Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 73


__ADS_3

Saat tiba di rumah Yuri langsung pergi ke kamar untuk menenangkan diri dari perasaannya, perasaan yang seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya hari ini.


Pikirannya terus saja bergelut dengan sosok Mahendra yang seperti orang asing baginya, selama berhubungan hampir dua setengah tahun dia jalani bersamanya tak pernah dia melihat sedikitpun sifat nya yang seperti dia lihat tadi siang, apalagi sampai dia tega melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri bersama orang lain di belakangnya. Atau mungkin memang mereka adalah sepasang suami istri?? Yuri pun hanya menghela nafas panjang karena tidak bisa mengetahui alasan jelasnya.


Tok tok tok


Lama Yuri terdiam di kamar, mendadak suara ketukan pintu pun terdengar dari arah pintu kamarnya yang seketika membuyarkan lamunannya.


Yuri beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu untuk segera membukanya "Eh ponakan Tante ternyata sudah pulang ya?".


"Iya Tante, maaf ya kita hari ini pulang telat" Ucap Kinan.


Yuri menundukkan badannya sambil mengusap kepala keponakannya "Tidak apa-apa sayang, Mama kamu dimana?".


"Itu Mama lagi nyiapin meja makan buat makan siang, Kinan di suruh ke sini buat manggil Tante untuk ke bawah sekarang untuk makan siang bersama" Jelas Kinan dengan wajah polosnya.


"Oh begitu ya?? Yasudah ayo kita bawah sekarang?!" Balas Yuri sambil menggandeng tangan keponakannya.


Saat tiba di meja makan, Yuri beserta Kinan dan Nilam langsung menyantap makan siang sambil sesekali di barengi obrolan dan candaan ringan seperti tidak terjadi apa-apa pada Yuri saat ini, dia berfikir tidak ingin menambah beban Kakaknya selama keberadaannya disini untuk menjaga agar tidak ada lagi yang tersakiti selain dirinya.


"Yuri, apa kegiatan mu hari ini selama di rumah?!" Tanya Nilam mendadak yang membuat Yuri dan Bi Asih saling memandang kaget.


Bi Asih yang baru saja menyajikan air putih untuk Yuri dan Nilam hanya diam tak mengeluarkan suaranya lalu pergi ke dapur.


Aduh...Kalau aku jujur sama Kak Nilam apa dia bakalan marah ya? kalau aku gak jujur kasian bi asih juga takutnya jadi beban buat dia. Gumam Yuri.


Melihat Yuri yang belum menjawab pertanyaannya, Nilam hanya menatap Yuri dengan heran lalu tak lama menggoyangkan tangannya.


"Yuri...Yuri...Kenapa kamu ngelamun?" Tanya Nilam.


Yuri langsung terperanjat lalu menatap ke arah Nilam "Ah itu...Maaf ya Kak sebelumnya sebenarnya tadi karena aku merasa kesal di rumah sendirian, hari ini aku keluar rumah kak buat sedikit jalan-jalan sama makan di cafe dekat-dekat sini Kak".


"Loh...Kenapa kamu gak bilang dulu sama Kakak? padahal kalau kamu kesal Kakak bisa pulang dulu buat nemenin kamu jalan-jalan" Ujar Nilam dengan wajah sedikit kecewa.


"Maaf ya Kak tadinya aku pikir takut ganggu Kakak karena Kakak lagi nganterin Kinan ke sekolah, makanya aku jalan sendiri aja" Balas Yuri merasa bersalah.


"Ya sudah untuk kali ini Kakak maafkan, tapi lain kali kalau ada apa-apa atau mau keluar rumah kasih tahu Kakak dulu ya?" Tegas Nilam.


Yuri hanya menganggukkan kepalanya, lalu tak lama kemudian mereka kembali melanjutkan makan siangnya.


***

__ADS_1


Malam pun akhirnya tiba tanpa terasa. Saat Yuri, Kinan, dan Nilam sedang asik berkumpul di ruang keluarga sambil menonton TV, tiba-tiba terdengar suara mobil yang baru saja tiba dan langsung di sambut oleh Nilam.


"Mas tumben kamu pulang jam segini?" Sambut Nilam sambil mencium punggung tangan suaminya dan membawakan tas serta jas nya.


"Iya...Tadi keluar kantor agak telat karena ada meeting dulu sama Pak Direktur" Jelas Fredi sambil melonggarkan dasinya.


"Oh...Memang ada masalah apa mas?" Balas Nilam penasaran.


"Gak ada masalah apa-apa kok sayang, kami cuman sedang mempersiapkan acara family gathering buat lusa" Ucap Fredi yang langsung ikut duduk di ruang keluarga sambil memeluk putri kesayangannya.


Yuri tersenyum dan langsung menyambut Kakaknya "Malam Kak, baru pulang ya?".


"Iya...Kamu udah makan malam?" Sahut Fredi.


"Udah Kak baru saja bareng Kak Nilam sama Kinan juga" Seru Yuri.


Fredi membalasnya dengan anggukan kemudian tak lama dia izin untuk pergi ke kamar karena ingin beristirahat di susul juga oleh Nilam yang mengikuti fredi dari belakang.


Sementara Kinan yang masih terlihat anteng dengan menonton TV, membuat Yuri penasaran karena dia masih terlihat belum ngantuk padahal jam sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam.


"Hey...Ponakan Tante yang cantik kamu belum ngantuk?? Ini udah jam berapa hayo?!" Tegur Yuri dengan lembut.


"Iya...Tapi kan ini udah malam loh, besok kan kamu sekolah kalau nanti bangunnya telat gimana loh?!" Kata Yuri sedikit menakuti Kinan.


Namun bukan ketakutan yang terlihat dari wajah Kinan, melainkan dia mengabaikan perkataan Yuri barusan dan hanya fokus menonton acara kesukaannya tanpa memandang Yuri yang sedari tadi bicara padanya.


"Oh jadi ceritanya Kinan gak mau dengerin Tante nih? Yasudah kalau gitu Tante mau pergi aja ke kamar ah, kamu nontonnya sendiri aja ya?!" Ujar Yuri sedikit mengerjai Kinan.


Mendengar Yuri akan pergi meninggalkannya, Kinan langsung beranjak dari duduknya kemudian memegang tangan Yuri yang sudah setengah berdiri.


Yeah...Berhasil. Gumam Yuri dengan bangga dalam hati.


"Tunggu dulu...Yasudah Kinan mau tidur sekarang, tapi sebelumnya tante temenin dulu Kinan sampe bobo ya?!" Ucap Kinan dengan suara imutnya.


Yuri melihat ke arah Kinan sambil tersenyum sambil mengusap lembut kepalanya "Siap bos, ayo kita ke kamar sekarang?!".


Setengah jam kemudian setelah Yuri melihat Kinan sudah tertidur dengan pulas, Yuri mulai pergi meninggalkannya dengan perlahan lalu berjalan ke bawah untuk mengambil dulu minum sebelum ke kamarnya.


Dan saat tiba di dapur Yuri segera membuka kulkas dan tak sengaja matanya melihat sebuah bungkusan kantong kresek warna putih yang membuatnya sedikit penasaran, kemudian membawanya keluar dari kulkas.


Namun saat Yuri mulai membuka bungkusan kantong plastik yang ada di hadapannya, mata Yuri mendadak terbelalak karena baru ingat kalau isi dalam bungkusan itu adalah ceker mercon dan sebuah minuman coklat yang tadi Bisma berikan padanya saat sampai di rumah setelah mengantarnya jalan untuk menenangkan pikirannya.

__ADS_1


Melihat makanan dan mengingat kebaikan yang Bisma berikan padanya hari ini untuk sedikit menghiburnya, entah kenapa membuat senyum Yuri secara perlahan namun pasti mulai terlihat dari bibir tipisnya.


Akan tetapi senyum Yuri mendadak memudar dengan pikiran yang menyimpan banyak pertanyaan ketika dirinya mulai memasukan ceker mercon ke dalam microwave untuk di hangatkan kembali sebelum menyantapnya, saat mengingat kembali bagaimana Bisma bisa menemukan dan mengetahui keberadaanya di kosan tempat tinggal Mahendra saat ini.


"Oh iya...Astaga kenapa aku baru ingat sekarang ya? Bagaimana Pak Bisma bisa ada di Surabaya dan mengetahui kalau aku sedang berada di kosannya Mahendra? Padahal aku kan tidak menghubunginya sama sekali sebelumnya" Ucap Yuri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sementara itu di lain tempat, sebuah mobil baru saja sampai di sebuah kosan hampir tengah malam dengan sosok Pria yang tak lama turun dari dalam mobilnya sambil membawa beberapa dokumen yang terlihat penting di tangan kanannya.


Melihat sosok yang di kenalnya penjaga kosan pun datang menghampirinya sambil sedikit basa basi menyambut dirinya.


"Selamat malam mas, tumben baru pulang mas?" Tanya penjaga kosan.


"Malam...Iya saya lagi ada urusan jadi baru pulang larut begini" Ujarnya sambil berjalan.


"Oh begitu ya mas, yasudah selamat istirahat mas" Balas penjaga yang langsung di balas anggukan oleh pria yang baru saja di sapa nya.


Tetapi tak lama penjaga itu berjalan, tiba-tiba dia teringat sesuatu dan langsung berbalik untuk mengejarnya.


"Mas tunggu sebentar!!" Ucap penjaga kosan sedikit berteriak.


"Iya ada Pak?" Balasnya sambil membalikan badannya.


"Tadi siang saya kedatangan tamu seorang wanita cantik Mas, dia juga sempat menanyakan Mas juga" Ujar penjaga.


"Wanita? Siapa namanya?" Balasnya penasaran.


"Duh saya lupa nanyain namanya Mas, yang jelas ciri-cirinya itu dia cantik Mas, kulitnya putih bersih, matanya bulat, badannya tinggi tapi mungil, dan satu lagi rambutnya panjang sepinggang Mas" Jelas penjaga dengan detail.


Mendengar ciri-ciri fisik yang sudah tidak asing lagi baginya baru saja di sebutkan oleh penjaga kosan, membuat mata Pria ini terbelalak dengan tangan yang mulai bergetar hingga tanpa sadar menjatuhkan dokumen-dokumen yang sedari tadi di pegang nya sampai berhamburan ke lantai dan membuat penjaga terkejut saat melihatnya.


"Mungkinkah dia...."


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.

__ADS_1


__ADS_2