Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 38


__ADS_3

Akhirnya sampailah Yuri di rumahnya di antar oleh Bisma hingga sampai pintu masuk.


Saat Yuri hendak mengetuk pintu , mendadak Mamah Yuri membuka pintunya dengan wajah yang kelihatan sedikit khawatir.


"Alhamdulillah akhirnya anak Mamah udah pulang" Mamah langsung memeluk Yuri.


"Maaf Tante Yuri pulangnya telat , tadi kita nunggu hujan sedikit reda dulu" Sambung Bisma merasa tidak enak.


"Iya tidak apa-apa nak Bisma , justru Tante loh yang ga enak karena Yuri udah ngerepotin kamu" Jelas Mamah Yuri.


"Gapapa Tante , saya tidak merasa direpotkan kok" Balas Bisma dengan tersenyum.


"Kalo begitu saya pamit dulu Tante , selamat malam" Lanjut Bisma dengan membalikan badannya.


"Nak Bisma mau kemana ?" Sahut Mamah Yuri.


"Saya mau pulang Tante" Ucap Bisma.


Mamah Yuri keluar dan menghampiri Bisma " Udah nak Bisma malam ini tidur disini saja , hujannya masih deras".


Bisma melirik Yuri "Tidak usah Tante , saya pulang aja kebetulan saya pakai mobil kok jadi Tante ga usah khawatir".


"Nak Bisma jangan bikin Tante ga enak deh , ayo kita masuk sekarang , disini dingin" Mamah Yuri terus membujuk Bisma.


Bisma yang tak bisa menolak permintaan Mamah Yuri langsung menurutinya dan segera masuk ke dalam rumah meninggalkan Yuri yang tak habis pikir dengan sikap Mamahnya.


Mamah ini apa-apaan sih nyuruh Pak Bisma nginep segala ?. Bikin aku jadi canggung saja ! Pikir Yuri keras.


Saat masuk ke rumah Bisma pun langsung di sambut oleh Papah Yuri yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Eh ada nak Bisma , kapan kesini ?" Tanya Papah Yuri ramah.


"Selamat malam Om , saya baru saja sampai kok Om" Jawab Bisma ramah.


"Oh iya... Yuri buatkan minum buat nak Bisma dong , kok malah bengong aja ?!" Ucap Papah Yuri.


Yuri yang sedang bengong langsung tersadar dan buru-buru ke dapur membuat minuman hangat untuk Bisma.


Tak lama menunggu , akhirnya minuman pun sudah siap dan segera di sajikan untuk Bisma yang sedang duduk di ruang tv bersama kedua orangtuanya Yuri.


"Di minum dulu Pak , Biar badannya anget" Ucap Yuri.


"Terimakasih" Balas Bisma singkat.


Kedua orang tua Yuri tersenyum dan saling pandang tak kala melihat tingkah laku dua sejoli di depannya ini yang terlihat menggemaskan , apalagi dengan wajah mereka berdua yang sudah mulai memerah.


"Mah Yuri masuk ke kamar dulu ya ?!" Ucap Yuri yang segera beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Eh mau ngapain ? temenin dulu nak Bisma dong" Celetuk Papah Yuri.


"Eh..Itu kan ada Papah sama Mamah" Jawab Yuri dengan tersipu malu.


"Eh..Masa sama tamu ga sopan gitu sih ?" Sambung Papah Yuri.


"Itu... Maksud Yuri.. "Belum beres Yuri bicara tiba-tiba ucapannya terpotong oleh Bisma.


" Tidak apa-apa Om , Tante , mungkin Yuri butuh istirahat" Potong Bisma.


"Tidak...Aku bukan begitu Pak tapi... " Kembali Ucapan Yuri terpotong.


"Aku ??" Ceplos kedua Orang Tua Yuri bersamaan.


"Maaf...Maksud nya Saya permisi mau ke kamar dulu untuk ganti baju !" Tambah Yuri dengan terbata dan langsung segera lari ke arah kamarnya.


Melihat tindakan Yuri yang seperti itu tak terasa membuat Bisma kembali tersenyum dan membuat Bisma terhibur karena sangat jarang sekali bisa melihat Yuri dari jarak sedekat ini.


Setelah hampir setengah jam , Yuri pun keluar dengan setelan piyama pendek dan rambut di ikat kuncir kuda andalannya ketika sedang di rumah dengan wajah yang terlihat segar karena baru saja di basuh air wudhu.


Bisma selalu terkesima melihat Yuri yang polos seperti ini , membuat perasaannya sejuk dan tanpa terasa senyum nya selalu saja terukir di bibir tipisnya, yang membuat Yuri melihatnya menjadi tak karuan.


"Nak Bisma sudah makan ?" Tanya Papah Yuri.


"Tadi saya sudah makan kok Om sama Yuri juga" Jawab Bisma.


"Tentu dong Pah , Mamah ke dapur dulu ya" Kata Mamah Yuri dengan senyum mengembang dari bibirnya.


"Tante gak Udah repot-repot" Kata Bisma canggung.


"Kamu gak ngerepotin Tante kok , Tante justru bersyukur kamu udah mau makan makanan Tante" Jelas Mamah Yuri.


Bisma pun tak membalas perkataan Mamah Yuri, dia hanya tertunduk sambil tersenyum karena malu.


"Mah Biar Yuri temenin ya ?" Tambah Yuri.


"Tidak usah , kamu disini aja temenin nak Bisma !!" Sambung Mamah dan Papah Yuri secara bersamaan.


Yuri dan Bisma yang melihat kekompakan Orang Tua Yuri langsung tertawa kecil dan kadang saling memandang satu sama lain karena merasa takjub dengan kekompakan mereka.


Kedua Orang Tua Yuri langsung pergi ke arah dapur dan hanya menyisakan Yuri dan Bisma yang duduk berhadapan dengan wajah yang sama-sama canggung, tanpa ada obrolan sedikit pun.


Orang Tua Yuri yang melihatnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala dan sesekali bicara ringan.


"Liat deh Mah mereka lucu sekali , Papah jadi gemas melihatnya" Ucap Papah Yuri sambil sesekali mengintip Yuri dan Bisma.


" Udah Pah jangan di liatin terus dong , nanti mereka berdua malu loh" Sambung Mamah Yuri.

__ADS_1


"Hah...Andai saja nak Bisma bisa jadi pasangan anak kita , Papah pasti senang" Kata Papah Yuri sambil terduduk memperhatikan Istrinya memasak.


"Mamah juga berharap seperti itu Pah , Cuman semuanya kembali lagi sama anak kita Pah soalnya belum tentu juga dia suka sama nak Bisma" Ujar Mamah Yuri.


"Tapi Mah Papah bisa melihat kok Yuri juga sepertinya mulai tertarik sama Bisma" Sambung Papah Yuri.


"Papah tau dari mana coba ? Yuri kan masih punya Mahendra Pah" Lanjut Mamah Yuri.


"Tapi kan dia tidak bertanggung jawab , buktinya selama ini dia sudah tidak menghubungi anak kita lagi !!" Ucap Papah Yuri sedikit emosi.


Mamah Yuri hanya menghela nafas panjang dan hanya menganggukkan kepala untuk merespon ucapan suami tercintanya itu.


Di ruang tv Yuri dan Bisma hanya terdiam dan tak saling memandang , karena bingung harus bagaimana Yuri akhirnya berinisiatif untuk menghidupkan tv agar suasana bisa sedikit mencair.


"Pak Bisma suka nonton ga ?" Tanya Yuri canggung.


"Lumayan" Kembali Bisma hanya menjawab singkat.


"Syukurlah , kita coba cari tontonan aja ya sambil nungguin Mamah masak ? kali aja ada acara seru" Jelas Yuri.


"Iya" Jawab Bisma masih singkat.


Saat Yuri mulai mencari chanel tv yang memuat acara menarik untuk di tonton , tapi naas saat Yuri menemukan chanel favoritnya , film yang sedang di putar adalah sebuah drama romantis korea dan kebetulan scene yang di putar adalah scene c**m*n yang membuat Yuri dan Bisma salah tingkah.


Yuri menelan Saliva nya dan dengan cepat memindahkannya ke chanel lain , namun malang setiap Yuri mencoba menggantinya ke chanel lain , chanel tersebut secara kebetulan selalu saja memperlihatkan scene sinetron yang menunjukkan adegan c**m*n , bahkan ada yang sampai memperlihatkan adegan r**j**g.


Astaga apa-apaan ini ? kenapa semua acara tv memutar film yang ada adegan dewasanya ?!. Gerutu Yuri dalam hati , dan tak lama setelah itu Yuri langsung mematikan tv nya.


Bisma pun yang melihatnya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena perasaannya yang sudah tak karuan hingga tanpa sengaja Bisma langsung meminum minuman buatan Yuri yang masih panas , hingga lidahnya kebas dan melepuh.


"Ah..Panas !!" Gerutu Bisma yang mengagetkan Yuri.


"Astagfirullah...Bapak tidak apa-apa ?!" Yuri langsung menghampiri Bisma yang terlihat kesakitan.


"Lidahku... Lidahku melepuh" Ucap Bisma dengan meringis kesakitan.


"Bapak tunggu disini sebentar saya akan ambilkan dulu air dingin" Jelas Yuri.


Namun pada saat Yuri akan bergegas beranjak dari duduknya , Bisma langsung menarik tangan Yuri hingga membuat Yuri terjatuh di dekat Bisma.


"Jangan pergi !!" Ucap Bisma dengan lembut.


"Tapi itu lidah Bapak... " Perkataan Yuri terhenti saat wajah Bisma tiba-tiba mulai mendekat ke arah wajah Yuri.


\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote ,


komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.

__ADS_1


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2