminggu kebelakang, Bisma tiba di kelas dengan wajah yang terlihat amat kaget tak kala melihat Yuri sudah duduk manis dan bersiap untuk mengikuti pelajaran yang akan Bisma ajarkan hari ini.
Kenapa dia masuk kuliah hari ini? Bukankah kemarin aku sudah menyuruhnya untuk istirahat ke rumah saja? Gumam Bisma dengan wajah melongonya.
"Em..Pak apakah pelajaran akan di mulai sekarang?" Ketua kelas merasa heran melihat Bisma yang tidak seperti biasanya itu bengong menatap ke arah Yuri dan juga langsung menyadarkan Bisma dari lamunannya.
"Oh iya maaf...Itu...Kemarin kita baru sampai pembahasan mana ya?!" Bisma gelagapan tak kala salah satu siswa bertanya padanya.
Semua Siswa yang ada di kelas saling menatap dan juga bingung melihat tingkah laku Bisma yang sangat kikuk hari ini.
"Loh Pak semua materi kan sudah selesai di bahas, untuk hari ini kan Bapak bilang hanya akan melakukan kuis saja!" Ucap salah satu siswanya dengan lantang yang sontak membuat wajah Bisma sedikit memerah karena malu.
"Oh iya benar, maaf saya barusan lupa!" Jawab Bisma dengan singkat.
"Kalau begitu untuk sekarang coba buka dulu catatan kalian kemudian rangkumlah materi yang sudah saya ajarkan dari awal sampai akhir lengkap dengan pembahasan materi yang menurut kalian sulit" Jelas Bisma.
Setelah selesai menjelaskan tugas apa yang harus mereka selesaikan hari ini, salah satu siswanya tiba-tiba mengacungkan tangannya kemudian di persilahkan oleh Bisma untuk mempersilahkannya bicara.
"Maaf Pak, apa Bapak tahu kalau Yuri hari ini baru masuk kembali kuliah?" Sang siswa sedikit penasaran.
Yuri tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya "Iya tidak apa-apa Pak".
Melihat Yuri tersenyum lebar padanya, membuat jantung Bisma semakin tidak karuan dan lebih memilih untuk memalingkan pandangannya ke sembarang tempat sambil sesekali membuka buku pelajaran untuk mengalihkan kegugupannya.
Melihat dia gugup seperti itu...kenapa membuatku sangat gemas saat melihatnya ya?! Gumam Yuri sambil terus menatap ke arah Bisma.
Tak terasa pelajaran pun selesai, semua siswa mulai mengumpulkan lembar kuis yang Bisma bagikan tadi, lalu beberapa di antaranya ada yang memilih untuk langsung keluar dan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum pembelajaran selanjutnya akan di mulai.
Sementara Yuri yang di bantu oleh kedua sahabatnya berjalan keluar kelas dengan sangat hati-hati sekali agar dia tidak terlalu meringis menahan sakit akibat luka di kakinya, membuat Bisma sedikit khawatir melihatnya dan berinisiatif untuk menghampirinya terlebih dahulu guna menanyakan bagaimana kondisinya saat ini.
"Hey kalian bertiga tunggu dulu sebentar!!" Teriak Bisma dari dalam kelas.
__ADS_1
Mendengar teriakan Bisma yang begitu jelas di telinga mereka masing-masing, membuat mereka bertiga langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Bisma.
"Bapak manggil kami bertiga?!" Tanya Hani memastikan.
Bisma tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Ada apa Pak?!" Sambung Intan penasaran
"Itu....Yuri apa lukamu sudah baik-baik saja?" Bisma langsung to the point.
Yuri melihat sejenak ke arah wajah kedua temannya, kemudian kembali menatap Bisma "Iya Pak, lukaku sudah sedikit lebih membaik dari kemarin".
Kenapa dia menanyakan lagi kondisiku? Bukankah baru kemarin dia datang ke rumahku dan sudah mengetahui keadaanku saat ini?! Gumam Yuri dalam hati.
"Syukurlah kalau begitu...Tapi sebelum itu bisakah kamu datang ke ruangan saya? Saya mempunyai rangkuman pembelajaran kemarin untuk kamu pelajari di rumah sebelum ujian semester minggu depan di laksanakan.
Hani dan Yuri saling bertatapan tak kala melihat Intan yang seperti sedang mencerna kata-kata Bisma yang baru saja terlontar dari mulut Bisma.
Seperti mengerti maksud dari tatapan Yuri, Hani langsung mengajak Intan duluan untuk pergi ke kantin terlebih dahulu meninggalkan Bisma dan juga Yuri di sana tanpa adanya gangguan dari salah satu sahabatnya yang luar biasa keponya itu.
"Oh iya Pak silakan saja, lagian saya dan juga Intan mau ke kantin sekarang kok Pak!! Iya kan Tan?!" Hani menyeret tangan Intan agar bisa segera menjauh dari Bisma dan Yuri.
"Eh tunggu dulu Han, si Yuri bagaimana itu?" Intan merasa khawatir pada Yuri.
"Udah ayo... Nanti kan Yuri bisa menghubungi kita kalau misalkan bimbingannya udah selesai, iya kan Yuri?" Hani bicara dengan penuh penekanan.
"I...Iya...Nanti kalau ada apa-apa aku akan menghubungi kalian berdua" Tegas Yuri kikuk.
"Beneran ya Ri?" Tegas Intan.
"Iya Intan!!!" Yuri tak kalah menjawab tegas.
__ADS_1
"Sudah kalian pergi saja duluan, kalian juga tidak perlu khawatir kalau ada apa-apa saya yang akan bertanggung jawab" Sambung Bisma pada kedua sahabat Yuri.
Melihat dan mendengar Bisma mengatakan akan bertanggung jawab kalau ada apa-apa pada Yuri, barulah Intan merasa sedikit lega, lalu pergi ke kantin bersama Hani meninggalkan Yuri berdua bersama Bisma.