
Malam harinya ketika Yuri dan semua keluarga Kakak nya tengah makan malam termasuk Bisma yang sedari kemarin malam masih saja berada di rumah Fredi karena belum di ijinkan pergi oleh Nilam sebelum makan malam selesai.
Suasana makan malam di rumah fredi sangatlah terasa hangat karena adanya Bisma di tengah-tengah keluarganya, terutama dengan Kinan sudah semakin dekat dengan Bisma hingga mereka berdua mulai saling beradu candaan yang sangatlah jarang di lakukan oleh Kinan kepada orang yang belum dekat dengannya.
Melihat Kinan yang begitu senang dengan keberadaan Bisma membuatnya sesekali memperlihatkan senyuman yang terlihat sangat penuh arti, apalagi pada saat tatapannya beralih ke arah Bisma yang seketika merasakan sesuatu yang begitu sulit di artikan oleh Yuri sendiri.
"Yuri...Kenapa dari tadi kamu melamun terus?" Ujar Fredi yang seketika mengalihkan semua pandangan mereka yang berada di meja makan pada Yuri.
Yuri sedikit terhenyak dan langsung tersadar dari lamunannya "Ah..A..Aku gapapa kok Kak".
"Kalau gapapa kenapa dari tadi kamu melamun terus? Apa ada yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Fredi sambil meminum air putih yang berada di sisi piringnya.
"Gak ada yang sedang aku pikirkan kok Kak, Kakak gak usah khawatir ayo kita lanjutkan saja makannya" Sahut Yuri yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah makanan yang berada di depannya.
Bisma melihat ke arah Yuri dengan penuh tanda tanya, kemudian tak lama setelah itu dia kembali fokus pada makanannya dengan wajah yang sedikit memerah karena malu.
Setelah acara makan malam di rumah Fredi selesai Bisma akhirnya izin untuk pamit pulang karena sudah tak mau lagi merepotkan keluarganya.
"Kak terimakasih atas semua kebaikannya karena sudah mengijinkan saya untuk menginap hingga makan malam di rumah Kakak, maaf kalau saya sudah banyak merepotkan semua orang yang ada di sini" Ucap Bisma dengan sopan.
Fredi tersenyum sambil menepuk pundak Bisma layaknya pada adiknya sendiri "Gapapa kamu gak ngerepotin sama sekali, lagian aku udah anggap kamu seperti keluarga sendiri jadi kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk main ke sini lagi".
Bisma menatap ke arah Fredi dengan wajah terharu karena merasa memiliki keluarga yang amat sangat baik kepada nya, hingga perlahan kehampaan di hati Bisma selama ini mulai menghangat dengan sendirinya.
Tak lama kemudian saat Bisma hendak melangkah keluar rumah, samar-samar dari arah belakang terdengar suara Kinan yang hendak manggilnya.
"Om Tampan!!" Teriak Kinan sambil berlari.
Bisma berbalik lalu menyambut Kinan dengan senyuman dan pelukan hangat "Iya...Ada apa tuan putri kecil?".
Apa katanya? Tuan putri kecil? Gumam Yuri sambil mengerutkan alisnya.
"Om jangan pulang dong, disini aja tinggal sama Kinan" Ujar Kinan sambil memeluk Bisma dengan erat.
"Kinan sayang...Jangan gitu dong. Om Bisma kan harus pulang sayang, kalau gak pulang nanti mama sama papa nya nyariin!" Jelas Nilam.
"Tapi Kinan kan masih mau main sama Om Bisma" Ucap Kinan sambil merengek.
Bisma tersenyum menatap Kinan "Tuan putri kecil Om harus pulang dulu yah, Om janji nanti kapan-kapan bakalan main kesini lagi sambil bawain coklat buat kamu" Kata Bisma sedikit membujuk Kinan.
"Om bohong!!!" Teriak Kinan yang sedikit mengagetkan semua orang.
__ADS_1
"Kinan gak boleh gitu dong sayang" Ujar Yuri sambil mengelus lembut kepala Kinan.
"Om gak bakalan bohong sama kamu tuan putri kecil" Sambung Bisma masih membujuk Kinan.
Mendengar perkataan Bisma barusan, Kinan berpikir sejenak kemudian memperlihatkan sedikit senyuman pada Bisma "Om janji kan gak bohong sama kinan?.
"Tentu saja Om gak bohong, Om kan sudah janji sama tuan putri kecil" Sambung Bisma sambil menganggukkan kepalanya.
"Baiklah...Kalau begitu sekarang Om boleh pulang. Hati-hati di jalan ya Om!" Ucap Kinan yang sontak membuat mereka semua yang berada di sana tertawa kecil termasuk Bisma.
Tak lama setelah Bisma berpamitan dengan semua keluarga Fredi, akhirnya dia tancap gas untuk segera bergegas meninggalkan kediaman Fredi sambil melambaikan tangannya.
Saat melihat mobil Bisma yang sudah tidak lagi terlihat, dengan cepat Yuri langsung kembali masuk ke rumah Fredi hingga tanpa dia sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikannya dari kejauhan.
"Bagaimana Tuan, apa kita masih akan tetap berada di sini? Ucap seorang supir dengan stelan rapihnya sambil menatap majikannya dari kaca spion.
Sang majikan terdengar menghembuskan nafas panjang kemudian berbalik menatap sang supir " Hari ini cukup sampai disini, sekarang kita kembali saja!".
"Baiklah Tuan" Balas sang supir dengan hormat sambil menyalakan mobilnya kemudian pergi.
Sementara itu di dalam kamar, terlihat Yuri yang sedang memainkan HP sambil terus menekan-nekan layarnya dengan raut wajah yang terlihat sedang kesal. Mata dan bibirnya juga mulai bergetar tak kala matanya melihat sesuatu yang berada di dalam HP nya.
Setelah semuanya selesai Yuri langsung merebahkan badannya di atas tempat tidur dengan pandangan melihat ke atas langit-langit kamarnya.
"Sudah aku langsung perkenalkan saja namaku, kenalkan namaku Siska dan ini calon suamiku Mahendra!" Sambungnya.
"Oh ternyata ini calon istrimu?! Tapi kenapa dia bisa berdua di sini bersama calon suamiku? Apa kalian saling kenal?" Ucap Siska sambil menggandeng tangan Mahendra.
Seketika Mahendra tersadar dari lamunannya dan membalas pegangan tangan Siska dengan mesra "Tidak sayang, aku tidak mengenalnya sama sekali!".
"Enteng sekali..Dia bilang tidak mengenaliku katanya? Terus apa artinya kebersamaan selama hampir dua setengah tahun ini? Dia anggap aku ini hanya figuran Hah?" Gerutu Yuri kesal.
Mengingat kata-kata yang tidak di sangka itu terucap dari mulut Mahendra, seketika membuat Yuri merasa geram sekaligus lega karena dengan waktu yang tepat dia bisa mengetahui tabiat asli dari sosok yang sangat di cintai nya itu sebelum hubungan mereka berakhir ke jenjang yang lebih serius lagi.
Setelah di rasa lega Yuri bangkit dari tidurnya kemudian berjalan ke arah jendela yang sedari tadi terbuka lalu menatap ke arah bintang yang bertaburan di langit yang gelap sambil sesekali tersenyum lega karena sudah bisa lepas dari bayang-bayang Mahendra walaupun belum seutuhnya karena perlu proses, tanpa adanya lagi tangisan seperti kemarin-kemarin yang terus membanjiri hari-hari nya.
Di lain tempat. Bisma akhirnya sampai di rumahnya dengan wajah lesu dan sedikit kelelahan, saat masuk ke dalam rumah Bisma kemudian langsung merebahkan dirinya di atas sofa yang berada di ruang keluarga sambil sesekali terlihat senyuman yang cukup lebar dari bibirnya tak kala mengingat kejadian tadi pagi bersama Yuri di rumah Fredi.
Akan tetapi pada saat Bisma yang masih saja asik dengan pikirannya tentang Yuri, tanpa di sadari nya tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang berjalan semakin mendekat ke arahnya dengan kedua tangan yang sudah terangkat mengarah ke arah Bisma, dan tak lama kemudian kedua tangan itu langsung menutup mata Bisma dengan erat hingga Bisma terperanjat kaget sambil berusaha melepaskan tangan seseorang yang begitu erat menutup matanya.
"Hey siapa ini?! Lepaskan sekarang juga tanganmu dari kedua mataku!!" Teriak Bisma kesal.
__ADS_1
Cukup lama Bisma berjibaku dengan sosok orang yang sedari tadi menutup matanya, sampai pada akhirnya kedua tangan yang menutup matanya itu perlahan mulai terlepas lalu saat ada kesempatan Bisma langung beranjak dari duduknya dan langsung berbalik ke arah belakang sambil sedikit mengusap-usap matanya karena ingin dengan jelas melihat siapa sosok yang sudah sangat berani masuk ke dalam rumahnya.
Saat mata Bisma perlahan terbuka lebar, dia tiba-tiba mengerutkan alisnya dengan raut wajah yang penuh keterkejutan sambil perlahan berjalan mendekati sosok tersebut lalu tak lama kemudian Bisma mulai mengeluarkan suaranya.
"Kau...?!!" Ucap Bisma sambil menunjuk seseorang yang sudah berada di hadapannya.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Aku berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you👋
Eits...Jangan di close dulu dong, aku punya sedikit sesuatu nih buat nemenin malam kalian☺
👇👇Ini tatapan Bisma kalau lagi liatin Yuri loh.
👇👇Yang ini ketika Bisma kalau lagi mesem mesem senyum liat Yuri.
👇👇Nah kalau ini tatapan Yuri kalau lagi di omelin Bisma.
👇👇Ini Yuri kalau lagi senyum
☝☝Semua karakter di atas cuman buat Visualisasinya saja aja ya😁bukan beneran, Halu dikit bayangin mereka berdua benaran Yuri sama Bisma gapapa lah ya🤭hehe (maaf becanda eonni & oppa🙏🙏)
👇👇Eh satu lagi deh biar bikin kalian tambah gereget, ini Bisma saat di acara pertunangan Kakaknya ya, yang udah baca pasti tau deh ada di episode berapa🤭
__ADS_1