Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 23


__ADS_3

Yuri dan bisma saling menatap tanpa bicara satu patah katapun karena sama-sama terkejut.


"Apa kamu tidak apa-apa ?" ucap bisma sambil mengangkat yuri untuk berdiri.


"I... iya aku tidak apa-apa , terimakasih" yuri mulai berdiri dan menatap bisma.


"Apa kamu bisa jalan atau.... " bisma menghentikan ucapannya.


"atau apa ?" tanya yuru.


"Mau aku gendong ?! " celetuk bisma yang tak tega melihat yuri yang terlihat lemah.


"Tidak usah pak , saya bisa jalan sendiri" yuri mulai membalikan badan untuk segera menuju kamar.


Namun batu selangkah yuri berjalan , yuri terlihat akan terjatuh kembali.


Bisma yang melihatnya tidak tega dan sedikit kesal karena yuri masih saja keras kepala ketika bisma menawarkan bantuan , hingga akhirnya bisma berinisiatif untuk menggendong yuri tanpa meminta persetujuan dari yuri terlebih dahulu.


"Loh apa yang bapak lakukan ?" yuri kaget karena bisma langsung menggendongnya.


"Saya hanya ingin membantu kamu tolong jangan salah paham" tegas bisma sambil menggendong yuri dan mulai berjalan ke arah kamar yuri.


"Tapi saya bisa jalan sendiri pak !" yuri terus berontak dan menghentakan kaki nya karena ingin segera turun dari pangkuan bisma.


"Tolong untuk kali ini saja , bisakah kamu sedikit mengesampingkan ego mu itu ?" bisma mulai terlihat kesal dan menatap yuri dengan wajah sinis.


Karena yuri masih merasa takut melihat wajah bisma yang seperti itu , akhirnya yuri mengalah dan mulai menutup mulutnya.


Bisma merasa lega karena akhirnya yuri mau mendengarkan ucapannya , bisma membuka pintu kamar yuri dan mulai berjalan ke arah tempat tidur dan menindurkan yuri dengan lembut lalu menyelimuti tubuh yuri agar tidak kedinginan.


Yuri kembali mentap bisma , dan sedikit waspada karena masih trauma aka kejadian di kampus kemarin.


Bisma lalu duduk di dekat tempat tidur yuri dan menatap yuri dengan perasaan sangat bersalah.


"Yuri saya minta maaf atas kejadian kemarin , saya tau apa yang saya lakukan sangat keterlaluan" ucap bisma dengan tatapan sendu.


"Apa bapak sedang ada masalah ?" yuri mulai duduk dan menatap bisma dengan perasaan tak tega.

__ADS_1


"Banyak sekali masalah di kehidupanku , sampai aku tak ingin mengatakannya padamu" bisma menghela nafas dan tertunduk seakan memikirkan sesuatu.


"Kalau bapak perlu teman untuk bercerita , saya mau kok mendengar semua cerita bapak" sambung yuri.


Bisma tersenyum dan melihat tangan yuri yang membiru "Anak ingusan seperti kamu ini belum pantas mendengar cerita orang dewasa".


"Kecil kecil gini cabe rawit pak , jangan di sepelkan loh" jawab yuri sambil sedikit menghibur bisma


Bisma sedikit tertawa dan menatap yuri."Iya kamu memang cabe rawit yang selalu membuat orang kebakaran jenggot".


Yuri yang memperhatikan bisma merasa lega dan senang karena melihat bisma mulai bisa tersenyum dan terhibur dengan ucapan receh yuri , dan membuat rasa takutnya sedikit menghilang.


Saat yuri tengah asik memperhatikan bisma , tiba-tiba bisma memegang tangan yuri yang membiru.


"Apa tangan mu ini sakit ?" bisma memperhatikan dan mengusap lembut tangan yuri.


Yuri terdiam dan seketika jantungnya berdegup kencang hingga tak bisa berkata apapun.


Bisma menatap yuri yang terdiam seperti batu . " Kenapa diam ?".


"Oh iya tadi bapak bilang apa ya ?" jawab yuri gelagapan.


"Oh ini...Sedikit pak sekarang udah agak mendingan" jawab yuri sambil menundukan wajahnya karena malu.


"Sekali lagi saya minta maaf karena sudah menyakiti kamu , kalau kamu mau melaporkan atau meminta ganti rugi saya siap bertanggung jawab" jelas bisma karena sangat bersalah melihat luka di tangan yuri.


"Saya bukan tipe orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan pak , bapak tidak usah khawatir saya sudah tidak apa-apa" sambung yuri sambil melepaskan tangannya dari pegangan bisma.


"Tetap saja aku merasa bersalah sama kamu" bisma mundukan kepalanya masih melihat luka di tangan yuri.


"Sudah bapak tidak usah seperti ini , saya tau bapak tidak sengaja melakukannya" jelas yuri yang membuat hati bisma merasa tenang.


"Terimakasih atas pengertiannya, kalo perlu apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi saya" ucap bisma dengan tersenyum indah.


"Iya pak , sebelumnya saya juga ucapkan terimaksih atas perhatian dan pengertian bapak" jawab yuri.


Bisma menatap yuri dengan dalam dan mulai mendekat ke arahnya, yuri menelan saliva nya karena terkejut dengan posisi duduk bisma yang bergeser ke arahnya dan tangannya mulai terangkat kemudian bisma menempelkan punggung tangannya di kening yuri.

__ADS_1


"Apa kamu sedang demam ?" tanya bisma.


"Saya tidak demam kok pak" jawab yuri yang sudah tak karuan.


"Lalu kenapa pipi kamu sangat merah ?" bisma masih menatap yuri dari dekat.


"Itu..mungkin saya cuman kepanasan aja pak" celetuk yuri dengan gugup.


"Perasaan disini sejuk sekali , saya saja tidak berkeringat" bisma mulai aneh dengan tingkah laku yuri.


"Oh haha mungkin saya saja pak yang merasa panas" yuri mengibas-ngibaskan tangan nya dan memalingkan wajahnya kesana kemari.


Bisma tersenyum melihat kelakuan yuri yang menurutnya terlihat sangat imut . Bisma tak sedikitpun memalingkan pandangannya dari yuri dia terus memandang yuri tanpa memperdulikan yuri yang sudah salah tingkah dari tadi .


Pandangan bisma terlihat begitu dalam dan tanpa sengaja dia mendekatkan wajahnya ke arah yuri . Yuri yang melihatnya langsung memundurkan posisi duduknya hingga mentok ke arah belakang tempat tidur.


Wajah bisma semakin mendekat , sangat dekat , hingga tanpa sadar akhirnya b***r bisma menempel dengan indah di b***r tipis yuri.


Yuri hanya diam dan tidak menolak ketika bisma me****m b***r nya , pikirannya mendadak kosong seakan sedang melayang di udara.


Bisma memainkan c****n dengan sangat lembut sehingga yuri perlahan bisa menerimanya dan sedikit membuka m***tnya agar bisma bisa memainkannya dengan leluasa.


Setelah beberapa lama akhirnya bisma melepaskannya dan kembali memandang yuri.


"Apakah ini kali pertamamu ?" bisma bertanya sambil menempelkan keningnya di kening yuri.


Yuri tidak menjawab dengan ucapan tetapi hanya menjawab dengan anggukan.


Bisma memegang pipi yuri kemudian mengarahkan pandangannya ke arah bisma. "Maaf kalo saya lancang".


" Kenapa bapak melukannya ?" yuri mulai mengeluarkan suaranya dengan sedikit lirih".


"Entahlah...Saya juga tidak tau kenapa bisa seperti ini" tatapan bisma kembali sendu.


Yuri mulai melepaskan wajahnya dari pegangan bisma , dia kembali memberikan jarak dengan bisma, kemudian menidurkan dirinya dan menutupi semua tubuh dengan selimut.


Bisma yang melihatnya seperti mengerti dan kembali menyalhkan dirinya sendiri atas apa yang telah dia perbuat kepada yuri.

__ADS_1


\=\=\=> hay teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku... jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗


__ADS_2