Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 37


__ADS_3

Perlahan mata Yuri mulai terbuka sedikit demi sedikit , hingga akhirnya dia bisa melihat sosok Bisma dari jarak yang sangat dekat sedang tersenyum ke arahnya.


"Bisakah kita seperti sebentar saja ?" Ucap Bisma dengan tatapan sendu.


Yuri hanya menatap Bisma tanpa bereaksi dan mengatakan apapun. Perlahan namun pasti Bisma mulai mendekati Yuri hingga tersisa jarak hanya beberapa Cm saja.


Yuri yang melihat Bisma mulai mendekatkan wajah ke arahnya hanya terdiam dan menutup matanya karena malu. Melihat Yuri tidak memberikan perlawanan Bisma pun mulai mendekatkan wajah dan b*b*r nya ke arah Yuri.


Hingga akhirnya setelah hampir mendekati b*b*r Yuri , tiba-tiba Bisma menghentikan pergerakannya, matanya langsung menatap dan memperhatikan wajah cantik Yuri yang sangat teduh membuat perasaannya menghangat , senyum di wajah bisma timbul hingga sejurus kemudian c**m*n nya dia sematkan di kening Yuri.


Yuri terkejut merasakan ada sesuatu yang menempel di keningnya , tangannya masih belum di lepaskan oleh Bisma yang masih menatapnya dengan tatapan hangat dan dengan senyuman yang masih terlihat indah dari bibirnya. Perasaannya pun ikut menghangat tak kala melihat Bisma yang seperti ini terhadapnya.


"Kenapa kamu menutup mata ?" Tanya Bisma lembut.


"Itu... Karena Bapak tiba-tiba.." Yuri terbata-bata menjawab pertanyaan Bisma.


Bisma kembali tersenyum "Maaf ya sudah bikin kamu kaget".


Yuri kembali melihat Bisma dengan senyum kecutnya " Iya pak tidak apa-apa".


"Hari ini kamu terlihat sangat cantik Yuri" Ceplos Bisma yang masih melihat wajah Yuri.


Pipi Yuri langsung memerah mendengar perkataan Bisma , jantungnya berdegup sangat kencang seakan mau loncat dari tempatnya.


"Pak , Bisakah tangan saya di lepas ?!" Tanya Yuri yang mulai merasakan keringat di telapak tangannya.


"Kalo saya tidak mau melepasnya gimana ?" Jawab Bisma sedikit menggoda Yuri.


"Itu... Saya bisa pegal Pak kalau terus seperti ini" Jawab Yuri ngasal.


"Makannya coba duduk kamu lebih mendekat" Sambung Bisma dengan senyum yang masih tersungging di bibirnya.


"Mendekat kemana maksudnya ?"Ucap Yuri bingung.


" Maunya mendekat kemana ?!" Bisma terus menggoda Yuri dengan jawaban yang selalu ambigu.


"Itu.." Yuri terlihat kikuk dan menundukkan wajahnya karena malu.


Bisakah kamu hentikan untuk melakukan ini padaku ?.


Kenapa orang di hadapanku ini selalu saja membuat jantungku berdebar sih ?!. Gumam Yuri dalam hati.


Melihat Yuri yang sudah tak karuan seperti ini membuat Bisma sangat senang dan bahagia , ya bahagia karena dia bisa selangkah lebih maju untuk dekat dengan Yuri.


Tangan Yuri perlahan di lepas lembut oleh tangan Bisma , tak lama kemudian Bisma memberanikan diri untuk mengusap ujung kepala kepala Yuri yang membuat Yuri kembali terhentak dan kembali menatap Bisma.

__ADS_1


Ada apa sebenarnya dengan orang ini ?.


Kenapa tiba-tiba dia membuat perlakuan yang hangat seperti ini ?!. Pikir Yuri.


"Sekarang sudah tidak pegal lagi kan ?" Kembali Bisma bertanya kepada Yuri.


"Iya Pak" Jawab Yuri singkat.


"Apa kamu lapar ?" Tanya Bisma.


"Tidak pak" Dengan tergesa Yuri langsung menjawab.


Kriuk... Kriuk...


Tiba-tiba terdengar suara yang membuat mereka berdua terkejut.


Kriuk... Kriuk...


Suara itu kembali terdengar di sela-sela kebingungan mereka berdua.


"Wah suara petir nya besar sekali ya Pak ?!" Ucap Yuri ngasal dengan wajah yang mulai memerah.


Bisma reflek melihat keluar jendela , dan dengan polosnya menjawab ucapan Yuri "Apakah iya itu suara petir ?".


" Iya Pak itu suara petir !" Tegas Yuri.


Kriuk... Kriuk...


Di tengah obrolan mereka seputar petir , suara itu muncul kembali dan langsung membuat senyum Bisma kembali terpancar dari bibir tipisnya.


"Ternyata petir barusan berasal dari sini ya ?" Bisma mendekatkan telinganya ke arah perut Yuri dan dengan segera pergi untuk mengambil ponselnya.


Haduh dasar perut bodoh , bikin malu aku saja !. Gerutu Yuri sambil menepuk perutnya yang keroncongan.


"Tunggu sebentar ya , makanannya akan segera datang sebentar lagi" Kata Bisma dengan ramah dan kembali duduk di dekat Yuri.


"Maaf ya Pak kalo saya udah ngerepotin Bapak" Ucap Yuri dengan malu.


"Tidak apa-apa , anggap saja ini sambutan kecil dariku karena kamu baru pertama kali datang ke rumahku" Jelas Bisma.


Yuri hanya menjawab dengan anggukan dan mulai mengalihkan perhatiannya ke sembarang tempat untuk sedikit mencairkan suasana hatinya.


"Pak apakah tidak takut tinggal sendirian di rumah sebesar ini ?" Yuri melihat Bisma dengan penuh tanda tanya.


"Tidak !" Jawab Bisma singkat.

__ADS_1


"Orang tua Bapak tinggal disini juga ?!" Ucap Yuri.


"Tidak !"Kembali Bisma hanya menjawab singkat dengan raut wajah sedikit murung.


Sepertinya aku sudah terlalu banyak bertanya , apakah lebih baik sekarang aku diam saja ?!. Kembali Yuri bergumam dalam hati.


Melihat wajah Bisma yang mendadak berubah , membuat Yuri tidak enak dengan banyak pertanyaan seputar sosok Bisma yang ada di hadapannya ini.


Sosok yang membuatnya selalu penasaran dan ingin tau seputar kehidupan pribadinya yang begitu misterius seolah tak ingin orang lain mengetahuinya.


Tak lama setelah mereka saling diam dan tak bicara sepatah katapun , bel rumah Bisma tiba-tiba berbunyi. Bisma yang dari terdiam langsung tersadar dan beranjak dari duduknya untuk membuka pintu rumah.


Melihat Bisma yang seperti itu membuat Yuri merasa bersalah karena sudah terlalu banyak bertanya seputar kehidupan pribadi Bisma, hingga membuat raut wajah Bisma kembali dingin seperti biasanya.


Bisma pun kembali dengan tangan yang sedikit penuh karena membawa makanan yang sudah di pesannya melalui aplikasi online.


"Makanannya sudah sampai , ayo kita makan sekarang mumpung masih hangat" Ujar Bisma mengajak Yuri makan dengan senyuman yang kembali tersungging dari bibirnya.


Melihat Bisma yang kembali tersenyum , membuat Yuri sedikit lega dan senang " Iya pak".


"Wah ini makanan kesukaanku , kenapa Bapak bisa tau makanan favoritku ?" Tanya Yuri dengan wajah bahagianya.


"Benarkah ? Syukurlah kalo kamu menyukainya , aku tadi cuman asal pesan aja padahal" Ucap Bisma tersenyum.


"Wih cuman ngasal aja udah tepat sasaran , btw makasih ya Pak" Ucap Yuri dengan senang.


Bisma yang melihat Yuri begitu senang dan lahap saat sedang makan , ikut merasa bahagia dan senang , perasaan yang jarang sekali dia rasakan selama ini.


***


Setelah mereka selesai makan , Yuri pun mulai kembali bersiap untuk ganti baju karena akan pulang dan di antar oleh Bisma karena waktu sudah menunjukan pukul delapan malam.


"Hujannya masih deras ya Pak" Tanya Yuri khawatir.


"Iya... Tapi kamu gak usah khawatir , aku akan tetap mengantarmu pulang kok" Jawab Bisma yang mulai bersiap memakai jaket dan mengambil kunci mobil.


"Aku jadi gak enak deh Pak , hari ini bikin repot Bapak terus" Sambung Yuri.


"Dasar bawel , aku kan sudah bilang kamu gak ngerepotin , aku malah senang karena bisa... " Bisma mendadak mengentikan ucapannya dan langsung menggandeng tangan Yuri untuk segera naik ke mobil.


Yuri yang masih menunggu kelanjutan ucapan Bisma hanya bisa terdiam dan menurut tak kala tangannya kembali di gandeng oleh Bisma.


Tuhan tolong jaga perasaanku. Pikirnya dalam hati yang sedari tadi sudah tak karuan karena perlakuan Bisma yang tidak biasa.


\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote ,

__ADS_1


komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2